======================================================================
><> ><> Buletin e-JEMMi <>< <><
Edisi Oktober 2004, Vol.7 No.43
======================================================================
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Enam Kunci bagi Gereja yang Baru Dirintis
o [Profil/Sumber Misi] : Church Planting Resources Table,
Church Multiplication Associates
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Guatemala, Afrika Selatan, dan Irak
o [Doa Bagi Indonesia] : Gereja-gereja di Indonesia
o [Surat Anda] : Mohon Doa untuk Penderita HIV/AIDS di Papua
o [URLs Edisi Ini]
**********************************************************************
Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam dalam kasih Kristus.
Pertanyaan yang muncul setelah gereja-gereja baru berdiri adalah
"Bagaimana mengembangkannya?" Thomas Wade Akins dalam bukunya yang
berjudul "Perintis Penginjilan Memulai Jemaat Baru" menuliskan bahwa
ada enam unsur dasar yang diperlukan bagi pertumbuhan gereja baru.
Untuk mengetahui keenam unsur kunci tersebut, silakan membaca sajian
Redaksi di Kolom Artikel Misi.
Berbicara tentang perintisan gereja, kita juga tidak boleh
mengabaikan pertumbuhan gereja-gereja yang sudah lama berdiri.
Bertepatan dengan Hari Reformasi Gereja yang diperingati pada
tanggal 31 Oktober 2004 nanti, maka kami mengajak Anda untuk berdoa
bagi gereja-gereja di Indonesia. Gereja-gereja perlu melakukan
reformasi untuk menjadi lebih benar, dan lebih dipakai Tuhan untuk
menjadi alat kebenaran-Nya. Demikian juga, hidup Kristen kita agar
terus direformasi menjadi hidup yang semakin berkenan kepada Tuhan
dan semakin memuliakan Tuhan.
Segenap staf Redaksi mengucapkan:
Selamat Hari Reformasi Gereja 2004!
Redaksi Buletin e-JEMMi
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
"Gereja yang berakar pada Allah
tidak dapat dicabut oleh manusia."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ ARTIKEL MISI ~~
ENAM KUNCI BAGI PERTUMBUHAN GEREJA SESUDAH DIRINTIS
===================================================
Begitu sebuah gereja dirintis, bagaimana mengembangkannya? Ada
banyak buku yang sudah ditulis tentang tema ini dan banyak
pengamatan sudah dilakukan. Bagaimanapun juga, ada enam unsur dasar
yang diperlukan bagi pertumbuhan gereja, yaitu:
1. Pelayanan Doa
----------------
Sebuah gereja perlu mempunyai dasar doa. Para pendeta dan pemimpin
tidak hanya perlu memberitahu orang-orangnya bahwa mereka perlu
berdoa, tetapi juga perlu mengajar mereka mengenai bagaimana berdoa.
Masalah yang dihadapi sebagian besar orang Kristen ialah mereka
tidak tahu bagaimana meluangkan waktu bersama Tuhan (saat teduh).
Berikut ini tercantum beberapa saran:
a. Belajarlah bagaimana "mendengar suara Tuhan", dan bagaimana
membuat daftar doa syafaat setiap hari sepanjang minggu. Penting
juga membuat daftar hal-hal yang hendak disyukuri, dan
sebagainya.
b. Mulailah mengajar orang-orang berdoa dan menerapkan doa ke dalam
kehidupannya. Sebab utama mengapa orang-orang Kristen meluangkan
waktu sedikit sekali untuk berdoa walau mereka selalu
mendengarkan khotbah tentang perlunya berdoa ialah karena mereka
tidak tahu bagaimana berada bersama Tuhan dalam saat teduh.
c. Bentuklah kelompok-kelompok di rumah-rumah. Kegiatan doa tidak
harus terbatas dalam lingkup kebaktian.
d. Kadang-kadang, akhirilah kebaktian dengan meminta setiap orang
dalam kelompok-kelompok kecil bersimpuh berdoa. Ini penting
sekali untuk mengembangkan gereja yang berdoa.
2. Pelayanan Puji-pujian
------------------------
Howard Snyder mengatakan dalam bukunya yang berjudul Guidelines for
Urban Church Planting (Petunjuk untuk Perintis Gereja Kota) bahwa
untuk mengembangkan sebuah gereja, perlu diadakan kebaktian/ibadah
yang penuh sukacita dimana orang-orang akan merasa bersukacita. Ini
prinsip universal.
Tidak ada orang yang ingin berada dalam kebaktian yang suasananya
mengingatkan dia akan upacara penguburan. Iman yang tidak
memancarkan sukacita dan kegembiraan bukanlah iman sejati. Kebaktian
yang penuh sukacita, yang diiringi musik yang baik, menular
sifatnya. Ini tidak berarti bahwa kebaktian yang diadakan itu tanpa
peraturan atau tidak tertib. Pengamatan dari berbagai tempat di
seluruh dunia menunjukkan bahwa gereja-gereja yang sedang berkembang
di tiap-tiap negara adalah gereja yang kebaktiannya dilingkupi
suasana sukacita.
Ingatlah bahwa musik adalah sarana puji-pujian. Musik itu sendiri
bukan puji-pujian. Kita memuji Tuhan, bukan memuji musik kita. Musik
adalah sarana kebudayaan untuk menaikkan puji-pujian. Untuk
menyampaikan Injil, tidak perlu kita melenyapkan kebudayaan.
Puji-pujian yang sejati merupakan penyembahan atas siapa Allah.
Puji-pujian adalah sesuatu yang terjadi di dalam hati seseorang dan
diungkapkan melalui bermacam-macam cara. Ada gereja yang suka
melantunkan lagu-lagu rohani tradisional. Ada juga yang suka
melambungkan refrein lagu-lagu. Kami berpendapat bahwa kita harus
menghargai kebudayaan dan sub kebudayaan masyarakat setempat, dan
kita juga harus menghargai otonomi setiap gereja. Namun, musik model
apa pun yang dipilih oleh sebuah gereja, yang penting adalah
kebaktiannya harus penuh dengan sukacita dan hidup. Kebaktian adalah
perayaan yang diadakan bagi Allah.
Gereja-gereja di Afrika ada yang memakai alat musik canang
(gembrengan) dan mereka bahkan menari-nari sampai di bagian depan
gereja pada waktu puji-pujian. Kita salah bila kita berkata, "Kalian
tidak boleh melakukan hal itu karena itu bukan cara kami mengadakan
kebaktian di Indonesia, Amerika, Brasil, India, atau di mana pun
juga."
Sebagai bagian dari kebaktian, sebuah gereja harus secara tetap
mengadakan baptisan dan Perjamuan Tuhan. Dalam buku Dr. Charles
Brock yang berjudul Indigenous Church Planting (Perintisan Gereja
Pribumi), ia mengemukakan pengamatan berikut ini yang menyangkut
kedua upacara penting itu:
Untuk membaptis, Anda harus mempunyai:
a. Calon yang tepat -- seseorang yang sudah bertobat dari dosa-
dosanya dan yang sudah beriman kepada Yesus Kristus sebagai satu-
satunya Tuhan, Juruselamat, dan Perantaranya.
b. Otoritas yang tepat -- gereja setempat yang mandiri dapat
memutuskan siapa yang akan mereka baptis dan siapa yang tidak.
c. Pengurus yang tepat -- setiap gereja mempunyai wewenang sendiri
dan dapat memilih siapa yang akan melaksanakan baptisan.
d. Metode yang tepat -- membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh
Kudus.
e. Tujuan yang tepat -- melambangkan bahwa Kristus sudah mati
menebus dosa-dosa kita, dikuburkan, dan dibangkitkan dari antara
orang mati. Baptisan juga merupakan lambang bahwa kita sudah mati
terhadap dosa-dosa kita dan sudah menerima kehidupan yang baru di
dalam Yesus Kristus.
Untuk mengadakan Perjamuan Tuhan, harus ada:
a. Peserta yang tepat -- murid-murid Kristus.
b. Otoritas yang tepat -- Yesus Kristus. Ia memerintahkan orang-
orang percaya untuk mengadakan Perjamuan Tuhan guna mengingat
kematian-Nya.
c. Pengurus yang tepat -- gereja mempunyai wewenang sendiri dan
dapat memilih siapa yang akan melaksanakan Perjamuan Tuhan.
Orangnya haruslah si perintis, atau pemimpin setempat, atau
gereja dapat memilih para anggotanya sendiri untuk memimpin
bagian ini dalam sebuah kebaktian.
d. Tujuan yang tepat -- untuk mengingat dan memberitakan kematian
Kristus sampai Ia datang kembali.
Di atas segalanya, khotbah tentang Firman Allah dalam kebaktian
harus berpedoman pada Firman Allah. Kalau si perintis tidak
mempunyai pengalaman berkhotbah, ia harus memilih satu bagian ayat
dalam Alkitab dan melakukan keenam hal berikut ini:
a. Bacalah ayat-ayatnya.
b. Jelaskan kebenaran rohani dari ayat-ayat itu.
c. Jelaskan bagaimana setiap kebenaran dapat diterapkan ke dalam
kehidupan para pendengar.
d. Berilah ilustrasi tentang setiap kebenaran.
e. Lakukanlah hal itu dengan setiap ayat atau paragraf.
f. Akhiri pemberitaan dengan himbauan.
Kalau si perintis tidak mempunyai banyak pengalaman dan bukan
seorang pengkhotbah yang mahir, ia bisa membatasi waktu khotbah
menjadi 20 menit saja sebagai tahap permulaan.
PERINGATAN: Lebih baik berkhotbah selama 20 menit setiap minggu
kepada kelompok orang yang sedang bertumbuh daripada berkhotbah
selama 30 atau 50 menit kepada orang-orang yang tidak ingin datang
lagi dan yang tidak akan menganjurkan orang lain untuk datang ke
gereja itu.
Si perintis juga dapat memakai bahan Pemahaman Alkitab dan
Penyampaian Cerita Alkitab. Pelajari tentang bagaimana Memimpin
Kelompok PA di rumah-rumah dan juga tentang Penyampaian Cerita
Alkitab, untuk belajar bagaimana mengkhotbahkan kabar baik dan
bagaimana memimpin kelompok PA.
3. Pelayanan Penginjilan
------------------------
Untuk dapat bertumbuh, sebuah gereja perlu mempunyai pelayanan
penginjilan yang menjangkau keluar. Anda dapat memakai rencana yang
tercantum di dalam buku pedoman ini atau rencana lainnya. Yang
paling penting ialah: gereja mengambil inisiatif menjangkau orang-
orang di luar sana yang perlu memahami Injil, bukannya menunggu
orang-orang itu datang ke kebaktian pada hari Minggu di tempat
ibadah Anda. Si perintis perlu mempunyai pelayanan kunjungan yang
melatih para anggotanya menjangkau orang-orang sesat di luar tempat
ibadah, menginjili orang-orang sesat dengan tujuan membimbing mereka
kepada Kristus di tempat-tempat lain, bukan hanya di gereja saja.
4. Pelayanan Pemuridan
----------------------
Untuk dapat bertumbuh, gereja harus mempunyai program yang akan
mengintegrasi petobat-petobat baru dan yang akan melatih para
pemimpin setempat, orang perseorangan atau dalam kelompok kecil. Si
perintis akan melatih para pemimpin ini untuk beriman dan akan
memperlengkapi mereka dalam hal praktis seperti: doa, memberi
kesaksian, "memenangkan" jiwa bagi Kristus, memimpin kelompok PA di
rumah, mengajarkan kebenaran Alkitab, dan sebagainya.
Hal penting dalam melatih seseorang, yaitu orang yang diajar harus
dibawa serta oleh si penginjil perintis kalau ia terjun ke lapangan.
Sebagai contoh, para pemimpin yang baru harus menemani si perintis
kalau si perintis sedang memimpin kelompok PA di rumah-rumah mereka
yang belum menerima Kristus menjadi Tuhannya. Pemimpin setempat
harus menemani si perintis dan mengamati dia ketika dia sedang
bersaksi, membimbing orang-orang kepada Yesus, dan sebagainya. Tidak
ada orang yang dapat memuridkan seseorang bila hanya dilakukan di
dalam kelas.
Ada dua rahasia tentang pemuridan yang baik: Pertama, latihlah
orang-orang secara perseorangan atau dalam kelompok-kelompok kecil.
Kedua, penting untuk membawa serta mereka terjun ke lapangan bersama
Anda sementara Anda memberitakan Injil.
5. Pelayanan Persekutuan
------------------------
Untuk dapat bertumbuh, sebuah gereja perlu mempunyai persekutuan
bersama saudara-saudara seiman, dimana terdapat kasih sejati di
antara para anggota. Bilamana ada pengunjung-pengunjung yang masuk
ke gereja, mereka harus dapat merasakan kasih Allah, juga kasih di
antara para anggota. Kalau ada kepahitan, kebencian, dan perpecahan,
tidak mungkin sebuah gereja dapat bertumbuh. Para pengunjung perlu
melihat adanya keharmonisan dan kasih di gereja. Dengan demikian,
barulah mereka dapat merasakan adanya persekutuan hangat di antara
para anggota dan merasa diterima.
6. Kepengurusan yang baik
-------------------------
Seorang pendeta sebuah gereja di Amerika yang anggotanya terdiri
atas 4000 orang ditanyai, "Apa bedanya menjadi pendeta sebuah gereja
yang anggotanya 40 orang dan yang anggotanya 4000 orang?"
Jawabannya, "kepengurusan yang baik!"
Penting sekali bagi seorang perintis untuk mempunyai mentalitas
melatih orang-orangnya melakukan pekerjaan Tuhan, dan tidak berusaha
melakukan segalanya seorang diri. Seorang pendeta dapat mengatur
segalanya di dalam gereja yang anggotanya 30 sampai 80 orang. Tetapi
bagaimanapun juga, suatu saat, gereja itu akan sampai pada titik
dimana tidak akan terjadi perkembangan lebih lanjut kalau ia tidak
melatih orang-orangnya dalam bidang metode kepengurusan. Ia harus
mendelegasikan tanggung jawab kepada orang-orang yang dewasa
kerohaniannya dan yang sudah terlatih. Dengan demikian, peranan
utama seorang perintis ialah menjadi seorang pelatih.
Dikutip dari sumber:
Judul Buku : Perintis Penginjilan Memulai Jemaat Baru
Judul Artikel: Enam Kunci Bagi Pertumbuhan Gereja Sesudah Dirintis
Penulis : Thomas Wade Akins
Halaman : 34-41
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
CHURCH PLANTING RESOURCES TABLE
==> http://www.mislinks.org/church/chplant.htm
Saat mengakses URL di atas, maka Anda akan menemukan 100 lebih links
yang mengantar Anda menuju ke sumber-sumber informasi seputar
perintisan gereja. Silakan menjelajah.
CHURCH MULTIPLICATION ASSOCIATES
==> http://www.cmaresources.org/
Church Multiplication Associates sedang membuat sebuah situs khusus
tentang program ´organic church planting´ (perintisan gereja
organik). Program ini bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip
Alkitab saat merintis berdirinya gereja-gereja baru di wilayah-
wilayah terabaikan. Dengan demikian, gereja tersebut dapat bertumbuh
dan bereproduksi. Gereja-gereja organik, biasanya merupakan gereja-
gereja kecil yang reproduktif. Gereja-gereja ini mempunyai dasar
yang kuat untuk bermultiplikasi menjadi gereja-gereja baru. Gereja-
gereja organik ini bisa diadakan di berbagai tempat -- di rumah, di
kantor, di kampus, di restoran, dan bahkan di lapangan parkir. Jika
Anda tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang gereja
organik, silakan mengunjungi alamat di atas.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
G U A T E M A L A
Selama bertahun-tahun, penganiayaan terhadap anak dan kemiskinan
adalah rahasia hitam yang tersembunyi dan tertutup rapat di
Guetemala. Namun karena mengetahui bahwa anak-anak merupakan sumber
yang sangat berharga bagi masa depan negara, Buckner Orphan Care
meluncurkan suatu kerja sama di Guatemala. Perwakilan dari Buckner
mengatakan, "Selama bertahun-tahun pemerintah belum melakukan apa-
apa untuk menolong anak-anak. Sekarang telah terpilih presiden baru
dan ibu negara baru yang siap bekerja. Mereka ingin mengubah keadaan
dan kami ingin membantunya." Injil akan menjadi dasar bagi pelayanan
Buckner Orphan Care yang menjalin kerja sama dengan pemerintah dan
gereja setempat. "Pemerintah baru saat ini:
1. menyiapkan program untuk menyediakan lebih banyak pendidikan bagi
anak-anak,
2. mencoba bekerja sama dengan organisasi-organisasi Kristen seperti
Buckner untuk membantu dalam hal perawatan dan pemeliharaan anak-
anak di rumah,
3. memberikan kesempatan kepada persekutuan-persekutuan Kristen
untuk menjangkau anak-anak terabaikan dengan menyediakan bantuan-
bantuan yang diperlukan melalui kerja sama dengan warga Guatemala
serta gereja setempat."
[Sumber: Mission Network News, October 14th, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Bersyukur atas pelayanan Buckner Orphan Care yang melayani anak-
anak di Guatemala. Berdoa agar organisasi ini bisa mencukupi
kebutuhan jasmani dan juga rohani bagi anak-anak terabaikan di
Guatemala.
* Doakan kerja sama antara pemerintah baru, organisasi-organisasi
Kristen, dan juga gereja-gereja setempat dalam mengatasi kasus
anak-anak terabaikan di Guatemala.
I R A K
Saat ini, gereja-gereja di Irak sekali lagi menjadi sasaran tindak
kekerasan. Hal ini menjadi perhatian bagi lembaga-lembaga pemberi
bantuan dan organisasi-organisasi misi, salah satunya adalah
International Aid (IA). Menurut perwakilan dari IA, "Elemen radikal
di Irak sedang berusaha untuk mengusir orang-orang Kristen agar
keluar dari Irak, terutama menjelang pemilu di bulan Januari
mendatang. Jika hal tersebut benar-benar terjadi, maka pengusiran
tersebut dapat memberikan dampak kepada pelayanan dari organisasi-
organisasi Kristen di Irak, termasuk IA. Namun, untuk saat ini, hal
tersebut belum terjadi. IA mempunyai empat klinik yang aktif di
Irak, dan keempatnya menjadi alasan bagi adanya gereja Kristen di
Irak karena semua dokter dan perawatnya adalah orang-orang Irak yang
beragama Kristen. Perwakilan IA juga mengatakan bahwa ancaman itu
belum mempengaruhi pelayanan mereka. "Para dokter dan tim medis
Kristen masih bertahan di Irak. Namun, mereka menyadari bahwa risiko
yang mereka hadapi pasti akan bertambah besar saat pemilu semakin
mendekat."
[Sumber: Mission Network News, October 19th, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Naikkan syukur atas keberadaan para dokter dan staf medis Kristen
yang saat ini masih bertahan di Irak. Doakan agar Allah menguatkan
iman mereka saat menghadapi ancaman yang semakin meningkat
menjelang pemilu di Irak.
* Berdoa supaya tim medis dan umat Kristen yang saat ini masih di
Irak tetap dapat menerapkan kasih Allah bagi masyarakat di
sekelilingnya meskipun lingkungan mereka tidak mendukung.
A F R I K A S E L A T A N
Akhirnya, kerinduan umat Kristen di Afrika Selatan untuk menjangkau
bangsa mereka telah tercapai, dimana ada sekitar 180.000 orang yang
mendengar berita mengenai Yesus Kristus. Dengan membawa sebuah
proyektor tua dan generator portable, Jan melakukan perjalanan di
wilayah Afrika Selatan dan memutar film YESUS. Sebelum memutar film
tersebut di suatu wilayah, Jan menghubungi para pendeta lokal di
wilayah tersebut dan meminta mereka untuk melakukan pelayanan
follow-up bagi setiap orang yang memberikan respon, setelah
menyaksikan penayangan film YESUS. Jan bahkan tidak segan untuk
mengeluarkan uang dari dompetnya sendiri untuk melakukan
pelayanannya tersebut.
[Sumber: Mission Network News, October 14th, 2004]
* Bersyukur untuk 180.000 orang yang telah mendengar berita Injil.
Doakan pelayanan follow-up yang mereka perlukan agar iman mereka
kepada Yesus bisa semakin bertumbuh.
* Berdoa untuk Jan dan para pekerja misi lainnya yang menyebarkan
berita Injil di wilayah Afrika Selatan.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Gereja-gereja di Indonesia
--------------------------
Bertepatan dengan peringatan Hari Reformasi Gereja yang diadakan
setiap tanggal 31 Oktober, maka pada kesempatan ini, kami sekali
lagi mengajak Anda untuk mendoakan gereja-gereja di Indonesia. Kita
akan bersama-sama bersehati untuk bersyukur dan memohon kepada Tuhan
dengan pokok doa sebagai berikut:
* Kesatuan dan persatuan gereja-gereja di seluruh Indonesia dalam
menjalankan Amanat Agung. Doakan supaya gereja-gereja terus
melakukan reformasi untuk menjadi lebih benar, lebih baik, dan
semakin berkenan kepada Tuhan.
* Gereja-gereja bisa menjadi garam dan terang di tengah-tengah
situasi yang penuh ketidakpastian saat ini.
* Setiap jemaat dapat menjadi saksi-saksi nyata bagi lingkungan di
sekitarnya.
* Kiranya peringatan Hari Reformasi Gereja tahun ini memberikan
semangat baru bagi semua gereja dan umat Kristen di Indonesia agar
iman mereka bisa semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam
Kristus.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: <Yappy_U(at)>
>Terima kasih untuk tetap setia mengirimkan saya informasi dan
>pokok-pokok doa lewat media ini. Saya mau memohon kiranya tolong
>didoakan mengenai tingkat HIV/AIDS yang semakin meningkat pesat di
>Papua. Terima kasih atas perhatiannya. Tuhan berkati pelayanan
>saudara/saudari.
>Yappy
Redaksi:
Terima kasih atas kiriman email dan usulannya. Pokok Doa tentang
HIV/AIDS telah kami tampilkan dalam Buletin e-JEMMi Edisi 42/2004.
Kehadiran email ini semakin memberikan bukti bahwa kita perlu
mendukung dalam doa agar ada gerakan nasional yang akan mendorong
masyarakat semakin waspada akan bahaya menyebarnya virus HIV/AIDS
dan bertambahnya jumlah penderita HIV/AIDS, di Papua khususnya, dan
di Indonesia pada umumnya. Selamat melayani!
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Situs YLSA http://www.sabda.org/ylsa/
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Djoko, Tesalonika, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
|