Bacaan : Yosua 2
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Rahab, seorang wanita
tunasusila yang tinggal di kota penyembah berhala, Yerikho, membuka
rumahnya bagi para mata-mata Israel? Dan, dari manakah ia memperoleh
keberanian untuk menyebut Allah orang Israel sebagai Allahnya
sendiri?
Perubahan yang hampir tak mungkin terjadi ini sesungguhnya didorong
oleh berbagai kisah yang telah ia dengar mengenai kenyataan dan kuasa
Allah. Meskipun dikelilingi penyembahan berhala dan kejahatan, hati
Rahab tertarik kepada Allah. Sebagaimana yang dikatakannya kepada
para mata-mata, "Kami mendengar, bahwa Tuhan telah mengeringkan air
Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir,
dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori" (Yosua
2:10).
Dalam kondisi normal, kota Yerikho yang berbenteng tinggi hampir tak
mungkin dikalahkan. Namun demikian, kota itu menjadi tak berdaya
karena cerita-cerita yang luar biasa mengenai kuasa Allah. Jauh
sebelum para utusan Allah tiba, kesombongan dalam kebudayaan musuh
Israel ini larut dalam ketakutan saat mereka berhadapan dengan
orang-orang kepunyaan Allah yang kisahnya telah banyak mereka dengar
(ayat 11). Dan di dalam tembok, satu hati penyembah berhala berbalik
untuk menerima Allah Israel dan memainkan peranan strategis dalam
kemenangan Israel yang mengherankan.
Marilah kita menceritakan kebesaran Allah dengan berani. Anda tidak
pernah tahu hati siapa yang mungkin siap untuk menanggapinya! --JMS
JANGAN MALU; CERITAKANLAH KEBESARAN ALLAH
|