Maret 2008, Vol.11 No.10
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI : Kematian Yesus dan Pengorbanan yang Menyelamatkan
SUMBER MISI : SABDA.org
DOA BAGI MISI DUNIA: Liberia, Palestina
DOA BAGI INDONESIA : Kondisi Perekonomian Indonesia
______________________________________________________________________
JESUS CAME INTO THE WORLD TO TALK TO MEN FOR GOD
HE IS NOW IN HEAVEN TO TALK TO GOD FOR MEN
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Selama bulan Maret ini, berturut-turut Redaksi e-JEMMi akan
menyajikan tiga sajian seputar Paskah dan satu sajian mengenai
profil suatu bangsa. Kami berharap melalui sajian bulan ini, kita
dapat mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan Paskah tahun ini
dengan penuh sukacita. Topik-topik yang telah kami persiapkan
adalah:
1. Pengorbanan Kristus,
2. Kemenangan Kristus atas Iblis,
3. Kebangkitan Kristus, dan
4. Profil Bangsa: Cina Han
Sebagai sajian minggu pertama, kami hadirkan sebuah artikel yang
dapat menolong kita semua untuk lebih mengerti dan memahami alasan
sebenarnya Yesus bersedia taat melakukan kehendak Bapa untuk
menyelamatkan manusia yang berdosa.
Kami juga terus memohon dukungan doa Anda untuk pekerjaan misi di
berbagai tempat di dunia, termasuk di Indonesia. Kita berdoa karena
kita percaya pada Allah yang mendengar setiap seruan dan doa.
Selamat membaca, Tuhan memberkati.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
KEMATIAN YESUS DAN PENGORBANAN YANG MENYELAMATKAN
=================================================
Bayangkan apa yang akan dialami para murid-murid Yesus jika pada
akhir pekerjaan-Nya di bumi, Yesus Kristus tiba-tiba menghilang,
mengabaikan hal yang paling ditakutkan dalam peradaban manusia --
maut. Mungkin tiba-tiba firman-Nya hanya akan menjadi sekadar
kata-kata tak berarti, dan makna agung dari pengorbanan-Nya di kayu
salib mungkin hilang. Semua hal yang dilakukan-Nya, selain
kematian-Nya, mungkin akan membuat firman-Nya dianggap palsu,
sedangkan Tuhan tidak memberikan segala sesuatu yang palsu kepada
kita.
Yesus Kristus, Pribadi kedua dari trinitas Allah, bersedia
meninggalkan surga, menjadi manusia, dan turun ke bumi. Ia datang
bukan karena kebetulan. Ia memiliki suatu tujuan saat datang dan
menyatakan Diri dalam beberapa kesempatan di bumi. Kepada para
murid-Nya, Ia berkata bahwa Ia "datang bukan untuk dilayani,
melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi
tebusan bagi banyak orang" (Markus 10:45). Ia berkata kepada Zakheus
bahwa tujuan kedatangan-Nya adalah "untuk mencari dan menyelamatkan
yang hilang" (Lukas 19:10). Kepada orang-orang Farisi, Ia menyatakan
Diri sebagai gembala yang baik yang "memberikan nyawa-Nya bagi
domba-domba-Nya" (Yohanes 10:11,14,18).
Jelas bahwa tujuan utama dari kedatangan-Nya ke bumi adalah untuk
menebus dosa. Ia datang ke dunia di mana hubungan antara Allah dan
umat-Nya terputus karena dosa, sehingga Ia bisa memberikan
pengampunan dan mengembalikan kita ke dalam hubungan kasih yang
semula Allah inginkan. Menurut Roma 3:23, "Karena semua orang telah
berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Kemudian, Roma
6:23 mengatakan bahwa "upah dosa ialah maut". Namun demikian,
Pribadi kedua dalam trinitas Allah, Yesus, menjadi manusia sehingga
Ia bisa memberikan nyawa-Nya dan menggantikan kita di bukit Kalvari
-- untuk menebus dosa kita. Kematian-Nya membuat orang yang percaya
pada-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat dapat berdamai dengan Allah,
dan dosanya diampuni.
Karya penebusan-Nya yang menyelamatkan kita dari hukuman kekal dosa
dan menyatukan kita kembali dengan Allah, tidak dapat dipisahkan
dari sifat-Nya, baik sebagai Allah maupun manusia. Hanya Allah yang
dapat mengampuni dosa. Oleh karena itu, jika Yesus bukan benar-benar
Allah, Ia tidak dapat menjadi Juru Selamat dan mengampuni dosa kita.
Jika Ia tidak benar-benar menjadi manusia, Ia tidak dapat mati demi
dosa kita. Menjadi Allah membuat-Nya memenuhi syarat untuk menjadi
Juru Selamat kita, namun pengorbanan-Nya bagi kita dalam
kemanusiaan-Nya benar-benar membuat-Nya menjadi Juru Selamat kita.
Pemahaman yang benar akan pribadi manusia Yesus Kristus penting agar
dapat memahami dengan baik karya penebusan-Nya. Fakta bahwa Yesus
adalah Tuhan berarti karya penebusan-Nya semata-mata karya dan
kehendak Tuhan. "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh
Kristus." (2 Korintus 5:19) Karena ini adalah karya Allah, maka
tidak dapat menjadi karya manusia. Karya-Nya bukanlah karya
penebusan Allah ditambah dengan karya lainnya, tetapi semata-mata
hanyalah karya penebusan-Nya saja.
Pemahaman yang benar dari pribadi Yesus Kristus -- sifat dan
karakter-Nya -- penting untuk memahami keefektifan karya
penebusan-Nya. Fakta bahwa Yesus adalah Tuhan berarti karya
keselamatan-Nya tidak hanya untuk satu kali saja, satu tempat saja,
atau satu situasi saja. Nilainya tak terbatas dan kekal. Karya
penebusan itu ada bagi semua orang dalam segala zaman. Penebusan
yang sifatnya kekal memerlukan pengorbanan yang kekal, pengorbanan
besar yang hanya bisa diberikan oleh Allah-Manusia.
Pemahaman yang benar akan pribadi Yesus Kristus juga penting agar
kita dapat menerima dan mengalami karya tebusan-Nya. Fakta bahwa
Yesus adalah Tuhan berarti seseorang tidak bisa mendapat keselamatan
apabila ia pada saat yang sama tidak mengakui keilahian Yesus. Yesus
menyampaikan hal tersebut secara terus terang pada orang Yahudi:
"Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam
dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu
akan mati dalam dosamu." (Yohanes 8:24)
Di sini kita melihat bahwa karya penebusan Yesus tidak dapat
dipahami secara terpisah dari sifat-Nya sebagai Allah dan manusia.
YESUS, KORBAN KITA ATAS DOSA
Untuk memahami arti dan tujuan kematian Yesus, kita harus merujuk
pada sistem korban pada Perjanjian Lama. Pada masa Perjanjian Lama,
seekor hewan disembelih dan darahnya diletakkan di atas altar. Itu
adalah cara manusia, yang terpisah dari Allah karena dosa, untuk
mendapat pengampunan dan berdamai dengan Allah. Namun demikian,
darah binatang tidak dapat menghapus dosa, seperti yang penulis
Ibrani katakan, "Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah
domba jantan menghapuskan dosa." (Ibrani 10:4) Mengorbankan hewan
untuk Tuhan itu juga tidak dapat menghapus dosa manusia:
"Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan
berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali
tidak dapat menghapuskan dosa." (Ibrani 10:11)
Kalau begitu apa tujuan dilakukannya pengorbanan itu? Pengorbanan
hewan itu memberikan pengampunan dosa sementara yang diterima
manusia dengan iman, dan memungkinkan mereka diterima Allah. Namun
lebih daripada itu, cucuran darah dan ketentuan kehidupan yang ada
di antara para pendosa, menekankan perlunya korban pengganti.
Yesus Kristus melakukan pengorbanan darah kekal di kayu salib, demi
semua dosa dengan memberikan diri-Nya sebagai korban pengganti.
Penulis Ibrani mengatakan bahwa kedatangan-Nya adalah "untuk
menghapuskan dosa oleh korban-Nya" (Ibrani 9:26). "Tetapi Ia,
setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk
untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, ..., tidak perlu lagi
dipersembahkan korban karena dosa." (Ibrani 10:12,18)
Karena pengorbanan Yesus, dosa yang memisahkan kita dengan Allah,
dihapuskan jika kita percaya pada Yesus, dan kita bisa berdamai
dengan Allah -- artinya, kita dapat menjalin hubungan baik
dengan-Nya lagi.
Jadi, mereka yang dengan iman memberikan persembahan korban di
Perjanjian Baru menanti-nantikan kayu salib dan percaya bahwa
seseorang akan datang untuk menebus dosa mereka. Kita dengan iman
mengingat kembali kayu salib dan Pribadi yang mati di atasnya untuk
menggantikan dan menebus dosa kita.
YESUS, ANAK DOMBA PASKAH KITA
Untuk memahami arti dan tujuan kematian Yesus, kita harus merujuk
pada Paskah, yang dirayakan pada zaman Keluaran. Orang Israel
tinggal di Mesir selama empat ratus tahun, dari menjadi budak sampai
warga negara Mesir. Allah, untuk memaksa Firaun mengizinkan umat
Israel kembali ke tanahnya sendiri, mengirim sembilan wabah,
menunjukkan kuasa-Nya pada Firaun. Wabah terakhir adalah kematian
anak sulung di Mesir. Agar tidak terkena wabah itu, umat Israel
harus mengorbankan seekor domba tak bercela (Keluaran 12:5),
membunuhnya (Keluaran 12:6), dan membubuhkan darahnya pada kedua
tiang pintu dan pada ambang atas (Keluaran 12:7). Darah itu adalah
tanda. Dan saat Allah melihat tanda itu di pintu rumah, ia melewati
rumah itu dan tidak mengambil nyawa anak sulung yang ada di dalamnya
(Keluaran 12:13).
Dalam Paskah, kita sekali lagi dapat melihat korban pengganti dan
manfaatnya dengan iman (Ibrani 11:28). Perjanjian Baru mengajarkan
bahwa Yesus memenuhi kriteria sebagai anak domba Paskah. Rasul
Paulus mengatakan bahwa Ia adalah Anak domba Paskah kita (1 Korintus
5:7). Petrus menyatakan-Nya sebagai "Anak domba yang tak bernoda dan
tak bercacat" (1 Petrus 1:19) dan Yohanes Pembaptis, saat melihat
Yesus, menggambarkan-Nya dengan berkata: "Lihatlah Anak domba Allah,
yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29). Karena kita, oleh iman
dalam Yesus, dibasuh oleh darah-Nya, malaikat maut tidak akan
mendatangi kita (Yohanes 11:26).
YESUS, MESIAS KITA YANG MENDERITA
Untuk memahami arti dan tujuan kematian Yesus, kita harus merujuk
pada penderitaan Mesias dalam Yesaya 53. Di sini, kita melihat bahwa
Mesias "menyerahkan diri-Nya sebagai korban penebus salah" (Yesaya
53:10). Ia mengorbankan diri-Nya. Ia menjadi penanggung dosa. Kita
bisa juga melihat bahwa kematian-Nya adalah kematian pengganti, satu
kematian yang menggantikan kematian banyak orang. Ia tidak mati demi
dosa-Nya sendiri, tapi demi dosa orang lain. Yesaya mengatakan,
"Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan
kesengsaraan kita yang dipikulnya, .... Tetapi dia tertikam oleh
karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita
.... TUHAN telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian ...
kejahatan mereka Dia pikul." (Yesaya 53:4-6,11)
Dari hal itu, kita bisa simpulkan bahwa Perjanjian Lama jelas-jelas
menunjuk pada perlunya pengorbanan agung demi dosa, karena
pengorbanan dalam Perjanjian Lama tidak akan pernah dapat menebus
dosa kita. Perjanjian Lama juga mengatakan tentang Pribadi yang akan
memberikan pengorbanan agung dan penebusan itu sekali dan untuk
selamanya dengan kematian-Nya: Yesus Kristus, yang "menggantikan
kita sebagai persembahan dan korban kepada Allah" (Efesus 5:2).
