|
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
https://sabda.org/publikasi/e-konsel/97 |
|
e-Konsel edisi 97 (18-10-2005)
|
|
><> Edisi (097) -- 15 Oktober 2005 <><
e-KONSEL
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Daftar Isi:
- Pengantar : Mengalahkan Iblis
- Renungan : Terkejut Karena Pencobaan
- Cakrawala : Bagaimana Pencobaan Bekerja
- Bimbingan Alkitabiah : Pencobaan
*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*
-*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-
Sejak manusia jatuh dalam dosa, iblis tidak henti-hentinya berusaha
mencobai manusia agar menjadi pengikutnya. Ada masa-masa kritis dan
sulit dimana manusia sangat rentan terhadap godaan iblis, dan pada
saat itulah iblis paling bersemangat untuk menyeret manusia hingga
jatuh ke dalam dosa. Tuhan Yesus pun tidak luput dicobai oleh iblis
yaitu setelah Ia berpuasa selama 40 hari 40 malam di padang gurun.
Tetapi Kristus menang dari pencobaan, karena Ia memegang Firman
Tuhan untuk menjadi kekuatan-Nya. Demikian juga kita, pada saat
pencobaan datang, kekuatan dari Tuhan sangat kita butuhkan untuk
menang menghadapi pencobaan.
Topik e-Konsel minggu ini, yang berjudul "Mengalahkan Pencobaan"
akan menolong kita semua untuk mengenal lebih jauh seperti apa dan
bagaimana cobaan itu menghampiri kita. Jika saat ini pembaca belum
memahami kedua hal diatas, maka simak baik-baik edisi kali ini.
Setelah itu mulailah untuk lebih peka terhadap pencobaan dan
mohonlah agar kekuatan Tuhan menyertai Anda.
Ok, tanpa berpanjang kata lagi segera simak dan selamat menang
melawan pencobaan! (Rat)
Redaksi
*RENUNGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* RENUNGAN*
-*- TERKEJUT KARENA PENCOBAAN -*-
Bacaan : 1Petrus 4:12-19
Seorang pria muda sangat ingin bergabung dengan Korps Angkatan Laut
AS setelah lulus SMU. Namun baru tiga minggu ia berada di tempat
latihan, ia sudah ingin keluar. Setelah mendapat surat pemberhentian
ia berkata, "Saya tidak menyangka akan sesulit itu."
Seperti pria tersebut, banyak orang Kristen terkejut menghadapi
berbagai pencobaan hidup. Anak muda tersebut seharusnya sudah tahu
apa yang akan dihadapinya, demikian pula kita telah diperingatkan
bahwa hidup mengikut Kristus tidak berisi kesenangan belaka.
Dalam 1Petrus 4:12 kita membaca, "Saudara-saudara yang kekasih,
janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu
sebagai ujian, seolah-olah sesuatu yang luar biasa terjadi atas
kamu." Intinya: "Jangan terkejut bila engkau menghadapi cobaan."
Kedengarannya memang bukan kabar baik, tetapi jangan berkecil hati.
Kita akan menemukan kelegaan dalam Roma 8:18, di sana Paulus
menyatakan bahwa penderitaan kita sekarang ini tidak dapat
dibandingkan dengan kemuliaan yang akan menjadi milik kita di surga.
Segala pencobaan yang kita alami akan berakhir dan sukacita yang
kekal akan menjadi milik kita.
Pencobaan adalah bagian yang tak terelakkan dalam hidup ini. Namun
Firman Allah menjamin kita bahwa pencobaan akan berubah menjadi
sukacita saat kita menghampiri hadirat-Nya.
Apakah Anda sedang menghadapi saat-saat sulit? Bersandarlah kepada
Allah, dan biarlah Anda dikuatkan oleh kemuliaan yang suatu hari
nanti akan menggantikan segala pencobaan yang Anda hadapi -- JDB
God`s love for His Son was never a shield
To keep Him from Calvary`s cross;
God`s love for His children demands that we yield
To trials that burn out the dross. -- Gustafson
MANUSIA DAPAT MEMPEROLEH KEUNTUNGAN YANG TERBESAR DARI
PENDERITAANNYA YANG TERDALAM
-*- Sumber: -*-
Arsip Publikasi e-RH (Renungan Harian), Edisi 23 Februari 1999
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/1999/02/23/
*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*
-*- BAGAIMANA PENCOBAAN BEKERJA -*-
Adalah berguna jika kita mengetahui bahwa Iblis bisa diramalkan
sepenuhnya. Dia telah memakai strategi dan tipuan-tipuan kuno yang
sama semenjak Penciptaan. Semua pencobaan mengikuti pola yang sama.
Itulah sebabnya Paulus berkata, "Kita tahu apa maksudnya"
(2Korintus 2:11). Dari Alkitab kita mengetahui bahwa proses
pencobaan mengikuti empat langkah, yang dipakai Iblis baik terhadap
Adam dan Hawa maupun terhadap Yesus.
Pada langkah pertama, Iblis mengenali suatu KEINGINAN di dalam diri
Anda. Mungkin keinginan yang berdosa, seperti keinginan untuk
membalas dendam atau untuk menguasai orang lain, atau mungkin
keinginan yang logis dan normal, seperti keinginan untuk dikasihi
dan dihargai atau untuk merasakan kesenangan. Pencobaan dimulai
ketika Iblis mengusulkan (dengan suatu pemikiran) agar Anda menyerah
pada sebuah keinginan jahat, atau agar Anda memenuhi suatu keinginan
yang logis dengan cara yang salah atau pada waktu yang salah.
Sadarlah selalu akan jalan pintas. Hal-hal tersebut sering kali
merupakan pencobaan! Iblis berbisik, "Kamu layak mendapatkannya!
Kamu harus memilikinya sekarang! Itu akan mengasyikkan ...
menyenangkan ... atau membuatmu merasa lebih baik."
Kita mengira pencobaan berada di sekeliling kita, tetapi Allah
berfirman bahwa pencobaan dimulai dari dalam diri kita. Jika Anda
tidak memiliki keinginan batin, pencobaan tidak bisa menarik
perhatian Anda. Pencobaan selalu berawal dari dalam pikiran Anda,
bukan dari keadaan. Yesus mengatakan,
"Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat,
percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan,
kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan,
kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam."
(Markus 7:21-23)
Yakobus memberi tahu kita bahwa ada "hawa nafsumu yang saling
berjuang di dalam tubuhmu?" (Yakobus 4:1)
Langkah kedua ialah KERAGUAN. Iblis berusaha membuat Anda meragukan
apa yang telah Allah firmankan tentang dosa: Apakah hal tersebut
benar-benar salah? Apakah Allah benar-benar melarang kita
melakukannya? Apakah Allah bukan memaksudkan larangan ini untuk
orang lain atau untuk waktu yang lain? Tidakkah Allah ingin agar aku
bahagia? Alkitab memperingatkan,
"Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan
terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh
karena ia murtad dari Allah yang hidup." (Ibrani 3:12)
Langkah ketiga ialah TIPU DAYA. Iblis tidak mampu mengatakan yang
sebenarnya dan disebut "bapa segala dusta" (Yohanes 8:44). Segala
sesuatu yang Iblis katakan kepada Anda tidaklah benar atau hanya
separuh benar. Iblis menawarkan dustanya untuk menggantikan apa yang
telah Allah katakan di dalam Firman-Nya. Iblis mengatakan, "Kamu
tidak akan mati. Kamu akan menjadi lebih bijaksana seperti Allah.
Kamu bisa melakukannya dan lolos dengan selamat. Tidak seorangpun
akan tahu. Itu akan memecahkan masalahmu. Selain itu, semua orang
juga melakukannya. Itu hanyalah sebuah dosa kecil." Tetapi melakukan
sebuah dosa kecil adalah bagaikan sedang hamil muda: Pada akhirnya
ia akan kelihatan dengan sendirinya.
Langkah keempat ialah KETIDAKTAATAN. Pada akhirnya Anda bertindak
berdasarkan pikiran yang selama ini Anda timbang-timbang di dalam
benak Anda. Apa yang mulanya merupakan sebuah gagasan kemudian
muncul dalam perbuatan. Anda menyerah pada apapun yang menarik
perhatian Anda. Anda mempercayai dusta Iblis dan jatuh ke dalam
perangkap yang diperingatkan oleh Yakobus:
"Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena
ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah
dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang,
ia melahirkan maut. Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah
sesat!" (Yakobus 1:14-16)
Mengalahkan Pencobaan
---------------------
Memahami cara kerja pencobaan sangatlah berguna, tetapi yang lebih
penting adalah mengetahui langkah-langkah khusus yang perlu Anda
ambil untuk mengalahkannya.
