Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > ALLAH TAHU YANG TERBAIK
< Januari
2002
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Rabu, 23 Januari 2002

Bacaan Setahun : Keluaran 7-8; Matius 15:1-20
Nats : Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku (Yeremia 18:6)

ALLAH TAHU YANG TERBAIK

Bacaan : Yeremia 18:1-10

Adelaide Pollard merencanakan untuk pergi ke Afrika sebagai seorang utusan Injil, tetapi pada saat-saat terakhir rencana itu dibatalkan karena keterbatasan dana. Jadi tak heran bila dalam persekutuan doa setelah itu, ia begitu murung. Namun doa seorang wanita tua mengusir kegelapan dalam hatinya: "Ya, Tuhan! Kami tidak berkeberatan menerima apa yang Kauizinkan terjadi dalam hidup kami. Yang penting bagi kami adalah biarlah kehendak-Mu terlaksana!" Seketika itu juga Adelaide Pollard menyerahkan diri kepada kehendak Allah dan menemukan kedamaian.

Sorenya, ia mengkaji cerita tentang tukang periuk dalam Yeremia 18:4. Ia mere-nungkan tentang bejana yang rusak di tangan tukang periuk itu. Apa yang rusak itu ke-mudian dibentuk kembali sehingga menjadi bejana lain yang lebih bagus. Ia pun menya-dari bahwa ia juga harus menyerahkan diri kepada kehendak Allah dan membiarkan Tuhan membentuk kehidupannya sesuai dengan rencana-Nya.

Selanjutnya sebuah puisi melintas di benaknya: "Kaulah sang Tukang Periuk, aku tanah liatnya. Bentuklah aku sesuai kehendak-Mu, sementara aku akan menunggu dan berserah." Akhirnya, pada waktu yang ditentukan oleh Allah sendiri, Pollard pun diizin-kan Tuhan untuk melayani di Afrika, Inggris, dan bahkan di seluruh Amerika Serikat.

Allah mendengarkan orang yang dengan tulus berdoa, "Jadilah kehendak-Mu, Tuhan." Bertanyalah kepada diri Anda sendiri: Apakah aku sudah membiarkan Tukang Periuk yang Agung membentuk hidupku menurut kehendak-Nya? -JEY

DALAM PENYERAHAN DIRI TERDAPAT KEDAMAIAN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran