Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-konsel/117

e-Konsel edisi 117 (1-8-2006)

Musik untuk Sarana Konseling

  
  
                    Edisi (117) -- 01 Agustus 2006

                               e-KONSEL
======================================================================
        Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
======================================================================

Daftar Isi:
  = Pengantar            : Bagian yang Tak Terpisahkan
  = Renungan             : Kidung Pujian
  = Cakrawala            : Musik Sebagai Alat Konseling
  = Bimbingan Alkitabiah : Musik Kristen Mengalirkan Kehidupan
  = Info                 : 1. Bio-Kristi: Buletin Elektronik Baru dari
                              YLSA
                           2. SABDA.org Kebobolan Virus!
                           3. Situs Terbaru YLSA: SABDAspace
  = Surat Anda           : Usulan topik


                ========== PENGANTAR REDAKSI ==========

  Salam sejahtera,

  Musik merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia. Tidak
  hanya sebagai sarana hiburan, musik pun dapat digunakan untuk hal-
  hal yang mendidik. Musik klasik, misalnya, sangat dianjurkan untuk
  didengar secara teratur oleh seorang ibu yang sedang mengandung
  karena ternyata musik klasik dapat merangsang perkembangan otak
  janin. Bahkan musik gerejawi dapat membawa pertobatan bagi banyak
  orang. Selain itu, musik juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk
  terapi konseling. Nah, hal terakhir inilah yang menjadi fokus utama
  dalam sajian e-Konsel kali ini. Selamat menikmati!

  Staf Redaksi e-Konsel,
  Raka


                    ========== RENUNGAN ==========

                            KIDUNG PUJIAN

  Bacaan: Mazmur 149
  ------------------
  Musik adalah salah satu anugerah dalam hidup yang sudah dianggap
  biasa. Meskipun begitu, seperti yang kerap terjadi, manusia berdosa
  telah menggunakan anugerah Allah ini untuk berbagai tujuan buruk. Di
  zaman sekarang, kita sangat menyadari penyalahgunaan musik, misalnya
  dengan adanya berbagai lirik lagu yang memalukan. Bagaimanapun juga,
  musik yang baik merupakan anugerah dari Tuhan. Musik dapat
  menenangkan hati yang sedang gundah. Musik dapat memotivasi kita
  untuk hidup bagi Kristus, dan melalui musik kita dapat mengangkat
  hati dalam pujian kepada Tuhan. Tanpa musik, kita bisa menjadi
  sangat tidak bersemangat.

  Sebuah legenda Yahudi kuno mengisahkan bahwa setelah menciptakan
  dunia, Allah memanggil para malaikat dan menanyakan pendapat mereka.
  Salah satu malaikat itu berkata, "Hanya satu yang kurang, yaitu
  suara pujian bagi Sang Pencipta." Maka Allah pun menciptakan musik,
  yang terdengar melalui desiran angin dan nyanyian burung. Allah juga
  memberikan karunia pujian itu kepada manusia. Dan di sepanjang masa,
  musik telah memberkati begitu banyak orang.

  Nyanyian pujian kepada Allah berguna untuk memuliakan Tuhan,
  memperhalus budi saudara-saudari kita dalam Kristus, dan membawa
  sukacita bagi kita. Saat kita bergabung dengan orang-orang kristiani
  lainnya dalam pujian, hal itu harus diiringi dengan pengertian yang
  telah diperbarui tentang musik. Jadi, marilah kita menyatukan suara
  dengan orang-orang percaya lainnya, dan menaikkan hati dalam pujian,
  kapan pun kita berkesempatan untuk itu -- Richard De Haan

                    HATI YANG SELARAS DENGAN ALLAH
                   AKAN MELANTUNKAN PUJIAN BAGI-NYA

  Sumber diambil dari:
  Publikasi e-Renungan Harian
  Edisi: 11 Juli 2003
  http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2003/07/11/


                   ========== CAKRAWALA ==========

                    MUSIK SEBAGAI ALAT KONSELING

  Musik dapat berfungsi sebagai ungkapan perhatian, baik bagi para
  pendengar yang mendengarkan maupun bagi pemusik yang menggubahnya.
  "Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan
  nyaman, dan roh yang jahat itu undur daripadanya" (1Samuel 16:23b).
  Kualitas dari musik yang memiliki andil terhadap fungsi-fungsi dalam
  pengungkapan perhatian terletak pada struktur dan urutan matematis
  yang dimiliki, yang mampu menuju pada ketidakberesan dalam kehidupan
  seseorang. Peran sertanya nampak dalam suatu pengalaman musikal,
  seperti menyanyi, dapat menghasilkan integrasi pribadi yang
  mempersatukan tubuh, pikiran, dan roh. Bagi penyanyi dalam sebuah
  kelompok, musik memberikan suatu komunikasi yang intim dan emosional
  antara pemimpin dan anggota kelompok secara individu, juga antara
  anggota itu sendiri, dan masih terjadi ketika hubungan antarpribadi
  itu menjadi terbatas atau/dan pecah. Musik dapat mempersatukan suatu
  kelompok yang beraneka ragam menjadi suatu unit yang fungsional.
  Fungsi musik sebagai ungkapan perhatian dapat dilihat ketika musik
  dialami sebagai suatu pemberian dari orang-orang yang kelihatannya
  tidak memiliki apa-apa.

  1. Musik sebagai Terapi dan Ungkapan Perhatian

     Penggunaan musik sebagai ungkapan perhatian dan suatu terapi
     tambahan bagi konseling pastoral melibatkan integrasi dari
     beberapa disiplin sejarah: pendidikan musik, pelayanan musik, dan
     terapi musik. Terapi musik merupakan yang paling muda dari ketiga
     bidang ini dan yang langsung berhubungan dengan aplikasi klinis
     musik.

     Kata "terapi" dalam konteks ini berarti lebih daripada sekadar
     "penyembuhan suatu penyakit". Di zaman stres, penuh keraguan,
     penuh perpecahan, putus asa, dan kekalahan ini, musik dapat
     disebut sebagai terapi untuk menstimulasi, memulihkan,
     menghidupkan, mempersatukan, membuat seseorang peka, menjadi
     saluran, dan memerdekakan. Terapi musik memiliki suatu kapasitas
     yang unik dan mapan sehingga memungkinkan terjadinya perubahan
     hidup.

     Musik merupakan bagian dari musik temporal, yaitu bahwa musik
     hadir dalam tari dan drama. Musik mengandung kumpulan yang
     sistematis dan teratur dari berbagai komponen suara irama,
     melodi, dan keselarasan untuk dapat dilihat dan dinikmati. Musik,
     seperti bentuk seni lainnya, merupakan ekspresi yang penuh gaya.
     Musik melibatkan pengelolaan serta keterampilan dari materi
     artistik sehingga dapat menyajikan atau mengomunikasikan suatu
     hal tertentu, gagasan, atau keadaan perasaan.

     Musik dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang: sejarah, teori,
     filsafat, estetika, atau fungsional. Musik yang fungsi utamanya
     lebih bersifat sosiologis atau psikologis daripada estetika murni
     disebut musik fungsional. Dengan perkataan lain, ketika musik
     digunakan dengan tujuan utama lebih menitikberatkan pada
     musiknya, maka saat itu berarti musik telah digunakan secara
     fungsional. Penggunaan musik secara estetika, di pihak lain,
     merupakan "musik demi musik belaka" atau "musik demi kepuasan
     artistik". Sebenarnya, pada batas tertentu kebanyakan musik
     memiliki kedua fungsi tersebut sehingga suatu klasifikasi yang
     eksak kadang-kadang sulit diperoleh.

     Suatu pembedaan seharusnya dibuat antara penggunaan musik secara
     terapis yang dibawakan dalam wujud informal dan tanpa bentuk
     dengan penggunaan terapi musik sebagai suatu dimensi khusus dari
     suatu cara terapi yang terintegrasi. Mula-mula pengalaman musikal
     dapat dipilih sendiri oleh pasien atau diusulkan oleh terapis,
     mungkin dapat juga dilakukan dengan memasukkan aktivitas-
     aktivitas seperti berperan serta dalam paduan suara gereja atau
     koor umum, menghadiri pagelaran musik, ikut pelajaran musik, dan
     lain-lain. Ini mengingat terapi musik formal sering menggunakan
     irama sederhana dan instrumen perkusi yang dapat dimainkan oleh
     hampir setiap orang.

     Dalam sebuah klinik, seseorang dapat juga memperoleh pengalaman
     musikal dengan "nilai terapetis" yang tidak berupa terapi musik
     formal. Misalnya, mereka dapat berpartisipasi dengan nyanyi
     bersama dalam acara rekreasi, mendengarkan rekaman musik yang
     inspiratif, atau menyanyikan lagu pujian di sisi tempat tidur
     pasien.

     Di pihak lain, terapi musik sebagai disiplin saintifik,
     menyangkut pemanfaatan secara hati-hati dan sengaja dari semua
     dinamika mendalam dan potensial yang berhubungan dengan
     pengalaman musikal, termasuk memilih, memasang, dan memainkan
     musik itu sendiri, selain hubungannya dengan interaksi antara
     terapis dan pasien.

     Dalam arti yang lebih formal, terapi musik dapat dijabarkan
     sebagai suatu aktivitas kelompok secara umum dari lingkungan
     pergaulan terapetik dalam bentuk kelompok nyanyi, koor atau
     ensambel musik, dan kelas apresiasi musik atau secara
     perseorangan dapat ditujukan kepada pasien tertentu berdasarkan
     kebutuhan terapi mereka yang unik dan kecakapan dalam bentuk
     vokal atau latihan instrumen dan teori musik dan pelajaran
     komposisi.

     Pilihan materi musik, medium musik, tingkat kompleksitas, dan
     sasaran terapetik merupakan keputusan dan kesepakatan antar
     terapis, dan antara terapis musik dan pasien. Seperti dalam semua
     cara terapi, terapi musik menyangkut penilaian terhadap pasien,
     aktivitas yang akan dilakukan (termasuk sasaran), pengalaman
     terapetik, dan evaluasi.

     Kadang-kadang terapi musik dapat digabungkan secara efektif
     dengan aktivitas seni lain yang kreatif, misalnya menari,
     psikodrama, puisi dan tulisan kreatif, melukis dan membuat
     patung, dan bermacam bentuk terapi pertukangan (kerajinan tangan,
     perkayuan, dan hortikultura). Selanjutnya, setiap terapi tambahan
     dapat menjadi kapasitas yang unik untuk menstimulasi dan
     mengaktualisasikan potensi kreatif yang dimiliki individu. Secara
     psikologis, semua bentuk ekspresi artistik memiliki kapasitas
     untuk memberi kepuasan kebutuhan akan ego dasar dari individu,
     terutama untuk merasa memiliki, mencapai, mengungguli, memuja,
     memimpikan, mengasihi dan dikasihi, dan mengembangkan suatu
     citra diri yang positif.

     Terapi musik menempati posisinya yang kuat di antara terapi-
     terapi seni kreatif karena beberapa alasan. Pertama, musik secara
     tradisional dan secara benar disebut sebagai "bahasa universal".
     Setiap kultur memiliki tradisi musikal yang mencakup seluruh
     bidang kehidupan agama, sosial, estetika, dan komersial. Kedua,
     musik merupakan seni yang serba guna dan dapat diperoleh. Hampir
     setiap orang dapat terlibat dalam aktivitas musik dengan kadar
     kemampuan yang sama. Akhirnya yang ketiga, musik, terutama musik
     vokal dengan campuran musik dan puisi, mampu mengekspresikan dan
     membangkitkan seluruh tangga nada emosi, nilai-nilai, aspirasi,
     serta pengalaman manusia.

  2. Musik sebagai Terapi Tingkah Laku

     Terapi musik lebih dari sekadar penghiburan; lebih daripada
     sekadar pengalaman yang mendidik atau suatu aktivitas sosial,
     walaupun pada batas tertentu berfungsi sebagai penghiburan,
     bersifat mendidik, dan maksud-maksud sosial. Secara teknis,
     terapi musik telah didefinisikan sebagai "suatu sistem yang telah
     dikembangkan secara maksimal untuk menstimulasi dan mengarahkan
     tingkah laku untuk mencapai sasaran terapi yang benar-benar
     jelas". Salah satu penyajian yang terbaik dan paling singkat dari
     kerangka konseptual ini adalah yang diberikan oleh William Sears
     dalam makalahnya yang berjudul "Proces in Music Therapy".

     a. Musik memberikan pengalaman di dalam struktur

        Sasarannya ialah untuk memperpanjang komitmen kepada
        aktivitas, untuk membuat aneka ragam komitmen, dan menumbuhkan
        kesadaran akan manfaat yang diperoleh. Dengan cara yang tidak
        memaksa, musik menuntut tingkah laku yang sesuai dengan urutan
        waktu, realitas yang teratur, kecakapan yang teratur, dan
        pengaruh yang teratur. Musik menimbulkan gagasan dan asosiasi
        ekstramusikal.

     b. Musik memberikan pengalaman dalam mengorganisasi diri

        Pengalaman memengaruhi sikap, perhatian, nilai-nilai, dan
        pengertian seseorang. Sasaran harus memberikan kepuasan
        sehingga seseorang akan berusaha untuk memperoleh lebih banyak
        pengalaman serupa yang aman, baik, dan nikmat. Musik
        menyediakan kesempatan untuk ekspresi diri dan untuk
        memperoleh kecakapan baru yang memperkaya citra diri (terutama
        bagi yang memiliki keterbatasan tubuh/cacat).

     c. Musik memberikan pengalaman dalam hubungan antar pribadi

        Musik merupakan kesempatan untuk pertemuan kelompok di mana
        individu telah mengesampingkan kepentingannya demi kepentingan
        kelompok. Sasarannya ialah untuk memperbanyak jumlah anggota
        dalam kelompok, menambah jangkauan dan variasi interaksi, dan
        menyediakan pengalaman yang akan memudahkan melakukan adaptasi
        terhadap kehidupan di luar lembaga. Pengalaman kelompok
        memungkinkan seseorang berbagi rasa secara intens dalam cara-
        cara yang secara sosial dapat diterima; musik memberikan
        penghiburan dan rekreasi yang diperlukan bagi lingkungan
        terapi secara umum. Juga bantuan pengalaman dalam pengembangan
        kecakapan sosial secara realitis dan pola tingkah laku pribadi
        yang dapat diterima secara lembaga dan kelompok sebaya dalam
        masyarakat.

  Yang jelas, terapi musik profesional kebanyakan dipraktikkan secara
  efektif oleh seseorang yang telah dilatih secara khusus dalam
  disiplin ini. Seorang terapis musik yang sudah memiliki izin praktik
  memiliki orientasi yang seimbang dalam berbagai bidang dan
  pendidikan musik, kemanusiaan, ilmu yang berkaitan dengan tingkah
  laku manusia, dan juga keahlian terapi musik secara kedokteran dalam
  sebuah pusat latihan klinis yang baik. Pemanfaatan seni kreatif
  dalam cara yang inovatif ini memberikan suatu tantangan baru dan
  penting kepada para pendeta, pemusik, dan bermacam-macam terapis.
  Tiga kelompok di atas mempunyai tantangan sama, yaitu untuk lebih
  memerhatikan kehidupan pribadi seorang pasien dan secara psikologis
  lebih menyadari akan peran profesional yang lebih kaya, kebutuhan
  kompleks dari orang-orang yang mereka layani, dan kedalaman dimensi
  dari semua media artistik (terutama, musik, tari, dan drama).

  Perkembangan-perkembangan mutakhir ini juga menyiratkan bahwa
  struktur dari pelayanan melalui lembaga perlu diperluas dan
  diperkaya. Ada suatu kebutuhan untuk melaksanakannya dalam suatu
  lembaga, serupa dengan "konsep pelayanan berganda" yang ada dalam
  gereja setempat. Observasi religius dan proses penciptaan musik
  selalu berhubungan erat. Kualitas dari karya yang objektif,
  rasional, dan konseptual selalu dipersulit dan diintensifkan oleh
  kualitas musik dan tari yang subyektif, yang secara relatif tidak
  rasional dan emosional.

  Dalam latar belakang lembaga, kaum profesional religius (pendeta,
  konselor) dan kaum profesional musik (pelayanan musik, terapis
  musik) belajar untuk memandang dan melakukan tugas terhormat mereka
  sebagai bagian yang unik, namun berperan penting dalam suatu
  perawatan seutuhnya. Pendekatan multi disiplin dan seutuhnya akan
  menjadi tanda dari perawatan institusional yang terbaik. Terlebih
  dari itu, konsep-konsep inovatif ini sudah diterapkan dalam ruang
  lingkup jemaat setempat dengan hasil yang positif.