1. Jangan mau diintimidasi
-----------------------
Banyak orang Kristen dibuat takut dan hilang semangat oleh
pikiran-pikiran yang menghasut, dengan merasa bersalah karena
mereka berada "di dalam" jangkauan pencobaan. Mereka merasa
malu hanya karena terkena pencobaan. Inilah kesalahpahaman
tentang kedewasaan. Anda tidak akan pernah bertumbuh tanpa
pencobaan.
Di satu sisi Anda bisa menganggap pencobaan sebagai suatu
pelengkap. Iblis tidak perlu mencobai orang-orang yang sudah
melakukan kehendaknya yang jahat; mereka sudah menjadi milik
Iblis. Pencobaan adalah tanda bahwa Iblis membenci Anda, bukan
tanda kelemahan atau sifat keduniawian Anda. Pencobaan juga
merupakan bagian yang normal dari hidup manusia dan dari
kehidupan dalam sebuah dunia yang berdosa. Jangan terkejut atau
kecil hati karenanya. Bersikaplah realistis dengan kenyataan tak
terhindarkannya pencobaan; Anda tidak akan pernah dapat
menghindari sepenuhnya. Alkitab mengatakan, "Pada waktu kamu
dicobai," bukan jika. Paulus menasihati,
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-
pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia."
(1Korintus 10:13)
Dicobai bukanlah sebuah dosa. Yesus dicobai, tetapi Dia tidak
pernah berbuat dosa (Ibrani 4:15). Pencobaan menjadi dosa hanya
bila Anda menyerah padanya. Martin Luther mengatakan, "Anda tidak
bisa mencegah burung untuk terbang di atas kepala Anda, tetapi
Anda bisa mencegah mereka membangun sarang di rambut Anda." Anda
tidak bisa mencegah Iblis untuk mengajukan pikiran-pikiran,
tetapi Anda bisa memilih untuk tidak memikirkannya atau bertindak
berdasarkannya.
Misalnya, banyak orang tidak mengetahui perbedaan antara rasa
terpikat fisik atau gairah seksual dengan hawa nafsu. Hal-hal
tersebut tidak sama. Allah menjadikan kita semua sebagai makhluk
seksual, dan hal itu baik. Rasa terpikat dan gairah merupakan
tanggapan pemberian Allah yang bersifat alami dan spontan
terhadap keindahan fisik, sementara hawa nafsu merupakan tindakan
kehendak yang disengaja. Hawa nafsu merupakan pilihan untuk
memikirkan apa yang ingin Anda lakukan dengan tubuh Anda. Anda
bisa terpikat atau bahkan tergairahkan tanpa memilih untuk
berdosa dengan hawa nafsu. Banyak orang, terutama laki-laki
Kristen, merasa bersalah karena hormon-hormon pemberian Allah
mereka bekerja. Ketika mereka secara otomatis melihat seorang
wanita yang menarik, mereka menganggap itu hawa nafsu dan merasa
malu serta bersalah. Tetapi rasa terpikat bukanlah hawa nafsu
sebelum Anda mulai memikirkannya.
Sesungguhnya, semakin dekat Anda kepada Allah, semakin gencar
Iblis berupaya mencobai Anda. Saat Anda menjadi anak Allah, Iblis
yang bagaikan penjahat memukul manusia, membuat suatu "kontrak"
untuk Anda. Anda merupakan musuhnya dan dia merencanakan
kejatuhan Anda.
Kadang-kadang sementara Anda sedang berdoa, Iblis akan mengajukan
sebuah hal aneh atau pikiran jahat hanya untuk membingungkan Anda
dan membuat Anda malu. Jangan takut atau malu karena ini, tetapi
sadarilah bahwa sebenarnya Iblis takut terhadap doa-doa Anda dan
akan mencoba segala upaya untuk menghentikannya. Daripada
menyalahkan diri sendiri dengan "Bagaimana saya bisa memikirkan
hal-hal semacam itu?" lebih baik menganggapnya sebagai gangguan
Iblis dan segera pusatkan pikiran kembali kepada Allah.
