______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI
EDITORIAL
ARTIKEL MISI: Siapakah Roh Kudus Itu?
SUMBER MISI: PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen)
DOA BAGI MISI DUNIA: Irlandia, Ukraina
DOA BAGI INDONESIA: Buruknya Fasilitas Perpustakaan Sekolah
______________________________________________________________________
THERE IS NO STAIN OF SIN
THAT CHRIST`S CLEANSING POWER CAN NOT REMOVE
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Roh Kudus bukan saja seorang Pribadi, tapi Ia adalah Pribadi ketiga
dari Trinitas, setara dengan Allah Bapa dan Allah Anak. Namun,
banyak orang Kristen beranggapan bahwa Roh Kudus itu hanyalah
kekuatan tak berwujud/suatu pengaruh (semacam kekuatan listrik), dan
bukan seorang Pribadi. Konsep ini keliru. Roh Kudus adalah Pribadi,
yang memiliki otoritas dan kuasa yang luar biasa untuk menolong
orang Kristen menerima keselamatan dan menuntun kita ke dalam
kebenaran firman-Nya.
Nah, untuk mengetahui siapa Roh Kudus itu, apa peranan-Nya, apa
hubungan-Nya dengan misi, serta bagaimana Roh Kudus bekerja dalam
hati kita, maka setelah merayakan Hari Pentakosta minggu yang lalu,
e-JEMMi, secara berturut-turut selama bulan Juni ini, akan membahas
tentang Roh Kudus. Meskipun merupakan pokok bahasan yang tidak mudah
untuk dipahami, tapi kami percaya, dengan pertolongan-Nya, kita akan
dimampukan untuk mengenal Roh Kudus dengan benar.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
http://misi.sabda.org/
http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
SIAPAKAH ROH KUDUS ITU?
Dari antara semua pokok ajaran Kristen, tak satu pun yang akan
membingungkan Anda selain pembahasan mengenai Roh Kudus. Pada saat
saya membuka halaman pertama Alkitab dan membaca mengenai Roh Kudus,
saya segera mengerti bahwa saya mengalami kesulitan. Pertama, saya
telah banyak mendengar bahwa roh-roh itu tidak benar-benar ada.
Mereka hanyalah hasil rekaman orang-orang dewasa untuk
menakut-nakuti anak-anak kecil supaya mereka patuh. Kemudian, saya
juga belum pernah mendengar tentang roh yang berpihak kepada
orang-orang yang baik. Dalam cerita-cerita yang dikisahkan pada
malam hari kepada saya ketika saya masih muda, misalnya bila saya
dan anak-anak lain duduk di sekitar api unggun pada waktu kemping,
roh-roh selalu berperan sebagai tokoh-tokoh jahat. Jelasnya,
bercerita tentang roh-roh hanya memiliki satu maksud, yakni untuk
menakut-nakuti orang.
Dengan latar belakang pengenalan akan kisah-kisah tentang roh-roh
seperti di atas, tidak mengherankan jikalau orang-orang yang baru
menjadi Kristen mengalami kesulitan memahami Roh yang
sungguh-sungguh ada dan bahkan yang suci. Terjemahan Alkitab bahasa
Indonesia menyebut Roh itu sebagai Roh Kudus. Kata Yunani "pneuma"
untuk menyatakan Roh tidak banyak menyumbangkan pengertian yang
jelas karena kata itu hanya berarti "angin" atau "napas". Tetapi
kata Roh rupanya lebih dapat diterima dalam generasi kita ini. Kita
harus membedakan antara zat dan roh. Kita sendiri terdiri dari kedua
unsur ini, yakni tubuh (zat) dan roh. Tubuh adalah tempat kediaman
roh kita. Bagian tubuh jasmani kita makin lama makin tua, lemah, dan
rusak, lalu kelak akan mati. Tetapi bagian dari kita yang bersifat
roh akan hidup untuk selama-lamanya. Inilah yang disebut kekekalan.
Alkitab berkata bahwa "Allah itu Roh". Itu berarti, Allah tidak
memunyai tubuh jasmani. Karena Dia adalah Roh, maka Dia tidak
dibatasi oleh satu tempat tertentu, melainkan Dia bisa hadir di
mana-mana. Dalam istilah teologi, ini disebut sebagai Mahahadir.
Ketika Yesus kembali ke surga setelah kebangkitan-Nya, Ia berjanji
kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan mengirimkan Roh Kudus yang akan
tinggal di dalam diri mereka dan bahwa Roh itu akan menjadi Guru,
Pemimpin, dan Sahabat mereka. Selanjutnya dijanjikan juga, saat
turun ke atas mereka, Roh Kudus akan mengaruniakan kemampuan untuk
menyaksikan tentang Yesus kepada setiap orang. "Tetapi kamu akan
menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan
menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan
sampai ke ujung bumi" (Kisah Para Rasul 1:8).
Sementara Anda bersekutu dengan orang-orang Kristen yang memunyai
latar belakang gereja yang berbeda-beda, Anda akan melihat perbedaan
pendapat tentang Roh Kudus dan pelayanan-Nya. Perjanjian Baru
menggunakan berbagai ungkapan untuk menggambarkan kegiatan Roh Kudus
itu. Ada pembicaraan mengenai "dibaptiskan" dengan Roh Kudus.
Sebagian orang-orang Kristen percaya bahwa istilah-istilah ini
hanyalah cara pengungkapan yang berbeda-beda mengenai pelayanan
utama dari Roh itu kepada orang-orang Kristen. Orang-orang lain
mengajarkan bahwa istilah-istilah tadi menggambarkan
tingkat-tingkat pelayanan yang berbeda-beda dari Roh Kudus itu
kepada kita. Kelak, permasalahan ini pasti ingin Anda pelajari
secara mendalam bagi diri Anda sendiri. Tetapi untuk sekarang,
haruslah Anda ketahui bahwa Roh Kudus sungguh-sungguh diam di dalam
diri Anda, dan Ia akan menguatkan dan memampukan Anda menjalani
kehidupan yang berkenan kepada Allah. Barangkali Anda ingin
merenungkan dan mempelajari ayat-ayat firman Allah yang berhubungan
dengan kebenaran-kebenaran tentang Roh Kudus, Anda dapat membacanya
dalam Yohanes 14:16-17; 15:26, Kisah Para Rasul 1:5, 7, 8; 4:31,
atau 1 Korintus 12:13.
Suka Menerima Hadiah
Setiap orang suka menerima hadiah, tidak terkecuali orang-orang
Kristen. Dari pemberian seseorang, kita mengetahui banyak mengenai
siapa pemberi itu. Hadiah-hadiah biasanya menyatakan kasih,
kemurahan hati, pengertian, maupun perhatian pada pihak pemberi.
Alkitab berbicara mengenai hadiah-hadiah atau karunia-karunia yang
diberikan oleh Roh Kudus kepada kita. Karunia-karunia tidak berwujud
hadiah bendawi, melainkan berwujud talenta atau kemampuan yang
diberikan oleh Roh Kudus agar kita mampu berbakti dan melayani Allah
dengan berhasil. Apa sajakah karunia-karunia itu? Dalam Perjanjian
Baru, Paulus memaparkan karunia-karunia itu di berbagai bagian
tulisannya. Ada baiknya kita membaca ayat-ayat berikut dengan
saksama, kemudian menyusun karunia-karunia tersebut dalam sebuah
daftar.
"Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota,
tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian
juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus
tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang
lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut
kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu
adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman
kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika
karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk
menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan
sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa
yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin, siapa
yang menunjukkan kemurahan hendaklah ia melakukannya dengan
sukacita" (Roma 12:4-8).
"Ada rupa-rupa kurunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa
pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan
ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam
semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan
Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh
memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang
lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan
pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan
kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada
yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan
kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk membedakan
bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk
berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan
karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini
dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia
kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya"
(1 Korintus 12:4-11).
"Itulah sebabnya kata nas: `Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia
membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada
manusia.` Bukankah `Ia telah naik` berarti bahwa Ia juga telah turun
ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang
telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhkan
segala sesuatu. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun
nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan
pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi
pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita
semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar
tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang
sesuai dengan kepenuhan Kristus" (Efesus 4:8-13).
Jelaslah, daftar yang diberikan oleh Paulus di atas bukanlah
dimaksudkan untuk mengungkapkan semua karunia yang ada, tetapi untuk
menggambarkan betapa banyaknya corak karunia-karunia yang disediakan
Tuhan bagi orang-orang percaya dalam gereja. Dengan membandingkan
bagian-bagian Alkitab ini, dapatlah kita membuat suatu daftar
sebagai contoh yang saksama mengenai semua karunia yang ada. Memang
ada bermacam-macam cara untuk menggolongkan karunia-karunia ini.
