Bacaan : Mazmur 112:4-9
Kita kerap merasa tidak bahagia saat semakin tua karena kita rindu
akan "masa lalu yang membahagiakan", yaitu saat kita menikmati
kesehatan, kekayaan, jabatan, atau kekuasaan. Akan tetapi, semua yang
diberikan dunia ini tidak akan bertahan lama. Semua itu tidak pasti,
dapat berubah, dan tidak tetap. Pada saatnya nanti, semua itu dapat
diambil dari kita dan digantikan dengan kemiskinan, pengasingan,
kelemahan, serta penderitaan.
Ketika kita menyadari bahwa dunia ini dan segala sesuatu yang ada di
dalamnya tidak kekal dan tidak bisa diperkirakan, kita akhirnya
mengharapkan sesuatu yang kekal. Apa yang masih dapat kita miliki?
Pemazmur menulis, "Kebajikan-Nya [Allah] tetap untuk selama-lamanya"
(112:9). Ini tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa lapuk oleh
waktu dan keadaan. Tidak satu pun peristiwa yang terjadi di dunia ini
yang bisa merampasnya. Ini tidak akan berubah, meskipun kehidupan
mengambil milik kita satu per satu.
Kebajikan ini menjadi milik kita jika kita mendekat kepada Allah
melalui iman kepada Yesus Kristus (lihat Roma 1:17; 3:21-26). Dialah
batu karang kita, keselamatan kita, dan satu-satunya sumber
kebahagiaan sejati serta kekal. Mazmur 112:1 mengatakan,
"Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada
segala perintah-Nya."
Bersukacitalah di dalam Tuhan dan firman-Nya, maka Anda akan
menemukan kebahagiaan yang sejati. Hanya Dialah yang bisa memberikan
kebajikan yang akan tetap tinggal sampai selama-lamanya --DHR
KITA AKAN MERASA BAHAGIA
JIKA KITA BERSUKACITA DI DALAM TUHAN
|