Adalah Dia yang "memikul dosa kita dalam tubuh-Nya di kayu salib" (1
Petrus 2:24), mendamaikan kita dengan Allah "melalui darah-Nya di
kayu salib" (Kolose 1:20).
YESUS, SANG PENEBUS AGUNG
Meskipun kita tidak bisa benar-benar memahami karya penebusan Yesus
Kristus, Perjanjian Baru menyajikan beragam pikiran untuk
menjelaskan dan mengilustrasikan makna kematian-Nya di bukit
Kalvari.
Kita dapat melihat elemen pengorbanan dalam karya penebusan-Nya.
Karena dosa, kita pantas mati (Roma 3:23; 6:23). Tapi Yesus
berkorban bagi kita. "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk
segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar,
supaya Ia membawa kita kepada Allah." (1 Petrus 3:18)
Kita dapat melihat elemen pemulihan hubungan dalam karya
penebusan-Nya. Karena dosa, kita telah terpisah dari Allah yang
kudus. Tapi Yesus mati untuk menghapus sebab dari perpisahan itu --
dosa -- dan mendamaikan kita kepada Allah. Sebab "ketika masih
seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya" (Roma
5:10).
Kita dapat melihat elemen tebusan dalam karya penebusan-Nya. Kita
telah jatuh ke dalam dosa dan dikuasai olehnya. Tapi Yesus mati
untuk menebus dosa kita, memenuhi semua persyaratan kudus hukum
Allah dan kutukan-Nya, dan menebus kita dari kuasa dosa (1 Timotius
2:6).
Karena dosa, kita telah melawan Allah dan membangkitkan angkara-Nya.
Namun dalam karya penebusan-Nya, Yesus mati untuk menghindarkan kita
dari angkara murka Allah dengan mengorbankan diri-Nya. Yesus adalah
"pendamai dosa-dosa kita" (1 Yohanes 4:10).
Kita dapat melihat elemen penyelesaian dalam karya penebusan-Nya. Di
kayu salib Yesus berkata, "Sudah selesai!" (Yohanes 19:30) Yesus
telah melakukan apa pun yang perlu untuk menyelamatkan kita. Ia
telah menjalani hidup yang tidak akan pernah kita bisa jalani, dan
kematian-Nya menebus dosa kita. Seperti yang dikatakan Yohanes,
"Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa."
(1 Yohanes 1:7) Benar adanya jika kita masih memerlukan penyucian
dan pengampunan dosa setiap hari (1 Yohanes 1:9) selama kita hidup,
namun kita menerima pengampunan itu atas dasar apa yang telah
diselesaikan oleh Yesus Kristus. Kematian-Nya yang sekali dan untuk
selamanya menebus semua dosa -- dahulu, sekarang, dan selamanya.
Dalam Perjanjian Baru, kita melihat kasih Allah ditunjukkan melalui
Yesus Kristus. "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa
Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita" (1 Yohanes 3:16).
MEMEROLEH FAEDAHNYA
Seperti yang telah kita lihat, melalui kematian Anak-Nya di kayu
salib, Allah menebus dosa kita. Dia sudah melakukannya.
Pertanyaannya untuk kita sekarang adalah bagaimana kita
mengaplikasikan karya penebusan-Nya dan bagaimana mengalami
keuntungan dari penebusan itu.
