Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > SALING MENYALAHKAN
< Februari
2007
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Rabu, 21 Februari 2007

Bacaan Setahun : Bilangan 1-3; Markus 3
Nats : Manusia itu menjawab, "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan" (Kej. 3:12)

SALING MENYALAHKAN

Bacaan : Kejadian 3:1-13

Seorang pegawai di Lodi, Kalifornia, menuntut kota itu atas kerusakan yang terjadi setelah ia memundurkan truk sampah, sehingga menabrak mobilnya sendiri yang sedang diparkir. Pria berusia 51 tahun itu beralasan, "Kendaraan milik kota merusak kendaraan pribadi saya," jadi kota itu berutang padanya 3.600 dolar [kira-kira Rp36.000.000,00]. Walau terde-ngar konyol, menyalahkan orang lain telah menjadi sifat dasar manusia sejak awal.

Ketika Adam dan Hawa makan buah dari pohon terlarang, mata mereka terbuka dan kepolosan mereka pun sirna. Allah mengajukan pertanyaan yang sederhana tetapi tajam kepada Adam, "Di manakah engkau?" (Kej. 3:9). Sebelumnya, Adam memiliki persekutuan yang erat dengan Allah, tetapi sekarang ia menjawabnya dengan takut dan bersembunyi.

Pertanyaan Allah selanjutnya lebih tegas daripada yang pertama, "Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" (ay. 11). Lalu, permainan saling menyalahkan dimulai, "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan" (ay. 12). Adam menyalahkan Allah dan perempuan itu atas dosa yang dilakukannya. Si perempuan menyalahkan ular, bukan menyalahkan dirinya sendiri. Sejak hari itu di Taman Eden, kita cenderung menyalahkan orang lain daripada diri kita atas pilihan kita yang penuh dosa.

Bila kita berbuat dosa, kita harus mempertanggungjawabkan-nya. Mari kita berdoa seperti Daud, "Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan" (Mzm. 32:5) --MW

Tuhan, janganlah aku berdalih atas dosaku
Dan malah mempersalahkan orang lain;
Karena kalau tak kuakui kesalahanku,
Dosa justru akan bertambah merusak batin. --Sper

LANGKAH PERTAMA UNTUK BERTOBAT DARI DOSA
ADALAH MENGAKUI BAHWA ANDA BERSALAH
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran