Bacaan : Mazmur 145:14-21
Pendeta Stuart Silvester bercerita tentang percakapannya
dengan seorang teman yang sering menerbangkan pesawat pribadinya
yang kecil masuk dan keluar Bandara Internasional Toronto.
Silvester bertanya apakah ia menghadapi masalah saat lepas landas
atau mendaratkan pesawatnya di bandara yang didominasi oleh
banyak pesawat jet besar. Temannya itu menanggapi, "Pesawat saya
memang kecil, namun saya memiliki hak yang sama, kehormatan yang
sama, dan jalan masuk yang sama ke bandara, seperti halnya
pesawat yang lain--bahkan pesawat jet yang besar sekalipun!"
Kemudian, Pendeta Silvester membuat penerapan secara rohani
berdasarkan percakapannya di atas: "Sama halnya dengan doa yang
merupakan sarana bagi orang-orang percaya untuk menghampiri
takhta kasih karunia. Siapa pun kita, betapa lemahnya kita
dibanding orang lain, atau betapa rendahnya posisi kita dalam
kehidupan, kita tak perlu mundur. Semua orang mendapat perlakuan
yang sama."
Dalam dunia yang menawarkan perlakuan istimewa kepada
orang-orang kaya, terkenal, dan berpengaruh, kita dapat
memperoleh penghiburan ketika mengetahui bahwa setiap anak Allah
mempunyai jalan masuk yang sama untuk datang kepada Bapa di
surga. Pemazmur berkata, "TUHAN dekat pada setiap orang yang
berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya
dalam kesetiaan" (Mazmur 145:18).
Dengan jaminan itu, kita dapat datang kepada Allah dengan
penuh keyakinan dalam doa--karena kita tidak mungkin ditolak
oleh-Nya --RWD
There never is a night or day
That God can\'t hear us when we pray;
There is no time, there is no place
That God withholds His love and grace. --DJD
DOA ADALAH JALAN TERBUKA MENUJU SURGA
|