Alkitab jelas mengatakan bahwa penebusan itu tidak diberikan bagi
semua orang. Yesus sendiri mengatakan, "Bukan setiap orang yang
berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan
Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di
sorga." (Matius 7:21) Yesus juga mengatakan, "Enyahlah dari
hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api
yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan
malaikat-malaikatnya." (Matius 25:41) Tidak ada seorang pun yang
akan selamat.
Alkitab mengatakan bahwa segala usaha dan kemampuan kita tidak akan
dapat membuat kita pantas untuk ditebus. Paulus mengatakan bahwa
itu "bukan hasil usahamu ....bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada
orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:8-9).
Alkitab juga jelas menyatakan bahwa kita akan pantas ditebus jika
kita melaksanakan Sepuluh Perintah Allah. Paulus mengatakan, "Tidak
seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, ....
Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan
hukum Taurat." (Galatia 2:16)
Lalu apa yang akan membuat kita pantas ditebus jika usaha, prestasi,
dan kemampuan kita tidak mampu membuat kita pantas ditebus? Alkitab
jelas menyatakan bahwa kita pantas ditebus karena "iman pada Yesus
Kristus" (Galatia 2:16). Karena iman kita pada-Nya, kita dibenarkan
dan pantas mendapatkan pengampunan-Nya (Galatia 2:16; Efesus 2:8-9).
Perhatikan penekanan yang diulang-ulang pada iman dalam Kristus.
Sifat dan karakter Yesus Kristus tidak dapat dipahami terpisah dari
karya penebusan-Nya. Adalah iman terhadap sang Penebus -- Pribadi
yang menyerahkan diri-Nya menjadi korban tebusan -- yang
menyelamatkan.
Kesimpulannya, keselamatan adalah anugerah yang diberikan secara
cuma-cuma, yang pantas diterima siapa pun yang mau dengan iman
menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat (Kisah Para
Rasul 16:31; Roma 6:23). Iman tidak hanya berarti mengakui penebusan
yang telah dilakukan-Nya, tapi juga menyerahkan hidup kita di
tangan-Nya. Yesus berkata, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia
beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak,
ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di
atasnya." (Yohanes 3:36)
MENENTUKAN KEHIDUPAN KEKAL SESEORANG
Sudah atau belumnya seseorang mendapatkan karya penebusan karena
iman-Nya pada Tuhan dan Juru Selamat, menentukan kehidupan kekal
seseorang. Mereka yang menerima-Nya pasti akan memeroleh hidup
kekal. Mereka yang menolak-Nya akan selamanya terpisah dari-Nya dan
akan dilempar ke lautan api, tempat penyiksaan (Matius 8:11-12,
13:40-42, 49-50; 2 Petrus 2:17; Yudas 13; Wahyu 20:13-14).
Dalam Lukas 16:19-31, Yesus dengan jelas mengungkapkan perbedaan
kehidupan setelah kematian antara orang-orang yang dengan iman
menerima-Nya dan yang menolak-Nya. Keselamatan kekal untuk
orang-orang yang percaya bertentangan dengan hukuman kekal untuk
orang-orang yang tak percaya (Matius 25:46), dan hal itu ditentukan
oleh penerimaan atau penolakan akan pribadi dan karya Yesus Kristus.
Kesimpulannya, Yesus Kristus adalah Pribadi kedua dalam trinitas
Allah, Pribadi yang sangat mencintai kita sampai-sampai Ia mau
meninggalkan surga, menjadi manusia untuk menebus dosa kita agar
kita, melalui iman kepada-Nya, memeroleh hidup kekal dan tinggal
bersama-Nya. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga
selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama
lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat
diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12) Dia adalah "Allah Mahabesar
dan Juru Selamat kita" (Titus 2:13).
REFLEKSI
1. Yesus mati. Apa makna kematian-Nya bagi Anda? Apa yang Anda dapat
dari pengorbanan-Nya?
2. Apakah Anda telah menerima Yesus Kristus secara pribadi dan
menerima-Nya sebagai Juru Selamat Anda?
3. Apakah penting bagi keselamatan Anda bahwa Yesus Kristus itu
Allah? Mengapa?
4. Jika Anda ada di hadapan Yesus Kristus sekarang, dan Ia bertanya
kepada Anda mengapa Ia harus mengizinkan Anda masuk ke surga,
apa jawaban yang akan Anda berikan? (t/Dian)
Diterjemahkan dari:
Judul buku : Conterfeits at Your Door
Judul asli bab: Jesus Death and Saving Sacrifice
Penulis : James Bjornstad
Penerbit : G/L Publications, California 1979
Halaman : 38 -- 46
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
SABDA.org
===> www.sabda.org
Anda sedang mencari situs-situs yang khusus menyediakan bahan-bahan
Paskah? Nah, berkunjunglah ke situs SABDA.org, karena situs milik
Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) ini menyediakan banyak sekali bahan
seputar Paskah. Berikut ini beberapa tautan yang kami sediakan untuk
Anda.
1. www.sabda.org/publikasi/e-konsel
# Arti Kematian dan Kebangkitan Kristus
http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/060/
# PASKAH
http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/038/
2. www.sabda.org/publikasi/e-binaanak
# Taman Getsemani
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/219/
# Penyaliban Yesus
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/221/
# Kematian Yesus
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/276/
# Kebangkitan Yesus
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/325
3. www.sabda.org/publikasi/misi
# Kebangkitan Kristus
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2003/15/
# Inisiatif Penyelamatan
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2005/09/
# Edisi Khusus Paskah
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2007/14/
Jika Anda membutuhkan lebih banyak bahan Paskah, masukkan kata
"Paskah" dalam kotak pencarian yang tersedia, maka Anda akan
mendapat bahan lebih banyak lagi.
_____________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
L I B E R I A
Beberapa tahun yang lalu, penginjil Tommy Tippit menerima surat
elektronik (e-mail) yang menyatakan keputusasaan dari seorang
laki-laki yang tidak ia kenal. Orang tersebut adalah seorang pendeta
Liberia yang mencari sepuluh pendeta Amerika secara tersambung
(online). Tippit berkata, "Dia menulis kepada sepuluh pendeta itu.
Saya adalah salah satu pendeta yang dikirimi surat, dan hanya saya
yang membalasnya. Di surat itu tertulis, "Negara kami sedang perang
dan hancur. Maukah Anda datang?" Tippit bersedia datang ke negara
itu. Saat ini dia rindu untuk mengubah keadaan negara itu dengan
kuasa Tuhan. Tippit berkata, dalam batas tertentu, ia ingin tinggal
di Liberia. Wakil Presiden Liberia bahkan meminta Tipit kembali ke
Liberia untuk membantu membangun kembali negaranya. Langkah
selanjutnya ialah melakukan suatu tindakan nyata. "Saya berdoa agar
ada orang-orang di Amerika yang Tuhan jamah, yang berkata, `Hei,
kami sanggup mengirim beberapa dokter. Hei, kami dapat mengirim
beberapa pekerja bangunan. Kami dapat mengirim sesuatu ke sana dan
menciptakan suatu perubahan besar` -- tidak hanya dalam bidang
sosial, tapi juga dalam bidang kerohanian, seperti yang sudah kami
lakukan." (t/Novita dan Dian)
Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10719
Pokok doa:
---------
* Saat ini kondisi di Liberia sangat memprihatinkan karena sedang
terjadi peperangan. Doakan agar Tuhan memanggil agen-agen pengubah
untuk menolong negara ini keluar dari kemelut peperangan.
* Doakan Tippit yang Tuhan panggil dan pakai untuk memberikan dampak
perubahan di Liberia. Kiranya hikmat Tuhan menolongnya untuk
mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
* Berdoalah agar Tuhan mengirim dokter, ahli bangunan, dan
pekerja-pekerja di bidang lainnya untuk peduli, membantu
memperbaiki, juga memulihkan kondisi yang sedang terjadi di
Liberia.
P A L E S T I N A
"The Natitity", satu-satunya TV Kristen di Israel, menghentikan
siarannya karena adanya ancaman pembunuhan, masalah dengan
pemerintahan Palestina, dan kesulitan keuangan yang tidak dapat
ditanggulangi. Stasiun tersebut telah beroperasi di Betlehem sejak
tahun 1996. Direktur Internasional Arab Vision berkata, "Sangat
menyedihkan karena satu-satunya penyeru Injil melalui TV di wilayah
Palestina kini bungkam. Faktanya orang-orang Kristen di dunia Arab
sangat tergantung pada satelit TV di mana program-program Kristennya
disiarkan dari luar negara-negara Arab." Doa Anda sangat dibutuhkan
untuk situasi ini. (t/Novita dan Dian)
Diterjemahkan dari:
Judul buletin: Body Life, Edisi Desember 2007, Volume 25, No. 12
Halaman : 1
Pokok doa:
----------
* Kiranya Tuhan membuka jalan bagi "The Natitity" agar dapat
beroperasi kembali. Doakan untuk setiap kebutuhan dana yang
diperlukan dan juga keberanian untuk terus maju melayani bagi
Kristus.
* Berdoalah agar Tuhan membuka jalan bagi masuknya Injil ke
negara-negara Arab. Doakan juga untuk aparat pemerintah agar
memberikan keadilan dan kesempatan bagi orang-orang Kristen untuk
beribadah dengan damai.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA
==============================
Melambungnya harga kedelai di pasar dunia pada awal 2008, secara
nyata telah mengguncang perekonomian di tingkat rumah tangga
masyarakat Indonesia. Maklum karena dua pertiga dari kebutuhan
kedelai yang merupakan bahan baku utama tahu dan tempe di dalam
negeri masih bergantung pada pasokan luar. Akibatnya pasar-pasar
kehilangan tempe sebagai sumber gizi yang murah meriah bagi rakyat
kecil.
Tak hanya itu, hampir bersamaan, harga komoditas pangan lainnya juga
ikut naik. Persoalan seputar pangan ini semakin pelik ketika dunia
mulai diguncang krisis bahan bakar minyak bumi. Tak terbayangkan
sebelumnya kenaikan harga BBM berdampak langsung pada kenaikan harga
produk pangan. Ketika harga bahan pangan meningkat, harga produk
makanan pun dengan sendirinya akan melonjak. Dengan kata lain,
begitu harga makanan naik, yang menanggung beban paling banyak
akibat kenaikan tersebut adalah masyarakat miskin. Termasuk di
dalamnya kalangan usaha sektor nonformal maupun informal. Fenomena
inilah yang terjadi saat ini. [Sumber: Harian Umum Kompas, Jumat 29
Februari 2008]
Pokok Doa
---------
1. Doakan pemerintah Indonesia agar diberi hikmat oleh Tuhan
dalam mengambil kebijakan-kebijakan sehubungan dengan krisis
kenaikan harga-harga bahan pangan yang sedang melanda. Semoga
pemerintah benar-benar mau mendahulukan kepentingan rakyat saat
ini.
2. Akibat kenaikan harga bahan pangan ini, beberapa industri rumah
tangga terancam gulung tikar. Kiranya Tuhan memberi mereka
ketabahan dan kekuatan sehingga di tengah kondisi yang serba
sulit ini, mereka tetap bertahan.
3. Kiranya para pemilik industri rumah tangga yang sementara ini
tidak bisa melanjutkan usahanya, mendapat pencerahan dari
berbagai sumber untuk melakukan usaha baru yang lain agar mereka
tetap dapat melanjutkan kelangsungan hidup mereka.
4. Berdoa untuk usahawan-usahawan Kristen agar terbeban membantu dan
memberi pertolongan bagi usahawan-usahawan kecil yang sedang
dalam kesulitan.
5. Mari kita terus berdoa untuk negara kita tercinta, Indonesia,
agar melalui berbagai kesulitan hidup ini, banyak orang mencari
Tuhan dan kembali kepada-Nya.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi : < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|