Bacaan : Mazmur 19:8-15
Ketika menjadi pelatih basket siswi kelas satu SMA di musim gugur
2005, saya heran betapa seringnya saya mendengar ucapan, "Itu tidak
adil!"
Motivasi para siswi itu tampaknya tergantung pada anggapan mereka
tentang adil atau tidaknya perintah saya kepada mereka. Apabila saya
meminta beberapa siswi untuk berlatih bertahan, sementara yang lain
berlatih lemparan bebas, saya akan mendengar suara, "Tidak adil!"
Jika saya mengizinkan satu tim menyerang lebih lama daripada tim
lainnya, saya akan mendengar, "Tidak adil!"
Begitu banyak situasi hidup yang meneriakkan, "Tidak adil!" Saya
melihat banyak pasangan kristiani yang bergumul untuk memiliki anak,
sementara yang lain diberkati dengan memiliki anak-anak tetapi lalu
melecehkan mereka. Saya melihat banyak keluarga yang semua anaknya
hidup dan sehat, sementara saya tidak memiliki satu anak pun. Saya
melihat teman-teman yang rindu untuk melayani Allah, tetapi terhalang
oleh masalah kesehatan.
Sebab itu, saya harus kembali pada kebenaran yang mendasar. Kita ini
bukan hakim yang menentukan keadilan. Allah sendirilah yang menjadi
hakim, dan Dia jauh lebih mengerti daripada kita mengenai berbagai
rencana dan tujuan-Nya. Ini bukan masalah keadilan. Pada akhirnya,
ini mengenai kepercayaan kepada Allah yang setia, yang benar-benar
tahu apa yang sedang dilakukan-Nya. "Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya
sempurna, karena segala jalan-Nya adil" (Ulangan 32:4).
Hidup tak pernah tampak adil. Namun, jika kita memercayai Allah, kita
selalu tahu bahwa Dia setia --JDB
HIDUP TIDAK SELALU ADIL, TETAPI ALLAH SELALU SETIA
|