Bacaan : Lukas 2:15-20
Elmer Kline, seorang manajer perusahaan pembuat roti pada tahun 1921,
diberi tugas untuk memberi nama produk roti tawar baru yang
diproduksi perusahaan tersebut. Ketika sedang memikirkan suatu nama
yang dapat "menarik perhatian", ia menemukan jawabannya di tempat
yang tidak terduga-duga. Ketika mengunjungi lapangan Indianapolis
Motor Speedway, ia berhenti untuk melihat Festival Balon
Internasional.
Ia kemudian menggambarkan pemandangan balon-balon udara yang indah,
yang melintasi langit Indiana sebagai sesuatu "yang mengagumkan dan
mengherankan". Sebuah pemikiran muncul di benaknya, dan ia menyebut
produk barunya Wonder Bread (Roti Ajaib). Sampai hari ini, kemasan
roti Wonder Bread dihiasi oleh gambar balon yang berwarna-warni.
Akan tetapi, keajaiban (wonder) adalah kata yang mengandung makna
yang lebih penting daripada sekadar selembar roti atau balon udara.
Sebuah kamus mendefinisikan keajaiban sebagai "penyebab keheranan
atau kekaguman". Inilah kata yang menggambarkan pengalaman semua
orang yang berada di sekitar peristiwa kedatangan Yesus ke dunia --
para malaikat, Maria, Yusuf, para gembala, dan semua orang yang
mendengarkan cerita mereka. Lukas mengatakan bahwa mereka "heran"
(2:18). Bagi mereka semua, berusaha memahami kelahiran Kristus adalah
sebuah latihan untuk menghadapi keajaiban.
Semoga pada saat merayakan Natal, kita semua dipenuhi oleh perasaan
kagum terhadap keajaiban kasih dan kedatangan-Nya! --WEC
HIDUP ANDA AKAN PENUH DENGAN KEAJAIBAN
APABILA ANDA MENGENAL KRISTUS SANG NATAL
|