><> Edisi (038) -- 15 April 2003 <><
e-KONSEL
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Daftar Isi:
- Pengantar : Selamat Hari PASKAH 2003
- Cakrawala : Sudahkah Anda Mengenal Tuhan yang Bangkit?
- Bimbingan Alkitabiah : Apa Makna Kebangkitan Kristus dalam
Kepercayaan Orang Kristen?
- Stop Press : Program Intensif 2003 -- STTRII
Pemutaran Film Rohani "LARASATI"
- Surat : e-Konsel Memberi Semangat Pelayanan!
*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*
-*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-
Perayaan PASKAH tahun ini kelihatannya akan dirayakan dengan
sederhana, bahkan boleh dikata mungkin akan tenggelam di tengah-
tengah keadaan dunia yang saat ini sedang dilanda kegelisahan. Bukan
hanya karena situasi perang di Irak, yang membuat banyak orang
mengkuatirkan politik dan ekonomi dunia, tapi juga berjangkitnya
penyakit SARS yang sangat merisaukan banyak orang saat ini.
Bagaimanakah kita menghayati makna PASKAH dalam keadaan dunia yang
sangat tidak menentu ini? Apakah fakta kebangkitan Kristus memberi
pengaruh bagi hidup Anda saat ini? Melalui sajian edisi PASKAH ini
kiranya kita kembali diingatkan bahwa Kristus benar-benar telah
bangkit! Dialah yang telah memberikan kekuatan kepada kita untuk
menghadapi hari-hari yang tidak menentu di depan kita. Dialah yang
memberikan kegairahan untuk kita terus maju melayani dan memenangkan
jiwa-jiwa yang terhilang. Dialah pengharapan kita satu-satunya bagi
keselamatan kita yang sejati. Biarlah karya kematian dan kebangkitan
Kristus yang nyata terjadi dalam sejarah dan yang kita rayakan saat
ini dapat memberikan penghiburan bagi kita semua yang sedang
mengalami bermacam-macam pencobaan dan memberi kekuatan kepada kita
yang sedang lemah.
Segenap staf Redaksi e-Konsel mengucapkan:
SELAMAT HARI PASKAH 2003!
Teruslah bersandar kepada-Nya,
karena Dia tidak akan pernah mengecewakanmu.
Tim Redaksi
*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*
-*- SUDAHKAH ANDA MENGENAL TUHAN YANG BANGKIT? -*-
Oleh: Pdt. Bob Jokiman
Sudah berapa kalikah Anda merayakan PASKAH, hari kebangkitan Tuhan?
Mungkin ada yang akan menjawab sejak kecil, sejak saya mulai bisa
mengingat. Atau ada juga yang akan menjawab sejak saya menjadi
Kristen atau mungkin baru sekali ini. Tujuan saya menanyakan hal
tersebut agar kita mengintrospeksi diri, setelah sekian kali
merayakan PASKAH, sampai di manakah kebangkitan Tuhan itu
mempengaruhi hidup kita. Bagaimanakah pengaruh kebangkitan Tuhan
terhadap konsep, perspektif dan tujuan hidup kita sebagai orang-
orang percaya? Apakah kita telah merefleksikan iman kita kepada
Tuhan yang bangkit itu dalam kehidupan dan dunia nyata sehari-hari?
Melalui kesempatan ini penulis ingin mengajak kita semua untuk
belajar dari Rasul Paulus bagaimana sebenarnya atau seharusnya hidup
seorang percaya dan mengenal Tuhan yang bangkit itu. Dalam suratnya
yang pertama kepada jemaat di Korintus pasal 15, Rasul Paulus
menguraikan bagaimana seharusnya konsep, perspektif, dan tujuan
hidup orang yang percaya dan mengenal Tuhan yang bangkit itu.
Jemaat Korintus ketika itu menghadapi pengajaran sesat yang
mengatakan bahwa kebangkitan orang percaya sudah terjadi, yaitu
dengan kebangkitan secara rohani sehingga tidak perlu lagi
mengharapkan kebangkitan secara fisik (1Korintus 15:12). Seperti
pengajaran kaum liberal sekarang ini yang mengatakan bahwa
kebangkitan Kristus adalah fakta iman dan bukannya fakta sejarah.
Kita juga tahu bahwa dalam sejarah kekristenan telah muncul banyak
teori yang menyangkal fakta kebangkitan Tuhan. Misalkan 'Teori
Pencurian', suatu teori terkuno yang mengatakan bahwa mayat Yesus
hilang dicuri oleh murid-murid-Nya.
Lainnya, 'Teori Keliru', yang mengatakan bahwa para murid wanita
keliru mengunjungi kuburan Yesus. Yang dikunjungi adalah kubur yang
belum pernah digunakan atau kubur yang masih baru maka tentu saja
mayat Yesus tidak ditemukan di sana.
Ada lagi yang disebut 'Teori Pingsan', dikatakan bahwa sebenarnya
ketika dikuburkan Yesus belum mati sungguhan, Ia hanya pingsan, oleh
karena itu Ia bisa keluar dari kubur.
Juga ada 'Teori Halusinasi', mereka mengatakan bahwa Yesus yang
dilihat oleh murid-murid itu hanyalah halusinasi karena mereka
begitu terobsesi dengan ketidakrelaan bahwa Tuhan mereka mati.
Tidak ketinggalan ada teori yang mengatakan bahwa ketika Tuhan Yesus
di atas kayu salib, Allah dengan caranya yang ajaib menukar Tuhan
Yesus dengan Yudas Iskariot, sehingga yang mati itu bukannya Tuhan
Yesus melainkan Yudas Iskariot. Sebenarnya, jika kita mau berpikir
jernih dan dewasa, semua teori tersebut terlalu naif dan dibuat-buat
dan dapat membuat kita tertawa geli.
Dalam buku Josh McDowell yang telah menjadi klasik "Evidence That
Demands A Verdict" serta buku Lee Strobel yang lebih modern dan
ditulis dengan gaya jurnalis yang mengadakan investigasi "The Case
for Christ", keduanya mengajukan banyak argumen baik berdasarkan
catatan Alkitab khususnya keempat Injil dan kitab Para Rasul, bukti-
bukti sejarah maupun secara ilmiah serta pernyataan-pernyataan
tokoh-tokoh Theologia mengenai kebenaran dan kenyataan kebangkitan
Tuhan.
Kita tidak akan membahas ulang semua argumentasi tersebut, yang
mungkin oleh kebanyakan kita telah diketahui. Yang hendak kita
pelajari adalah argumen yang diajukan oleh Rasul Paulus dalam
suratnya kepada Jemaat Korintus tersebut yang tentunya akan lebih
memantapkan iman kita.
Dalam 1Korintus 15 paling sedikit Rasul Paulus mengajukan TIGA
INDIKASI yang menunjukkan bagaimana seharusnya hidup orang percaya
yang telah mengenal Tuhan yang bangkit itu.
Mempunyai Keyakinan yang Teguh akan Kebangkitan Tuhan.
------------------------------------------------------
Di tengah dunia di mana banyak teori yang menyangkal fakta
kebangkitan Tuhan, kita seharusnya mempunyai keyakinan teguh akan
kebangkitan Tuhan. Kita jangan terombang-ambingkan oleh berbagai
teori yang tidak benar itu. Rasul Paulus mempunyai keyakinan teguh
akan kebangkitan Tuhan karena:
1. Kebangkitan Tuhan adalah penggenapan nubuatan Kitab Suci
(1Korintus 15:1-4).
Kebangkitan Tuhan adalah bukti kebenaran Allah dan Firman-Nya.
Kebangkitan Tuhan bukanlah sesuatu yang terjadi secara mendadak
atau kebetulan. Melainkan suatu peristiwa yang telah direncanakan
Allah sejak kekekalan dan menjadi titik balik dari sejarah umat
manusia yang seharusnya binasa selama-lamanya namun oleh
kebangkitan Tuhan memberi harapan yang kekal. Kebangkitan Tuhan
adalah pernyataan dan bukti kebenaran Firman Allah serta
kesetiaan dan kuasa Allah. Bagi Rasul Paulus maut dan kematian
adalah kenyataan dan kebangkitan Tuhan adalah kenyataan karena
dikukuhkan oleh Allah sendiri dan Firman- Nya. Allah adalah
Pribadi dan Firman-Nya adalah kebenaran; yang patut dan harus
dipercaya. Kebangkitan Tuhan adalah refleksi perbuatan Allah yang
mahakuasa dan yang tidak dapat dihalangi oleh kuasa apa pun juga.
Itulah yang membuat Rasul Paulus mempunyai keyakinan yang teguh.
Keyakinan yang didasarkan bukan pada teori atau kemampuan manusia
melainkan pada kedaulatan Allah dalam menggenapi Firman-Nya.
2. Kebangkitan Tuhan disaksikan oleh banyak orang (1Korintus 15:5-6)
Rasul Paulus mempunyai keyakinan teguh akan kebangkitan Tuhan
juga berdasarkan kesaksian banyak orang. Hal ini dengan
sendirinya mengugurkan Teori Halusinasi. Jika Tuhan yang bangkit
dilihat oleh lebih dari 500 orang maka mustahil peristiwa
tersebut adalah halusinasi. Jika mau dihitung maka setelah
kebangkitan-Nya di hari Minggu pertama maka secara keseluruhan
Tuhan telah menampakkan diri sebanyak 15 kali. Yang dicatat oleh
Rasul Paulus hanya sebagian kecil saja. Sehingga dengan demikian
tidak mengherankan dalam pemberitaan Injil oleh para Rasul dan
khususnya Paulus maka inti berita mereka adalah Tuhan yang
bangkit. Karena kebangkitan Tuhan bukan isapan jempol melainkan
fakta sejarah dengan banyak saksi. John Warwick Montgomery,
seorang sejarahwan Kristen mengatakan,
"Ketika para murid memberitakan kebangkitan Tuhan, mereka
melakukannya karena mereka adalah saksi mata kebangkitan
Tuhan dan dilakukan ketika masih banyak diantara mereka yang
berhubungan dengan peristiwa tersebut masih hidup. Sehingga
dengan demikian orang-orang yang tidak percaya akan mudah saja
mengatakan bahwa mereka salah jika memang Yesus tidak bangkit
dengan menunjukkan tubuh Kristus."
Namun itu tidak terjadi. Keyakinan Rasul Paulus akan kebangkitan
Tuhan didasarkan pada banyak saksi mata yang berani mati untuk
kesaksiannya.
3. Mengalami perjumpaan langsung dengan Tuhan yang bangkit
(1Korintus 15:8-11).
Rasul Paulus mempunyai keyakinan teguh akan kebangkitan Tuhan
bukan saja karena kebangkitan Tuhan adalah penggenapan Firman
Allah atau kesaksian dari banyak pengikut Tuhan tetapi terutama
sekali karena ia sendiri mengalami perjumpaan langsung dengan
Tuhan yang bangkit itu. Ia yakin akan Tuhan yang bangkit bukan
hanya dari kesaksian orang murid-murid Tuhan, namun ia sendiri
telah mengalami bagaimana hidupnya dijamah dan dibentuk Tuhan.
Ia diampuni, diselamatkan, diubah, dan dipakai Tuhan secara luar
biasa. Pertobatan dan perubahan hidup drastis Rasul Paulus
sebenarnya merupakan bukti kebangkitan Tuhan. Ia yang dahulunya
adalah musuh dan penantang Tuhan, berubah menjadi utusan dan
pemberita Kabar Baik Kristus. Ia yang dahulunya selalu
membanggakan latar belakang keyahudiannya, berubah menjadi hamba
yang hanya membanggakan salib Kristus. Ia yang dahulunya
menganggap bahwa semua kegiatan agama merupakan keuntungan
baginya, berubah dengan mengatakan bahwa semuanya itu adalah
sampah dibanding dengan pengenalannya akan Kristus. Ia yang
dahulunya bersandarkan kepada perbuatan baik, amal dan kesalehan
untuk mendapatkan keselamatan, sekarang percaya bahwa keselamatan
itu hanyalah karena kasih-karunia Allah yang diperoleh melalui
iman. Semua usaha manusia untuk mendapatkan keselamatan adalah
sia-sia, keselamatan adalah pemberian Allah semata-mata. Rasul
Paulus secara pribadi mengalami dan mengenal siapa itu Tuhan yang
bangkit. Bagaimana dengan Anda dan saya? Sudahkah secara pribadi
kita berjumpa dengan Tuhan yang bangkit itu. Sudahkah hidup kita
diubah oleh Tuhan yang bangkit itu? Keyakinan Rasul Paulus akan
kebangkitan Tuhan didasarkan pada perjumpaannya yang langsung
dengan Tuhan yang bangkit.
Mempunyai Ketabahan dan Harapan Menghadapi Kematian.
----------------------------------------------------
Bagi Rasul Paulus kebangkitan Tuhan adalah kenyataan yang pasti
serta tidak dapat disangkal oleh apa pun dan siapa pun juga.
Demikian pula dengan maut serta kematian adalah juga kenyataan yang
harus dihadapi dengan penuh ketabahan dan harapan oleh orang
percaya. Ketabahan dan harapan itu hanya diperoleh pada Tuhan yang
telah bangkit itu. Sebelum kebangkitan Tuhan seluruh umat manusia
berjalan menuju kebinasaan yang kekal. Namun dengan kebangkitan
Tuhan maka kuasa maut terhadap umat manusia telah dikalahkan.
Sekalipun upah dosa adalah maut dan kematian, namun bagi mereka yang
percaya maut dan kematian bukan lagi sesuatu yang menakutkan dan
mengerikan. Kebangkitan Tuhan telah mengalahkan kuasa maut. Maut
tidak dapat berkuasa atas-Nya sehingga yang percaya pada-Nya dapat
berkata dengan gagah berani seperti Rasul Paulus,
"Hai maut di manakah kemenanganmu?
Hai maut, di manakah sengatmu?" (1Korintus 15:55).
Kebangkitan orang-orang percaya pada saat kedatangan Tuhan yang
kedua kalinya adalah harapan kita. Karena Kristus sendiri telah
bangkit dan menjadi buah sulung kebangkitan pengikut-pengikut-Nya.
Kebangkitan itu adalah pasti, tidak perlu diragukan. Kita menantikan
dengan penuh kerinduan dan harapan bahwa pada suatu hari kelak
tatkala sangkakala sorgawi bergema kita akan memiliki tubuh
kebangkitan seperti tubuh Tuhan yang tidak dapat binasa, penuh
kemuliaan, penuh kekuatan, yang rohani dan yang dari sorga
(1Korintus 15:42-44). Adakah kita mempunyai perspektif tersebut?
Kita akan dapat memiliki perspektif tersebut apabila kita percaya
dan menerima Tuhan yang bangkit itu sebagai Juruselamat kita.
Sudahkah kita percaya dan menerima Dia? Karena
"Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada
Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari
segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah
dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari
orang-orang yang telah meninggal." (1Korintus 15:19-20)
Mempunyai Kegairahan dan Dinamika dalam Pelayanan.
--------------------------------------------------
Rasul Paulus berkata,
"Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku
ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku
tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari
pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia
Allah yang menyertai aku." (1Korintus 15:10)
Oleh karena Rasul Paulus telah mengalami perjumpaan langsung dengan
Tuhan yang bangkit dan hidupnya diubah, maka yang menjadi tujuan
hidup selanjutnya adalah melayani Tuhan dengan penuh gairah dan
dinamika, itu pun adalah karena kasih karunia Tuhan. Ia bersaksi,
"Dan kami juga -- mengapakah kami setiap saat membawa diri kami
ke dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan
dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus,
Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah
berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu
bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka 'Marilah kita
makan dan minum, sebab besok kita mati'." (1Korintus 15:30-32).
Sebagai orang yang telah diubah hidup kita oleh Tuhan dari
kebinasaan selama-lamanya menjadi hidup kekal, bagaimanakah sikap
kita terhadap pelayanan? Adakah kita mempunyai kegairahan dan
dinamika seperti Rasul Paulus? Atau sebaliknya kita acuh dan
bermalas-malasan? Keterlibatan kita secara aktif dalam pelayanan
sangat penting dalam hidup kita sebagai orang percaya. Kita melayani
Tuhan dengan penuh gairah dan dinamika bukan agar kita dikenal
manusia melainkan karena kita tahu bahwa dalam persekutuan dengan
Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1Korintus 15:58). Karena hanya
apa yang kita kerjakan dalam Tuhan serta bertujuan untuk memuliakan
Tuhan akan bernilai kekal dan akan mengkuti kita sampai ke sorga
kelak. Adakah ketiga indikasi tersebut dalam hidup kita sebagai
orang percaya yang telah mengenal Tuhan yang bangkit?
Selamat Hari PASKAH!
-*- Diedit dari sumber -*-:
Judul Buletin: Newsletter GKI Monrovia, April 2001, Th. XV, No. 4
Judul Artikel: Sudahkah Anda Mengenal Tuhan yang Bangkit?
Penulis : Pdt. Bob Jokiman
Situs : GKI Monrovia
URL : http://www.gki.org/article/
*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*
-*- APA MAKNA KEBANGKITAN KRISTUS DALAM KEPERCAYAAN ORANG KRISTEN? -*-
Pertanyaan:
-----------
Apakah makna kebangkitan Kristus dalam kepercayaan orang Kristen?
Jawaban:
--------
"Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah
pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu."
(1Korintus 15:14)
Kuburan yang kosong adalah salah satu bukti bahwa Kristus telah
bangkit. Kebangkitan Kristus merupakan dasar kepercayaan orang
Kristen. Gereja-gereja yang Injili dan konservatif, selalu yakin
bahwa kebangkitan Kristus tidak dapat disingkirkan dari pengakuan
iman kekristenan.
FAKTA KEBANGKITAN KRISTUS
Bultmann, seorang ahli teologi aliran baru mengatakan, bahwa
kebangkitan Kristus adalah suatu dongeng. Memang, banyak penentang
kebenaran telah menciptakan aneka macam teori untuk menyangkal fakta
kebangkitan. Pada hakekatnya, mereka adalah orang-orang yang tidak
mempercayai Alkitab sebagai Firman Tuhan yang mutlak benar. Di dalam
surat Roma 10:9-10, Rasul Paulus mengatakan bahwa tidak mungkin
seorang diselamatkan tanpa mempercayai kebangkitan Kristus.
Selanjutnya Paulus mengatakan bahwa kalau Kristus tidak bangkit,
sia-sialah kepercayaan dan pemberitaan kami.
Membahas tentang Kristologi, W. Pannenberg mengatakan, bahwa
kebangkitan Kristus merupakan suatu peristiwa sejarah yang unik dan
kisah yang tercantum di dalam 1Korintus 15:1-7 merupakan dokumen
sejarah yang sah. Syukur kepada Tuhan bahwa kuburan di mana jenazah
Kristus pernah dibaringkan itu kosong. Kuasa maut tidak berdaya
untuk membelenggu-Nya.
INTISARI INJIL
Injil adalah Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Menurut Rasul Paulus,
intisari Injil adalah kematian dan kebangkitan Kristus (1Korintus
15:3-4). Sebab itu doktrin tentang kematian dan kebangkitan Kristus
merupakan dua tiang yang mendukung seluruh kebenaran agama Kristen.
Jikalau Kristus tidak dibangkitkan dari kematian, maka Injil yang
kita kabarkan bukanlah kabar baik, melainkan kabar buruk yang
menyedihkan.
Setelah Yesus disalibkan dan mati, para murid, dan pengikut Tuhan
dinaungi oleh awan ketakutan, kesedihan, dan kecemasan. Mereka tidak
tahu apa yang hendak mereka lakukan. Kemudian tersebar berita di
seluruh Yerusalem, bahwa jenazah Yesus tidak ditemukan dalam
kuburan-Nya. Hal ini sangat membingungkan para murid Tuhan. Karena
takut serangan dari orang Yahudi mereka berhimpun di suatu tempat
dan mengunci pintu-pintu. Hal ini membuktikan bahwa mereka tidak
yakin kalau Yesus yang mati dan dikubur itu telah bangkit kembali.
Namun setelah Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka, dan
meyakinkan mereka bahwa Ia telah bangkit dari kematian, maka
percayalah murid-murid itu. Dengan penuh kuasa dan berkobar-kobar,
mereka memberitakan kabar kesukaan ini dari Yerusalem sampai ke
ujung bumi. "Yesus yang diserahkan karena pelanggaran kita dan
bangkit karena pembenaran kita" (Roma 4:25). Inilah Injil yang
diberitakan oleh rasul Paulus dan sampai pada hari ini, tetap
diberitakan oleh gereja-gereja di seluruh permukaan bumi.
PENGHARAPAN YANG MEYAKINKAN
Kebangkitan Kristus juga merupakan pengharapan yang mengutarakan
iman kekristenan. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Ia adalah Anak
Allah yang kekal (Roma 1:3-4), yang berkuasa membangkitkan kita yang
percaya kepada-Nya. Kebangkitan Kristus merupakan "buah sulung"
(1Korintus 15:20-23). Buah sulung adalah bagian pertama hasil tuaian
yang dikorbankan pada hari raya sebagai tanda bahwa seluruh tuaian
itu berasal dari Allah (Imamat 23:17-20). Paulus memakai istilah ini
untuk menghiaskan bahwa pada suatu hari, setiap orang yang beriman
kepada-Nya juga akan mengalami kebangkitan yang sama seperti
kebangkitan-Nya. Kita "akan dihidupkan kembali dalam persekutuan
dengan Kristus" (1Korintus 15:22). Inilah pengharapan kita. Tanpa
pengharapan yang demikian, sia-sialah iman kepercayaan kita.
Dalam Pengakuan Iman Rasuli yang sering kita baca bersama dikatakan:
"Aku percaya kepada Allah, ... dan kepada Yesus Kristus, ... Yang
disalibkan, mati dan dikuburkan. Pada hari ketiga bangkit pula
dari antara orang mati." Dan selanjutnya dikatakan "Aku percaya
... kebangkitan daging dan hidup yang kekal."
Dengan demikian jelas bahwa kematian dan kebangkitan Kristus
merupakan dua elemen yang paling penting dalam kekristenan. Kiranya
kita lebih memahami makna kebangkitan Kristus sebagai fondasi dan
pengharapan iman kepercayaan kita.
-*- Sumber -*-:
Judul Buku : Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Kontemporer
Judul Artikel: Tentang Doktrin dan Teologi (Bab I)
Penulis : Dr. David Pan Purnomo
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1994
Halaman : 23 - 25
CD SABDA : No topik: 17312
*STOP PRESS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* STOP PRESS*
-*- PROGRAM INTENSIF 2003 -*-
Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili Indonesia
Kuliah Intensif yang diselenggarakan oleh STT Reformed Injili
Indonesia ini selain dapat diikuti oleh mahasiswa/i S.Th., M.A., dan
M.Div. (untuk mendapat kredit), dapat juga diikuti sebagai pendengar
oleh para pemimpin gereja/yayasan/hamba Tuhan atau orang awam yang
terlibat dalam pelayanan konseling. Tujuan utama adalah untuk
membekali pelayan Tuhan agar lebih siap dan efektif dalam melayani.
ETIKA KONSELING (1 SKS)
-----------------------
Tanggal: 25 - 26 April 2003
Jadual : Jumat pk. 10.00 - 12.00 dilanjutkan pk. 13.00 - 18.00 WIB
Sabtu pk. 08.00 - 12.00 dilanjutkan pk. 13.00 - 16.00 WIB
Oleh : Paul Gunadi, Ph.D.
Deskripsi mata kuliah:
Membahas masalah-masalah etis dan hukum (tertulis maupun tidak
tertulis), yang bisa timbul dalam kaitan dengan pelayanan
konseling dan riset.
* Biaya Kuliah:
Rp. 200.000,- (tidak termasuk biaya akomodasi dan konsumsi).
Cat.: Bagi peserta luar kota yang membutuhkan akomodasi dan
konsumsi dapat menghubungi Sekretariat.
* Pendaftaran dan Informasi:
Bagian Registrasi STTRII: Iyun/Ria pada hari kerja (Senin-Sabtu),
Jl. Kemang Utara IX/10, Warung Buncit, Jakarta Selatan 12760.
