======================================================================
><> ><> Buletin e-JEMMi <>< <><
Edisi Oktober 2004, Vol.7 No.42
======================================================================
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Kesaksian Misi] : Jason Ma Menjangkau Mahasiswa
o [Profil/Sumber Misi] : Dynamic Church Planting International (DCPI)
Fellowship of Church Planters
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Haiti, Turki, dan Kanada
o [Doa Bagi Indonesia] : Para Penderita HIV/AIDS
o [Dari Meja Redaksi] : - Ralat Buletin e-JEMMi Edisi 40/2004
- Publikasi Baru e-Penulis
o [Surat Anda] : Minta Kiriman Bahan
o [URLs Edisi Ini]
**********************************************************************
Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam dalam kasih Kristus.
Selamat berjumpa kembali dengan kami. Pada edisi yang lalu, kami
telah menyajikan topik mengenai pokok-pokok dasar perintisan gereja,
maka pada edisi ini, kami lanjutkan dengan menyajikan kesaksian
tentang perintisan gereja, tapi di lingkungan yang berbeda dengan
yang biasa kita kenal, yaitu di kampus atau universitas. Silakan
simak kesaksian tentang Jason Ma, di Kolom Kesaksian Misi.
Melalui pelayanan Campus Church Network (CCN) yang didirikannya,
Jason Ma mempunyai kerinduan besar untuk mengenalkan Kristus pada
kalangan mahasiswa. Dia merintis berdirinya gereja kampus karena
masih banyak mahasiswa yang belum mengenal Tuhan di lingkungan
kuliahnya. Jason Ma dan CNN merupakan salah satu organisasi yang
melihat kampus sebagai ladang misi yang perlu digarap. Mengenalkan
Kristus kepada para mahasiswa akan menjadi dasar yang kuat bagi iman
mereka, saat mereka kuliah, setelah mereka lulus kuliah, sampai
ketika mereka terjun ke lingkungan pekerjaan nantinya.
Mari bersama, kita mendukung pelayanan-pelayanan seperti yang
dilakukan oleh Jason Ma, yaitu pelayanan untuk menjangkau para
mahasiswa bagi Kristus. Kiranya sajian kami ini dapat menggugah
lebih banyak orang untuk tergerak terlibat dalam perintisan gereja
kampus.
Redaksi Buletin e-JEMMi
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
"Yesus mengundang kita datang kepada-Nya
untuk memperoleh hidup."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ KESAKSIAN MISI ~~
JASON MA MENJANGKAU MAHASISWA
=============================
Enam tahun lalu, Jason Ma mengikuti perkuliahan pendahuluan untuk
mata kuliah Filsafat. Tiba-tiba, Profesor yang mengajarnya bertanya
"Siapa diantara kalian yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak
Allah?" Hanya Jason dan salah seorang temannya yang mengangkat
tangan di dalam ruang kuliah yang dihadiri 100 orang mahasiswa
tersebut. Jason tidak bisa percaya bahwa kebanyakan teman
mahasiswanya tidak tahu apa yang ditawarkan Yesus kepada mereka,
maka dia mulai melakukan doa keliling di universitas. Dia meminta
kepada Tuhan untuk memberikan petunjuk, sehingga 28.000 mahasiswa di
universitas tersebut bisa mengenal Dia. Tuhan membukakan pintu untuk
Jason. Para pengurus univesitas menaruh simpati pada tujuannya dan
mereka memberi izin pada Jason untuk mengadakan serangkaian program
penginjilan di universitas. Ada ratusan mahasiswa yang diselamatkan.
Satu hal yang segera disadari Jason bahwa hanya sebagian kecil dari
petobat baru itu yang beribadah di sebuah gereja, setelah mereka
menjadi Kristen. "Sejujurnya," kata Jason, "kebanyakan gereja di
sekitar universitas tidak memiliki program pelayanan untuk para
mahasiswa. Belum ada gereja yang memikirkan untuk menjangkau
mahasiswa. Ada beberapa mahasiswa yang bertemu untuk melakukan
pendalaman Alkitab. Namun, ketika mereka lulus dari universitas,
masalah itu masih tetap ada; mereka tidak bisa menemukan satu tempat
untuk beribadah yang memahami kebutuhan mereka. Saya sendiri juga
melihat masalah yang sama di beberapa universitas. Kebanyakan
mahasiswa memandang gereja-gereja sebagai tempat yang membosankan,
tidak relevan dengan kebutuhan mereka dan hipokrit. Namun, para
mahasiswa itu sendiri juga tidak menyadari bahwa diri mereka
sebenarnya juga merasa kosong, terluka, dan menderita. Mereka
mencari kasih sejati melalui obat-obat terlarang, pesta pora, seks,
dan juga nilai-nilai yang bagus. Banyak yang mengalami depresi,
bahkan banyak diantara mereka yang hampir memutuskan untuk bunuh
diri."
Jason mulai mendoakan bagaimana caranya ´membawa´ gereja kepada
mahasiswa. Setelah melakukan banyak riset, termasuk mempelajari
gerakan gereja bawah tanah di China, dia menjadi yakin bahwa "gereja
sederhana" yang berorientasi pada jalinan relasi merupakan cara
terbaik untuk menjangkau para mahasiswa. Dia membaca mengenai
seorang gadis China berusia 18 tahun yang merintis lebih dari 100
gereja rumah dalam setahun. Gereja-gereja yang dipelajarinya di
China merupakan jaringan persekutuan kecil yang beranggotakan 15-30
orang. Mereka bertemu di rumah-rumah atau di toko-toko kecil untuk
mensharingkan hidup mereka sehari-hari bersama Yesus. "Jika seorang
gadis China berumur 18 tahun dapat merintis 100 gereja dalam setahun
di China, apakah seorang mahasiswa tidak dapat merintis beberapa
persekutuan di univertas?" Jason bertanya kepada dirinya sendiri.
Dia sadar bahwa, seorang misionaris dapat memenangkan seorang
mahasiswa bagi Yesus, yang nantinya mahasiswa ini akan memenangkan
teman-teman di sekitarnya, sehingga terbentuklah gereja kecil.
Sebuah gereja kecil tentu saja tidak bisa menjangkau berbagai macam
mahasiswa, maka Jason mulai menganggap setiap kelompok mahasiswa
sebagai "kelompok suku yang belum terjangkau", dan bertujuan untuk
merintis sebuah gereja di setiap kelompok. Gereja-gereja baru dengan
anggota 15-20 jemaat itu akan bertemu di suatu tempat, dan jika
anggota mereka terus bertumbuh, mereka tidak perlu mencari tempat
yang lebih besar untuk bersekutu. Kelompok yang semakin besar itu
dapat dibagi menjadi beberapa kelompok dan terus bermultiplikasi.
Mereka dapat bertemu di mana pun -- di asrama, apartemen, ruang
reuni, kelas atau kedai kopi di seberang jalan. Kemudian Jason mulai
merintis gereja- gereja di universitasnya. Mereka kemudian mengirim
´misionaris´ ke universitas-universitas lain untuk melakukan hal
yang sama; Campus Church Network (CCN) telah didirikan, dimulai di
San Jose State University pada tahun 1998, dan semakin berkembang.
Para misiologi membuat istilah ´10/40 Window´ untuk mendeskripsikan
daerah geografis antara 10 dan 40 derajat garis lintang sebagai
wilayah yang paling jarang diinjili. "´The 13/30 Window´ kemungkinan
juga merupakan hal yang penting," kata Jason. Yang dimaksud dengan
´The 13/30 Window´ adalah orang-orang yang berusia antara 13-30
tahun. Kelompok umur itu berpotensi menjadi ladang tuaian terbesar
bagi Injil di masa sekarang. "Kelompok tersebut sangat terbuka
terhadap Injil." Survey menunjukkan bahwa 90% dari semua orang
Kristen memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat sebelum
mereka berulang tahun ke-25. Ini juga menjadi kelompok yang paling
penting, karena mereka adalah masa depan dunia dan gereja.
Statistik menunjukkan bahwa 60% dari populasi global berusia di
bawah 25 tahun; 30% atau sekitar 1,7 juta orang berusia antara 10-24
tahun. Jason mempelajari penelitian yang dilakukan oleh Barna
Research Group yang menunjukkan bahwa usia 18-25 tahun merupakan
kelompok yang paling jarang ke gereja. Mayoritas mahasiswa yang
beribadah di gereja selama masa studi tidak lagi beribadah ke gereja
setelah mereka lulus kuliah. Jason menyimpulkan bahwa "Kami sangat
membutuhkan gereja baru untuk generasi baru, karena bentuk gereja
tradisional kurang bisa menjangkau para mahasiswa di Amerika. Para
pemuda post-modern tidak lagi mengetahui standar, tidak percaya pada
apa pun dan ingin mencari Tuhan dengan cara mereka sendiri. Mereka
tidak hanya ingin duduk diam di gereja dan mendengarkan seseorang
berkotbah. Namun, mereka juga ingin menerapkan iman mereka. Menurut
Jason, "Itu tidak membutuhkan komite baru, akan tetapi sebuah
revolusi."
Motto Jason adalah "Memulai suatu revolusi berarti memulai sebuah
gereja kampus!" Pada Situs Campus Church Networks (CCN), dia menulis
"Setiap revolusi dimulai oleh seorang yang revolusioner. Apakah Anda
siap menjadi salah satunya? Apakah sudah ada gereja kampus di
universitas Anda? Jika belum, maka Anda harus memulainya ...."
Campus Church Networks adalah gerakan perintisan gereja yang
dilakukan oleh para mahasiswa. CNN menantang sekaligus melatih para
mahasiswa untuk merintis gereja-gereja bagi suatu generasi baru di
setiap universitas yang ada di dunia.
[Sumber dan informasi: Jason Ma
==> http://www.campuschurch.net/
==> <info(at)campuschurch.net> ]
Bahan diterjemahkan dari FridayFax, Edisi September 30, 2004
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
DYNAMIC CHURCH PLANTING INTERNATIONAL (DCPI)
==> http://www.dcpi.org/
Semboyan dari DCPI adalah "Equipping leaders, churches, and
associations to impact the planting of one million dynamic churches
to reach the world for Christ." DCPI berkomitmen kepada Yesus
Kristus dan Amanat Agung-Nya untuk memuridkan banyak orang di
seluruh penjuru dunia dengan menggunakan program perintisan gereja
sebagai sarana yang paling efektif untuk menjangkau dunia bagi
Kristus. DCPI merupakan tim yang anggotanya terdiri dari para
perintis gereja berpengalaman. Pelatihan dan sumber-sumber yang
disediakan DCPI bersifat praktis dan interaktif. DCPI berkomitmen
untuk mereproduksi dan memultiplikasi pelatihan dan sumber-sumber
yang mereka miliki demi kepentingan Injil. Strategi DCPI, yaitu
memperlengkapi para pemimpin yang akan melatih orang lain, sehingga
gereja-gereja dinamis bisa bermultiplikasi di seluruh penjuru dunia.
FELLOWSHIP OF CHURCH PLANTERS
==> http://www.fcpt.org/fcpt/
The Fellowship of Church Planters didirikan tahun 1985 di Rhode
Island yang memfasilitasi para perintis gereja di berbagai negara.
Tim ini berkomitmen untuk merintis jaringan bagi gereja-gereja
rumah. The Fellowship of Church Planters yang terdiri dari para
utusan gereja lokal ini mempunyai kerinduan untuk:
1. Mendirikan gereja-gereja di Inggris dan di wilayah-wilayah lain
yang ditunjukkan Allah.
2. Melatih para perintis gereja yang akan membangun tim-tim baru di
berbagai negara.
3. Melatih tim perintis gereja yang akan diutus untuk melayani di
berbagai tempat.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
H A I T I
Ribuan orang menderita kelaparan di Haiti pada saat kelompok-
kelompok kemanusiaan sedang berjuang membantu mereka yang terkena
bencana angin topan Jeanne. Bencana ini menewaskan ratusan orang dan
membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Di sisi lain,
Evangelical Baptist Mission (EBM) telah membantu berdirinya gereja
baru di Haiti. Jim Burdick dari EBM mengatakan bahwa gereja ini
ingin membantu mereka yang terkena bencana, baik secara jasmani
maupun rohani. "Gereja ini muncul dengan rencana unik dan mereka
mengontak kami dan berkata ´Kami memiliki rencana untuk menolong
para keluarga yang terkena banjir dan angin topan, sekaligus kami
ingin menjangkau mereka. Yang diharapkan para korban bencana dari
kami adalah partisipasi semampu kami´." Gereja baru ini akan
menyediakan kebutuhan makanan, sarana kesehatan, pakaian, dan juga
Injil. Burdick mengatakan bahwa dukungan dalam berbagai bentuk akan
sangat membantu pelayanan ini.
[Sumber: Mission Network News, October 7th, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Berdoa agar bantuan gereja baru di Haiti untuk para korban
bencana ini dapat dipakai sebagai sarana mengenalkan kasih Yesus.
* Doakan pelayanan EBM di Haiti agar bisa menjangkau dan melayani
para penduduk Haiti dengan mendirikan jemaat-jemaat baru di sana.
T U R K I
Orang-orang percaya di Bodrum, Turki bersukacita memuji Tuhan karena
campur tangan-Nya membuka kembali gereja mereka. Beberapa hari
sebelumnya polisi, atas perintah gubernur, menutup gereja tempat
mereka beribadah pada tanggal 24 September 2004. Namun, beberapa
hari kemudian perintah itu telah diubah. Voice of the Martyr Canada
melaporkan bahwa jemaat gereja sangat terkejut dengan perubahan
keputusan tersebut dan sekaligus mengucap syukur. Gereja terdekat di
wilayah mereka berjarak lebih dari 3 jam jauhnya. Selain penutupan
gereja, orang-orang percaya di Turki menghadapi banyak larangan
pemerintah, ancaman, dan hukuman penjara.
[Sumber: Mission Network News, October 7th, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Puji Tuhan atas berkat yang tidak terduga ini dengan dibukanya
kembali gereja tersebut.
* Berdoalah supaya berkat tersebut semakin memperkuat iman orang-
orang percaya di Turki dalam menghadapi tantangan dan
penganiayaan.
K A N A D A
Kelompok interdenominasi Kristen Kanada membuka stan "Angels Booth"
dalam sebuah pekan raya dan pameran di Edmonton dan Calgary dengan
judul "Bacaan Rohani Gratis". Ide dari pendirian stan "Angels Booth"
adalah para pengunjung pekan raya bisa minta didoakan dan ditolong
untuk melihat bagaimana Allah sangat memperhatikan mereka. Cara
penginjilan ini terbukti cukup sukses. Koordinator pendoa, LS dan RS
melaporkan bahwa pada Juli 2004, ada 1626 pengunjung yang menerima
Yesus pada saat diadakan pekan raya Klondike Days selama 10 hari di
Edmonton, Albera. "Banyak dari mereka yang mengisi kartu follow-up
dan sebagian besar dari mereka mengikuti kursus Alpha. Banyak orang
yang dilayani terutama mereka yang berusia 12-18 tahun. Banyak di
antara pemuda tersebut yang berkunjung kembali ke stan itu dan
mensharingkan tentang bagaimana Tuhan telah bekerja dalam hidup
mereka." Banyak pengunjung pekan raya yang datang berkelompok.
Mereka duduk bersama dan ditolong untuk mengenal dan menerima Yesus
sebagai Juruselamat. Beberapa di antara mereka datang lagi keesokan
harinya dengan mengajak teman-teman mereka agar diselamatkan.
[Sumber: JOEL-NEWS-INTERNATIONAL-486]
Pokok Doa:
----------
* Bersyukur untuk kelompok interdenominasi Kristen Kanada dalam
usahanya menjangkau para pengunjung pekan raya. Doakan melalui
sarana ini semakin banyak orang Kanada yang bisa mengenal Yesus
melalui pelayanan mereka.
* Berdoa supaya organisasi ini bisa menjalin kerja sama dengan
gereja-gereja setempat untuk menggembalakan para petobat baru
tersebut.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Para Penderita HIV/AIDS
-----------------------
Dalam KJDN Edisi Oktober 2004 tertulis bahwa pada tanggal 10 Oktober
2004 yang lalu diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa sedunia. Pada
saat ini, jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 42 juta orang di dunia.
Setiap tahun bertambah lima juta orang dengan angka kematian 3,1
juta. Sedangkan jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia
mencapai 130.000 jiwa. Mereka tersebar di 25 propinsi, dan yang
positif terkena AIDS mencapai 1.413 kasus.
Beberapa pokok doa yang bisa kita naikkan bersama-sama:
* Tim medis di Indonesia bisa menyediakan perawatan bagi para
penderita HIV/AIDS di Indonesia untuk memperingan rasa sakit yang
mereka alami.
* Penderita HIV/AIDS tidak kehilangan pengharapan dan tidak putus
asa. Doakan supaya melalui penyakit tersebut, mereka bisa mengenal
Yesus yang bisa merasakan segala beban mereka saat ini.
* Pusat rehabilitasi/lembaga/gereja yang mempunyai pelayanan untuk
merawat para penderita HIV/AIDS agar bisa merawat para pasiennya
dengan kasih dan kesabaran.
* Ada indikasi bahwa jumlah penderita HIV/AIDS semakin bertambah.
Doakan supaya para generasi muda Indonesia mempunyai dasar iman
yang kuat, sehingga mereka bisa menjaga kekudusan hidup mereka dan
tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang membahayakan
kesehatan jasmani ataupun rohani mereka.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DARI MEJA REDAKSI ~~
RALAT
-----
Melalui ralat ini kami ingin memberitahukan beberapa informasi
sebagai berikut:
1. Dalam Buletin e-JEMMi Edisi 40/2004, di Kolom Profil/Sumber Misi
bagian review ´Buku "Church Planting Movements" -- International
Mission Board´, disebutkan:
".... Buku ini juga telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia
oleh YAPKI/OMF Indonesia untuk training perintisan jemaat yang
juga dipakai oleh beberapa organisasi."
Informasi tersebut adalah SALAH karena YAPKI/OMF tidak
menerjemahkan buku CPM tersebut ke dalam bahasa Indonesia.
2. Dalam edisi yang sama dengan di atas, di Kolom Artikel Misi,
di bagian sumber bahan disebutkan:
"Bahan diterjemahkan dari:......"
Informasi yang betul seharusnya:
"Bahan diedit dari sumber:"
Oleh karena itu melalui ralat ini, kami sekaligus minta maaf atas
kesalahan yang kami lakukan tersebut, baik kepada pihak yang
bersangkutan maupun kepada para pembaca e-JEMMi. Kiranya melalui
informasi ralat ini kesalahan sudah bisa kami perbaiki.
PUBLIKASI e-Penulis
-------------------
Kabar gembira bagi Anda yang senang menulis dan ingin menjadi
seorang penulis Kristen!
Kini akan terbit Publikasi "e-Penulis", publikasi elektronik
bertujuan untuk membuka wawasan Anda dalam bidang pelayanan
literatur Kristen. Namun bukan itu saja, karena melalui publikasi
ini Anda juga akan dibekali dengan ketrampilan untuk menulis. Nah,
sangat menarik bukan? Mari bergabung bersama kami dalam wadah
Publikasi "e-Penulis" ini untuk berbagi visi dan berkarya untuk
memuliakan Kristus melalui tulisan kita.
Publikasi "e-Penulis" diterbitkan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
dan akan terbit secara rutin sebulan sekali. Sajian-sajian menarik
yang akan Anda temui adalah berupa Artikel seputar tulis-menulis,
hasil karya Tulisan Anda, dan juga Pojok Bahasa, dan lain-lain. Nah,
bagi Anda calon penulis atau yang sudah menjadi penulis, mari kita
bergabung untuk saling belajar dan mempertajam kemampuan kita dalam
menulis. Peluncuran edisi perdana e-Penulis dilakukan akhir bulan
Oktober 2004. Oleh karena itu, segeralah mendaftar sekarang sebelum
ketinggalan.
Untuk mendaftar caranya mudah sekali, silakan mengirim email kosong
ke alamat:
==> <susbscribe-i-kan-Penulis(at)xc.org> [Berlangganan]
==> <staf-penulis(at)sabda.org> [Kirim Pesan]
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/ [Lihat Arsip]
==> http://www.sabda.org/ylsa/ [Situs YLSA]
Mari bergabung di Milis Publikasi e-Penulis !!!
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: Karie RD <k_rio_77(at)>
>Hallo saudara/iku di Sabda.org ... bagaimana kabar?
>Saya mau tanya ... sewaktu itu saya pernah baca artikel mengenai
>KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) ... cuma saya tidak sempat
>mengcopynya sebagai arsip pribadi ... dan dalam minggu ini saya
>akan membawakan tema KTB dalam renungan Camp PI -- cut --
>... dan saya memerlukan bahan itu sebagai tambahan referensi
>saya ... dan kalau teman2 berkenan, apakah saya bisa dapat filenya
>melalui email saya ini?
>Atas pertolongan teman2 saya ucapkan terima kasih yaaa ... Semoga
>Tuhan selalu memberkati kita semua ...GBU
Redaksi:
Terima kasih untuk suratnya. Permintaan Anda sudah kami penuhi
dengan mengirimkan edisi tersebut ke alamat Anda. Kami berdoa dan
berharap agar bahan-bahan tersebut dapat menolong Camp PI yang Anda
dan teman-teman Anda ikuti. Jika Anda mendapat berkat dalam Camp
tersebut jangan lupa bagi-bagi berkatnya dengan kami, ya? Selamat
melayani.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~
* JOEL-NEWS-INTERNATIONAL http://www.joelnews.org/
* FRIDAY FAX http://www.cmd.org.nz/fridayfax/
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Situs YLSA http://www.sabda.org/ylsa/
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Djoko, Tesalonika, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
|