Bacaan : Mazmur 9:2-15
Anda berada di ruang periksa gigi dan ternyata itu memakan waktu
lebih lama daripada yang Anda kira. Karena sudah terlambat untuk
janji yang lain, Anda kemudian meminjam telepon. Anda menekan nomor
dua kali, tetapi tidak tersam-bung. "Bagaimana caranya saya bisa
menelepon?" Anda bertanya dengan gusar. "Maaf," kata sang
resepsionis, "Anda harus menekan angka 9 terlebih dulu."
Anda pergi ke gereja untuk menyembah Allah. Anda menaikkan pujian.
Anda berdoa mengikuti perkataan pendeta dan menyimak bagian Alkitab
yang dibacakan. Namun, tidak ada yang terjadi dalam diri kita. Anda
ingin menyembah Tuhan, tetapi Anda hanya mengikuti arus. Apa yang
dapat Anda lakukan?
Inilah saran saya: Tekan angka 9. Bukalah Alkitab Anda pada Mazmur 9
dan ikutilah saran Daud yang terungkap saat ia menaikkan pujian
kepada Tuhan dengan segenap hati.
o Bukalah hati Anda (ay. 2). Biarlah puji-pujian Anda mengalir!
o Ingatlah segala perbuatan-Nya bagi Anda (ay. 2).
o Bersukacitalah! Bersukarialah! Bermazmurlah! (ay. 3)
o Sadarilah bahwa Dia di pihak Anda (ay. 4-6).
o Datanglah kepada-Nya untuk berlindung (ay. 10).
o Beritakanlah apa yang telah dilakukan-Nya bagi Anda (ay. 12).
o Terimalah belas kasihan-Nya dan bersukacitalah dalam
kesela-matan-Nya (ay. 14,15).
Mari ikuti teladan Daud. Anda akan mengalami lagi persekutuan dengan
Allah dalam penyembahan dan pujian pada-Nya --DCE
Hanya Engkau yang layak, ya Tuhan,
Untuk disembah dan dipuja;
Hanya bagi-Mu segala penghargaan
Hati kami bernyanyi dan bersuka. --Hess
INTI PENYEMBAHAN ADALAH MENYEMBAH DENGAN HATI
|