Bacaan : 1Petrus 4:7-11
Maukah Anda antri membeli bensin seharga Rp 300,00 per
liter? Banyak pengemudi di Massachusetts mau melakukannya.
Beberapa jam sebelum sebuah pompa bensin dibuka, lebih dari 100
mobil telah antri di sepanjang jalan. Pemilik pompa itu telah
mengiklankan bensin yang dijualnya dengan sangat murah. Ia
berkata bahwa ia mencoba meringankan beban para pelanggannya.
Dalam 1Petrus 4 tertulis tentang suatu hadiah dalam bentuk
lain, yang menunjukkan kemurahan hati sang pemberi, yakni "kasih
karunia Allah" (ayat 10). Kasih karunia adalah kemurahan hati
yang diberikan kepada kita yang sebenarnya tidak layak
menerimanya--kebaikan cuma-cuma yang datang dari Tuhan. Kasih
karunia-Nya yang kita alami tidak hanya berupa pengampunan,
tetapi juga berupa kekuatan dan kemampuan yang diberikan-Nya
untuk menolong kita agar dapat hidup sesuai kehendak-Nya.
Kasih karunia yang diterima dan digunakan dengan semestinya
dapat memberi pengaruh yang sangat besar, yakni mendatangkan
berkat bagi diri sendiri dan orang lain. Tetapi di atas
segalanya, hal itu akan memuliakan nama sang Pemberi, dan
menyatakan kebaikan-Nya yang berlimpah. Petrus mendorong para
pembaca suratnya untuk menggunakan dan menyatakan kasih karunia
Allah dengan cara berjaga-jaga dalam doa, menyatakan kasih,
bersikap ramah, dan melayani melalui Firman Allah (ayat 7-11).
Bensin Rp 300,00 per liter--hampir cuma-cuma! Namun kasih
karunia Allah yang diberikan kepada kita untuk melayani-Nya
benar-benar diberikan dengan cuma-cuma! Ini merupakan tawaran
yang tiada bandingnya di dunia ini--yang dapat kita miliki
--MRDII
God freely gives grace to all
Who on His Word rely,
For they have learned the secret of
His infinite supply. --DJD
KASIH KARUNIA ALLAH HANYA DAPAT DIBATASI
OLEH BATAS YANG KITA TENTUKAN SENDIRI
|