======================================================================
><> ><> Buletin e-JEMMi <>< <><
Edisi Maret 2004, Vol.7 No.12
======================================================================
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Bagaimana Gereja Anda Dapat Menginjili?
o [Profil/Sumber Misi] : Through the Roof,
Christian Broadcasting News
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Algeria, Asia Tengah, Amerika Serikat
o [Doa Bagi Indonesia] : Pelayanan Pengembangan Gereja di Pedesaan
o [Surat Anda] : Mencari Berita-berita Misi
o [URLs Edisi Ini]
**********************************************************************
Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam dalam kasih Kristus.
Menurut NCDS (Natural Church Development Studies/Pengkajian
Pertumbuhan Gereja Alamiah), "Semua gereja yang 'sehat' pasti
bertumbuh. Itulah prinsip utama pertumbuhan gereja yang alamiah."
NCDS/PPGA adalah lembaga yang menjadi National Partner dari
Institude for National Church Development (INCD) yang berpusat di
Jerman. Ada 8 kualitas karakter gereja yang dapat diukur untuk
menentukan 'kesehatannya':
1. Kepemimpinan yang melakukan pemberdayaan.
2. Pelayanan yang berorientasi pada karunia.
3. Kerohanian yang haus dan penuh antusiasme.
4. Struktur pelayanan yang tepat guna.
5. Ibadah yang membangkitkan inspirasi.
6. Kelompok kecil yang menjawab kebutuhan secara menyeluruh.
7. Penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan.
8. Hubungan yang penuh kasih.
Penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan adalah salah satu
karakter yang menjadi tolok ukur kualitas dari pertumbuhan suatu
gereja. Sebuah artikel menarik tentang "Bagaimana Gereja Dapat
Menginjil?", tulisan Doug Murren dan Mike Meeks, akan menjadi sajian
utama kami minggu ini. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari
pelayanan di gereja mereka. Mudah-mudahan akan mendorong kita
melakukan perubahan-perubahan penting dalam pelayanan gereja kita,
sehingga semakin banyak jiwa bisa dimenangkan bagi gereja Tuhan.
Redaksi Buletin e-JEMMi
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
"Tidak ada keadaan seburuk apapun yang dapat menghalangi kita
untuk menyatakan kebaikan Tuhan."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ ARTIKEL MISI ~~
BAGAIMANA GEREJA ANDA DAPAT MENGINJILI?
=======================================
Oleh: Doug Murren dan Mike Meeks
Para pemimpin telah sering menekankan pertobatan, namun kunci
penginjilan saat ini adalah pra pertobatan.
Saya bertanya kepada salah seorang wanita yang akan segera dibaptis,
"Sudah berapa lamakah Anda berbakti di gereja ini?"
"Dua tahun."
"Kapan Anda bertemu Tuhan Yesus secara pribadi?"
"Dua minggu yang lalu."
Saya merasa tergugah untuk mengetahui lebih lanjut. Seusai
kebaktian, saya mencari wanita tadi dan bertanya,
"Anda perlu memberitahukan kepada saya: Apakah Anda datang di gereja
ini setiap minggu selama dua tahun, ataukah hanya sekali setahun,
atau yang lainnya?"
"Saya datang hampir setiap minggu."
"Dan Anda baru menerima Kristus dua minggu yang lalu?"
"Benar."
"Saya tidak ingin membuat Anda merasa sedih," tutur saya, "tetapi
mengapa Anda menunggu begitu lama?"
"Keluarga saya mulai menjadi Kristen dan kemudian goyah. Saya telah
mengalami aborsi tiga kali dan masalah obat-obatan. Saya menghadiri
sebuah sajian acara musik gereja dengan seorang teman, dan ia
mengajak saya datang di kebaktian-kebaktian penyembahan. Saya telah
mendengar bahwa di tempat inilah saya akan dikasihi dan diterima
sebagaimana adanya saya. Tetapi, memerlukan waktu yang cukup lama
bagi saya untuk dapat meyakininya."
Pada tahun 1990-an, orang-orang tak bergereja di Amerika yang
menerima Kristus biasanya melewati suatu "fase pra pertobatan" yang
panjang. Kami mendapati bahwa sebagian besar jemaat mengikuti
sedikitnya empat peristiwa penjangkauan sebelum mereka hadir di
suatu kebaktian secara teratur. Fase pra pertobatan ini mungkin
berlangsung setahun sampai dua tahun, dan ditandai dengan kehadiran
secara sporadis.
Mengapa?
--------
Pada saat orang-orang yang belum bergereja hadir dalam gereja kami,
mereka berada pada suatu titik awal yang berbeda bila dibanding
dengan golongan orang yang belum bergereja 50 tahun yang lalu.
