><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
==================================================
Daftar Isi: Edisi 219/Maret/2005
----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ BAHAN MENGAJAR (1): Getsemani
\o/ BAHAN MENGAJAR (2): Drama: Di Taman Getsemani
\o/ AKTIVITAS : Aktivitas Paskah
\o/ KARYA ANDA : Profil SM Efrata GKJ Kismorejo
\o/ MUTIARA GURU
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
______________________________________________________________________
\o/ SALAM DARI REDAKSI --------------------------------------------\o/
Salam dalam anugerah kasih-Nya,
Apakah Anda pernah mengalami penderitaan yang begitu berat tanpa ada
seorang pun yang peduli? Bagaimana perasaan Anda? Pastilah terasa
semakin berat karena tidak ada tempat bagi Anda untuk berbagi beban.
Yesus pun pernah mengalami penderitaan spirituil yang begitu berat.
Tidak ada seorang pun yang mengerti perasaan takut dan sedih yang
dialami-Nya saat itu. Murid-murid yang selalu berada di sisi-Nya,
tidak lagi sanggup menemani-Nya, sehingga ia bergumul sendiri di
taman itu.
Pada saat PASKAH kita sudah sering mengajar anak-anak mengenai
penderitaan-Nya di kayu salib dan kemenangan di hari kebangkitan-
Nya. Namun kita tidak boleh lupa mengajarkan kepada anak-anak SM
bagaimana Ia mengalami pergumulan yang berat sebelum penyaliban-Nya.
Oleh karena itu, minggu ini kami mengajak Anda dan anak-anak didik
Anda untuk merenungkan kembali pergumulan Tuhan Yesus ketika ada di
taman Getsemani. Cerita mengenai "Getsemani" dan sebuah drama
interaktif merupakan sajian Bahan Mengajar e-BinaAnak edisi ini.
Selain itu Anda juga dapat mengadakan aktivitas PASKAH dalam kelas
dan keluarga Anda dengan menggunakan ide-ide yang ada di dalam Kolom
Aktivitas. Kolom Karya Anda kali ini akan diisi dengan Profil SM
dari GKJ Kismorejo. Kiranya sajian kami boleh menjadi berkat bagi
pelayanan SM Anda. Selamat beraktivitas! (Dav)
Tim Redaksi
"Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang
bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di
sini, sementara Aku berdoa." (Markus 14:32)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Markus+14:32 >
______________________________________________________________________
\o/ BAHAN MENGAJAR (1) --------------------------------------------\o/
-o- GETSEMANI -o-
=========
Taman Getsemani amat sepi. Gelap gulita di mana-mana. Angin yang
segar berhembus dari sela-sela dahan. Sinar bulan yang bercahaya
menyinari pohon-pohon menyebabkan dahan-dahannya berkilat-kilat
dengan indahnya. Tanah pun berkilat karena sinar bulan itu. Bintang
yang bertaburan menghiasi langit yang gelap berkedip-kedip indah
kemilau.
Sudah seringkali Tuhan Yesus, bersama dua belas orang murid-Nya
pergi ke taman itu.
Sekarang hanya sebelas orang murid saja yang nampak. Di manakah yang
seorang lagi? Ah, sebentar lagi ia juga datang, karena ia tahu,
bahwa Gurunya ada di situ.
Di dekat pintu gerbang taman itu Tuhan berkata kepada delapan orang
murid-Nya, "Tunggulah di sini sampai Aku selesai berdoa." Yang tiga
lagi diajak-Nya lebih jauh masuk ke dalam taman itu, yakni Petrus,
Yakobus, dan Yohanes.
Tiba-tiba sikap Tuhan Yesus berubah sama sekali. Tuhan Yesus, yang
selalu tenang, yang tak pernah ketakutan, sekarang seperti putus asa
dan tampak sangat sedih.
Suara-Nya gemetar, waktu Ia berkata, "Jiwa-Ku amat sedih, sampai mau
mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjagalah bersama-sama dengan
Aku."
Bukan karena Ia takut menghadapi penderitaan-Nya dan kematian-Nya,
bukan. Hal-hal itu sudah seringkali dibicarakan dengan tenang, dan
tadi pun masih juga dibicarakan bersama-sama.
Yang datang ini lain sekali, sesuatu yang tidak jelas, yang luar
biasa, yang terlalu dahsyat, lebih daripada penderitaan badani yang
akan ditanggung-Nya. Ia sendiri keheranan ketika mengalami perubahan
jiwa-Nya yang pedih itu.
Apa yang menyebabkan Ia ketakutan dan sangat gelisah?
Karena Ia harus menanggung dosa segenap manusia, sedang Ia sendiri
tak pernah berdosa. Beban dosa itu sangat berat rasanya. Murka Allah
atas dosa segala manusia harus dipikul-Nya. Hukuman karena dosa itu,
yang seharusnya ditanggung oleh manusia, sekarang harus ditanggung
oleh Yesus.
Tiba-tiba nafas-Nya amat sesak, Ia gemetar ketakutan. Peluh-Nya
mengalir. Tangan-Nya dikepal-Nya. Aduh, Ia sangat ketakutan.
Inilah saat yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh iblis. Dulu, kala
ia berjuang dengan Tuhan Yesus di gurun pasir dan ia dipukul mundur
oleh-Nya.
Sekarang ia kembali lagi hendak berlaga. Ia tahu betapa berat
beban yang ditanggung untuk jiwa Tuhan Yesus.
Ia berharap, Tuhan Yesus akan mundur mengingat hukum yang terlalu
berat itu.
Bila Ia berkata, "Ya, Bapa, Aku enggan memikul dosa manusia, karena
beban ini terlalu berat. Aku tak sanggup," iblis pasti menang dan
seorang pun tak dapat membebaskan manusia dari belenggunya. Hatinya
amat senang, kalau manusia binasa untuk selama-lamanya.
Nah, saat itulah yang diincar si iblis. Bila Tuhan Yesus akan
menolak permintaan Allah Bapa-Nya.
Selangkah lagi Yesus maju, lalu Ia jatuh rebah, Ia tak kuasa lagi
berdiri. Seorang pun tak dapat menolong-Nya, selain dari Tuhan
Allah.
Sekarang Ia tak menengadah lagi ke atas, seperti biasanya, kalau Ia
berdoa. Sekarang Ia membungkukkan muka-Nya ke bawah, ke tanah,
sambil memeras-meras tangan-Nya.
Waktu itu Ia tak tahan lagi, lalu menangis, sambil berseru, "Ya,
Bapa-Ku, bila mungkin, jauhkanlah cawan yang pahit ini daripada-Ku."
Namun Ia juga berkata, "Akan tetapi bukan kehendak-Ku, melainkan
kehendak-Mu jadilah."
Tak pernah ada orang di dunia ini yang menderita seperti Tuhan Yesus
saat itu, terlalu pedih, terlalu pahit. Dan seorang pun tak ada yang
menghibur-Nya. Selesai berdoa, Ia bangkit lalu pergi mendapati
ketiga murid-Nya itu. Tiba di tempat itu, nampaklah mereka sudah
tidur nyenyak. Petrus juga, yang sudah bersumpah akan setia kepada
Gurunya, terlengah juga. Karena sedihnya, mereka tak dapat bertahan
lagi, lalu tertidur.
Tuhan Yesus membangunkan ketiga murid-Nya. Dengan suara yang amat
sedih Ia menegur, "Simon, mengapa kau tidur? Tak sanggupkah kau
berjaga satu jam saja bersama-sama dengan-Ku? Berjagalah dan
berdoalah, sebab roh memang penurut, tetapi daging itu lemah."
Terkejutlah mereka mendengar kata-kata yang sedih itu. Bagaimana
mereka memberikan jawaban? Mata mereka terlalu berat, hatinya
terlalu pedih. Mereka berkomat-kamit saja, tak tentu apa yang
diucapkannya itu. Kemauan ada, tetapi tak kuasa lagi mereka menahan
rasa kantuknya.
Tuhan Yesus berdoa lagi. Sunyi, terlalu sunyi di sekeliling-Nya. Tak
ada yang menolong-Nya. Segala sesuatu melawan-Nya dengan amat
hebatnya.
Sekali lagi Ia merebahkan diri-Nya hendak berdoa. Terlalu sesak
nafas-Nya, sehingga bukan keringat lagi yang mengalir dari dahi-Nya,
melainkan darah. Darah yang diperas dari urat-Nya, jatuh setetes
demi setetes ke tanah.
Meskipun begitu, sepatah kata yang menandakan kecemasan dan
kegalauan hati-Nya pun tidak keluar dari mulut-Nya.
Dengan penuh hikmat Ia berkata dengan hormat-Nya, "Ya, Bapa, jika
tak mungkin lagi cawan ini lalu daripada-Ku, melainkan Aku harus
minum juga, kehendak-Mu jadilah."
Astaga, Yesus mendapati murid-murid-Nya tertidur lagi. Sebetulnya Ia
kembali kepada mereka, karena ingin dihibur hati-Nya. Supaya ada
yang turut merasakan penderitaan-Nya. Tetapi, murid-murid tidak juga
menghibur-Nya.
Untuk ketiga kalinya Ia berlutut. Sekali lagi Ia mengulang doa-Nya
itu. Seluruh diri-Nya diserahkan-Nya kepada Bapa-Nya.
Sedikit pun Ia tak mengeluh. Hati-Nya sabar menanggung dosa manusia
yang diletakkan di atas bahu-Nya. Hanya kehendak Bapa-Nyalah yang
akan dituruti-Nya.
"Kehendak-Mu jadilah," kata-Nya dengan tentram.
Ketika itu ada Malaikat turun dari surga ke sisi-Nya. Malaikat yang
disuruh oleh Bapa-Nya. Inilah yang dapat menghibur hati-Nya.
Penghiburan yang tak dapat diberikan oleh manusia. Barulah tenang
hati Tuhan Yesus. Ia tak takut lagi meskipun apa yang akan menimpa
diri-Nya. Seperti seekor anak domba, Ia akan digiring ke tempat
penyembelihan.
Sedikit pun Ia tidak mengeluh. Ia akan menurut kehendak Allah ....
Ia kembali ke tempat tadi. Sekarang tak sedih lagi hati-Nya meskipun
mereka masih tidur juga.
Kata-Nya, "Tidurlah senyenyak-nyenyaknya dan lepaskanlah lelahmu.
Saatnya sudah hampir, Anak Manusia sebentar lagi akan diserahkan
kepada orang berdosa."
Ketika dilihat-Nya mereka sudah benar-benar terjaga, Ia menunjuk ke
dalam taman Getsemani itu. Nampak di dalam gelap suluh bergoyang-
goyang seakan-akan ada yang dicari orang yang membawa obor itu. Ia
berkata kepada mereka itu, "Bangunlah, marilah. Orang yang akan
mengkhianati Aku sudah dekat."
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku: Cerita-Cerita Alkitab Perjanjian Baru
Penulis : Anne De Vries
Penerbit : Balai Alkitab dan Badan Penerbit Kristen, Jakarta, 1959
Halaman : 207 - 209
______________________________________________________________________
\o/ BAHAN MENGAJAR (2) --------------------------------------------\o/
Drama ini merupakan rangkaian drama dari edisi minggu yang lalu.
Bisa diperagakan secara terpisah atau dijadikan satu dalam sebuah
pertunjukan drama.
-o- DRAMA INTERAKTIF: DI TAMAN GETSEMANI -o-
====================================
Karakter yang diperankan:
-------------------------
1. Narator
2. Yesus
3. Dua orang sebagai Tikus.
Perlengkapan:
-------------
Lonceng untuk memberi tanda dimulai dan berakhirnya drama.
Teks Drama:
-----------
Narator : "Halo, adakah di antara kalian yang mengingat pertunjukan
drama yang lalu dimana kita bersama-sama Yesus ada di
ruang paling atas sebuah rumah? Hari ini kita akan pergi
ke sebuah tempat yang sunyi -- Taman Getsemani. Seperti
minggu lalu kami akan minta kalian, anak-anak dan dua
ekor tikus menolong kami dalam pertunjukan drama ini."
[Dua pemeran tikus naik ke sudut panggung dan berdiri di depan
mikrophone]
Tikus (1): "Aku kok tidak senang ya berada di taman. Lebih hangat
dan lebih nyaman saat kita berada di ruang atas rumah
itu."
Tikus (2): "Ohhh ... kamu ingin bilang kita seharusnya tidak berada
di sini? Lho bukannya ini idemu mengikuti Yesus sampai ke
taman ini?"
Tikus (1): "Iya memang. Tapi aku kan hanya ingin tahu tentang
rencana rahasia yang Yesus bicarakan dengan para murid-
Nya di ruang atas itu."
Tikus (2): "Ssssttt! Diam ... itu mereka datang!"
Narator : "Selamat datang! Permainan kali ini membawa kita ke
sebuah taman, dan kami membutuhkan kalian untuk membuat
suasana di taman ini hidup. Saya mau kalian membentuk 4
kelompok. Setiap orang pergi ke taman, pasti kalian
sering menggunakan hidung untuk menghirup berbagai aroma
dalam taman tersebut. Tapi kali ini, selain aroma dalam
taman, ada juga suara-suara. Sebagai contoh (tunjuk
kelompok 1), mereka adalah sekelompok pohon Zaitun. Kira-
kira bagaimana keadaan dan suara pohon Zaitun saat angin
menggoyangkan mereka? [Peragakan dengan menggoyang-
goyangkan badan Anda dan keluarkan suara yang mirip
seperti suara dedaunan yang tertiup angin; peragaan ini
adalah peragaan yang harus dilakukan oleh kelompok 1.
Narator lalu berjalan ke kelompok 2.]
Kelompok 2 akan menjadi sungai yang mengalir. Bersuaralah
seperti air yang sedang mengalir dan gerakkan tangan
kalian seperti aliran sungai yang melewati bebatuan.
[Selagi kelompok 2 mempratikkan gerakan mereka,
beralihlah ke kelompok 3.]
Setiap taman membutuhkan bunga. Beberapa bunga sedang
bertumbuh. Coba kalian bilang, `Bong! Bong! Bong!` Lalu
rentangkan tangan dan kaki kalian pada saat kalian,
bunga-bunga, sedang bertumbuh. [Biarkan kelompok itu
mempraktikkannya sambil narator beralih ke kelompok 4.]
Kelompok 4 akan menjadi sekelompok pohon anggur, mari
kita coba peragaan kalian. Katakan `oooo` sembari secara
perlahan gerakkan tanganmu ke atas seperti daun yang
sedang merambat.
Nah, sekarang selama permainan berlangsung, aku akan
mengangkat jariku saat aku membutuhkan peragaan dan suara
kalian. Satu jari untuk pohon Zaitun, dua jari untuk
sungai yang sedang mengalir, tiga jari untuk untuk bunga,
dan empat jari untuk pohon anggur. Teruslah bersuara
sampai saya menepukkan tangan, sebagai tanda selesai.
Mari kita praktikkan dulu. [Peragakan semua gerakan
dengan petunjuk-petunjuk Anda sebanyak satu kali untuk
setiap kelompok.]
Masuklah Yesus ke taman ini. Dia terlihat sedih dan penuh
rasa takut. Dia tidak akan melihat keindahan taman ini
dan menghirup aroma wangi dari bunga-bungaan dan pohon di
dalamnya karena Dia datang ke sini untuk berdoa. Sekarang
kita siap untuk memulai cerita ini."
[Lonceng berbunyi tiga kali sebagai tanda dimulainya drama. Perlahan
Narator mengangkat satu jarinya sebagai tanda untuk pohon Zaitun,
dua jari untuk sungai yang mengalir, dan yang lainnya sampai semua
kelompok memperagakan bagiannya masing-masing. Biarkan beberapa saat
sampai narator menepukkan tangannya pertanda mereka harus
menghentikan peragaannya.]
Yesus : "Hatiku begitu sedih. Tinggal dan berjaga-jagalah bersama
dengan-Ku."
Tikus (1): "Dia berbicara kepada kita?"
Tikus (2): "Aku juga tidak tahu, tetapi lebih baik kita ikuti saja
apa yang Dia minta walaupun aku yakin kita pasti lelah."
Tikus (1): [Menguap] Sekarang saja aku sudah ngantuk. Soalnya tadi
kekenyangan makan.
[Para tikus memperagakan adegan tidur sambil berpura-pura
mendengkur. Biarkan suara dengkuran tikus-tikus ini selama beberapa
detik.]
Yesus : [Berbicara dengan suara cukup keras ke arah penonton.]
"Kalian tidur? [Tiba-tiba para tikus terbangun kaget dan
Yesus berbicara lagi tapi kali ini lebih lembut.] Tidak
dapatkah kalian tetap terjaga dan berdoa bersamaku untuk
beberapa saat saja? Waktuku akan segera tiba."
[Yesus menundukkan kepala, melipat tangan, dan kembali berdoa.]
Tikus (1): "Dia terlihat begitu sedih."
Tikus (2): "Kira-kira apa ya yang Dia doakan?"
Tikus (1): "Aku juga tidak tahu apa yang Dia doakan sampai-sampai
Dia terlihat begitu sedih dan tersiksa."
[Para tikus mencoba untuk tetap terjaga, tetapi mereka menguap dan
tertidur kembali. Biarkan adegan tikus tidur ini beberapa detik.]
Yesus : [Berbicara dengan suara keras.] "Bangunlah! Bangun! Anak
Manusia akan segera diserahkan ke tangan orang berdosa!"
Tikus (1): "Lihat! Ada kerumunan orang datang dari sana! Wah, mereka
pasti datang untuk menyakiti Dia!"
Tikus (2): "Ya ... mereka pasti datang untuk menangkap-Nya!"
Tikus (1): "Ayo cepat kita sembunyi di balik batu ini."
Tikus (2): "Aku kira kemarin Dia berkata bahwa ada sebuah rencana."
Tikus (1): "Harapanku Dia mengetahui rencana itu. Yang Dia dapatkan
saat ini hanyalah kesukaran demi kesukaran saja."
[Lonceng berbunyi tiga kali tanda pertunjukkan drama telah selesai.)
Narator : "Yesus tetap memiliki sebuah rencana -- jauh dari situasi
yang menegang ini. Sebuah jalan keluar yang bukan untuk
Dia saja, tetapi untuk saya dan kalian."
[Tutuplah dengan sebuah pujian yang sudah dipersiapkan sebelumnya
kemudian ajak anak-anak untuk berdoa.]
Bahan diterjemahkan dan diedit dari sumber:
Judul Buku : Program Resources for Lent and Easter:
Take Up Your Cross
Judul Artikel Asli: In the Garden of Gethsemane
Penerbit : Augsburg Fortress, Minneapolis - USA, 1990
Halaman : 20 - 21
______________________________________________________________________
\o/ AKTIVITAS -----------------------------------------------------\o/
Selain cerita-cerita PASKAH, beberapa aktivitas dengan tujuan
merenungkan makna penderitaan-Nya dapat juga dilakukan. Aktivitas
berikut ini selain dapat dilakukan di dalam keluarga Anda, dapat
juga dilakukan dalam kelas SM Anda dengan sedikit penyesuaian.
-o- AKTIVITAS PASKAH -o-
================
1. Dalam keluarga Anda, adakan acara makan malam yang berbeda dari
biasanya. Untuk kelas SM, Anda bisa mengajak murid mengadakan
perjamuan makan bersama di kelas walaupun hanya sekadar makanan
ringan. Sebelum menyantap makanan, biarlah sang ayah atau guru
membasuh tangan setiap orang/murid dengan menggunakan kain basah.
Apa yang Anda rasakan ketika orang lain melakukan suatu pekerjaan
yang seharusnya Anda lakukan sendiri sebelum datang ke meja
makan?
2. Perenungan dalam kesendirian. Kepada masing-masing keluarga/murid
diberikan selembar kertas dan pensil/pena.
Bacalah percakapan Yesus dengan murid-murid-Nya di taman
Getsemani (Matius 26:36-46). Berilah waktu kepada setiap anggota
keluarga/murid SM Anda untuk bersaat teduh. Minta mereka
memusatkan perhatian kepada perasaan Yesus di Getsemani. Murid-
murid-Nya tertidur. Mereka tak dapat berjaga-jaga sewaktu Ia
berdoa, dan mereka membiarkan Ia sendiri dalam penderitaan
spiritual yang mendalam.
Yesus tahu bahwa Ia harus menanggung dan menghadapinya sendirian.
Tidak ada pengalaman kita yang dapat mendekati apa yang Yesus
alami di Taman itu, tetapi kita semua merasa sendiri sekarang.
Pikirkanlah saat-saat dimana Anda merasa sendiri dan orang lain
salah paham dengan Anda. Bagaimana Anda dapat membayangkan apa
yang Yesus alami dapat menolong Anda kalau Anda merasa sendiri?
Mintalah setiap anggota untuk menuliskan pikiran mereka,
bagaimana kesendirian Yesus dalam menolong mereka di kala mereka
merasa sendirian. Pada waktu Anda sekeluarga/kelas SM Anda
berkumpul kembali, mintalah mereka untuk membagikan pikiran yang
sudah dituliskan itu kepada yang lain.
3. Mintalah setiap anak menggambar sederhana tentang roti dan cawan
dalam perjamuan terakhir.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Kristus dalam PASKAH: Buku Pedoman Perayaan
Paskah bagi Keluarga
Judul Artikel Asli: Kegiatan Keluarga
Penulis : Charles Colson, Billy Graham, Max Lucado, dan
Joni Eareckson Tada
Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1998
Halaman : 41 - 42
______________________________________________________________________
\o/ KARYA ANDA ----------------------------------------------------\o/
-o- PROFIL SM EFRATA GKJ KISMOREJO -o-
==============================
Kiriman: Tesalonika Krisnamurti <tesa(at)>
Nama Gereja : GKJ Kismorejo
Alamat : Perum UNS Jati-Jaten, Karanganyar
Jumlah murid : 12
Koordinator : Dian Novita
GSM : Komisi Pemuda GKJ Kismorejo, Kelompok II
SM Efrata adalah Sekolah Minggu dari Kelompok II GKJ Kismorejo yang
berlokasi di Perum UNS Karanganyar. Jumlah muridnya ada 12 anak.
Tadinya, sekitar 20-an anak namun karena beberapa di antara mereka
telah dewasa (kelas 1 SMP), maka mereka mulai mengikuti persekutuan
remaja. Rata-rata umur anak-anak Sekolah Minggu Efrata ini adalah 4
- 12 tahun. Pada dasarnya, mereka adalah anak-anak yang aktif jika
guru mengajarkan hal-hal yang mudah ditangkap oleh mereka. Mereka
bisa banyak bertanya dengan cerita yang disampaikan. Namun,
adakalanya mereka terlihat sangat pasif. Jika sudah demikian, maka
gurulah yang harus aktif dan kreatif dalam memberikan pelajaran.
Mereka sangat suka jika diajak untuk beraktivitas daripada diam
saja. Aktivitas itu dapat berupa menggambar, menulis, atau yang
lainnya. Anak-anak Sekolah Minggu Efrata tergolong anak yang cepat
bosan. Untuk itu sebisa mungkin guru harus mencari strategi baru
dalam mengajar. Kadang-kadang mereka memang nakal. Namun, kenakalan
mereka masih pada batas-batas kewajaran. Mereka menyukai cerita
Alkitab yang memakai ilustrasi dalam penyampaiannya karena lebih
mudah dipahami.
Sekolah Minggu Efrata memiliki seorang koordinator yang bertanggung
jawab penuh. Namun bukan berarti guru-guru lainnya tidak ikut
mengurusi. Hal ini dirasa lebih praktis dan lebih efektif daripada
harus membentuk pengurus. Ada sekitar 15 guru Sekolah Minggu,
pelayan Firman dan pemimpin pujian. Dengan mengajar secara
bergantian, maka murid tidak bosan, dan mereka senang mengenal guru-
guru mereka. Pengurus Komisi Sekolah Minggu Gereja Kismorejo juga
sering mengadakan training bagi guru Sekolah Minggu. Pada training
tersebut guru-guru Sekolah Minggu mendapatkan pembekalan mengenai
cara mengajar anak-anak Sekolah Minggu, sehingga para guru mendapat
wawasan baru dalam mengajar murid Sekolah Minggu.
______________________________________________________________________
\o/ MUTIARA GURU --------------------------------------------------\o/
Pusat keselamatan adalah Salib Yesus
dan karena itu mudah untuk memperolehnya, karena merupakan
anugerah yang sudah dibayar Allah dengan sangat mahal.
Salib adalah titik pertemuan Allah dan manusia berdosa
dan jalan menuju kehidupan terbuka --
tetapi pertemuan itu terjadi di hati Allah.
- Oswald Chambers -
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Staf Redaksi: Davida, Ratri, dan Lisbeth
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2005 -- YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
><> --------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK --------- <><
|