Bacaan : Yohanes 1:19-34
Utusan Injil Keith Gustafson dipaksa meninggalkan Kongo
karena perang saudara yang meletus pada tahun 1997. Ia melaporkan
bahwa ketika perang mulai meluas, penduduk di daerah terpencil,
tempat ia juga tinggal, mempunyai sebuah tanda peringatan bila
tentara sedang mendekat, yakni lewat bunyi genderang. Di bawah
tanah dan sepanjang tepi sungai, tabuhan drum yang mengerikan itu
akan terdengar dan memperingatkan adanya bahaya.
Genderang dari Kongo itu juga digunakan untuk menyiagakan
seluruh warga ketika mereka akan mengumumkan adanya kematian,
kelahiran, atau memanggil warga untuk mengadakan pertemuan.
Genderang-genderang itu berfungsi sebagai tanda peringatan;
seorang utusan dapat dikirim kemudian untuk menyampaikan
informasi tambahan.
Yohanes Pembaptis memainkan peranan yang sama dengan
genderang itu. Seruannya agar setiap orang bertobat, baptisan
yang dilakukannya di Sungai Yordan, dan perkataannya yang tajam
terhadap para pemimpin agama di Israel yang munafik merupakan
tanda peringatan akan terjadinya peristiwa-peristiwa penting
setelah itu (Matius 3). Peringatan tersebut diikuti dengan berita
terbesar bagi orang-orang Yahudi tentang pelayanan Yesus sang
Mesias, yang diakhiri dengan penyaliban, kematian, dan
kebangkitan-Nya.
Kita pun memiliki kesempatan untuk menyampaikan peringatan
kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita setiap hari.
Sikap berbicara dan standar moral kita dapat membuka jalan untuk
pemberitaan Injil. Kita dapat melanjutkan kesaksian kita yang
umum dengan pesan khusus tentang kabar keselamatan --DCE
Lord, help us to tell of Your love for mankind --
A love for the sin-sick, the broken, the blind;
And help them to see by the way that we live
The wholeness of being that You long to give. --DJD
MEREKA YANG MEMBERI KESAKSIAN YANG TERBAIK ADALAH
MEREKA YANG BERSAKSI DENGAN HIDUP DAN BIBIRNYA
|