Bacaan : Galatia 6:1-10
Dibanding para selebriti Indonesia, nama Agus Bambang Priyanto memang
kalah tenar. Namun, majalah Time mendaulatnya menjadi salah satu
Asean Heroes tahun 2003, berkat upayanya yang tak kenal lelah
memimpin penyelamatan para korban bom Bali; mengangkut korban tewas;
membopong mereka yang terluka; mengumpulkan harta milik korban untuk
diserahkan kepada keluarga; mengatur lalu lintas ambulans. Bambang
bukan petugas. Ia rakyat biasa. Ia melakukan semua itu secara
spontan, tanpa diminta.
Untuk menerima penghargaan itu, termasuk hadiah uang ratusan juta,
Bambang diundang ke Jepang. Namun, ia menolak pergi. Ia merasa bukan
pahlawan. Menurutnya, apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang wajar
dilakukan setiap orang ketika melihat sesamanya menderita. Tentang
uang hadiah, Bambang beralasan, tidak layak menerima hadiah di atas
penderitaan orang lain.
Alangkah indahnya hidup bermasyarakat, apabila setiap orang terdorong
untuk saling berbuat baik; bukan untuk saling memanfaatkan. Kepada
jemaat Galatia Paulus juga menasihatkan agar mereka tidak jemu-jemu
berbuat baik (ayat 9). Dengan begitu, mereka telah memenuhi hukum
Kristus (ayat 2). Tentu tidak harus dalam peristiwa besar seperti
yang dilakukan oleh Agus Bambang Priyanto, tetapi juga bisa dalam
kejadian sehari-hari. Kuncinya adalah kepekaan dan ketulusan untuk
menolong sesama.
Hari ini, adakah sesama yang membutuhkan perbuatan baik kita; mungkin
tetangga sebelah rumah, atau rekan sekerja di kantor, atau siapa
saja? Semoga kita tidak membiarkan kesempatan berbuat baik itu
berlalu begitu saja -AYA
LAKUKAN PERBUATAN BAIK KEPADA ORANG LAIN
MINIMAL SATU PERBUATAN UNTUK SATU HARI
|