Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > AKAR YANG DALAM
< Januari
2002
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Minggu, 6 Januari 2002

Bacaan Setahun : Kejadian 16-17; Matius 5:27-48
Nats : [Aku berdoa supaya] kamu berakar serta berdasar di dalam kasih, dapat memahami . kasih Kristus (Efesus 3:17-19)

AKAR YANG DALAM

Bacaan : Efesus 3:14-19

Seorang teman menceritakan kepada saya tentang tetangganya yang beberapa tahun lalu mengisi sebagian besar waktu luangnya untuk menanam pohon. Tetangganya itu jarang menyirami pohon yang masih kecil karena menurutnya, terlalu banyak air ha-nya akan memanjakan pohon itu. (Ia berasal dari latar belakang keluarga yang meme-gang prinsip "tidak ada hasil tanpa kerja keras"). Pohon yang terlalu dimanjakan, kata-nya, akan berakar dangkal, padahal akar yang dalam sangatlah penting.

Teman saya juga sering berjalan-jalan ke tempat orang itu dan melihat-lihat po-hon-pohon yang ditanamnya 25 tahun yang silam. Pohon-pohon itu kokoh, kuat, dan sangat awet. Tinggi dan berdiri kokoh. Bencana dan cuaca buruk justru telah menjadikan pohon-pohon itu seperti sekarang ini, sementara pohon yang dirawat dan dilindungi seca-ra khusus pasti sudah tumbang.

Semua ini mengingatkan saya tentang bagaimana saya mendoakan orang lain. Saya cenderung untuk meminta agar Allah menjauhkan keluarga dan teman-teman saya dari kesulitan. Namun sekarang saya mengubah permohonan saya. Saya tidak lagi me-mintakan kemudahan hidup bagi mereka, karena hal seperti itu tidak mungkin terjadi di dunia ini. Sebaliknya, saya mencoba meneladani doa Rasul Paulus untuk jemaat di Efesus (3:14-19). Saya meminta supaya mereka berakar semakin dalam dan kuat di dalam kasih Allah, serta menjalin hubungan yang akrab dengan-Nya, sehingga mereka bertumbuh menjadi kokoh dan kuat. Jadi ketika angin kesukaran bertiup, mereka tidak akan goyah melainkan berdiri teguh sebagai saksi iman -DHR

BERDOALAH BUKAN UNTUK BEBAS DARI KESUKARAN
TETAPI UNTUK MENANG ATAS KESUKARAN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran