______________________________e-JEMMi_________________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Ciri-Ciri Orang yang Dipenuhi Roh Kudus
SUMBER MISI: SABDA Alkitab
DOA BAGI MISI DUNIA: India, Burma
DOA BAGI INDONESIA: Gaya Hidup Sebagai Terang Misi
______________________________________________________________________
WHAT THE UNBELIEVER CALLS GOOD LUCK, THE BELIEVER CALLS GOD`S LOVE
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus hanya berada pada orang-orang
tertentu, yang merupakan pengecualian dari sekian banyak orang yang
dipilih Allah. Namun Allah, melalui para nabi-Nya, menubuatkan bahwa
saatnya akan datang Roh-Nya berada di antara umat Tuhan dari segala
bangsa. Nubuatan ini telah dipenuhi ketika Roh Kudus dicurahkan,
pertama kepada murid-murid Yesus dan kemudian kepada setiap orang
percaya, termasuk kita sekarang ini. Allah menginginkan agar setiap
orang percaya hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus, karena hanya dengan
demikian orang-orang percaya ini dapat menghasilkan buah-buah roh
yang akan menghasilkan karakter rohani yang memuliakan Tuhan. Nah,
supaya kita tidak diombang- ambingkan ajaran yang kurang sehat
tentang apa artinya dipenuhi Roh Kudus, maka edisi e-JEMMi minggu
ini akan membahas dengan jelas tentang ciri-ciri orang yang dipenuhi
oleh Roh Kudus. Harapan kami, Anda semua akan semakin dewasa dalam
Tuhan dan hidup dipenuhi oleh Roh Kudus. Selamat menyimak, Tuhan
Yesus memberkati.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
http://misi.sabda.org/
http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
CIRI-CIRI ORANG YANG DIPENUHI ROH KUDUS
Bagaimanakah ciri-ciri dari seseorang yang dipenuhi oleh Roh Kudus?
1. Taat pada Roh Kudus
Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang taat kepada-Nya
dengan sepenuh hati. Roh Kudus bukan "Coca-Cola", yang bila diisi
sampai penuh akan meluap. Roh Kudus itu Tuhan, Roh Kudus itu Oknum.
Hanya pada saat Oknum Allah menguasai oknum kita, kehendak-Nya
menguasai kehendak kita, kebenaran-Nya menguasai pikiran kita, cinta
kasih-Nya menguasai emosi kita, maka seluruh keberadaan kita akan
dipenuhi oleh-Nya karena kita taat. Itulah yang disebut dipenuhi Roh
Kudus.
Ketika Oknum Allah sudah berada di dalam kita dan menguasai diri
kita, pikiran kita tidak dibunuh. Tuhan tidak akan membuat pikiran
kita tidak berfungsi, sebaliknya Dia akan memimpin kita, hingga
kita menjadi begitu berpengetahuan dan bijaksana, yaitu pengetahuan
dan bijaksana yang sesuai dengan firman Tuhan. Lalu, cinta kasih
kita bukan lagi mencintai berdasarkan orang yang satu suku dan satu
bangsa dengan kita, yang kalau bukan sesuku atau sebangsa, maka kita
membencinya. Kita akan dipimpin hingga kita memunyai cinta kasih
dan kebencian yang sesuai dengan emosi Tuhan. Kita mencintai yang
dicintai Tuhan dan kita membenci yang dibenci-Nya. Kita tidak lagi
memedulikan apa suku atau warna kulit orang itu. Kita hanya tahu
yang dicintai Tuhan, itulah yang kita cintai, dan yang dibenci
Tuhan, itulah yang kita benci. Emosi kita sesuai dengan Tuhan.
Kehendak, pilihan, dan kemauan kita sesuai dengan arah
pimpinan-Nya. Seluruh keberadaan kita taat pada Roh Kudus yang
adalah Tuhan dan Pemimpin kita. Itulah yang disebut dipenuhi Roh
Kudus. Jangan mengambil jalan pintas, jangan mengambil fenomena,
gejala, atau jalan lain menjadi pengganti yang tidak sesuai dengan
prinsip Alkitab.
