Bacaan : Matius 6:1-4
Apa yang telah terjadi dengan konsep memberi jika dilihat dari makna
memberi itu sendiri?" tanya Tim Harford, penulis kolom Financial
Times. "Jika Anda memerhatikan sumbangan amal, maka hal itu akan
semakin tidak tampak bersifat amal." Contohnya, sebuah studi tentang
kampanye pengumpulan dana dari pintu-ke-pintu mendapati bahwa
berbagai organisasi bisa mengumpulkan dana jauh lebih banyak dengan
menjual tiket lotere daripada meminta sumbangan.
"Hal ini tidak menunjukkan bahwa dunia dipenuhi para dermawan yang
ingin melakukan perbuatan baik sebesar mungkin dengan uang sumbangan
mereka," kata Harford. Setidaknya sebagian orang ada yang memiliki
sikap ini-untuk-saya/ini-untuk-kamu dalam memberi.
Yesus pun menyinggung masalah motivasi dalam memberi. Saat Dia
mengatakan bahwa kita harus mencegah tangan kiri kita mengetahui apa
yang dilakukan tangan kanan, Dia mengajarkan agar kita tulus dalam
memberi kepada Allah dan orang lain. Pemberian kita harus merupakan
tanggapan kita terhadap kasih Allah. Untuk mendorong kita memiliki
motivasi yang tulus, Yesus mengajarkan orang-orang untuk memberi dan
melakukan perbuatan baik secara sembunyi-sembunyi tanpa memikirkan
diri mereka sendiri. Allah, yang melihat segalanya, akan membalas
mereka (Matius 6:3,4).
Kemurahan hati kita harus berpusat kepada Allah -- bukan untuk
membuat kita tampak baik, melainkan untuk menyenangkan Tuhan. Sebelum
melakukan perbuatan baik Anda berikutnya, tanyailah diri Anda
sendiri: Jika saya tahu tak seorang pun akan mengetahui apa yang saya
perbuat, akankah saya tetap melakukannya? --MLW
ALLAH MELIHAT BAIK PEMBERI MAUPUN PEMBERIANNYA
HATINYA MAUPUN TANGANNYA
|