><> Edisi (060) -- 01 April 2004 <><
e-KONSEL
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Daftar Isi:
- Pengantar : Paskah
- Renungan : Anak Domba Paskah
- Cakrawala : Transformasi di Hari Paskah
- TELAGA : Makna Kematian Buat Anak
- Bimbingan Alkitabiah : Kristus Mati untuk Menyelamatkan Orang
Berdosa
- Info : Kumpulan Artikel/Renungan Paskah
- Surat : e-Konsel untuk Buletin Gereja
*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*
-*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-
Bulan ini kita akan memperingati hari PASKAH. Meskipun PASKAH tidak
semeriah dan sesibuk kalau kita memperingati hari Natal, tetapi
PASKAH adalah hari yang penting dirayakan oleh umat Kristen. Tanpa
kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus kita maka tidak akan ada
kemenangan bagi hidup kita.
Dua edisi e-Konsel Maret telah mengawali tema PASKAH tahun ini,
yaitu dengan menampilkan tema tentang DOSA. Untuk melengkapinya
maka dua edisi e-Konsel April akan kami lanjutkan dengan tema
PASKAH lagi, yaitu Edisi 060 dengan topik "Arti Kematian dan
Kebangkitan Kristus", dan Edisi 061 dengan topik "Kebangunan
Rohani".
Sajian tema "Arti Kematian dan Kebangkitan Kristus" yang akan Anda
baca minggu ini akan menolong Anda memahami dan menghayati apa arti
PASKAH dan bagaimana kematian dan kebangkitan Kristus tersebut dapat
mentransformasi kehidupan Anda. Sajian TELAGA kami pilihkan topik
tentang kematian, khususnya tentang bagaimana menolong anak mengerti
arti kematian. Selain itu kami sajikan juga puisi PASKAH sebagai
bahan renungan dan Bimbingan Alkitab yang berisi ayat-ayat yang
menyatakan kasih Allah melalui kematian Kristus.
Nah, selamat menikmati sajian PASKAH kami ini dan tak lupa kami
seluruh Redaksi e-Konsel mengucapkan:
"S E L A M A T P A S K A H 2 0 0 4"
*RENUNGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* RENUNGAN*
Mengawali edisi PASKAH ini kami ingin mengajak para pembaca untuk
sejenak merenungkan dan merasakan kasih Allah yang sudah diberikan
kepada kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Renungan
yang berupa puisi ini terdapat dalam buku "Kristus dalam PASKAH"
yang dikutip dari "Book of Common Prayer".
-*- ANAK DOMBA PASKAH -*-
Betapa benar dan baik, di setiap waktu dan di segala tempat,
dengan segenap hati, akal budi, dan suara,
memuji Dikau, Allah yang tak terkalahkan,
maha Kuasa dan kekal,
dan putera tunggal-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami;
Karena Dialah Anak Domba Paskah yang sejati,
yang dalam Perjamuan Paskah membayar bagi kita hutang dosa Adam,
dan dengan darah-Nya selamatkan kaum-Mu yang beriman.
Inilah malam, ketika Engkau membawa nenek moyang kami,
anak-anak Israel, dari perbudakan di Mesir,
dan menuntunnya melintasi Laut Merah lewat tanah kering ....
Betapa indah dan mengatasi pengetahuan kami, ya Allah,
Rahmat dan kebaikan kasih-Mu bagi kami,
Untuk selamatkan seorang budak, Engkau berikan Putera-Mu.
Betapa suci malam ini,
ketika kejahatan dihalau, dan dosa dihapuskan.
Ia memulihkan ketidakberdosaan bagi mereka yang jatuh,
dan sukacita bagi mereka yang berdukacita.
Menghalau kesombongan dan kebencian, dan membawa damai dan
kerukunan.
Betapa terberkatinya malam ini,
ketika bumi dan sorga berpadu
dan manusia diperdamaikan dengan Allah.
-*- Sumber: -*-
Judul Buku: Kristus dalam PASKAH
Penulis : Charles Colson, Billy Graham, Max Lucado, Joni Eareckson
Tada
Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1998
Halaman : 43
*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*
-*- TRANSFORMASI DI HARI PASKAH -*-
Oleh: Pdt. Bob Jokiman
Pernah ada seorang pendeta yang setelah kembali dari kunjungannya ke
Palestina, mempunyai visi yang indah. Ia melihat betapa indahnya
tanah di mana Yesus dulu pernah hidup dan berjalan di atasnya.
Pengalaman tersebut membangun iman dan rohaninya, khususnya tatkala
ia mengunjungi Taman Getsemani, di mana Yesus bergumul dalam doa
menerima "cawan pahit" dari Sang Bapa; Bukit Golgota, tempat Yesus
disalibkan; dan kubur kosong yang secara tradisi diakui sebagai
bekas kuburan Yesus di tengah taman yang sangat indah dengan
berbagai macam tanaman tropikal. Ia merasa bila setiap orang Kristen
dapat mengunjungi taman tersebut pasti rohani mereka pun dapat
dibangun. Tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak sanggup dan
mampu ke sana?
Oleh karena itu ia terdorong untuk membangun taman yang serupa di
tempat asalnya, Covington, di Kentucky. Dengan demikian orang-orang
yang tidak mempunyai kesempatan ke Palestina, dapat pula mempunyai
pengalaman yang sama bila mengunjungi taman yang akan dibangunnya
itu. Ia lalu mencari dan membeli sebidang tanah. Berbagai tumbuhan
dan pohon-pohonan dari 24 negara tropis didatangkan dan ditanamnya
di taman tersebut. Sebuah gubuk tukang kayu dibangunnya dan
dilengkapi dengan peralatan dari Nazaret. Sebuah replika dari kubur
yang kosong ditempatkannya pada salah satu sudut taman tersebut
untuk menciptakan suasana Paskah. Sebuah patung Yesus yang besar
yang seolah-olah sedang mengawasi seluruh taman tersebut
didirikannya di tanah yang lebih tinggi dan dapat terlihat dari
kejauhan sehingga menambah semaraknya taman tersebut. Akhirnya
setelah bersusah payah selama 21 tahun, diresmikan dan dibukalah
taman tersebut untuk umum dengan nama "Taman Harapan" (The Garden of
Hope).
Namun sayang sekali "Taman Harapan" tersebut segera menjadi "taman
yang mengecewakan". Tumbuhan dan pohon-pohon tropikal yang tidak
dapat hidup di iklim yang berbeda menjadi layu dan mati. Yang lebih
mengenaskan lagi ialah taman tersebut tidak sanggup menarik banyak
pengunjung sehingga mengalami kesulitan finansial dan dinyatakan
pailit (bankrupt). Taman tersebut akhirnya tidak terpelihara,
berbagai tumbuhan liar tumbuh di sana dan patung Yesus harus
dipindahkan entah kemana (disadur dari Christianity Today, 6 April
1992, hal. 20).
Kekecewaan akibat kegagalan "Taman Harapan" tersebut, adalah juga
lukisan kekecewaan murid-murid Yesus yang mengikuti-Nya dengan penuh
harapan. Pengharapan tersebut terlihat dengan sangat jelas apabila
kita memperhatikan percakapan kedua murid Tuhan yang sedang berjalan
dari Yerusalem menuju Emmaus pada petang hari pada waktu kebangkitan
Tuhan. Perhatikan apa yang dikatakan oleh salah seorang di antara
mereka: "Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah (Yesus dari
Nazaret) yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi
sementara itu telah lewat tiga hari sejak semuanya itu terjadi
(Penyaliban Kristus). Beberapa rekan kami mengatakan bahwa mereka
menemukan kubur-Nya kosong namun mereka tidak melihat-Nya!"
(Ringkasan Lukas 24:21-24). Itulah sebabnya dengan lesu mereka
meninggalkan persekutuan rekan-rekan mereka di Yerusalem dan kembali
ke Emmaus, mungkin untuk kembali pada hidup yang lama. Hidup yang
apatis, pesimis, dan terima nasib saja!
Bukankah demikian pula dengan kebanyakan kita? Tatkala pertama kali
mengenal Kristus, kita mengikut Dia dengan penuh harapan. Namun
setelah sekian lama harapan itu belum juga menjadi kenyataan lalu
timbullah berbagai keraguan dan pertanyaan dalam hati kita: "Kalau
sungguh Ia Tuhan, mengapa nasib saya tidak berubah? Jikalau Ia
sungguh bangkit dari kematian, mengapa nasibku begini-begini saja?
Jika memang Ia hidup, mengapa Ia berdiam diri saja? Bila Ia Anak
Allah, mengapa Ia tidak bertindak membelaku? Apa gunanya aku terus
mengikut Dia? Hidup terasa hampa, tanpa harapan!"
Apakah harapan Anda terhadap Tuhan telah pudar, seperti pudarnya
penglihatan kedua murid itu yang tidak melihat Tuhan yang bangkit
dan berjalan di sisi mereka? Mengapa itu bisa terjadi? Seperti
murid-murid Tuhan, kita merasa hidup kita hampa dan tanpa
pengharapan karena kita semua seperti mereka, hanya terpaku pada
kubur yang kosong, itulah sebabnya hati kita pun kosong! Hati kita
hanya tertuju pada perkara-perkara lahiriah, hal-hal yang kelihatan.
Itu sebabnya kepada mereka yang terheran-heran melihat kubur yang
kosong para malaikat memerintah: "... segeralah pergi dan katakanlah
kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati
..." (Matius 28:7), "Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada
murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galelia; di
sana kamu akan melihat Dia ..." (Markus 16:7), "... tetapi pergilah
kepada saudara-saudara-Ku ..." (Yohanes 20:17).
Dari kutipan-kutipan di atas jelas sekali kehendak Tuhan, supaya
kita pergi memberitakan bahwa Tuhan sudah bangkit! Hanya dengan
mengalihkan perspektif kita, maka kita akan mengalami transformasi,
pembentukan kembali harapan kita terhadap Kristus dan hidup ini.
Kubur yang kosong itu masih dan tetap kosong, demikian pula "Taman
Harapan" itu, yang mungkin sekarang telah menjadi hutan. Oleh karena
itu kita harus mengalihkan pandangan kita pada tempat yang jauh
lebih tinggi. Tempat di mana Kristus sekarang berada, yaitu di
sebelah kanan Allah Bapa di surga (Ibrani 8:1).
Dengan memandang ke surga, kita akan menemukan harapan baru sehingga
terjadi transformasi dalam hati dan hidup kita. Kecemasan dan
kekecewaan berubah menjadi keberanian dan kesukacitaan untuk bukan
saja mengubah arah hidup kita tetapi juga dunia di mana kita
ditempatkan oleh Tuhan. Arah hidup kita bukan lagi tertuju pada diri
sendiri tetapi kepada orang lain yang belum mengenal Kristus, supaya
kita pergi memberitahukan bahwa Kristus sudah bangkit dan
mengalahkan dosa serta maut. Semoga terjadi transformasi dalam hidup
Anda di Hari Paskah ini. Selamat Paskah!
-*- Sumber: -*-
Judul Buletin: GKI Monrovia Newsletter, Th.IX No.4, April 1995
Judul Artikel: Transformasi di Hari Paskah
Penyadur : Pdt. Bob Jokiman
Penerbit : GKI Monrovia
Halaman : 1 - 2
*TELAGA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TELAGA*
Ada kalanya kita mengalami kesulitan ketika menjelaskan arti
kematian kepada anak-anak, padahal di masa PASKAH ini anak pasti
banyak mendengar tentang istilah kematian, khususnya tentang
kematian Kristus dan kepentingannya bagi kehidupan Kristen. Tema
TELAGA yang kami pilih saat ini kiranya dapat membantu kita untuk
mengatasi kesulitan tersebut.
-*- MAKNA KEMATIAN BUAT ANAK -*-
Cuplikan perbincangan berikut ini membahas masalah bagaimana kita
memberikan pengertian tentang kematian kepada anak-anak.
Perbincangan ini menghadirkan Bp. Heman Elia, M.Psi, seorang pakar
dalam bidang konseling sekaligus dosen di Seminari Alkitab Asia
Tenggara, Malang, sebagai narasumbernya. Ingin tahu apa saja yang
harus kita jelaskan kepada anak tentang kematian dan bagaimana cara
menjelaskannya? Simak saja cuplikannya berikut ini!
------
T: Sebenarnya mengapa kita merasa enggan untuk membicarakan
kematian kepada anak?
J: Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, PERTAMA adalah kita
mungkin memperoleh pengaruh budaya yang berkaitan dengan takhayul
tentang kematian. Seolah-olah kalau kita membicarakannya, maka
kita akan lebih mudah mengalami musibah. Sudah barang tentu
pandangan demikian kurang tepat, karena bagi orang percaya hidup
dan mati kita berada di tangan Tuhan yang telah mengalahkan maut.
Kemungkinan KEDUA, kita sering mengaitkan dengan sesuatu yang
menyedihkan. Mungkin ada hubungannya dengan kematian orangtua
kita, saudara kita, atau kerabat kita yang kita kasihi.
------
T: Apakah manfaatnya kalau kita membicarakan mengenai kematian
kepada anak?
J: Kita perlu membicarakannya supaya anak memperoleh pengertian
yang benar mengenai kematian. Sesuai dengan perkembangannya, anak
yang masih muda memang sulit memahami tentang kematian, namun
kita tetap perlu membicarakannya. Apabila anak memiliki konsep
yang keliru tentang kematian maka anak akan menyimpan pertanyaan-
pertanyaan yang tidak terjawab dan kadang-kadang hal ini akan
menyebabkan rasa duka yang sulit diselesaikan pada diri anak.
------
T: Konsep yang keliru itu seperti apa?
J: Konsep yang keliru itu misalnya anak memandang kematian sama
dengan tidur yang sangat panjang yang tidak bangun-bangun lagi.
Kematian misalnya juga bukan hal yang permanen, sehingga kadang-
kadang anak mengharapkan sesuatu yang tidak masuk akal misalnya
dia meminta kepada orangtuanya untuk membangunkan binatang
peliharaannya yang sudah mati.
------
T: Kapan kita bisa membicarakan tentang kematian terhadap anak?
J: PERTAMA, pada saat kita bercerita bisa saja kemudian ada cerita-
cerita atau dongeng tentang kematian, kita bisa menjelaskan
sedikit dari situ. KEDUA, saat kita sedang menghadapi seorang
kerabat atau orang dekat atau siapa saja yang meninggal atau anak
mengatakan bahwa orangtua dari temannya itu meninggal, itu juga
saat yang baik untuk menjelaskan tentang kematian kepada anak.
KETIGA, apabila anak mempunyai binatang peliharaan, itu adalah
kesempatan yang baik untuk menjelaskan tentang kehidupan dan
kematian kepada anak.
------
T: Kalau secara tidak sadar orangtua belum memiliki pengetahuan
yang tepat mengenai bagaimana menyampaikan konsep yang benar
kepada anak tentang kematian tapi sudah terlanjur salah
menyampaikannya, apakah dampaknya terhadap anak?
J: Ada beberapa dampak, misalnya kalau kita sampai memberikan
konsep bahwa mati itu sama dengan tidur yang panjang, untuk anak
yang peka mungkin saja mereka tidak berani tidur karena takut
tidak bisa bangun lagi. Atau misalnya ada anak yang sampai
menulis surat kepada sahabatnya yang sudah meninggal atau kepada
ayahnya di tempat yang jauh, di tempat yang dikatakan indah
sekali padahal ayahnya itu sudah meninggal, ketika anak melakukan
hal ini, dia tidak mendapat fakta yang sebenarnya, ada rasa duka
yang prosesnya belum selesai. Akhirnya ketika anak itu dewasa dan
dia tahu fakta yang sebenarnya, dia bisa marah sekali kepada
orangtuanya atau kepada kita yang tidak menjelaskan dengan benar
tentang kematian karena seolah-olah dia merasa dibohongi.
------
T: Tadi dikatakan bahwa saat yang tepat kita menjelaskan tentang
kematian adalah pada saat hewan kesayangannya ada yang mati. Nah,
bagaimana kita menjelaskannya, bukankah hewan dan manusia itu
sesuatu yang berbeda?
J: Dalam kesempatan ini tentu saja kita perlu menjelaskan bahwa ada
perbedaan antara kematian binatang dan manusia. Misalnya saja
kita bisa menjelaskan bahwa jiwa manusia itu berharga di mata
Allah, karena itu Allah menyelamatkan manusia berdosa melalui
anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus. Sedangkan binatang
itu diciptakan untuk hidup manusia, mungkin dengan penjelasan
seperti ini anak akan mempunyai konsep yang lebih tepat mengenai
kematian.
------
T: Anak harus menghadapi kenyataan bahwa setiap makluk hidup
baik manusia atau hewan suatu saat harus mati, bagaimana kita
menjelaskan kepada anak supaya anak itu jangan merasa takut
karena mengetahui bahwa suatu saat nanti ia akan mati juga?
J: Kadang-kadang ketakutan memang tidak bisa dihindarkan
sepenuhnya, tetapi kita perlu siapkan anak bahwa pada akhirnya
semua manusia akan mati. Tetapi sampai titik ini kita tidak
berhenti, kita sebagai orang percaya mempunyai pengharapan dan
kita bisa menjelaskan bahwa kematian manusia bukan akhir dari
segalanya. Barangkali itu kuncinya.
------
T: Seringkali anak melihat di tayangan TV dan sebagainya cerita-
cerita khayal yang menunjukkan bahwa yang sudah mati bisa hidup
kembali. Kadang-kadang sulit menerangkan hal ini kepada anak-
anak.
J: Ya, mungkin ini betul bagian yang sulit, kita perlu lebih banyak
bercerita kepada anak hal-hal dari Alkitab, dari dunia nyata. Dan
perlu kita jelaskan kepada anak bahwa antara kehidupan nyata
dengan cerita atau dongeng atau yang dikarang oleh manusia itu
berbeda. Jadi ada fakta yang anak perlu kenali dan ada juga
fiksi. Betul pada anak yang masih muda ini lebih sulit, tapi
secara bertahap anak harus tahu bahwa yang benar adalah kematian
itu sesuatu yang permanen, memang betul pada saat manusia itu
mati di dunia ini dia tidak akan hidup kembali, tetapi kematian
bukan akhir dari segalanya, jadi masih ada kehidupan di alam
sana, kehidupan atau kebinasaan yang kekal. Nah, kita di sini
bisa menjelaskan hal-hal yang rohani bahwa orang yang percaya
akan masuk ke kehidupan yang kekal.
------
T: Sehubungan dengan hal itu, bagaimana kita menjelaskan tentang
kebangkitan Tuhan Yesus, bahwa Tuhan Yesus itu setelah meninggal
tiga hari kemudian Dia bangkit?
J: Di sini bedanya kita menjelaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan
dan Dia memang lahir sebagai manusia, tetapi Dia mengalahkan maut
dan itulah pengharapan dari kita. Jadi kita yang mati di dalam
dosa, kita akan bangkit nantinya karena kebangkitan Tuhan Yesus
yang kita percayai. Memang tidak semuanya bisa langsung dipahami
oleh anak, salah satu contoh misalnya soal kekekalan, karena
kekekalan ini baru akan dipahami anak mungkin ketika anak itu
remaja, ketika anak mulai bisa berpikir secara abstrak, karena
kekekalan itu banyak berkaitan dengan pikiran abstrak.
------
T: Apakah ada ayat firman Tuhan yang bisa mendukung kita untuk
mengajarkan atau menjelaskan tentang kematian ini kepada anak?
J: Ada satu ayat yang bagus sekali dari Mazmur 116:15, "Berharga di
mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya." Bahwa kita
adalah orang-orang yang dikasihi oleh Tuhan, kita yang sudah
percaya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dan kematian kita itu
bukan kematian yang sia-sia tetapi sesuatu yang berharga di mata
Tuhan.
-*- Sumber diedit dari :-*-
[[Sajian kami di atas, kami ambil dari isi salah satu kaset TELAGA
No. #150A, yang telah kami ringkas/sajikan dalam bentuk tulisan.]]
-- Jika Anda ingin mendapatkan transkrip seluruh kaset ini lewat
e-Mail, silakan kirim surat ke: < owner-i-kan-konsel(at)xc.org >
atau: < TELAGA(at)sabda.org >
*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*
-*- KRISTUS MATI UNTUK MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA -*-
Allah benar-benar memberikan kasih-Nya kepada kita melalui Kristus
yang telah rela mati untuk menebus dan menyelamatkan kita, orang
berdosa. Kita bisa membaca dalam Alkitab ayat-ayat mana saja yang
menyatakan kasih Allah itu. Inilah ayat-ayat yang bisa Anda baca!
Perjanjian Lama
~~~~~~~~~~~~~~~
Kejadian 3:15; 4:4; 8:20; 15:9; 22:7,8; 22:13,14;
Keluaran 12:3-7; 12:13; 20:24; 24:8; 29:36; 29:38,39; 40:29;
Imamat 1:3-5; 4:5,6; 4:15; 6:7; 9:7; 16:15,16; 17:11; 22:19,20;
Ulangan 17:1;
2Samuel 7:23; 24:24;
1Raja-raja 8:62-64;
Ayub 19:25;
Mazmur 20:1-3; 49:6-8; 49:15; 130:7,8;
Yesaya 35:10; 50:6; 53:3-6; 53:10-11;
Daniel 9:24; 9:26;
Hosea 13:14;
Zakharia 13:1; 13:7
Perjanjian Baru
~~~~~~~~~~~~~~~
Matius 20:28; 26:26-28;
Markus 10:45; 14:22;
Lukas 22:19,20; 24:44-47;
Yohanes 1:29; 1:36; 3:14-17; 6:51-56; 10:11; 10:15; 11:49-52;
12:32,33;
Kisah Para Rasul 8:32-35; 20:28;
Roma 3:24; 4:25; 5:6-11; 8:32;
1Korintus 1:5-7; 6:20; 7:23; 10:16; 15:3;
2Korintus 5:14,15; 5:18-21; 9:15;
Galatia 1:4; 2:20,21; 3:13; 4:4,5;
Efesus 1:7; 2:13-19; 5:2; 5:25;
Kolose 1:14; 1:20-22;
1Tesalonika 5:9,10;
1Timotius 1:15; 2:5,6;
Titus 2:14;
Ibrani 1:3; 2:9; 2:14-17; 7:27; 9:7; 9:11,12; 9:14,15; 9:22; 9:28;
10:12;
Ibrani 12:24; 13:12;
1Petrus 1:2; 1:18,19; 2:24; 3:18;
1Yohanes 1:7; 2:2; 3:5; 3:16; 4:9,10;
Wahyu 1:5; 5:9; 7:14; 12:11
-*- Sumber: -*-
Indeks untuk Tema Keselamatan (CD SABDA)
Nomor Topik: 09612
Copyright : Yayasan Lembaga SABDA [Versi Elektronik (SABDA)
*INFO *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* INFO*
-*- KUMPULAN ARTIKEL/RENUNGAN PASKAH -*-
Salah satu bagian dalam situs-situs berikut ini menampilkan kumpulan
artikel/renungan PASKAH yang bisa menambah referensi Anda:
KUMPULAN SUMBER INFORMASI PASKAH DARI ARSIP ICW
==> http://www.sabda.org/publikasi/icw/125/ [ICW Edisi 125/2002]
==> http://www.sabda.org/publikasi/icw/098/ [ICW Edisi 098/2001]
==> http://www.sabda.org/publikasi/icw/058/ [ICW Edisi 058/2000]
==> <subscribe-i-kan-icw(at)xc.org>
Ketiga edisi ICW (Indonesian Christian Webwatch) tersebut di atas
merupakan edisi khusus yang menampilkan kumpulan informasi dan link
seputar Paskah.
SUMBER PASKAH DALAM SISTEM ARSIP DAN PUBLIKASI I-KAN
==> http://www.sabda.org/publikasi/cari/index.php?kata=paskah
==> http://www.sabda.org/publikasi/
Ada banyak sekali informasi, artikel, situs/sumber-sumber Kristen
online, kesaksian, permainan, dan topik-topik lainnya seputar PASKAH
yang bisa Anda dapatkan dalam publikasi-publikasi I-KAN, baik di
publikasi e-JEMMi, e-BinaAnak, e-Konsel, e-RH, e-SH, dll. Caranya?
Mudah sekali, gunakan FUNGSI PENCARIAN yang terdapat dalam Sistem
Arsip dan Publikasi di Situs SABDA.org dan Anda akan mendapatkan apa
yang Anda cari. Selamat berkunjung.
GKI MONROVIA
==> http://www.gki.org/article/
Bagian Artikel dalam situs GKI Monrovia menampilkan banyak artikel
termasuk artikel-artikel PASKAH. Selain artikel yang dimuat dalam
edisi ini, Anda juga bisa menjumpai artikel 'Jika Kristus Tidak
Dibangkitkan', 'Sudahkah Anda Mengenal Tuhan yang Bangkit',
'Lihat! Kuburnya Telah Kosong!!', dsb.
GLORIA CYBER MINISTRIES
==> http://www.glorianet.org/paskah/
Bagian "Seputar Paskah" dari Situs Gloria Cyber Ministries ini
secara khusus menyediakan artikel-artikel Paskah yang bisa Anda
akses. Selain itu, bagian ini juga dilengkapi dengan Paskah-Link dan
Paskah-Puisi yang bisa memperkaya informasi Paskah Anda.
5ROTI2IKAN
==> http://www.5roti2ikan.net/
Dalam rangka menyambut Paskah tahun ini, Situs 5Roti2Ikan
menghadirkan beberapa tulisan tentang Paskah, antara lain:
'Pemeliharaan Allah dan Godaan Dosa', 'Salib', 'Kristus Mati
Menggantikan Kita', dsb.
*SURAT*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-DARI ANDA-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*SURAT*
Dari: William Liem <with(at)>
>Para pembina i-kan-konsel yang terhormat,
>Perkenalkan, nama saya William Liem. Saya pendeta di Gereja Kristen
>Abdiel Gloria, Surabaya. Saya secara rutin menerima kiriman email
>dari Bapak/ibu pembina, dimana materinya saya nilai bagus dan amat
>membantu pelayanan saya di gereja. Pertanyaan saya, mengingat di
>gereja saya ada buletin yang terbit triwulan, bolehkah saya
>menerbitkan artikel-artikel tertentu yang dikirimkan kepada saya.
>Jika boleh, apakah kewajiban saya? Mohon dibalas. Saya percaya,
>artikel-artikel itu akan sangat membantu pertumbuhan rohani dan
>pembukaan wawasan jemaat yang saya layani. Thanks.
>Salam, William Liem.
Redaksi:
Kami bersukacita karena ada banyak gereja yang bisa menggunakan
artikel-artikel yang disajikan e-Konsel untuk pelayanan di gereja
mereka.
Untuk Pendeta William Liem, silakan memanfaatkan artikel e-Konsel
yang dikehendaki untuk menjadi salah satu bahan bagi buletin gereja
Anda. Kewajibannya ada dua, pertama mohon dengan sangat jangan
lupa mencantumkan sumber asli dari mana artikel/kesaksian tersebut
diambil sebagai penghargaan terhadap penulis dan penerbitnya. Kedua,
mohon e-Konsel juga ikut dipromosikan sedikit, supaya banyak orang
bisa berlangganan e-Konsel.
Jika diperbolehkan dan tidak merepotkan, kami ingin mendapatkan
buletin gereja yang diterbitkan gereja Anda tersebut, boleh tidak?
Selamat melayani dan Tuhan memberkati pelayanan Anda.
e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL
STAF REDAKSI e-Konsel
Yulia, Ratri, Natalia
PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2004 oleh YLSA
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Anda punya masalah atau perlu konseling? <masalah-konsel(at)sabda.org>
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat: <owner-i-kan-konsel(at)xc.org>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: subscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Berhenti: Kirim e-mail kosong: unsubscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
ARSIP publikasi e-Konsel: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
|