2. Hidup Kudus
Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang hidupnya telah
diubah oleh pengaruh Roh Kudus dan firman, sehingga dia menjadi
orang yang suka akan kekudusan. Karena dipenuhi Roh Kudus, dengan
sendirinya orang tersebut tidak menyukai hal yang palsu, yang tidak
benar, yang tidak suci, dan yang menyeleweng. Semua hal yang tidak
beres akan dia singkirkan. Karena Roh Kudus memenuhi dirinya, maka
tidak ada sesuatu yang tidak kudus boleh berada di dalam dirinya.
Hidup suci yang dimiliki oleh orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak
dapat ditiru, diimitasikan, dipalsukan, atau dibuat-buat. Suci
adalah suci. "Berbahagialah mereka yang suci hatinya, karena mereka
akan melihat Allah." (Matius 5:8)
Siapakah di antara kita yang suci? Tidak ada seorang pun yang suci
di hadapan Tuhan. Tetapi pada waktu Roh Kudus memenuhi hati kita,
paling tidak kita memunyai keinginan untuk menjalani hidup yang
suci. Sebelum kita mencapai kualitas kesucian di dalam segala
aspek, kita sudah memunyai keinginan yang sempurna. Bila kita mau
dibersihkan oleh Tuhan secara total, secara mutlak, dan mau
menyerahkan diri kepada-Nya, maka Dia akan memberikan kesucian pada
kita, hingga hidup kita memuliakan Dia. Komentar John Calvin
mengenai keinginan yang sempurna itu: "Orang suci bukanlah orang
yang tanpa dosa, tetapi seseorang yang memunyai kepekaan yang tinggi
terhadap dosa sekecil apapun." Sungguh suatu kalimat yang sangat
agung!
Pada tubuh kita terdapat bagian-bagian yang sangat kebal, sehingga
setelah terkena goresan atau tertusuk selama berapa detik, masih
belum terasa sakitnya. Ada bagian yang bila terkena api tidak
langsung terasa panas. Namun, ada juga bagian yang bila tersentuh
sedikit saja sudah langsung terasa karena saraf pada bagian itu
sangat peka. Bila tangan kita terkena pasir, bahkan sampai seluruh
tangan kita kotor pun tidak menjadi masalah. Tapi, coba sedikit
saja debu pasir masuk ke mata kita, tentu kita akan langsung
berteriak. Kita tidak akan tahan karena mata merupakan bagian yang
sangat peka. Orang suci adalah orang yang memunyai kepekaan besar
terhadap dosa yang sekecil apapun. Seseorang yang dipenuhi Roh Kudus
itu sangat peka. Sedikit ketidakberesan, ketidaksucian, atau
motivasi yang sedikit kurang benar, akan langsung ditegurnya. Karena
kita tidak mau dan hati nurani kita juga tidak menginginkan adanya
pemalsuan, kecurangan, penyelewengan, atau ketidakjujuran sedikit
pun.
Kesucian yang disertai penyerahan total membuktikan orang itu sudah
dipenuhi Roh Kudus. Namun, tidak berarti dia sudah luput dari semua
dosa. Jangan percaya pada orang yang mengatakan, "Saya sudah
dipenuhi Roh Kudus, sebab itu saya mencapai satu taraf di mana saya
tidak mungkin berdosa lagi." Stuck datang dari Autralia ke
Nongkojajar, Indonesia, untuk memberikan ajaran bahwa dirinya sudah
suci, tidak bisa berdosa lagi. Sampai gurunya datang menegur dia,
barulah dia bertobat dan mengaku dirinya salah. Tetapi, orang-orang
di Indonesia sudah terlanjur banyak yang dipengaruhi olehnya.
Sunsight, di California, berbicara banyak tentang Roh Kudus dan
kedatangan Kristus. Ia mengatakan bahwa dia sudah mendapat satu
pengertian, di mana wahyu Tuhan berkata kepadanya, "Yesus akan
datang sebelum dia mati, sehingga dia tidak perlu mati. Dia akan
langsung bertemu dengan-Nya pada waktu Dia datang dan mengangkat
dirinya." Nyatanya, tak lama kemudian dia mati. Semua itu
menunjukkan pengertian yang berlebihan. Mereka telah tertipu oleh
setan, tetapi mungkin mereka tidak sadar. Meski mereka kelihatan
rohani sekali, hebat sekali, atau suci sekali, tapi sebenarnya
mereka sudah keluar dari kebenaran Alkitab.
Mungkinkah manusia mencabut akar dosa sampai tidak mungkin berdosa
lagi selama hidupnya? Tidak! Kita masih mungkin berbuat dosa, masih
mungkin kurang suci, tetapi kita memunyai keinginan untuk
sepenuhnya dikuasai oleh Tuhan yang suci. Itulah kesempurnaan di
dalam motivasi kita. Itulah kesempurnaan kualitas sebelum kita
mencapai kesempurnaan kuantitas, dan itulah tanda orang dipenuhi
Roh Kudus.
3. Menjunjung Tinggi Firman
Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang menjunjung tinggi
Alkitab dan tidak akan memperdebatkannya. Ketika Alkitab sudah
berbicara, dia akan berhenti. Di antara pengertian yang
berbeda-beda, di antara ajaran yang simpang siur, dan doktrin yang
berbeda-beda tekanannya, mari kita kembali kepada Alkitab. Biarlah
Alkitab yang memberikan pengertian yang seimbang dan stabil
berdasarkan seluruh firman yang sudah dicetak, yang sudah diberikan
kepada kita. Dengan pengertian yang harmonis itulah kita tahu ada
jawaban dalam Alkitab. Lalu kita bungkam, berhenti, dan tidak
mendebatnya karena Alkitab adalah otoritas tertinggi. Jangan
menambahkan isi Alkitab dengan konsili-konsili, atau
doktrin-doktrin, atau tradisi-tradisi yang ada di dalam buku
manusia. Yesus berkata, "Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,
padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Sedangkan ajaran yang mereka
ajarkan ialah perintah manusia." Bila pada suatu hari kita menemukan
buku teologi apapun, yang mengemukakan doktrin yang memberi peluang
untuk memperbaiki Alkitab, kita harus meninggalkan buku tersebut dan
kembali kepada Alkitab. Bila suatu saat kita menemukan hal-hal yang
belum dikatakan dengan jelas dalam khotbah yang disampaikan, bahkan
oleh pengkhotbah yang kita sukai sekalipun, kembalilah kepada
Alkitab, bukan kepada khotbah tersebut.
Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang hatinya dipenuhi
dengan firman dan segala hikmat Tuhan yang tersimpan di dalam
kekayaan firman-Nya. Jadi, Roh Kudus dan firman tidak bisa
dipisahkan karena Roh Kudus adalah Roh kebenaran. Orang yang
menyebut diri mengabarkan kebenaran, tapi tidak menitikberatkan Roh
Kudus dan pimpinan-Nya, adalah omong kosong belaka. Orang yang
mengaku diri dipenuhi Roh Kudus, tetapi berita yang disampaikan
tidak sesuai dengan firman, itu pun omong kosong. Orang yang
dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang menitikberatkan kehendak dan
pimpinan Roh Kudus atas dirinya serta menyampaikan berita yang
sesuai dengan Alkitab. Kedua hal ini menjadi satu. Ketika dia
memberitakan, Roh mengurapi, karena itu berita yang dia sampaikan
menjadi jelas sesuai dengan Alkitab.
4. Memberitakan Injil
Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang mementingkan Injil
dan pengabarannya. Untuk itulah Roh Kudus diturunkan ke dunia. Roh
Kudus diberikan untuk memuliakan Kristus. Bapa mengirim Roh Kudus
untuk memuliakan Anak, karena Anak pernah dipermalukan, dihina,
diejek, difitnah, diumpat, dijual, dihakimi secara tidak adil,
bahkan akhirnya dipaku di kayu salib. Keadaan pernah dipermalukan
itu perlu dinormalisasi, dipulihkan kembali, karena semua itu tidak
seharusnya diterima oleh Anak. Siapa yang mengerjakan semua itu? Roh
Kudus. Roh Kudus akan membawa Anak kembali pada kemuliaan asli yang
ada pada-Nya; mengembalikan kemuliaan Kristus. Yesus berkata,
"Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika Aku tidak pergi,
maka Penghibur itu tidak akan datang kepadamu. Jika Roh Kudus
datang, Dia akan memuliakan Aku" (Yohanes 16:13-14). Jadi, Roh
Kuduslah yang akan mempermuliakan Kristus.
Bagaimana kita mengetahui Roh Kudus bekerja dengan hebat di dalam
satu kebaktian? Tatkala Yesus ditinggikan, dosa dinyatakan, dan
orang mulai ditegur dosanya, lalu bertobat dan kembali kepada
Kristus. Saat itulah kita melihat Roh Kudus bekerja. Yang membuat
semua kemungkinan ini terjadi adalah bila pengkhotbahnya
mengutamakan kematian dan kebangkitan Kristus, meninggikan Kristus,
dan memberitakan Injil-Nya. Ketaatan pengkhotbah itulah yang membuat
Roh Kudus mengurapi, mendampingi, menyertai, dan memenuhi kebaktian
yang dipimpinnya. Itu yang disebut kepenuhan Roh Kudus. Dengan
motivasi memuliakan Kristus, menjunjung tinggi Kristus yang pernah
dihina, disalib, dan akhirnya dibangkitkan kembali, Roh Kudus pasti
mengurapi dan memimpin kebaktian yang dipimpinnya. Kalau seseorang
menjunjung tinggi Kristus dalam sepanjang hidupnya, berarti dia
terus-menerus menyatakan diri dipenuhi Roh Kudus, dan saat dirinya
dipenuhi Roh Kudus, dia kembali meninggikan Kristus.
5. Berani Menjalankan Kehendak Allah
Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang berani, yang tidak
takut menjalankan kehendak Allah. Sebelum seseorang dipenuhi Roh
Kudus, dia merasa terkejut dan takut ketika melihat
penganiaya-penganiaya mendekati dirinya. Seperti murid-murid Yesus
Kristus yang mengunci semua pintu karena takut. Tetapi setelah
mereka dipenuhi Roh Kudus, mereka justru membongkar pintu, membuang
kunci, dan pergi ke mana saja, tanpa merisaukan apakah masih dapat
pulang atau tidak. Kira-kira 26 tahun yang lalu, saya pernah
mendengar kalimat senada dari seseorang, "Saya sering pergi ke Eropa
Timur. Pada waktu itu, komunisme di Rusia begitu kejam, KGB
menangkap dan menganiaya semua orang yang mengabarkan Injil."
Ketika saya berada di Rusia, seorang pendeta bercerita bahwa mereka
yang berada di kota Minsk ini mendapat penganiayaan secara halus.
Maksudnya, KGB selalu menyiarkan di TV, bahwa orang Kristen Injili
bukanlah orang yang beragama Kristen. Mereka adalah bidat di dalam
kekristenan, kadang-kadang mereka membunuh anak-anak kecil. Jadi,
penganiayaan tidak dijalankan dengan menangkap, memukul, dan
memenjarakan hamba-hamba Tuhan. Penganiayaan dilakukan dengan
memberikan topi dan kalimat-kalimat yang membuat rakyat membenci dan
meninggalkan orang Kristen. Mereka diisukan sebagai orang yang
paling kejam, tidak berperikemanusiaan, bahkan sampai membunuh
anak-anak, dan diisukan bukan sebagai orang Kristen yang sejati.
Sebab itu, sulit sekali bagi mereka untuk mengabarkan Injil karena
orang-orang tidak percaya. Itulah yang dimaksud dengan penganiayaan
secara halus.
Orang yang dipenuhi Roh Kudus memunyai keberanian. Yang tadinya
takut mati sekarang tidak, yang tadinya malu sekarang tidak, yang
tadinya takut dilawan sekarang tidak, yang tadinya takut kehilangan
pangsa pasar sekarang tidak. Dia tahu bahwa dia sedang menjalankan
kebenaran. Petrus pernah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali dengan
berkata, "Aku tidak mengenal Dia." Itulah mulut manusia, mulut yang
baru saja mengaku, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang Hidup."
Mengapa kalimat seperti itu bisa keluar dari Petrus? Bukankah dia
pendeta besar, rasul yang paling penting, bahkan kepala rasul,
kardinal, dan uskup dari kedua belas rasul? Mengapa Petrus sampai
berani mengatakan ia tidak mengenal Kristus? Itulah manusia. Kalau
untuk mendapat untung, dia pasti segera mengatakan "ya". Tetapi,
kalau rugi, pasti menjawab "tidak". Pada saat keadaan kebebasan
beragama dijamin, maka orang akan mengumumkan dirinya sebagai orang
Kristen. Tetapi kalau Pancasila sudah tidak berlaku, kalau
kekristenan akan dibasmi, kalau musuh orang Kristen datang untuk
menangkap semua orang Kristen, mereka segera beralih mengaku diri
sebagai orang yang memeluk agama lain, bukan orang Kristen. Itulah
manusia, tak peduli apakah dia adalah uskup dunia.
Petrus adalah kepala rasul atau pemimpin agama. Waktu keuntungan
datang, semua mengikut Yesus. Waktu kerugian datang, salib dibuang,
Alkitab dibuang, berubah menjadi orang yang tidak berani mengaku
dirinya sebagai orang yang mengenal Yesus. Yesus tidak menegur
Petrus, tetapi memandangnya dengan pandangan yang penuh kemurahan,
seolah berkata, "Ingatlah, Aku sudah tahu semua tentang hidupmu,
tentang dagingmu yang lemah, karena kau belum dipenuhi Roh Kudus."
Setelah dipenuhi Roh Kudus, Petrus berubah. Ketika dia ditangkap dan
diancam akan dianiaya, ketika dia disuruh berhenti dan dilarang
mengabarkan Injil, dia menjawab, "Silakan kamu putuskan sendiri
manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat
kepada Allah? Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata
tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
Keberanian yang sekarang Petrus miliki adalah keberanian demi Injil,
dia tidak lagi memperhitungkan untung rugi dan mati hidup dirinya
sendiri.
Saya mengenal banyak orang Kristen yang tadinya sangat pemalu dan
penakut. Tapi sekarang, tiap-tiap hari mereka membagikan traktat
dan mendoakan orang sakit. Saya tahu orang seperti itu telah
dipenuhi Roh Kudus. Saya percaya orang yang dipenuhi Roh Kudus
adalah orang yang memunyai keberanian, cinta kasih, kesungguhan
untuk melayani, dan selalu siap memuliakan Allah. Meskipun dia
begitu sibuk, dia tetap bisa melayani karena telah dipenuhi Roh
Kudus. Oleh sebab itu, dia tidak merasa malu. Diejek pun tidak
menjadi masalah baginya.
Ibu saya menjadi janda pada umur 33 tahun. Saat itu dia berlutut dan
berdoa, berjanji seumur hidup tidak akan menikah lagi. Ia bertekad
membesarkan kedelapan anak yang telah Tuhan berikan kepadanya. Pada
zaman Jepang menjajah Indonesia, sangat tidak gampang mencari makan.
Selain menjadi ibu, ia harus merangkap menjadi bapak. Memang berat
baginya, tetapi dia masih memunyai waktu 1 hari dalam seminggu untuk
berpuasa. Dan selama berpuluh-puluh tahun, dengan mengenakan baju
putih, ia menyisihkan 1 hari dalam seminggu, meninggalkan semua
pekerjaan dan keluarganya untuk pergi mengabarkan Injil. "Mengapa
setiap pergi Ibu selalu membawa bungkusan?" Saya bertanya karena
saya merasa keluarga kami sendiri kekurangan. Jawabnya, "Ketika saya
membesuk, saya menemukan banyak orang yang lebih miskin dari kita,
maka saya memberikan sedikit beras dan gula kepada mereka." Orang
yang dipenuhi Roh Kudus dipenuhi oleh keberanian dan cinta kasih
terhadap sesama.
6. Menghasilkan Buah Roh
Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang menghasilkan buah
Roh. Menghasilkan buah Roh Kudus adalah bukti atau fakta yang tidak
bisa dipalsukan. Alkitab mengatakan, "... dari buahnyalah kamu akan
mengenal mereka" (Matius 7:20). Kalau sebatang pohon disebut pohon
ara, tentunya tidak akan membuahkan semak duri, bukan? Bisakah kita
menemukan buah ara di semak duri, bisakah kita menemukan buah anggur
di atas semak? Tidak mungkin. Semak menghasilkan semak, durian
menghasilkan durian, semangka menghasilkan semangka, anggur
menghasilkan anggur, tetapi semak duri tidak akan menghasilkan buah
mangga. Roh Kudus memenuhi seseorang, maka orang itu akan menyatakan
hidup dengan etika yang baru, yaitu etika dari Roh Kudus. Hal ini
tidak bisa dipalsukan. Bukan saja demikian, orang yang dipenuhi Roh
Kudus adalah orang yang penuh dengan cinta kasih Allah. Dengan cinta
kasih yang memenuhi hatinya itulah dia tahu bagaimana
membagi-bagikan anugerah surgawi, anugerah untuk hidup di dunia, dan
anugerah yang cukup untuk tiap-tiap hari kepada orang lain.
Orang yang dipenuhi Roh Kudus, tidak akan melalui hidupnya dengan
hanya memikirkan dirinya sendiri. Roh Kudus akan menolong dia
meninggalkan hidup yang berpusat pada diri sendiri dan menerima
hidup yang berpusat pada kemuliaan Tuhan. Roh Kudus tidak akan
memperbolehkan seseorang hidup bagi dirinya sendiri, karena kasih
Kristus akan mendorongnya, sehingga dia mau hidup bagi Dia yang
sudah mati dan bangkit baginya. Siapakah yang melakukan hal itu? Roh
Kudus. Paulus di dalam Filipi 2:13 berkata, "karena Allahlah yang
mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut
kerelaan-Nya." Allah yang bekerja di dalam diri kita adalah Allah
Oknum ketiga Tritunggal, Roh Kudus. Dia berada dalam diri seseorang
dan membuat cinta kasih yang tadinya tidak mungkin kita miliki,
menjadi mungkin. Kasih memenuhi hati kita. Bukan saja demikian, Roma
5:5-6 mengatakan bahwa pada waktu kita berada dalam sengsara dan
penderitaan, Roh Kudus mencurahkan sesuatu secara merata dalam hati
kita. Apa yang dicurahkan? Cinta kasih Allah. Ketika Roh memenuhi
seseorang, maka cinta kasih Allah akan memenuhi hatinya. Tatkala Roh
memenuhi seseorang, dia tidak akan digoyahkan oleh penderitaan,
siksaan, sengsara, kematian, dan kesulitan duniawi karena cinta
kasih Allah dicurahkan merata di dalam hatinya. Dengan cinta kasih
itulah dia mengatasi segala penderitaan dan kesulitan.
Itulah ciri-ciri orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Alkitab
memberikan prinsip-prinsip yang jauh berbeda dari apa yang sering
dikumandangkan pada zaman ini. Hendaknya kita lebih waspada dan
cermat menguji setiap roh, sehingga kita tidak terjerumus ke dalam
ajaran-ajaran yang tidak benar.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Roh Kudus, Doa, dan Kebangunan
Penulis: Pdt. Dr. Stephen Tong
Penerbit: Lembaga Reformed Injili Indonesia, Jakarta 1995
Halaman: 99 -- 110
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
SABDA ALKITAB
==> http://alkitab.sabda.org/
Jika Anda ingin menggali ayat-ayat Alkitab dengan teliti dan
mendalam, atau ingin mempersiapkan bahan pelajaran Alkitab namun
tidak memiliki bahan-bahan dan alat-alat biblika yang lengkap, situs
SABDA Alkitab dapat menjadi salah satu alternatif bagi Anda untuk
mempelajari Alkitab. Situs ini berisi bahan-bahan biblika seperti
Tafsiran Alkitab, Catatan Kaki, Referensi Silang, Kamus Alkitab, dan
Sistem Studi Peta. Terdapat pula bahan-bahan pendukung lain seperti
Sistem Studi Kata, Biblical Arts (karya seni yang berhubungan dengan
Alkitab), Hymns (lagu-lagu himne), Artikel Teologi, Ilustrasi
Khotbah, Alkitab Audio, dan sebagainya. Keseluruhan bahan tersebut
terintegrasi dalam sebuah sistem komputasi biblika (biblical
computation system) dan menjadi alat bantu yang luar biasa untuk
mempelajari dan mendalami Alkitab. Selamat menjelajahinya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
I N D I A
Kelompok ekstrimis agama mayoritas India menawarkan uang, makanan,
dan minuman beralkohol kepada setiap orang yang membunuh orang
Kristen dan menghancurkan rumah mereka. Partai komunis India
memperkirakan lebih dari lima ratus orang Kristen telah dibunuh oleh
gerombolan ekstrimis di Orissa sejak akhir Agustus. Jumlah tersebut
dua belas kali lebih banyak daripada klaim pemerintah bahwa yang
dibunuh hanya berjumlah empat puluh orang. Tetapi sekarang jumlahnya
bahkan lebih tinggi -- kepala para pendeta dihargai dengan sejumlah
uang.
FR, ketua organisasi Kabar Baik India, mengatakan bahwa kaum
militan mayoritas sedang menjadikan para pemimpin Kristen target
mereka, seperti yang dilaporkan Christian Post. Harga yang
diberikan untuk membunuh seorang pendeta adalah Rp 2,5 juta. FR,
ketua beberapa rumah yatim di Orissa, mengatakan bahwa ia telah
menolong 25 pendeta meninggalkan kamp pengungsi, tetapi 250
pemimpin Kristen masih dalam perlindungan. "Semua pendeta adalah
target yang bernilai tinggi, kita harus mengeluarkan mereka dari
kamp pengungsian."
Seorang juru bicara Christian Council berkata, "Orang-orang ditawari
upah untuk membunuh dan menghancurkan gereja-gereja dan harta milik
orang-orang Kristen. Mereka ditawari minuman keras impor dan
senjata. Mereka diberikan bensin dan minyak tanah." Mari berdoa bagi
orang-orang Kristen di Orissa dan yang menganiaya mereka.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama buletin: Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Mei -- Juni 2009
Penulis: Tim KDP
Penerbit: Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman: 10
Pokok doa:
* Doakan untuk pendeta-pendeta dan keluarganya yang hidup dalam
tekanan kaum ektrimis di India, agar Tuhan memberi kekuatan dan
ketabahan kepada mereka. Doakan juga agar mereka tidak berhenti
berpengharapan pada Tuhan.
* Doakan agar pemerintah India menerapkan keadilan untuk menjaga
keselamatan orang-orang percaya yang sering mendapat ancaman dan
tekanan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
B U R M A
Pihak yang berwenang semakin membatasi kegiatan kekristenan di
ibu kota negara, Rangoon, dan daerah sekitarnya. Beberapa gereja pun
ditutup. Perintah pembatasan tersebut dikeluarkan pada 5 Januari
2009 dan telah memaksa sejumlah besar persekutuan Kristen di
rumah-rumah atau apartemen menghentikan kegiatannya. Para pejabat
yang berwenang telah memerintahkan beberapa gereja besar di Rangoon
untuk menghentikan kegiatan ibadah dan melarang pertemuan-pertemuan
yang menggunakan fasilitas tanpa izin.
Pada akhir tahun 1990-an, pihak yang berwenang berhenti
mengeluarkan izin pembelian tanah bagi pembangunan gereja baru.
