Bacaan : Galatia 5:1-6
Novelis berkebangsaan Inggris, J.R.R. Tolkien pernah menulis, "Domba
secara perlahan-lahan akan menjadi seperti gembalanya." Demikian
pula pembaruan rohani manusia untuk menjadi seperti Kristus tidak
dapat terjadi dalam waktu singkat, karena merupakan proses seumur
hidup.
Agustinus (354-430 M) mengamati proses perubahan ini seperti
pemulihan dari luka parah. "Membuang penyebab luka berbeda dengan
memulihkan luka itu sendiri dengan perawatan yang lama dan penuh
perhatian." Pemulihan rohani terjadi secara bertahap sejak cara
berpikir dan hidup kita yang lama dihapuskan, dan kita menjadi
seperti sang Juruselamat, ketika kita diperbarui dari hari ke sehari
(2 Korintus 4:16).
Pembaruan ini terjadi bukan hanya karena usaha kita, tetapi juga
oleh iman. Di dalam iman ini kita juga mesti membaca, merenungkan,
dan menaati firman Allah. Kita harus mengarahkan pikiran kepada
karakter Kristus, dan meminta agar Allah menjadikan kita serupa
dengan-Nya.
Kita juga harus menanti dengan keyakinan bahwa Allah bekerja di
dalam kita untuk menggenapi kehendak-Nya. Setiap hari kita akan
menjumpai berbagai hal yang tidak sempurna, tetapi kita tidak boleh
gelisah. Melalui ketidaksempurnaan, kita sedang diproses Allah. Dosa
memang dapat menghalangi kita, tetapi Allah sedang bekerja dan
sedang menyempurnakan "kebenaran yang kita harapkan" (Galatia 5:5).
Kelak kita akan melihat wajah-Nya dan menjadi serupa dengan-Nya,
kudus seperti Yang Mahakudus (1Yohanes 3:2) -DHR
KELAHIRAN BARU BERLANGSUNG DI SATU SAAT
BERTUMBUH DALAM KEKUDUSAN DI SEPANJANG HAYAT
|