Telp. (021) 7982819, 7990357; Fax. 7987437
==> e-mail: < reformed(at)idola.net.id >
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
-*- PEMUTARAN FILM ROHANI "LARASATI" di SCTV -*-
Saksikan pemutaran film 'rohani', LARASATI, di SCTV pada tanggal 22
April 2003, pukul 20.00 WIB. Film, yang diproduksi oleh yayasan
Cahaya Bagi Negeri (CBN) ini, mengisahkan tentang pergumulan seorang
wanita yang bernama Larasati dalam menghadapi kehamilan yang tidak
diinginkannya. Bagaimana ia menghadapi keadaannya ini? Apakah ia
akan mengawini pria yang tidak dicintainya? Jika Anda ingin tahu
jawabannya, silakan menyaksikan film ini sendiri di SCTV. Pemutaran
film ini juga didukung oleh pelayanan melalui website yang dapat
Anda kunjungi di alamat:
==> http://www.larasati.tv/
Yayasan Cahaya Bagi Negeri Indonesia (CBN Indonesia) yang
memproduksi film spesial LARASATI ini merupakan "kepanjangan tangan"
dari pelayanan CBN WorldReach untuk wilayah Indonesia. Bentuk-bentuk
pelayanan CBN Indonesia antara lain:
- Pelayanan kesaksian melalui media televisi, yaitu:
Acara SOLUSI di SCTV,
KASIH di TVRI,
SURAT di TPI, dan
AJANG GAUL di TRANS TV
- Penerbitan buletin "GarisDepan"
- Pembagian buku dan kaset rohani bagi para pemirsa acara TV CBN
- Konseling Center - 24 jam (Untuk mendukung acara-acara kesaksian
yang ditayangkan melalui media televisi, Konseling Center CBN
telah melayani ribuan penelpon dan pengirim surat)
- JALA (Jaringan kerjasama CBN dengan gereja-gereja setempat di
seluruh Indonesia.)
- Pelayanan doa Menara Cahaya (Hadir sebagai wadah dimana gereja
dari berbagai denominasi dan golongan bersatu untuk berdoa bagi
kedamaian, kemakmuran, dan pemulihan rohani bangsa kita yang
tercinta ini)
Dukunglah terus pelayanan CBN Indonesia melalui doa dan dana Anda
supaya Allah memakai pelayanan ini untuk menyatakan kasih-Nya kepada
bangsa Indonesia. Informasi tentang CBN Indonesia dapat Anda jumpai
dalam situsnya:
==> http://www.cbn.or.id/
*SURAT*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-DARI ANDA-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*SURAT*
Dari: "Pdt. Yohansen Chandra" <gkkaind(at)>
>Terima kasih atas kiriman e-Konsel yang sangat membantu dan memberi
>semangat dalam pelayanan, membangun kehidupan jemaat yang tegar di
>masa sukar, gagah di masa susah, dan mampu berkelit di masa sulit.
>Selalu berupaya bersama do our best sesuai 2Timotius 2:15. Kami
>senang menerima selain email juga dalam bentuk tulisan/journal
>konseling, harap dialamatkan ke: ==cut==
>Tuhan senantiasa menjadi pembimbing pelayanan kita dan selamat
>berjuang !
Redaksi:
Terima kasih banyak untuk dukungan Anda bagi pelayanan e-Konsel ini.
Karena Anda telah mendapatkan berkat dari e-Konsel, silakan bagi-
bagikan berkat itu kepada teman-teman yang lain. Informasikan kepada
mereka alamat kami agar mereka juga bisa berlangganan e-Konsel.
Sebagai informasi, e-Konsel tidak menerbitkan tulisan/journal
konseling lain. Namun dalam waktu dekat, C3I (Christian Counseling
Centre Indonesia), yaitu yayasan virtual yang menaungi penerbitan
e-Konsel, akan meluncurkan situsnya bagi masyarakat Kristen
Indonesia. Melalui situs C3I ini, Anda akan mendapat banyak sekali
bahan-bahan yang akan menambah wawasan pelayanan konseling Anda.
Mohon bantuan doa agar situs ini dapat segera diselesaikan.
e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL
STAF REDAKSI e-Konsel
Yulia, Natalia, Ratri, Purwanti
PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2003 oleh YLSA
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Anda punya masalah atau perlu konseling? <masalah-konsel(at)sabda.org>
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat: <owner-i-kan-konsel(at)xc.org>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: subscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Berhenti: Kirim e-mail kosong: unsubscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
ARSIP publikasi e-Konsel: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
|