Menurut kantor berita Mizzima, Burma, hal ini mengakibatkan banyak
orang Kristen Burma mengadakan kegiatan ibadah dengan menyewa
gedung apartemen dan perkantoran. Kyauktada Township Peace dan
Development Council, pada tanggal 5 Januari, mengundang pendeta dari
seratus lebih gereja yang ada di Rangoon. Dalam pertemuan tersebut,
para pendeta diminta untuk menandatangani dokumen perjanjian
penghentian kegiatan kekristenan di gereja mereka. Sekitar lima
puluh pendeta hadir, kata Mizzima. Dokumen itu berisikan ancaman
hukuman, termasuk kurungan dan penyegelan fasilitas gereja bagi
pendeta yang menolak mematuhi perintah penutupan. Mizzima mengutip
seorang Kristen yang menyatakan bahwa 80 persen gereja di Rangoon
terkena dampak dari perintah ini.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama buletin: Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Edisi Juni -- Juli 2009
Penulis: Tim KDP
Penerbit: Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya
Halaman: 10
Pokok doa:
* Berdoalah agar Tuhan melembutkan hati pemerintah Burma untuk takut
akan Tuhan, dan memberikan kebebasan kepada orang Kristen untuk
mengadakan kegiatan ibadah.
* Ditantang dengan berbagai ancaman, biarlah gereja Tuhan di Burma
tetap kuat dalam iman dan setia serta percaya bahwa Tuhan pasti
akan membuka jalan bagi masalah mereka.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
GAYA HIDUP SEBAGAI TERANG MISI
Banyak orang percaya yang masih salah mengerti mengenai pelayanan
misi. Sering kali, mereka berpendapat bahwa pelayanan misi itu harus
dilakukan dengan cara misi sosial, proklamasi Injil, dan
membagi-bagi traktat serta brosur. Padahal, misi bukan hanya
berbicara soal berita atau misi sosial, tetapi juga berbicara soal
misi etika dalam kehidupan orang percaya. Tujuan dari misi Allah
adalah kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah diakui melalui gaya hidup
yang memancarkan kasih Kristus, sehingga orang berdosa kembali ke
jalan yang benar. Kemuliaan Allah mendapat tempat tertinggi lebih
dari segala pujian dan penyembahan mana pun apabila ada seorang yang
berdosa bertobat. Ada begitu banyak malaikat di surga yang
bersukacita dan memuji Allah ketika seorang berdosa bertobat.
Sukacita dan pujian ini melebihi sukacita dan penyembahan dari
orang-orang yang tidak memerlukan pertobatan karena mereka sudah
hidup dalam Kristus. Oleh sebab itu, sebagai orang percaya, kita
harus menyadari pentingnya misi etika, yakni melaksanakan misi Allah
melalui kata dan perbuatan kita yang sesuai dengan firman Allah.
Karena kata dan perbuatan yang mulia membawa pujian dan penyembahan
yang lebih besar apabila ada orang berdosa kembali ke jalan-Nya.
Hidup kita ini bagaikan sebuah cermin, yang apabila kita melihat
cermin yang memancarkan kemuliaan Allah, pada cermin rohani, kita
melihat terang Kristus pada diri kita. Hidupku bukan aku lagi,
melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Misi, Diskusi dan Doa
Penulis: Dr. Makmur Halim
Penerbit: Gandum Mas, Malang 2000
Halaman: 18 -- 20
POKOK DOA:
1. Berdoalah meminta Roh Tuhan menguasai hidup setiap orang percaya
di Indonesia, agar gaya hidup, kata-kata, dan perbuatan mereka
memancarkan kasih Kristus dan membawa pertobatan bagi orang lain.
2. Mengucapsyukurlah bagi setiap orang yang bertobat kepada Yesus
melalui kata-kata dan perbuatan seseorang yang sudah hidup dalam
Kristus. Doakanlah agar ia juga menjadi misionaris melalui
kata-kata dan perbuatannya bagi orang yang lain.
3. Doakanlah bagi mereka yang tersandung oleh kata-kata dan
perbuatan orang Kristen yang tidak memuliakan Allah, agar mereka
juga beroleh kesempatan lain untuk melihat gaya hidup orang
percaya yang memuliakan nama Tuhan.
4. Berdoalah bagi para misionaris yang melayani di Indonesia agar
mereka dapat membawa kasih Allah dan terang pengharapan Kristus
bagi orang-orang berdosa, dan bukan membawa budaya Barat ke
ladang misi.
5. Berdoalah agar gaya hidup para misionaris di Indonesia yang
sedang melayani di ladang-ladang misi, dapat dikendalikan dan
dipimpin oleh Roh Kudus untuk menjadi terang dan berkat bagi
orang yang belum percaya.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2009 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|