Bacaan : Amsal 30:7-9
Kaum muda di Singapura pada suatu masa teraspirasi untuk memiliki 5K.
Uang Kontan di bank. Karier bagi masa depan. Kendaraan (mobil) yang
bisa ditumpangi. Kondominium sebagai tempat tinggal. Kartu kredit
sebagai bekal perjalanan.
Baru-baru ini sebuah laporan di surat kabar mengindikasikan bahwa
sekarang ada versi 5K yang telah diperbarui: Koneksi yang menaikkan
gengsi. Kemungkinan (pilihan) yang semakin banyak dan semakin meriah!
Kemerdekaan yang tak mau dibatasi. Kebiasaan memberi alasan, karena
dapat menyelamatkan diri kita. Konsumen yang berbelanja dulu baru
membayar.
Agur, penulis Amsal 30, tidak meminta 5K, tetapi 2K dari Allah: kasih
karunia dan kebaikan-Nya. Ia mencari kasih karunia Allah untuk
menjauhkan "kecurangan dan kebohongan" darinya (ay. 8). Ia tidak
ingin jatuh dalam perangkap kepercayaan yang berpendapat bahwa
prinsip, praktik, dan kasih yang rusak itu merupakan hal yang bisa
diterima.
Agur juga memohon kebaikan dari Allah untuk menyediakan keperluannya
-- tidak kurang atau lebih (ay. 8,9). Ia sadar bahwa kemiskinan dapat
menjadikannya rakus dan mencemarkan nama Allah. Akan tetapi, ia juga
menyadari betapa mudahnya kekayaan dapat memanjakan dan membuatnya
menyangkal Tuhan.
Apa yang lebih Anda inginkan? Kepuasan sesaat dari 5K atau upah
berupa kasih karunia dan kebaikan Allah? Apakah Anda berhasrat untuk
memuliakan nama Alah di atas segalanya? --AL
Mari kita rayakan bersama,
Naikkan pujian dalam kesatuan,
Bernyanyilah tentang anugerah dan rahmat-Nya
Dan tentang kebaikan Tuhan kita. --Sper
KASIH KARUNIA ALLAH ADALAH KASIH TAK TERBATAS
YANG DIUNGKAPKAN MELALUI KEBAIKAN TAK TERBATAS
|