Golongan orang yang belum bergereja itu adalah kaum relativis yang
sempurna, yang telah menerima pluralisme sampai batas yang tak masuk
akal, dan tidak dapat menerima bagaimana Alkitab dapat memiliki
kewenangan mutlak (bersifat otoritatif) dalam hidup mereka.
Mereka memerlukan suatu tahap pra pertobatan yang seksama dan
seringkali membutuhkan waktu lama, sehingga mereka dapat membangun
kepercayaan kepada kita, membangun otoritas Alkitab, dan hubungan-
hubungan yang erat. Kami harus menghormati fase itu. Golongan orang
yang belum bergereja dewasa ini tidak mempercayai gereja, dan mereka
perlu datang dan hanya mengamati diri kami untuk sementara waktu.
Perbedaan terbesar antara sebuah gereja yang berhasil dalam
penjangkauan dan yang kurang berhasil adalah: "Di manakah Anda
bersedia untuk memulai dengan mereka, dan sampai kapankah Anda akan
bersabar bersama mereka selama fase pra pertobatan?"
Selama bertahun-tahun kami telah banyak berdoa, mengadakan riset,
dan uji coba di dalam menolong jemaat mengatasi rintangan-rintangan
yang tinggi di antara mereka dan iman Kristen.
Fokus pada "Mengajak-dan-Mengikutsertakan"
------------------------------------------
Mengundang orang-orang yang belum bergereja untuk menghadiri suatu
acara penginjilan tidaklah sulit. Tetapi, mengundang mereka untuk
menghadiri suatu kebaktian secara teratur, itulah yang sulit. Di
Eastside Church, kami memberikan sponsor kepada kelompok-kelompok
pendukung dan program-program "dua belas langkah", menyelenggarakan
festival jazz dan seni Kristen, dan melanjutkan dengan acara-acara
musik pada Hari Natal dan Paskah. Kami selalu mampu mengumpulkan
sekelompok orang untuk menghadiri acara-acara penjangkauan seperti
itu. Akan tetapi, mengundang seseorang untuk menghadiri sebuah acara
khusus tidaklah sama dengan mengundang dia untuk datang ke kebaktian
di gereja secara teratur.
Rahasianya bukan memperbanyak jumlah staf yang dibayar. Sebuah
gereja akan gagal jika berusaha untuk menerima orang yang belum
berpengalaman ke gereja pada saat ini hanya melalui berbagai cara
dan program yang kelihatan menarik. Pengikat yang efektif adalah
hubungan yang terjalin dalam suasana persahabatan yang akrab --
seorang anggota jemaat mengajak teman-temannya yang lain dan
memasukkan mereka ke dalam kehidupan gereja. Riset telah menunjukkan
bahwa di antara 10 orang yang datang ke sebuah gereja dan kemudian
hadir secara tetap, ternyata yang 9 orang dibawa seorang teman.
Kami menginvestasikan bagian terbesar waktu dan uang kami bukan pada
iklan, tetapi pada usaha menolong jemaat kami untuk dapat mengajak
dan mengikutsertakan teman-teman mereka (kami lebih senang
menggunakan istilah mengajak dan mengikutsertakan daripada
penginjilan).
Sedikitnya empat kali dalam setahun, kami membagikan suatu Paket
"Mengajak-dan-Mengikutsertakan". Isi paket ini termasuk kaset
pelatihan tentang cara mengajak teman Anda untuk hadir dalam sebuah
kelompok kecil atau sebuah acara penjangkauan (yang kami sebut
pelayanan ajak-dan-ikutsertakan). Paket tersebut termasuk juga
kartu-kartu untuk dibagikan kepada teman-teman; kartu itu memuat
daftar jam-jam kebaktian dan menunjukkan sebuah peta jalan menuju
lokasi gereja.
Kami juga melakukan survei terhadap jemaat kami: "Menurut Anda,
berita seperti apakah yang paling ingin didengarkan teman-teman Anda
yang akan datang di gereja?" Beberapa kali setahun kami menggunakan
hasil riset tersebut untuk menciptakan pesan-pesan yang sesuai
dengan keadaan mereka yang belum terbiasa datang ke gereja. Satu
seri khotbah tentang keluarga, misalnya, mempunyai sasaran golongan
orang yang belum bergereja. Kami menganggap bahwa para pendengar
tidak yakin pada rencana Allah bagi keluarga, karena itu kami
menjelaskan dan mengilustrasikan mengapa rencana Allah bekerja??.
Dalam suatu khotbah untuk penjangkauan seperti itu, kami memulai
dengan budaya kami -- lagu-lagu John Lennon atau sebuah film karya
Woody Allen, misalnya -- dan kemudian masuk kepada kebenaran
Alkitab, dan mengakhirinya dengan eksposisi Alkitab.