Cara yang berikut barangkali dapat menolong kita.
1. Karunia-karunia yang diperlukan untuk kepemimpinan rohani dalam
gereja. Di sini Paulus menyebutkan berbagai bidang kepemimpinan,
yakni: pendeta, pengabar Injil, nabi, guru, dan administrator.
2. Karunia-karunia untuk melaksanakan pelayanan rohani kepada
orang-orang lain. Karunia-karunia ini diperlukan untuk melayani
orang-orang sakit, miskin, kecil hati, atau kecewa.
3. Karunia-karunia untuk membangun diri sendiri secara rohani.
Karunia-karunia ini adalah karunia iman, berkata-kata dengan
bahasa roh, menafsirkan bahasa roh, dan pengertian rohani.
(1 Korintus 14:6-25).
Jadi, kita dapat melihat bahwa Roh Kudus telah menyediakan segala
sumber yang perlu untuk menyatakan firman Allah, baik kepada gereja
maupun kepada dunia luar. Pertanyaan penting yang kedua ialah, dalam
gambaran tersebut, di manakah tempat Anda? Dengan perkataan lain,
bagaimana kita dapat memperoleh karunia-karunia ini? Jelas sekali,
bahwa Roh Kudus tidaklah memberikan semua jenis karunia kepada satu
orang, tetapi setiap orang Kristen diberi-Nya paling sedikit sebuah
karunia. Jelaslah bahwa kita tidak mendapat karunia-karunia Roh itu
dengan cara menginginkannya, memintanya dengan sangat, atau pun
berusaha untuk memperolehnya. Kata Paulus, karunia-karunia itu
diberikan oleh Roh Kudus menurut kerelaan-Nya sendiri atau "seperti
yang dikehendaki-Nya" (1 Korintus 12:11) atau kepada siapa saja yang
dikehendaki-Nya. Itulah sebabnya karunia-karunia itu disebut
pemberian atau hadiah. Hadiah-hadiah memang diberikan, bukan
merupakan hasil dari usaha atau pekerjaan bilamana kita memenuhi
syarat-syarat. Kalau tidak demikian, maka itu bukan lagi hadiah.
Yang Harus Dihindari
Ada dua kekeliruan yang harus kita hindari ketika memikirkan
karunia-karunia Roh. Yang pertama ialah kekeliruan dalam mana kita
sangat menginginkan karunia-karunia rohani yang paling menakjubkan
seperti yang dimiliki oleh orang-orang lain. Rasul Paulus dengan
tegas memberi peringatan dalam hal ini. Sering kali, saya
menginginkan memiliki karunia dalam bidang musik maupun berceramah
secara hebat. Dan bahkan yang lebih hebat lagi, saya mendambakan
kemampuan untuk menyembuhkan orang-orang sakit, bahkan menghidupkan
orang mati. Ternyata karunia-karunia yang demikian tidak Tuhan
berikan kepada setiap orang percaya. Seandainya karunia-karunia
tersebut dapat diminta atau dituntut, maka setiap orang Kristen di
dunia ini akan memilikinya. Memang menyembuhkan seseorang dari
penyakit kanker yang ganas jelas lebih hebat daripada membawa
sekeranjang buah-buahan kepada keluarga yang lapar. Namun, Roh
Kudus yang sama yang memberikan kedua karunia itu, baik karunia
penyembuhan maupun karunia "kemurahan" dalam melayani orang-orang
yang membutuhkan pertolongan (Roma 12:8).
Oleh sebab itu, janganlah Anda iri hati atau cemburu melihat Roh
Allah memberikan karunia yang lebih menggetarkan kepada orang lain.
Sebaliknya, sadarilah apa karunia khusus yang Anda terima dari
Tuhan. Kemudian mulailah mengembangkannya. Misalnya, bila Anda
diberi Allah talenta atau karunia untuk menasihati, maka mulailah
memerhatikan keadaaan di sekitar Anda dan pakailah setiap kesempatan
untuk menggunakan karunia itu. Coba pertimbangkan
kemungkinan-kemungkinan untuk mengunjungi orang sakit, orang yang
berusia lanjut, atau orang yang sedang dilanda kesedihan karena
orang yang mereka kasihi meninggal. Berdoalah bersama mereka,
bacakanlah firman Tuhan kepada mereka. Tolonglah mereka memenuhi
keperluan jasmani mereka, baik dengan memberikan makanan, uang,
maupun dengan mengerjakan hal-hal yang tak sanggup mereka kerjakan
karena satu atau lain sebabnya. Dengan berbuat demikian, Anda
sebenarnya telah memakai karunia yang telah diberikan oleh Roh Kudus
kepada Anda.
Kesalahan kedua yang sering kita temukan di kalangan Kristen ialah
harapan atau anggapan bahwa kita semua harus menerima
karunia-karunia yang bersamaan. Rasul Paulus mengatakan bahwa "ada
rupa-rupa karunia" (1 Korintus 12:4). Selanjutnya dia menunjukkan
bahwa setiap anggota tubuh seseorang memiliki fungsi yang khusus.
Itulah sebabnya tidak bijaksana bila kita mengharapkan atau
menganggap bahwa orang-orang Kristen lain harus menerima karunia
yang sama seperti yang Tuhan berikan kepada kita. Mengenai pembagian
karunia-karunia, haruslah kita serahkan sepenuhnya kepada Roh
Kudus, karena hanya Dia sendirilah yang berwenang membuat keputusan
itu. Mungkin Anda sudah menyadari karunia-karunia Anda.
Kadang-kadang Anda dapat memastikan karunia-karunia yang Anda miliki
dengan jalan menanyakan kepada teman-teman Kristen Anda yang
bijaksana. Mereka akan memberitahukan kepada Anda karunia-karunia
apa saja yang mereka dapat lihat dalam diri Anda.
Pasar Buah-Buahan
Buah-buahan yang sudah terlalu matang atau pun busuk, tidak ada
harganya. Ini pelajaran bagi saya ketika saya masih muda. Saya pergi
ke sebuah ladang pertanian dan melihat banyak buah apel berserakan
di sekitar pohon. Saya heran, mengapa orang tidak mengambil buah
apel yang berjatuhan di tanah itu. Sebenarnya lebih mudah memungut
buah apel yang berserakan di tanah daripada yang masih melekat di
ranting pohon, bukan? Namun, setelah saya menggigit beberapa buah
apel yang gugur itu, ternyata sudah terlalu matang semuanya.
Dalam Kitab Galatia 5, Rasul Paulus menggambarkan secara
bertentangan dua macam buah-buahan. Yang pertama ialah buah yang
dihasilkan dari keinginan daging yang penuh dosa. Dalam ayat 19-21,
Paulus menyebutnya sebagai "percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati,
amarah, kepentingan diri sendiri, percederaan, roh pemarah,
kedengkian, kemabukan, dan pesta pora". Inilah buah yang busuk itu.
Inilah penggambaran Paulus tentang kehidupan yang tidak saleh, di
mana orang tersebut hidup dengan mementingkan dirinya sendiri dan
hawa nafsunya. Sebaliknya, dalam ayat 22 dan 23, rasul itu berbicara
mengenai "buah roh". Inilah mutu yang ditunjukkan oleh orang Kristen
yang hidup dalam Roh Kudus. Ia mematuhi hukum Allah yang bersifat
rohani, jasmani, dan susila. Apa sajakah mutu yang bagus itu? "Buah
Roh" ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri". Supaya
mudah, saya golongkan buah ini menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama berkaitan dengan mutu yang terdapat dalam hati
manusia, yakni kasih, sukacita, dan damai sejahtera". Dengan
perkataan lain, seseorang yang rohani atau saleh itu mengaslhi,
penuh sukacita, dan memiliki damai sejahtera di dalam hidupnya. Anda
tidak dapat menghasilkan buah yang baik atau membuktikan diri
sebagai orang Kristen bila Anda suka mengkritik orang dengan penuh
kebencian, atau suka mencemoohkan orang. Dan Anda tak dapat menjadi
saksi Kristus yang berhasil bila hidup Anda penuh kesuraman dan
terus bermuram durja. Dan tak mungkin Anda menjadi orang Kristen
yang rohani bila ada suatu pertempuran yang berlangsung dalam diri
Anda, sehingga Anda terus memusuhi diri sendiri dan orang-orang
lain. Ketiga mutu ini -- kasih, sukacita, dan damai sejahtera --
adalah bukti dari kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Kudus.
Kelompok yang kedua ialah berkenaan dengan keadaan dalam suatu
hubungan. Paulus menyebutnya "kesabaran, kemurahan, dan kebaikan".
Bagaimanakah kita menangani masalah ketidaksabaran? Kita serupa
dengan orang Kristen muda yang berdoa, "Tuhan, berilah saya
kesabaran dan saya maunya sekarang juga." Sebegitu mudah kita
menjadi tidak sabar dalam hubungan-hubungan kita dengan orang lain.
Dan bagaimana dengan buah kemurahan hati? Orang Kristen yang
benar-benar rohani menunjukkan mutu kemurahan hati dalam hubungannya
dengan semua manusia di sekelilingnya. Dengan perasaan malu, kita
ingat saat-saat kita tidak bermurah hati terhadap orang lain, baik
melalui sikap dan perbuatan maupun melalui kata-kata kita. Kita
perlu menunjukkan sifat kelemahlembutan dan kemurahan seperti sifat
yang dimiliki Kristus dalam pergaulan kita dengan orang lain.
Selanjutnya, mutu yang berkaitan erat dengan kemurahan ialah
kebaikan. Ini adalah sifat Kristen yang merupakan bagian yang
sebegitu dalam dari diri kita sehingga hal tersebut membedakan kita
dari teman-teman lain. Dikatakan bahwa Yesus "berjalan berkeliling
sambil berbuat baik" (Kisah Para Rasul 10:38). Kita juga sepatutnya
mengisi hidup kita dengan tugas pelayanan ini.
Kelompok buah yang ketiga melibatkan disiplin pribadi dan terdiri
dari "kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaaan diri". Pertama,
seorang Kristen yang sungguh-sungguh rohani adalah orang yang dapat
dipercaya. Dia adalah orang yang dapat diandalkan. Jika dia berjanji
melakukan apa saja, dia selalu menepatinya. Kedua, lemah lembut. Dia
tidak menyombongkan diri atau pun bersikap tidak menghormati orang
lain, tidak sok berkuasa, dan tidak suka mengucapkan kata-kata yang
menyakitkan hati. Ia tidak memandang remeh orang lain, tetapi
sebaliknya ia bersikap lemah lembut dan penuh kasih dalam
pergaulannya dengan orang lain. Yang terakhir Paulus mengatakan
orang-orang Kristen yang rohani dapat menguasai dirinya. Orang
Kristen yang memunyai dan menunjukkan mutu atau "Buah Roh" ini
sanggup menguasai amarahnya, selera makan dan minumnya, maupun
nafsunya. Karena Roh Allah tinggal di dalam dia, maka dia mampu
menguasai dorongan-dorongan yang kuat itu. Memang ini merupakan
penguasaan diri, namun kenyataannya orang itu menempatkan diri di
bawah penguasaan Roh Kudus.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Pedoman bagi Orang Kristen Baru
Judul asli buku: After You`ve Said, "I Belive"
Penulis: Leroy "Pat" Patterson
Penerjemah: Hanna Saragih
Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta 1986
Halaman: 64 -- 76
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen)
==> http://pepak.sabda.org
Situs PEPAK merupakan situs berbahasa Indonesia terlengkap yang
menyediakan bahan-bahan seputar pelayanan sekolah minggu. Tidak
hanya itu, melalui situs ini, Anda juga bisa mendapatkan beraneka
bahan menarik dan informatif mengenai Roh Kudus yang layak Anda
jadikan sebagai bahan mengajar di sekolah minggu. Selain itu,
tersedia juga referensi buku-buku yang dapat Anda gunakan untuk
melengkapi pengetahuan Anda tentang doktrin "Roh Kudus" agar Anda
dapat lebih baik lagi mengajarkan doktrin ini kepada anak-anak.
Informasi tersebut dapat Anda peroleh dengan memanfaatkan fasilitas
pencarian yang terletak di bagian kiri situs PEPAK. Beberapa bahan
yang akan Anda temukan antara lain berjudul:
1. Referensi untuk Mengajar tentang Doktrin Roh Kudus
==> http://pepak.sabda.org/referensi_untuk_mengajar_tentang_doktrin_roh_kudus
2. Roh Tuhan Adalah Kudus
==> http://pepak.sabda.org/roh_tuhan_adalah_kudus
3. Siapa Roh Kudus itu?
==> http://pepak.sabda.org/siapa_roh_kudus_itu
4. BAB 14 Baptisan Roh Kudus
==> http://pepak.sabda.org/bab_14_baptisan_roh_kudus
5. Bagian D: Roh Kudus
==> http://pepak.sabda.org/bagian_d_roh_kudus
6. Materi-Materi Cerita tentang Roh Kudus
==> http://pepak.sabda.org/materi_materi_cerita_tentang_roh_kudus
Untuk mendapatkan bahan-bahan lainnya, silakan langsung saja
jelajahi situs PEPAK.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
I R L A N D I A
Kapal terbaru milik Operation Mobilization, Logos Hope, baru saja
menyelesaikan pelayanan selama 13 hari di Belfast, Irlandia. Kapal
ini berada di Belfast dari 29 April hingga 12 Mei, dan tiba di
Dublin pada 13 Mei.
Kapal ini terlibat dalam beragam pelayanan selama berada di
Irlandia. Pada 6 Mei, para pendeta dan pemimpin Kristen berkumpul di
atas kapal untuk menguatkan satu sama lain dalam pelayanan.
Pertemuan itu fokus pada doa dan kesatuan. Beberapa dari mereka
mengalami pengalaman pertama mereka berdoa bersama orang-orang dari
denominasi lain.
Pada 9 Mei, kapal ini menjadi tuan rumah acara pelayanan bagi
tunawisma. Frank, awak kapal dari Jerman, membagikan kesaksiannya.
Ia menjelaskan bagaimana Injil memberikan fondasi yang solid bagi
kehidupan, seperti dasar yang ia las untuk tempat penampungan air
minum di kapal.
Kapal itu juga menjalankan program sukarelawan DEEP di Belfast. Para
sukarelawan dalam program selama seminggu ini bekerja di
bagian-bagian kapal, ambil bagian dalam pelatihan pemuridan, dan
melayani di pantai bersama tim awak kapal. "Menyenangkan bekerja
sama dengan orang lain dan melihat pekerjaan Tuhan," kata Claire,
salah satu sukarelawan DEEP.
Logos Hope memulai pelayanannya pada 19 Februari. Kapal terbesar
Operation Mobilization ini akan membantu OM melayani lebih dari satu
juta orang yang mengunjungi kapal-kapalnya setiap tahun. Setiap
kapal OM menampung sebuah toko buku besar yang memuat literatur
Kristen dan pendidikan, serta 300 hingga 400 awak kapal dan staf
dari sekitar empat puluh negara yang berbeda.
Di setiap kota pelabuhan, kapal-kapal itu bekerja sama dengan
gereja-gereja lokal untuk menjangkau masyarakat. Mereka melakukan
proyek-proyek kemanusiaan seperti pembangunan dan distribusi bantuan
untuk anak-anak yatim piatu dan korban-korban bencana alam. (t/Dian)
Diterjemahkan dari: Mission News, Mei 2009
Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12665
Pokok doa:
* Mengucap syukur atas pelayanan kapal Logos Hope, karena melalui
pelayanan yang mereka lakukan, banyak orang bisa mendengar Kabar
Baik dan dikuatkan oleh setiap kesaksian yang mereka dengar.
* Doakan staf dan awak kapal Logos Hope, agar Tuhan menyertai,
memberi kekuatan kepada mereka selama menempuh perjalanan yang
cukup jauh untuk melayani Tuhan. Doakan juga agar kesatuan hati di
antara mereka tetap terpelihara, mengingat setiap mereka berasal
dari negara yang berbeda yang secara tidak langsung juga memiliki
budaya yang berbeda yang mungkin belum bisa dipahami oleh mereka
yang bukan berasal dari negara tersebut.
U K R A I N A
Sebagai bekas bagian dari Uni Soviet, Ukraina masih terus mengalami
perubahan -- khususnya dalam gereja. Saat mereka lepas dari
pemerintahan komunis, Greater Europe Mission ingin sekali mulai
melatih orang-orang Kristen. Di kota Zaporozyhe, sebuah perguruan
tinggi Alkitab telah dibangun.
Kini, para lulusannya tidak hanya menjadi pendeta, namun juga
membantu pertumbuhan kampus tersebut. Kontraktor utama dan beberapa
pembangunnya adalah lulusan perguruan tinggi itu. Mereka mengambil
komitmen untuk mengutamakan proyek pembangunan tersebut di sela-sela
pelayanan pastoral penuh waktu dan posisi kepemimpinan gereja
mereka.
Saat selesai, bangunan itu akan menjadi kantor administrasi
sekaligus asrama. Para pelajar yang berasal dari luar kota akan
tinggal di kamar-kamar asrama tersebut sambil mereka belajar.
Perguruan tinggi ini memberikan sebuah program pendidikan selama 2
tahun untuk pendidikan Kristen, program pendidikan 2 tahun menjadi
konduktor, program pendidikan kependetaan selama 3 tahun, dan
baru-baru ini menambahkan sebuah program pendidikan Strata 1 dalam
pelayanan pastoral. Asrama yang baru akan mendorong perkembangan
kampus ini. Pada tahun pertamanya, 85 orang mendaftar menjadi
pelajar. Sejak itu, lebih dari 540 orang lulus dan secara aktif
melayani komunitas Kristen lain.
Doakan agar Tuhan memampukan para pembangun dan kontraktornya untuk
bekerja dengan baik dan agar komitmen yang menuntut waktu ekstra
mereka tidak mengganggu komitmen mereka kepada gereja. Berdoalah
juga bagi keselamatan mereka. (t/Dian)
Diterjemahkan dari: Mission News, Mei 2009
Kisah selengkapnya: http://mnnonline.org/article/12651
Pokok doa:
* Doakan pelayanan yang dilakukan Greater Europe Mission untuk
melatih orang-orang percaya di Ukraina, agar Tuhan memampukan dan
memberi hikmat setiap staf yang terlibat dalam melatih dan
membimbing orang-orang percaya di Ukraina.
* Berdoa untuk para mahasiswa dan alumni sekolah Alkitab di Ukraina,
agar mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh,
sehingga melalui pelayanan yang mereka lakukan, nama Tuhan semakin
ditinggikan di Ukraina.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
BURUKNYA FASILITAS PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Fasilitas sejumlah sekolah masih perlu mendapat perhatian khusus,
salah satunya adalah perputakaan. Dari sekitar 250.000 sekolah,
mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan
sederajat, hanya sekitar 16.000 sekolah atau tak sampai 7 persen
yang memiliki perpustakaan sekolah. Salah satu kendala adalah
kurangnya tenaga fungsional pustakawan di sekolah-sekolah yang telah
memiliki perpustakaan. Selain itu, perpustakaan belum mendapatkan
perhatian yang optimal, dikarenakan paradigma pendidikan yang masih
menempatkan guru sebagai sumber belajar utama sementara zaman sudah
berubah.
Sumber: Kompas 29 Mei 2009, Halaman 12
POKOK DOA:
1. Doakan kebutuhan tenaga pustakawan profesional yang diharapkan
mampu merencanakan program perpustakaan sekolah, melaksanakan
program, mengembangkan koleksi, hingga memotivasi anak-anak
sekolah untuk gemar membaca.
2. Peran perpustakaan semakin penting sebagai salah satu sarana
penunjang suasana belajar dan pembelajaran di sekolah. Doakan
agar setiap sekolah-sekolah di Indonesia dapat memiliki
perpustakaan dan mengelolanya dengan sebaik-baiknya.
3. Dalam usaha mewujudkan kecukupan buku wajib, pemerintah telah
berusaha keras memenuhinya, antara lain dengan menaikkan dana
bantuan operasional sekolah (BOS), termasuk untuk BOS buku.
Pemerintah juga telah membeli hak paten buku pelajaran dengan
tujuan agar ketersediaan buku murah di sekolah dapat diwujudkan.
Doakan agar upaya ini dapat terealisasi dengan baik, sehingga
setiap sekolah dapat memiliki buku pelajaran guna menunjang
kegiatan belajar dan mengajar.
4. Doakan agar masyarakat Kristen ambil bagian dalam memberi
dukungan akan pengadaan perpustakaan di sekolah-sekolah. Khusus
di sekolah Kristen, diperlukan donatur untuk melengkapi
perpustakaan tersebut dengan buku-buku Kristen yang menunjang
pengembangan iman anak-anak sekolah.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersiil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2009 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi: < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan: < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti: < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org/
______________________________________________________________________
|