Bacaan : Nehemia 4:1-3
Tembok bersifat memisahkan. Itulah tujuan membangun tembok. Tembok
Besar Cina dibangun untuk menangkal suku-suku perampok. Barisan
pertahanan yang luar biasa itu terbentang sejauh 6.400 kilometer di
sepanjang Asia, dan sebagian besar bagiannya masih berdiri hingga
kini. Sebaliknya, Tembok Berlin bukannya menahan orang-orang supaya
tidak masuk, melainkan menahan orang-orang supaya tidak keluar. Itu
sebabnya, penghancuran Tembok Berlin tahun 1989 dirayakan
bersama-sama oleh rakyat dengan penuh sukacita.
Berabad-abad lalu, sebuah tembok telah dibangun untuk menyatukan
rakyat. Allah telah memerintah Nehemia membangun kembali tembok yang
mengelilingi Yerusalem. Tembok ini penting sebagai perlindungan,
tetapi tembok ini hancur saat penyerbuan bangsa Babilonia. Namun,
para musuh bangsa Yahudi menentang proyek pembangunan kembali itu dan
berusaha menghalangi usaha mereka (Neh. 4:7,8). Sementara sebagian
orang membangun, yang lainnya berjaga-jaga untuk melindungi.
Selain melindungi, tembok ini merupakan perwujudan kerja tim dan
persatuan (Neh. 3). Seluruh anggota tim membawa bakat dan
keterampilan masing-masing, lalu menggabungkannya untuk meraih
sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang dapat mereka capai
sendirian.
Seharusnya, itulah yang terjadi dalam gereja sekarang. Bakat kita
merupakan karunia dari Allah untuk membangun kerajaan-Nya. Kita dapat
bekerja lebih baik jika bekerja bersama-sama --CHK
Allah membangun gereja-Nya dengan berbagai batu
Dan mencocokkannya satu demi satu;
Segala bentuk dan ukuran tertata pada tempatnya
Sampai bangunan gereja tegak perkasa. --Sper
DATANG BERSAMA ADALAH PERMULAAN;
TETAP BERSAMA ADALAH PROSES;
BEKERJA BERSAMA ADALAH KEBERHASILAN
|