Bacaan : 2 Korintus 4:3-6
Selama masa Natal tahun 1879, seorang reporter agnostik [orang yang
tidak peduli akan adanya Tuhan] di Boston melihat tiga orang gadis
kecil berdiri di depan sebuah toko yang penuh dengan mainan. Salah
satu dari ketiga gadis itu buta. Reporter itu mendengar kedua gadis
lainnya menggambarkan mainan-mainan itu kepada temannya. Ia tidak
pernah membayangkan betapa sulitnya menjelaskan rupa suatu benda
kepada orang yang buta. Kejadian tersebut menjadi bahan berita surat
kabar.
Dua minggu kemudian, reporter itu menghadiri pertemuan yang
diselenggarakan oleh Dwight L. Moody. Ia datang untuk mencari-cari
bukti ketidakkonsistenan penginjil itu. Ia terkejut ketika Moody
menggunakan laporannya mengenai anak-anak itu untuk menggambarkan
suatu kebenaran. "Sama seperti gadis buta yang tidak bisa melihat
mainan," kata Moody, "demikian pula orang yang tidak diselamatkan
tidak bisa melihat Kristus dalam segala kemuliaan-Nya."
Pada Natal yang pertama, hanya sedikit orang yang mengerti siapa
Yesus yang sebenarnya. Banyak yang mendengar laporan para gembala dan
menjadi heran, tetapi mereka tidak melihat bayi dalam palungan
sebagai Putra Allah.
Pada masa sekarang, banyak orang tidak menyadari identitas Yesus yang
sebenarnya karena mereka buta secara rohani. Jika Anda juga mengalami
hal ini, mintalah kepada Allah untuk membukakan mata Anda. Percayalah
bahwa Tuhan yang mulia telah wafat demi dosa-dosa Anda. Kemudian,
berserahlah kepada-Nya. Mata Anda akan dibukakan, dan Anda akan
mengenal siapa Dia yang sebenarnya --HVL
ORANG-ORANG BIJAK MASIH MENCARI YESUS
|