Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2004/43

e-JEMMi edisi No. 43 Vol. 7/2004 (26-10-2004)

Kunci bagi Gereja Baru

======================================================================
><> ><>                     Buletin e-JEMMi                    <>< <><
                    Edisi Oktober 2004, Vol.7 No.43
======================================================================
SEKILAS ISI:

 o [Editorial]
 o [Artikel Misi]       : Enam Kunci bagi Gereja yang Baru Dirintis
 o [Profil/Sumber Misi] : Church Planting Resources Table,
                          Church Multiplication Associates
 o [Doa Bagi Misi Dunia]: Guatemala, Afrika Selatan, dan Irak
 o [Doa Bagi Indonesia] : Gereja-gereja di Indonesia
 o [Surat Anda]         : Mohon Doa untuk Penderita HIV/AIDS di Papua
 o [URLs Edisi Ini]

**********************************************************************
 Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************

~~ EDITORIAL ~~

  Salam dalam kasih Kristus.

  Pertanyaan yang muncul setelah gereja-gereja baru berdiri adalah
  "Bagaimana mengembangkannya?" Thomas Wade Akins dalam bukunya yang
  berjudul "Perintis Penginjilan Memulai Jemaat Baru" menuliskan bahwa
  ada enam unsur dasar yang diperlukan bagi pertumbuhan gereja baru.
  Untuk mengetahui keenam unsur kunci tersebut, silakan membaca sajian
  Redaksi di Kolom Artikel Misi.

  Berbicara tentang perintisan gereja, kita juga tidak boleh
  mengabaikan pertumbuhan gereja-gereja yang sudah lama berdiri.
  Bertepatan dengan Hari Reformasi Gereja yang diperingati pada
  tanggal 31 Oktober 2004 nanti, maka kami mengajak Anda untuk berdoa
  bagi gereja-gereja di Indonesia. Gereja-gereja perlu melakukan
  reformasi untuk menjadi lebih benar, dan lebih dipakai Tuhan untuk
  menjadi alat kebenaran-Nya. Demikian juga, hidup Kristen kita agar
  terus direformasi menjadi hidup yang semakin berkenan kepada Tuhan
  dan semakin memuliakan Tuhan.

  Segenap staf Redaksi mengucapkan:

                  Selamat Hari Reformasi Gereja 2004!

  Redaksi Buletin e-JEMMi

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
                   "Gereja yang berakar pada Allah
                  tidak dapat dicabut oleh manusia."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=

~~ ARTIKEL MISI ~~

          ENAM KUNCI BAGI PERTUMBUHAN GEREJA SESUDAH DIRINTIS
          ===================================================

  Begitu sebuah gereja dirintis, bagaimana mengembangkannya? Ada
  banyak buku yang sudah ditulis tentang tema ini dan banyak
  pengamatan sudah dilakukan. Bagaimanapun juga, ada enam unsur dasar
  yang diperlukan bagi pertumbuhan gereja, yaitu:

  1. Pelayanan Doa
  ----------------
  Sebuah gereja perlu mempunyai dasar doa. Para pendeta dan pemimpin
  tidak hanya perlu memberitahu orang-orangnya bahwa mereka perlu
  berdoa, tetapi juga perlu mengajar mereka mengenai bagaimana berdoa.
  Masalah yang dihadapi sebagian besar orang Kristen ialah mereka
  tidak tahu bagaimana meluangkan waktu bersama Tuhan (saat teduh).
  Berikut ini tercantum beberapa saran:
  a. Belajarlah bagaimana "mendengar suara Tuhan", dan bagaimana
     membuat daftar doa syafaat setiap hari sepanjang minggu. Penting
     juga membuat daftar hal-hal yang hendak disyukuri, dan
     sebagainya.

  b. Mulailah mengajar orang-orang berdoa dan menerapkan doa ke dalam
     kehidupannya. Sebab utama mengapa orang-orang Kristen meluangkan
     waktu sedikit sekali untuk berdoa walau mereka selalu
     mendengarkan khotbah tentang perlunya berdoa ialah karena mereka
     tidak tahu bagaimana berada bersama Tuhan dalam saat teduh.

  c. Bentuklah kelompok-kelompok di rumah-rumah. Kegiatan doa tidak
     harus terbatas dalam lingkup kebaktian.

  d. Kadang-kadang, akhirilah kebaktian dengan meminta setiap orang
     dalam kelompok-kelompok kecil bersimpuh berdoa. Ini penting
     sekali untuk mengembangkan gereja yang berdoa.

  2. Pelayanan Puji-pujian
  ------------------------
  Howard Snyder mengatakan dalam bukunya yang berjudul Guidelines for
  Urban Church Planting (Petunjuk untuk Perintis Gereja Kota) bahwa
  untuk mengembangkan sebuah gereja, perlu diadakan kebaktian/ibadah
  yang penuh sukacita dimana orang-orang akan merasa bersukacita. Ini
  prinsip universal.

  Tidak ada orang yang ingin berada dalam kebaktian yang suasananya
  mengingatkan dia akan upacara penguburan. Iman yang tidak
  memancarkan sukacita dan kegembiraan bukanlah iman sejati. Kebaktian
  yang penuh sukacita, yang diiringi musik yang baik, menular
  sifatnya. Ini tidak berarti bahwa kebaktian yang diadakan itu tanpa
  peraturan atau tidak tertib. Pengamatan dari berbagai tempat di
  seluruh dunia menunjukkan bahwa gereja-gereja yang sedang berkembang
  di tiap-tiap negara adalah gereja yang kebaktiannya dilingkupi
  suasana sukacita.

  Ingatlah bahwa musik adalah sarana puji-pujian. Musik itu sendiri
  bukan puji-pujian. Kita memuji Tuhan, bukan memuji musik kita. Musik
  adalah sarana kebudayaan untuk menaikkan puji-pujian. Untuk
  menyampaikan Injil, tidak perlu kita melenyapkan kebudayaan.

  Puji-pujian yang sejati merupakan penyembahan atas siapa Allah.
  Puji-pujian adalah sesuatu yang terjadi di dalam hati seseorang dan
  diungkapkan melalui bermacam-macam cara. Ada gereja yang suka
  melantunkan lagu-lagu rohani tradisional. Ada juga yang suka
  melambungkan refrein lagu-lagu. Kami berpendapat bahwa kita harus
  menghargai kebudayaan dan sub kebudayaan masyarakat setempat, dan
  kita juga harus menghargai otonomi setiap gereja. Namun, musik model
  apa pun yang dipilih oleh sebuah gereja, yang penting adalah
  kebaktiannya harus penuh dengan sukacita dan hidup. Kebaktian adalah
  perayaan yang diadakan bagi Allah.

  Gereja-gereja di Afrika ada yang memakai alat musik canang
  (gembrengan) dan mereka bahkan menari-nari sampai di bagian depan
  gereja pada waktu puji-pujian. Kita salah bila kita berkata, "Kalian
  tidak boleh melakukan hal itu karena itu bukan cara kami mengadakan
  kebaktian di Indonesia, Amerika, Brasil, India, atau di mana pun
  juga."

  Sebagai bagian dari kebaktian, sebuah gereja harus secara tetap
  mengadakan baptisan dan Perjamuan Tuhan. Dalam buku Dr. Charles
  Brock yang berjudul Indigenous Church Planting (Perintisan Gereja
  Pribumi), ia mengemukakan pengamatan berikut ini yang menyangkut
  kedua upacara penting itu:

  Untuk membaptis, Anda harus mempunyai:
  a. Calon yang tepat -- seseorang yang sudah bertobat dari dosa-
     dosanya dan yang sudah beriman kepada Yesus Kristus sebagai satu-
     satunya Tuhan, Juruselamat, dan Perantaranya.

  b. Otoritas yang tepat -- gereja setempat yang mandiri dapat
     memutuskan siapa yang akan mereka baptis dan siapa yang tidak.

  c. Pengurus yang tepat -- setiap gereja mempunyai wewenang sendiri
     dan dapat memilih siapa yang akan melaksanakan baptisan.

  d. Metode yang tepat -- membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh
     Kudus.

  e. Tujuan yang tepat -- melambangkan bahwa Kristus sudah mati
     menebus dosa-dosa kita, dikuburkan, dan dibangkitkan dari antara
     orang mati. Baptisan juga merupakan lambang bahwa kita sudah mati
     terhadap dosa-dosa kita dan sudah menerima kehidupan yang baru di
     dalam Yesus Kristus.

  Untuk mengadakan Perjamuan Tuhan, harus ada:
  a. Peserta yang tepat -- murid-murid Kristus.

  b. Otoritas yang tepat -- Yesus Kristus. Ia memerintahkan orang-
     orang percaya untuk mengadakan Perjamuan Tuhan guna mengingat
     kematian-Nya.

  c. Pengurus yang tepat -- gereja mempunyai wewenang sendiri dan
     dapat memilih siapa yang akan melaksanakan Perjamuan Tuhan.
     Orangnya haruslah si perintis, atau pemimpin setempat, atau
     gereja dapat memilih para anggotanya sendiri untuk memimpin
     bagian ini dalam sebuah kebaktian.

  d. Tujuan yang tepat -- untuk mengingat dan memberitakan kematian
     Kristus sampai Ia datang kembali.

  Di atas segalanya, khotbah tentang Firman Allah dalam kebaktian
  harus berpedoman pada Firman Allah. Kalau si perintis tidak
  mempunyai pengalaman berkhotbah, ia harus memilih satu bagian ayat
  dalam Alkitab dan melakukan keenam hal berikut ini:
  a. Bacalah ayat-ayatnya.
  b. Jelaskan kebenaran rohani dari ayat-ayat itu.
  c. Jelaskan bagaimana setiap kebenaran dapat diterapkan ke dalam
     kehidupan para pendengar.
  d. Berilah ilustrasi tentang setiap kebenaran.
  e. Lakukanlah hal itu dengan setiap ayat atau paragraf.
  f. Akhiri pemberitaan dengan himbauan.

  Kalau si perintis tidak mempunyai banyak pengalaman dan bukan
  seorang pengkhotbah yang mahir, ia bisa membatasi waktu khotbah
  menjadi 20 menit saja sebagai tahap permulaan.

  PERINGATAN: Lebih baik berkhotbah selama 20 menit setiap minggu
  kepada kelompok orang yang sedang bertumbuh daripada berkhotbah
  selama 30 atau 50 menit kepada orang-orang yang tidak ingin datang
  lagi dan yang tidak akan menganjurkan orang lain untuk datang ke
  gereja itu.

  Si perintis juga dapat memakai bahan Pemahaman Alkitab dan
  Penyampaian Cerita Alkitab. Pelajari tentang bagaimana Memimpin
  Kelompok PA di rumah-rumah dan juga tentang Penyampaian Cerita
  Alkitab, untuk belajar bagaimana mengkhotbahkan kabar baik dan
  bagaimana memimpin kelompok PA.

  3. Pelayanan Penginjilan
  ------------------------
  Untuk dapat bertumbuh, sebuah gereja perlu mempunyai pelayanan
  penginjilan yang menjangkau keluar. Anda dapat memakai rencana yang
  tercantum di dalam buku pedoman ini atau rencana lainnya. Yang
  paling penting ialah: gereja mengambil inisiatif menjangkau orang-
  orang di luar sana yang perlu memahami Injil, bukannya menunggu
  orang-orang itu datang ke kebaktian pada hari Minggu di tempat
  ibadah Anda. Si perintis perlu mempunyai pelayanan kunjungan yang
  melatih para anggotanya menjangkau orang-orang sesat di luar tempat
  ibadah, menginjili orang-orang sesat dengan tujuan membimbing mereka
  kepada Kristus di tempat-tempat lain, bukan hanya di gereja saja.

  4. Pelayanan Pemuridan
  ----------------------
  Untuk dapat bertumbuh, gereja harus mempunyai program yang akan
  mengintegrasi petobat-petobat baru dan yang akan melatih para
  pemimpin setempat, orang perseorangan atau dalam kelompok kecil. Si
  perintis akan melatih para pemimpin ini untuk beriman dan akan
  memperlengkapi mereka dalam hal praktis seperti: doa, memberi
  kesaksian, "memenangkan" jiwa bagi Kristus, memimpin kelompok PA di
  rumah, mengajarkan kebenaran Alkitab, dan sebagainya.

  Hal penting dalam melatih seseorang, yaitu orang yang diajar harus
  dibawa serta oleh si penginjil perintis kalau ia terjun ke lapangan.
  Sebagai contoh, para pemimpin yang baru harus menemani si perintis
  kalau si perintis sedang memimpin kelompok PA di rumah-rumah mereka
  yang belum menerima Kristus menjadi Tuhannya. Pemimpin setempat
  harus menemani si perintis dan mengamati dia ketika dia sedang
  bersaksi, membimbing orang-orang kepada Yesus, dan sebagainya. Tidak
  ada orang yang dapat memuridkan seseorang bila hanya dilakukan di
  dalam kelas.

  Ada dua rahasia tentang pemuridan yang baik: Pertama, latihlah
  orang-orang secara perseorangan atau dalam kelompok-kelompok kecil.
  Kedua, penting untuk membawa serta mereka terjun ke lapangan bersama
  Anda sementara Anda memberitakan Injil.

  5. Pelayanan Persekutuan
  ------------------------
  Untuk dapat bertumbuh, sebuah gereja perlu mempunyai persekutuan
  bersama saudara-saudara seiman, dimana terdapat kasih sejati di
  antara para anggota. Bilamana ada pengunjung-pengunjung yang masuk
  ke gereja, mereka harus dapat merasakan kasih Allah, juga kasih di
  antara para anggota. Kalau ada kepahitan, kebencian, dan perpecahan,
  tidak mungkin sebuah gereja dapat bertumbuh. Para pengunjung perlu
  melihat adanya keharmonisan dan kasih di gereja. Dengan demikian,
  barulah mereka dapat merasakan adanya persekutuan hangat di antara
  para anggota dan merasa diterima.

  6. Kepengurusan yang baik
  -------------------------
  Seorang pendeta sebuah gereja di Amerika yang anggotanya terdiri
  atas 4000 orang ditanyai, "Apa bedanya menjadi pendeta sebuah gereja
  yang anggotanya 40 orang dan yang anggotanya 4000 orang?"
  Jawabannya, "kepengurusan yang baik!"

  Penting sekali bagi seorang perintis untuk mempunyai mentalitas
  melatih orang-orangnya melakukan pekerjaan Tuhan, dan tidak berusaha
  melakukan segalanya seorang diri. Seorang pendeta dapat mengatur
  segalanya di dalam gereja yang anggotanya 30 sampai 80 orang. Tetapi
  bagaimanapun juga, suatu saat, gereja itu akan sampai pada titik
  dimana tidak akan terjadi perkembangan lebih lanjut kalau ia tidak
  melatih orang-orangnya dalam bidang metode kepengurusan. Ia harus
  mendelegasikan tanggung jawab kepada orang-orang yang dewasa
  kerohaniannya dan yang sudah terlatih. Dengan demikian, peranan
  utama seorang perintis ialah menjadi seorang pelatih.

  Dikutip dari sumber:
  Judul Buku   : Perintis Penginjilan Memulai Jemaat Baru
  Judul Artikel: Enam Kunci Bagi Pertumbuhan Gereja Sesudah Dirintis
  Penulis      : Thomas Wade Akins
  Halaman      : 34-41

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~

 CHURCH PLANTING RESOURCES TABLE
==>     http://www.mislinks.org/church/chplant.htm
  Saat mengakses URL di atas, maka Anda akan menemukan 100 lebih links
  yang mengantar Anda menuju ke sumber-sumber informasi seputar
  perintisan gereja. Silakan menjelajah.

 CHURCH MULTIPLICATION ASSOCIATES
==>     http://www.cmaresources.org/
  Church Multiplication Associates sedang membuat sebuah situs khusus
  tentang program ´organic church planting´ (perintisan gereja
  organik). Program ini bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip
  Alkitab saat merintis berdirinya gereja-gereja baru di wilayah-
  wilayah terabaikan. Dengan demikian, gereja tersebut dapat bertumbuh
  dan bereproduksi. Gereja-gereja organik, biasanya merupakan gereja-
  gereja kecil yang reproduktif. Gereja-gereja ini mempunyai dasar
  yang kuat untuk bermultiplikasi menjadi gereja-gereja baru. Gereja-
  gereja organik ini bisa diadakan di berbagai tempat -- di rumah, di
  kantor, di kampus, di restoran, dan bahkan di lapangan parkir. Jika
  Anda tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang gereja
  organik, silakan mengunjungi alamat di atas.

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~

 G U A T E M A L A
  Selama bertahun-tahun, penganiayaan terhadap anak dan kemiskinan
  adalah rahasia hitam yang tersembunyi dan tertutup rapat di
  Guetemala. Namun karena mengetahui bahwa anak-anak merupakan sumber
  yang sangat berharga bagi masa depan negara, Buckner Orphan Care
  meluncurkan suatu kerja sama di Guatemala. Perwakilan dari Buckner
  mengatakan, "Selama bertahun-tahun pemerintah belum melakukan apa-
  apa untuk menolong anak-anak. Sekarang telah terpilih presiden baru
  dan ibu negara baru yang siap bekerja. Mereka ingin mengubah keadaan
  dan kami ingin membantunya." Injil akan menjadi dasar bagi pelayanan
  Buckner Orphan Care yang menjalin kerja sama dengan pemerintah dan
  gereja setempat. "Pemerintah baru saat ini:
  1. menyiapkan program untuk menyediakan lebih banyak pendidikan bagi
     anak-anak,
  2. mencoba bekerja sama dengan organisasi-organisasi Kristen seperti
     Buckner untuk membantu dalam hal perawatan dan pemeliharaan anak-
     anak di rumah,
  3. memberikan kesempatan kepada persekutuan-persekutuan Kristen
     untuk menjangkau anak-anak terabaikan dengan menyediakan bantuan-
     bantuan yang diperlukan melalui kerja sama dengan warga Guatemala
     serta gereja setempat."
  [Sumber: Mission Network News, October 14th, 2004]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Bersyukur atas pelayanan Buckner Orphan Care yang melayani anak-
    anak di Guatemala. Berdoa agar organisasi ini bisa mencukupi
    kebutuhan jasmani dan juga rohani bagi anak-anak terabaikan di
    Guatemala.
  * Doakan kerja sama antara pemerintah baru, organisasi-organisasi
    Kristen, dan juga gereja-gereja setempat dalam mengatasi kasus
    anak-anak terabaikan di Guatemala.

 I R A K
  Saat ini, gereja-gereja di Irak sekali lagi menjadi sasaran tindak
  kekerasan. Hal ini menjadi perhatian bagi lembaga-lembaga pemberi
  bantuan dan organisasi-organisasi misi, salah satunya adalah
  International Aid (IA). Menurut perwakilan dari IA, "Elemen radikal
  di Irak sedang berusaha untuk mengusir orang-orang Kristen agar
  keluar dari Irak, terutama menjelang pemilu di bulan Januari
  mendatang. Jika hal tersebut benar-benar terjadi, maka pengusiran
  tersebut dapat memberikan dampak kepada pelayanan dari organisasi-
  organisasi Kristen di Irak, termasuk IA. Namun, untuk saat ini, hal
  tersebut belum terjadi. IA mempunyai empat klinik yang aktif di
  Irak, dan keempatnya menjadi alasan bagi adanya gereja Kristen di
  Irak karena semua dokter dan perawatnya adalah orang-orang Irak yang
  beragama Kristen. Perwakilan IA juga mengatakan bahwa ancaman itu
  belum mempengaruhi pelayanan mereka. "Para dokter dan tim medis
  Kristen masih bertahan di Irak. Namun, mereka menyadari bahwa risiko
  yang mereka hadapi pasti akan bertambah besar saat pemilu semakin
  mendekat."
  [Sumber: Mission Network News, October 19th, 2004]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Naikkan syukur atas keberadaan para dokter dan staf medis Kristen
    yang saat ini masih bertahan di Irak. Doakan agar Allah menguatkan
    iman mereka saat menghadapi ancaman yang semakin meningkat
    menjelang pemilu di Irak.
  * Berdoa supaya tim medis dan umat Kristen yang saat ini masih di
    Irak tetap dapat menerapkan kasih Allah bagi masyarakat di
    sekelilingnya meskipun lingkungan mereka tidak mendukung.

 A F R I K A   S E L A T A N
  Akhirnya, kerinduan umat Kristen di Afrika Selatan untuk menjangkau
  bangsa mereka telah tercapai, dimana ada sekitar 180.000 orang yang
  mendengar berita mengenai Yesus Kristus. Dengan membawa sebuah
  proyektor tua dan generator portable, Jan melakukan perjalanan di
  wilayah Afrika Selatan dan memutar film YESUS. Sebelum memutar film
  tersebut di suatu wilayah, Jan menghubungi para pendeta lokal di
  wilayah tersebut dan meminta mereka untuk melakukan pelayanan
  follow-up bagi setiap orang yang memberikan respon, setelah
  menyaksikan penayangan film YESUS. Jan bahkan tidak segan untuk
  mengeluarkan uang dari dompetnya sendiri untuk melakukan
  pelayanannya tersebut.
  [Sumber: Mission Network News, October 14th, 2004]
  * Bersyukur untuk 180.000 orang yang telah mendengar berita Injil.
    Doakan pelayanan follow-up yang mereka perlukan agar iman mereka
    kepada Yesus bisa semakin bertumbuh.
  * Berdoa untuk Jan dan para pekerja misi lainnya yang menyebarkan
    berita Injil di wilayah Afrika Selatan.

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~

 Gereja-gereja di Indonesia
  --------------------------
  Bertepatan dengan peringatan Hari Reformasi Gereja yang diadakan
  setiap tanggal 31 Oktober, maka pada kesempatan ini, kami sekali
  lagi mengajak Anda untuk mendoakan gereja-gereja di Indonesia. Kita
  akan bersama-sama bersehati untuk bersyukur dan memohon kepada Tuhan
  dengan pokok doa sebagai berikut:

  * Kesatuan dan persatuan gereja-gereja di seluruh Indonesia dalam
    menjalankan Amanat Agung. Doakan supaya gereja-gereja terus
    melakukan reformasi untuk menjadi lebih benar, lebih baik, dan
    semakin berkenan kepada Tuhan.

  * Gereja-gereja bisa menjadi garam dan terang di tengah-tengah
    situasi yang penuh ketidakpastian saat ini.

  * Setiap jemaat dapat menjadi saksi-saksi nyata bagi lingkungan di
    sekitarnya.

  * Kiranya peringatan Hari Reformasi Gereja tahun ini memberikan
    semangat baru bagi semua gereja dan umat Kristen di Indonesia agar
    iman mereka bisa semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam
    Kristus.

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~

  Dari: <Yappy_U@>
  >Terima kasih untuk tetap setia mengirimkan saya informasi dan
  >pokok-pokok doa lewat media ini. Saya mau memohon kiranya tolong
  >didoakan mengenai tingkat HIV/AIDS yang semakin meningkat pesat di
  >Papua. Terima kasih atas perhatiannya. Tuhan berkati pelayanan
  >saudara/saudari.
  >Yappy

  Redaksi:
  Terima kasih atas kiriman email dan usulannya. Pokok Doa tentang
  HIV/AIDS telah kami tampilkan dalam Buletin e-JEMMi Edisi 42/2004.
  Kehadiran email ini semakin memberikan bukti bahwa kita perlu
  mendukung dalam doa agar ada gerakan nasional yang akan mendorong
  masyarakat semakin waspada akan bahaya menyebarnya virus HIV/AIDS
  dan bertambahnya jumlah penderita HIV/AIDS, di Papua khususnya, dan
  di Indonesia pada umumnya. Selamat melayani!

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~

* Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/


_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Situs YLSA                                  http://www.sabda.org/ylsa/
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi@xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi@xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Djoko, Tesalonika, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk Situs e-MISI                          http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi       http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org