2. Kenali pola pencobaan Anda dan bersiaplah menghadapinya
-------------------------------------------------------
Ada situasi-situasi tertentu yang membuat Anda lebih rentan
terhadap pencobaan daripada orang lain. Beberapa situasi akan
membuat Anda tersandung dengan cepat; sementara yang lainnya
tidak begitu mengganggu Anda. Situasi-situasi ini unik bagi
kelemahan Anda dan Anda perlu mengenalinya karena Iblis pasti
mengenalnya! Iblis tahu persis apa yang membuat Anda tergelincir,
dan dia terus-menerus bekerja untuk memasukkan Anda ke dalam
situasi-situasi itu. Petrus memperingatkan,
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan
keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang
yang dapat ditelannya." (1Petrus 5:8)
Tanyakan diri Anda sendiri, "Kapankah saya paling sering dicobai?
Hari apakah? Jam berapa?" Tanyakan, "Di mana saya paling sering
dicobai? Di tempat kerja? Di rumah? Di rumah tetangga? Di tempat
olah raga? Di bandara atau rumah penginapan di luar kota?"
Tanyakan, "Siapa yang bersamaku ketika aku paling sering dicobai?
Teman? Rekan sekerja? Sekelompok orang asing? Ketika saya
sendirian?" Juga tanyakan, "Bagaimana biasanya perasaan saya
ketika saya paling banyak dicobai?" Mungkin ketika Anda lelah
atau kesepian atau bosan atau sedih atau tertekan. Mungkin ketika
Anda terluka perasaan atau marah atau khawatir, atau setelah
sebuah keberhasilan besar atau kesuksesan rohani.
Anda perlu mengenali pola khas pencobaan Anda dan selanjutnya
bersiap untuk menghindari situasi-situasi tersebut sebanyak
mungkin. Alkitab secara berulang-ulang menyuruh kita untuk
mengantisipasi dan siap menghadapi pencobaan (Matius 26:41;
Efesus 6:10-18; 1Tesalonika 5:6,8; 1Petrus 1:13, 4:7, 5:8).
Paulus berkata, "dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis"
(Efesus 4:27).
Perencanaan yang bijak mengurangi pencobaan. Ikutilah nasihat
Amsal:
"Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.
Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu
dari kejahatan." (Amsal 4:26-27)
"Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga
jalannya, memelihara nyawanya." (Amsal 16:17)
3. Mintalah pertolongan Allah
--------------------------
Surga memiliki saluran gawat darurat dua puluh empat jam. Allah
ingin Anda meminta pertolongan-Nya untuk mengatasi pencobaan. Dia
berkata,
"Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan
meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku."
(Mazmur 50:15)
Saya menyebutnya doa "microwave" karena cepat dan langsung pada
pokok masalah: Tolong! SOS! Mayday! Ketika pencobaan menghantam,
Anda tidak punya waktu untuk percakapan yang panjang dengan
Allah; Anda hanya berseru. Daud, Daniel, Petrus, Paulus, dan
jutaan orang lain pernah menaikkan jenis doa yang cepat ini untuk
meminta pertolongan di dalam kesulitan.
Alkitab menjamin bahwa seruan kita untuk meminta bantuan akan
didengar karena Yesus peduli pada pergumulan kita. Dia menghadapi
pencobaan-pencobaan yang sama seperti kita.
"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang
tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita,
sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak
berbuat dosa." (Ibrani 4:15)
Jika Allah terus menanti untuk menolong kita mengalahkan
pencobaan, mengapa kita tidak berpaling kepada-Nya lebih sering?
Secara jujur, kadang kita tidak ingin ditolong! Kita ingin
menyerah pada pencobaan sekalipun kita tahu itu salah. Pada saat
itu kita mengira kita lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita
daripada Allah.
Pada saat-saat lain kita malu untuk meminta Allah menolong karena
kita tetap menyerah pada pencobaan yang sama berulang-ulang.
Tetapi Allah tidak pernah menjadi marah, bosan, atau tidak sabar
bila kita tetap kembali kepada-Nya. Alkitab mengatakan,
"Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri
takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan
menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada
waktunya." (Ibrani 4:16)
Kasih Allah abadi, dan kesabaran-Nya tetap selamanya. Jika Anda
harus berseru meminta pertolongan Allah 200 kali sehari untuk
mengalahkan pencobaan tertentu, Allah akan tetap dengan senang
hati memberikan rahmat dan kasih karunia, jadi datanglah dengan
berani. Mintalah kepada-Nya kuasa untuk melakukan hal yang benar
dan kemudian berharaplah bahwa Dia memberikannya.
Pencobaan-pencobaan membuat kita bergantung kepada Allah. Sama
seperti akar bertumbuh makin kuat ketika angin bertiup menerpa
sebuah pohon, begitu juga setiap kali Anda menghadapi sebuah
pencobaan, Anda menjadi lebih serupa dengan Yesus. Ketika Anda
tersandung, yang akan Anda alami pasti tidaklah fatal.
Sebaliknya daripada menyerah, pandanglah pada Allah, harapkan Dia
untuk menolong Anda, dan ingatlah akan upah yang sedang menanti
Anda:
"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab
apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan
yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia."
(Yakobus 1:12)
-*- Sumber diambil dari:-*-
Judul Buku: The Purpose Driven Life (Kehidupan yang Digerakkan oleh
Tujuan)
Penulis : Rick Warren
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 2004
Halaman : 223 - 228
*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*
-*- PENCOBAAN -*-
AYAT ALKITAB
============
Matius 4:1-11 Yakobus 1:12-15
Roma 8:26 Wahyu 12:10-11
Galatia 5:16
LATAR BELAKANG
==============
Seperti halnya jarum kompas terpengaruh oleh daya tarik medan
magnit, demikian juga orang Kristen merasakan tarikan dosa. Ini
digambarkan oleh keinginan Israel kembali pada "bawang prei dan
bawang putih" Mesir (Ulangan 11:5); juga Demas, pemuda yang mengikut
Rasul Paulus, yang telah mencintai dunia dan meninggalkan Paulus
(2Timotius 4:10). Paulus melukiskan keadaan orang Kristen yang
memiliki dua sifat, yang lama dan yang baru, yang terus bertentangan
untuk saling menaklukkan. Orang Kristen perlu mengerti ini dan
belajar menghadapi "tarikan magnetis" sifat dosanya dan serangan-
serangan Iblis.
------------------------------Kutipan-------------------------------
Menurut Billy Graham:
"Allah tidak berjanji untuk menyingkirkan kita dari pencobaan, sebab
Kristus sendiri pun mengalaminya .... Tanpa pernah mengalami
pencobaan dan mengalahkannya, kita tidak akan memiliki adanya
kesadaran akan keberhasilan dan keyakinan. Pencobaan menyatakan
keadaan seseorang yang sesungguhnya. Dia dapat membuat kita menjadi
lebih Kristen atau tidak Kristen. Kemenangan membuat seorang Kristen
menjadi lebih kuat dan menyebabkannya menemukan sumber kuasa ....
Pada saat-saat pencobaan, Kristus akan menjadi lebih nyata, lebih
dari biasanya, bagi Anda."
--------------------------Kutipan_Selesai---------------------------
Yang harus diingat tentang pencobaan:
1. Pencobaan adalah hal biasa bagi semua orang Kristen.
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan
biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia." (1Korintus 10:13).
2. Pencobaan berasal dari iblis (lihat pencobaan Yesus, Matius 4:1-
11).
3. Dicobai sendiri bukanlah dosa. Menyerah padanya adalah dosa.
4. Allah tidak membawa kita ke dalam pencobaan, dalam arti
merencanakan dan mencobainya sendiri. "Apabila seorang dicobai,
janganlah ia berkata: `Pencobaan ini datang dari Allah!` Sebab
Allah tidak dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai
siapa pun." (Yakobus 1:13)
Tetapi Allah mengizinkan agar kita dicobai (lihat Yakobus 1:6-
12), supaya kita dapat menghadapinya, mengalahkannya dan menjadi
lebih kuat. "Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda,
karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu
telah mengalahkan yang jahat" (1Yohanes 2:14). Melalui pencobaan
pun, kita dapat dianugerahi berkat (Yakobus 1:12).
5. Tidak ada pencobaan yang tak dapat teratasi. "Pencobaan-pencobaan
yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak
melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia
tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada
waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar,
sehingga kamu dapat menanggungnya." (1Korintus 10:13).
6. Betapapun hebatnya yang kita alami, Yesus telah lebih dahulu
mengalami. "... sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak
berbuat dosa." (Ibrani 4:15).
STRATEGI BIMBINGAN
==================
1. Tanyakan apakah orang yang Anda layani seorang Kristen, seorang
yang sudah menerima Yesus Kristus menjadi Tuhan dan
Juruselamatnya. Jika belum, jelaskan "Damai dengan Allah".
Tak seorang manusia pun cukup kuat untuk mengalahkan pencobaan,
setinggi apa pun angan-angan dan motif-motifnya.
2. Jelaskan cara-cara menghadapi dan mengalahkan pencobaan.
A. Kita harus menolak si pencoba. "Lawanlah Iblis, maka ia akan
lari dari padamu." (Yakobus 4:7)
B. Kita harus tunduk pada Allah. "Tunduklah kepada Allah."
(Yakobus 4:7)
Ini kita lakukan dengan:
(1) Tiap hari menyerahkan diri kepada Allah sesuai dengan
Roma 12:1, dan juga dengan mengakui dosa agar dia tidak
membesar (Mazmur 51:12).
(2) Menaklukkan pikiran kita ke bawah kontrol-Nya.
"Berubahlah oleh pembaharuan budimu." (Roma 12:2)
"Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan perkara yang
di bumi." (Kolose 3:2)
(3) Disiplin doa.
"Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian
menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima
rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat
pertolongan kita pada waktunya." (Ibrani 4:16).
"Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan Berjaga-
jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak
putus-putusnya untuk segala orang kudus."
(Efesus 6:18)
(4) Baca, pelajari dan hafalkan Firman Allah.
Menurut D.L. Moody, "Dosa akan menghalangi Anda dari
Alkitab atau Alkitab akan merintangi Anda dari dosa."
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari
pada pedang bermata dua mana pun; ... ia sanggup
membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."
(Ibrani 4:12)
(5) Bersahabat dengan orang yang tepat: umat Allah.
"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan
kebiasaan yang baik." (1Korintus 15:33)
"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita
saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan
ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang,
tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat
melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."
(Ibrani 10:24,25)
(6) Kenakan seluruh perlengkapan senjata Allah
(Efesus 6:13-18).
(7) Bergantung pada Roh Kudus.
"... apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan
Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
(Lukas 11:13)
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan
kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia
menyertai kamu selama-lamanya." (Yohanes 14:16)
"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan
memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran ...."
(Yohanes 16:13)
------------------------------Kutipan-------------------------------
Menurut Billy Graham:
Dosa terjadi ketika kita menyerah kepadanya. Tak seorang pun dari
kita boleh membawa diri kita ke posisi yang membuat kita tercobai.
Setan akan menyerang bagian hidup kita yang paling rapuh. "Tetapi
tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret
dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia
melahirkan dosa: dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan
maut." (Yakobus 1:14,15). Muncul pikiran; kita beri kesempatan; ia
bertunas dan bertumbuh membuahkan tindak kejahatan."
--------------------------Kutipan_Selesai---------------------------
-*- Sumber: -*-
Judul Buku: Buku Pegangan Pelayanan
Penulis : Billy Graham
Penerbit : Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA)
Halaman : 159 - 161
CD-SABDA : Topik 17644
e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL
STAF REDAKSI e-Konsel
Ratri, Evie, Silvi
PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2005 oleh YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
http://www.sabda.org/katalog/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Anda punya masalah atau perlu konseling? <masalah-konsel(at)sabda.org>
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat: <owner-i-kan-konsel(at)xc.org>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Berlangganan : <subscribe-i-kan-konsel(at)xc.org>
Berhenti : <unsubscribe-i-kan-konsel(at)xc.org>
Sistem lyris : http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
ARSIP e-Konsel: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
Situs C3I : http://www.sabda.org/c3i/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
|
|
|
© 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |