Bacaan : Ulangan 8:1-10
Douglas Burton-Christie memutuskan untuk berjalan kaki
beberapa kilometer sebelum mencapai tempat retretnya di sebuah
biara orang Mesir. Ia turun dari bus di sebuah desa kecil dan
dengan penuh keyakinan mulai berjalan melintasi gurun pasir.
Beberapa jam kemudian, ia menyadari bahwa ia tersesat. Karena
itu, ketika akhirnya ia berhasil sampai ke biara, ia tidak
bersikap terlalu yakin dan bangga akan diri sendiri, melainkan
bersikap rendah hati dan penuh syukur karena masih hidup.
Ia berkata, "Berangsur-angsur saya mendapati sebuah
pelajaran penting dari peristiwa di padang gurun itu: Dengan
melintasi padang gurun saya tidak lagi menganggap bahwa kekuatan
saya sendiri mampu mengatasi segalanya."
Seringkali kita berpikir bahwa kita bertanggung jawab penuh
atas kehidupan kita. Namun tatkala Allah memberi kita "pengalaman
di padang gurun," kita akan belajar bahwa hanya Dialah
pengharapan kita.
Setelah 40 tahun mengembara di padang gurun sebelum memasuki
Tanah Perjanjian, Musa mengajak bangsa Israel mengingat kembali
tahun-tahun pengembaraan yang memberi suatu pelajaran bagi mereka
"Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi
engkau makan manna...untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia
hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang
diucapkan TUHAN" (Ulangan 8:3).
Bila Anda sedang berada di suatu padang gurun rohani saat
ini, tabahlah. Allah berkuasa. Dia mengajar Anda untuk bergantung
kepada-Nya --DCM
I stode into the desert of my will,
Obsessed with each mirage that I could chase;
God let me wander aimlessly until
I cried for the oasis of His grace. --Gustafson
DI PADANG GURUN PENCOBAAN
ALLAH MEMILIKI SEBUAH MATA AIR YANG MENYEGARKAN
|