  Sumber asli: J.N. Sims, "Music As a Mode of Care", dalam "Dictionary
  of Pastoral Care and Counseling", ed. Rodney J. Hunter, (Nashville,
  Abington Press, 1990)

  Sumber diambil dan diedit dari:
  Judul majalah : Sahabat Gembala, Juli 1992
  Judul artikel : Musik sebagai Alat Konseling
  Penulis       : Rodney J. Hunter
  Penerbit      : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
  Halaman       : 47 - 51


              ========== BIMBINGAN ALKITABIAH ==========

                 MUSIK KRISTEN MENGALIRKAN KEHIDUPAN

  1. Mengalirkan roh yang damai dan tenang

     Musik menjamah hati dan emosi kita. Apa yang kita dengarkan akan
     memengaruhi pemikiran, tindakan, dan sikap kita. Raja Saul
     sewaktu memberontak melawan Allah kehilangan perlindungan Allah
     dalam hidupnya, dan roh jahat datang untuk menyiksa dia. Hanya
     sewaktu Daud bermain kecapi, maka dia merasa damai, kemudian roh
     jahat tersebut akan meninggalkan dia.

     "Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap
     pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul
     merasa lega dan nyaman dan roh yang jahat itu undur dari
     padanya." (1Samuel 16:23)

     Musik mempunyai kuasa atas orang yang mendengarkannya. Kuasa itu
     bisa baik dan buruk, tergantung pada tipe musiknya. Sewaktu kita
     mendengarkan musik Kristen, kita melepaskan hadirat Allah dalam
     hidup dan rumah kita. Kita menghalau semua roh-roh yang berusaha
     untuk menekan. Orang-orang yang mengunjungi kita akan merasakan
     damai sejahtera dan hadirat Allah. Seperti Saul merasa bebas dan
     damai melalui musik yang diurapi (1Samuel 16:23).

  2. Alat yang berguna untuk memenangkan jiwa

     Orang Kristen bisa memproduksi musik yang luar biasa. Enak
     didengarkan telinga dan mempunyai pengaruh yang positif.
     Membagikan musik kita dengan orang-orang non-Kristen bisa menjadi
     alat kesaksian yang baik jika musiknya mempunyai standar yang
     tinggi. Musik kita bisa menjadi alternatif bagi mereka yang belum
     mengenal Kristus. Musik akan menghancurkan pemikiran bahwa gereja
     tidak lebih dari acara yang membosankan dan biasa saja.

     Pada tahun 1996 kelompok rock `Petra` mengadakan konser di sebuah
     tempat olahraga di Bogota. Tujuannya adalah untuk memberitakan
     Injil dan menunjukkan pada dunia sebuah alternatif musik selain
     musik sekuler.

     Orang-orang yang hadir pada saat itu sangat dipengaruhi. Media
     yang ada juga dipengaruhi dan memuji kualitas musik dari band
     tersebut dan semangat yang mereka tampilkan. Kemudian mereka
     pulang setelah mendengarkan pesan Injil. Musik adalah salah satu
     sarana terbaik untuk memenangkan jiwa. Pada akhir konser itu ada
     lebih dari delapan ratus orang menerima Yesus.

  3. Memberikan pesan yang membangun

     Semua musik Kristen mempunyai pesan yang positif dan membangun,
     tidak peduli apa gaya musiknya. Terlebih lagi, melodinya akan
     menuntun orang untuk mendekat kepada Allah. Itu akan menciptakan
     suasana yang baik untuk berdoa.

     Anda diizinkan untuk menikmati berbagai macam musik Kristen,
     rock, salsa, soul, disko, tekno, country, metal, dll. Rasul
     Paulus meneguhkan dalam 1Korintus 6:12, "Segala sesuatu halal
     bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal
     bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu
     apapun."

     Hal tersebut bukanlah sekadar aturan atau peraturan, akan tetapi
     kita harus mengetahui bagaimana memilih musik yang membangun.
     Musik Kristen bisa membuat Anda merasa menjadi orang yang lebih
     baik. Musik itu akan memberikan rasa percaya diri dan menguatkan
     Anda pada saat-saat kesukaran dan akan membawa Anda untuk lebih
     dekat kepada Allah dengan lirik dan melodinya.

  Bahan diambil dan diedit dari sumber:
  Judul buku   : Memperkuat Langkah-Langkahku
  Penulis      : Claudia De Fajardo
  Penerbit     : GBI Keluarga Allah, Yogyakarta 2001
  Halaman      : 128 - 130


                      ========== INFO ==========

            BIO-KRISTI: BULETIN ELEKTRONIK BARU DARI YLSA

  Sebagian besar orang mungkin sudah mengenal Martin Luther sebagai
  seorang tokoh reformasi gereja. Namun, seberapa banyak orang yang
  mengetahui pergumulan masa mudanya? Lalu, berapa banyak orang yang
  mengenal Gregor Mendell, bapak genetika itu, sebagai seorang pastor?
  Kini melalui Buletin Elektronik "Bio-Kristi" (Biografi Kristiani),
  yang akan terbit sebulan sekali, Anda dapat mengenal sejumlah tokoh-
  tokoh Kristen yang berkarya dan memberi dampak yang besar bagi
  kehidupan manusia. Buletin elektronik baru yang akan diluncurkan
  oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) pada Agustus 2006 ini selain akan
  menyajikan artikel yang mengisahkan kehidupan tokoh-tokoh Kristen
  dari berbagai bidang seperti teologi, ilmu pengetahuan, maupun
  bidang-bidang sosial lainnya, juga tentang pergumulan mereka dalam
  menghasilkan karya-karyanya.

  Nah, jika Anda tertarik segeralah mendaftarkan diri dengan
  mengirimkan surat ke:
  ==>  < daftar-biokristi(at)sabda.org >

                      SABDA.ORG KEBOBOLAN VIRUS!

  Dengan sangat menyesal kami memberitahukan pada 27 Juli 2006 kami
  mendapati bahwa ada orang/mesin yang telah menaruh script (untuk
  memanggil/mengunduh virus) di Situs SABDA.org. Yang sangat kami
  sesalkan script tersebut ternyata telah berada di sana sejak 25 Juni
  2006. Script tersebut tugasnya adalah memanggil virus di situs lain
  (di mana virus tersebut berada), yang setelah terpanggil menjadi
  aktif untuk menginfeksi/menetap di komputer yang sedang aktif
  mengakses SABDA.org dengan browser Internet Explorer (IE). Virus
  tersebut tidak merusak file di hard disk. Virus ini juga hanya
  bekerja jika ada koneksi internet (jadi tidak terjadi apa-apa jika
  membuka file secara offline) dan tidak menyebar lewat jaringan lokal
  (USB, disket, antarkomputer, dll.). Meskipun demikian, melalui file-
  file yang terbuka tersebut ia dapat merekam dan mengirimkan
  password-password (dari e-mail atau account-account yang dipakai
  untuk koneksi internet) ke satu tempat tertentu.

  Atas kemurahan Tuhan, saat ini situs SABDA.org telah dibersihkan
  dari virus dan aman untuk diakses kembali. Bagi para pengunjung
  SABDA.org yang mungkin telah terinfeksi virus ini, kami minta maaf
  sebesar-besarnya. Sebagai pertanggungjawaban kami, kami telah
  menyediakan cara menanggulangi virus ini. Untuk itu, bagi mereka
  yang pernah mengunjungi situs SABDA.org antara 25 Juni - 26 Juli
  2006, Anda perlu mengambil tindakan pembersihan dengan melakukan
  langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Gunakan Norton Antivirus.
  2. Download "definisi antivirus" terbaru dari Norton Antivirus
     untuk meng-update program antivirus Anda di:
     http://definitions.symantec.com/defs/20060727.019-i32.exe
  3. Lalu jalankan file 20060727.019-i32.exe yang di-download di
     komputer Anda untuk meng-update definisi virus terbaru.
  4. File yang diduga virus yaitu incoming[1].htm, web[1].exe,
     uninstall.exe. Lokasi file virus, yaitu di C:\Documents and
     SettingNama_Komputer Local SettingsTemporary Internet
     Filescontent.IE5XXXXXXX. Adapun komputer kami memakai Windows
     XP Operating System.
  5. Scan komputer Anda dengan Norton Antivirus.

  Jika ternyata komputer Anda memang terinfeksi, maka tindakan
  selanjutnya adalah mengganti password pada account-account yang Anda
  miliki di internet.

  Sekali lagi, untuk segala ketidaknyamanan yang terjadi tersebut,
  kami mohon maaf sebesar-besarnya, terutama kepada para pengunjung
  situs-situs YLSA yang terinfeksi virus. Harapan kami komputer Anda
  sudah bisa dibersihkan dengan baik. Sebagai langkah ke depan, kami
  telah melakukan pengaturan yang lebih baik sehingga keamanan situs
  SABDA.org lebih terjamin. Dengan demikian diharapkan kami telah
  meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya penyusupan lagi.

  Terlepas dari masalah penyusupan virus yang telah tertanggulangi
  tersebut, kami juga menginformasikan bahwa situs SABDA.org telah
  memiliki wajah (tampilan) dan format baru yang lebih menarik. Dengan
  wajah baru SABDA.org ini Anda dapat melihat lebih jelas kekayaan
  informasi yang terdapat didalamnya. Lima tab menu utama di halaman
  tengah akan mengantar Anda menuju ke sumber-sumber (resources) yang
  dimiliki SABDA.org. Ditambah mesin pencari yang canggih akan membuat
  Anda serasa dimanjakan karena sekarang dengan mudah Anda bisa
  mencari bahan yang dibutuhkan. Pelayanan Yayasan Lembaga SABDA juga
  dapat lebih Anda kenal melalui empat bidang pelayanan yang disingkat
  BC, DL, DP, dan XC. Penjelasan tentang keempat bidang tersebut dapat
  Anda ketahui lebih jelas dengan mengunjungi Situs SABDA.org di
  alamat:
  ==> http://www.sabda.org/

                    SITUS TERBARU YLSA: SABDAspace

  Kabar gembira bagi para penulis blog Kristen (Christian bloggers)!
  Bulan Juli ini Yayasan Lembaga SABDA telah meluncurkan Situs
  SABDAspace sebagai wadah untuk orang-orang Kristen menuangkan
  pemikiran, ide, dan aspirasi yang dapat menggugah kebangunan di
  Indonesia; baik itu kebangunan dalam hal moral, etika, estetika,
  pengetahuan dan terutama kerohanian di Indonesia. Melalui situs ini
  selain bisa membuat blog pribadi, Anda juga bisa menulis/
  mengomentari artikel sesuai dengan topik-topik yang tersedia, yaitu
  Bahasa/Sastra, Kaum Muda, Kesaksian, Pengajaran/Guru, Penginjilan,
  Pribadi, dan Puisi. Mulailah menulis dan kirimkan karya Anda ke
  situs penyedia blog gratis, SABDAspace!
  ==>  http://www.sabdaspace.org/


                   ========== SURAT ANDA ==========

  Dari: Robert <rrobert(at)>
  >Terima kasih untuk perhatiannya selama ini dengan adanya topik2
  >yang membantu dalam penggembalaan di tempat yang telah Tuhan
  >percayakan bagi kami.Kami berharap adanya topik2 lain yang langsung
  >berkaitan dengan kehidupan sehari hari GBU

  Redaksi:
  Terima kasih banyak untuk surat Anda. Selama ini kami mencoba
  memilih topik-topik secara berselang seling supaya bervariasi. Jika
  ada topik khusus (spesifik) yang Anda inginkan, silakan usulkan
  kepada kami untuk menjadi bahan pertimbangan ketika kami menyusun
  rencana topik tahun depan. Demikian jawaban dari kami, terima kasih
  banyak untuk perhatiannya. Tuhan memberkati pelayanan Saudara.

  Bagi pembaca e-Konsel yang lainnya, yang juga memiliki usulan topik-
  topik yang ingin disajikan di e-Konsel, silakan kirim ke :

                   <staf-konsel(at)sabda.org>

  Kami tunggu kiriman usulannya.


============================== e-KONSEL ==============================
                         STAF REDAKSI e-Konsel
                           Ratri, Evie, Raka
                    PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
                         Yayasan Lembaga SABDA
                     INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
                          Sistem Network I-KAN
                      Copyright(c) 2006 oleh YLSA
                      http://www.sabda.org/ylsa/
                       http://katalog.sabda.org/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                 No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda punya masalah/perlu konseling?        masalah-konsel(at)sabda.org
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat:               owner-i-kan-konsel(at)xc.org
  Berlangganan: subscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
  Berhenti    : unsubscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
  Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
  ARSIP       : http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
  Situs C3I   : http://www.sabda.org/c3i/
======================================================================

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org