Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > KEBAHAGIAAN DAN KEKUDUSAN
< Februari
2007
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Kamis, 22 Februari 2007

Bacaan Setahun : Bilangan 4-6; Markus 4:1-20
Nats : Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan (Ibr. 12:14)

KEBAHAGIAAN DAN KEKUDUSAN

Bacaan : 1 Petrus 1:13-21

Di Harvard University, Anda dapat mengambil kelas yang membahas kebahagiaan. Kelas populer ini menolong siswa untuk mengetahui, seperti kata sang dosen, "Cara agar Anda merasa bahagia."

Itu bukan ide buruk. Sesungguhnya, dalam beberapa kesempatan Alkitab bahkan menyarankan pentingnya merasakan kebahagiaan atau sukacita. Salomo mengatakan bahwa kita punya hak istimewa untuk merasakan kebahagiaan yang diberikan Allah (Pkh. 3:12; 7:14; 11:9).

Meskipun begitu, terkadang kita terlalu berlebihan mencari kebahagiaan du-niawi. Kita menganggapnya sebagai hal utama yang harus diraih, bahkan yakin bahwa kebahagiaan adalah tujuan utama Allah bagi kita. Lalu kita pun merasa bingung.

Firman Allah menyatakan bahwa kebahagiaan sejati dapat terwujud jika kita taat pada taurat Allah (Mzm. 1:1,2; Ams. 16:20; 29: 18). Allah menuntut kekudusan dan memanggil kita untuk menjalani hidup yang kudus, yang mencerminkan karakter moral-Nya (1 Tes. 4:7; 2 Ptr. 3:11). Dalam surat pertama Petrus kita membaca, "Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus" (1 Ptr. 1:15,16).

Pada saat kita harus membuat keputusan mengenai bagaimana kita harus bertindak atau bagaimana kita harus menjalani hidup, maka kita harus ingat bahwa perintah Allah bukan "Bersenang-senanglah", melainkan "Jadilah kudus". Sukacita sejati berasal dari hidup yang kudus dan menghormati Allah --JDB

Dalam semua pikiran, ucapan, dan tindakanku,
Aku rindu, ya Allah, untuk menghormati-Mu;
Dan kiranya motivasiku yang terdalam
Adalah mengasihi Kristus yang rela berkurban. --D. De Haan

TAK ADA KEBAHAGIAAN SEJATI YANG TERPISAH DARI KEKUDUSAN
DAN TAK ADA KEKUDUSAN YANG TERPISAH DARI KRISTUS
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran