Bacaan : Yosua 1:1-9
Saat Tahun Baru Cina, biasanya orang-orang membagi-bagikan angpau
(amplop kecil berwarna merah berisi uang). Ketika orangtua memberi
anak mereka angpau, mereka juga mendoakan agar anak-anak mereka
makmur dan sukses. Namun, karena tahu bahwa harapan yang tulus saja
tidak cukup, mereka juga mengingatkan agar anak mereka rajin belajar.
Orang Cina pada umumnya percaya bahwa pendidikan yang baik adalah
kunci keberhasilan hidup seseorang.
Dalam Yosua 1, Allah memberi tahu Yosua bahwa jalannya akan berhasil
ketika ia mulai mengambil alih kepemimpinan Musa. Namun, ia dan
rakyatnya harus menunjukkan keberanian di depan lawan yang kurang
bersahabat tatkala mereka memasuki Tanah Perjanjian (ay. 6). Allah
berjanji akan membuat mereka berhasil apabila mereka mengindahkan
kitab Taurat-Nya (ay. 8).
Orang percaya masa kini juga harus hidup seturut firman Allah apabila
ingin menikmati keberhasilan dalam perjalanan rohani. Alkitab tidak
hanya berisi hal-hal yang harus atau yang tidak boleh dilakukan dalam
hidup, tetapi juga mencatat berbagai pengalaman hidup orang-orang
yang menyenangkan maupun yang mendukakan hati Allah.
Kita, seperti Yosua, memegang janji Allah bahwa Dia akan senantiasa
menyertai kita (Yos. 1:9; Mat. 28:20). Seharusnya kesadaran ini
memberi kita kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan dan
kesulitan yang tidak dapat kita hindari saat berusaha menyenangkan
hati-Nya --AL
Jadilah kuat! Betapapun parahnya kesalahan,
betapapun sulitnya peperangan, betapapun lamanya penantian;
Jangan patah semangat -- teruslah berjuang!
Esok pasti terdengar sorak nyanyian. --Babcock
TATKALA MENGHADAPI KRISIS
PERCAYALAH KEPADA ALLAH DAN TERUSLAH BERJALAN
|