Kami menindaklanjuti para pengunjung yang didasarkan pada asumsi
bahwa mereka telah diajak oleh teman-teman mereka. Pada saat para
pengunjung memutuskan untuk menerima Kristus, kami akan mengatakan
sesuatu seperti ini: "Jika Anda mengajak seorang teman hari ini, dan
ia dapat menghargai bantuan Anda di dalam mempelajari secara lebih
mendalam tentang kehidupan Kristen, kami mendorong Anda supaya pergi
bersama-sama ke ruang resepsi. Di sana Anda dapat mengambil paket-
paket yang tepat dan sesuai bagi mereka yang baru saja mengambil
keputusan untuk menerima Kristus. Setelah itu, Anda dapat melakukan
beberapa hal yang baik bagi teman Anda. Pertama, jika Anda belum
bergabung dengan sebuah kelompok kecil, bergabunglah dalam salah
satu kelompok bersama mereka. Bagian informasi kami akan menunjukkan
kepada Anda satu kelompok yang baik. Kedua, ikutilah kelas
Pendalaman Alkitab di gereja bersama teman Anda." (Seringkali
pertobatan seorang teman menjadi langkah awal bagi si pembawa jiwa
baru dalam proses pemuridan selanjutnya).
Dalam beberapa minggu setelah suatu acara penjangkauan, kami
menghubungi orang yang baru hadir itu per telepon sekali, tetapi
kami menelepon tiga kali kepada si pembawa jiwa baru. Kami bertanya,
"Adakah masalah-masalah spesifik yang dapat kami bantu
penyelesaiannya?" Beberapa tahun lalu kami berpikir tentang
bagaimana menjadikan gereja kami agar tidak terlalu banyak dikuasai
pendeta, melainkan lebih banyak dikuasai kaum awam. Hal yang
mengejutkan kami, yaitu bahwa kami mendorong jemaat kami untuk
melakukan pelayanan, dan sebagai akibatnya, mereka sering dapat
membawa seorang teman kepada Kristus. Gereja-gereja yang lain
mungkin memiliki alasan-alasan teologis untuk tidak melakukan apa
yang kami lakukan, tetapi pokok masalahnya adalah ini: Kami
menekankan ikatan si petobat baru dengan tubuh Kristus, bukan dengan
kelompok yang profesional. Langkah yang strategis adalah
mengaktifkan kaum awam, memandang pendeta sebagai pembantu untuk
melengkapi mereka, dan memberikan alat perlengkapan kepada jemaat
yang sungguh-sungguh melakukan pelayanan.
Menciptakan Suatu Tempat yang Aman
----------------------------------
Seorang pria telah menghadiri beberapa acara penjangkauan dan mulai
menghadiri kebaktian pada setiap Sabtu malam. Ia telah terjebak
dalam suatu gaya hidup gay dan sedang mencari suatu jalan keluar,
namun ia takut kalau-kalau ditolak gereja. Suatu hari ia datang
kepada saya sesudah kebaktian dan mengatakan, "Saya seorang
homoseksual. Saya telah mengikuti kebaktian di sini selama beberapa
bulan dan telah menyaksikan sikap Anda dan gereja Anda. Saya
tertarik karena gereja ini menjadi suatu tempat yang aman. Saya
ingin menyerahkan kehidupan saya kepada Kristus." Kami berdoa, dan
sesudah itu saya memperkenalkan dia kepada para pemimpin pelayanan
kami untuk kaum homoseksual. Ia bergabung dalam program ini, dan
tiga bulan kemudian ia menulis surat kepada saya. "Saat yang amat
menentukan dalam kehidupan saya untuk mengatasi keinginan
homoseksual," tulisnya, "adalah ketika saya berjumpa dengan Anda dan
menceritakan kepada Anda keberadaan saya apa adanya. Sesudah
mengikuti kebaktian selama beberapa bulan, saya merasa bahwa saya
dapat diterima. Saya tahu bahwa Anda melihat seorang pribadi,
bukannya seorang pria gay. Pada saat itu saya tahu bahwa saya sudah
bebas."
Orang-orang yang belum bergereja akan kembali ke suatu gereja yang
memberikan rasa aman. Bagi mereka, inilah unsur yang paling penting.
Jika mereka tidak merasa aman bersama Anda, mereka tidak akan mau
tinggal cukup lama untuk mendengarkan berita kebenaran.
Anda dapat melakukan beberapa hal untuk menjadikan diri Anda dan
gereja Anda sebagai tempat yang terasa aman bagi orang-orang yang
belum bergereja.
Jelaskan maksud Anda yang sesungguhnya. Apabila kami bertanya kepada
mereka yang belum bergereja mengapa mereka tidak datang ke gereja,
keluhan nomor satu, yaitu bahwa mereka tidak mengerti apa yang
sedang terjadi atau yang sedang disampaikan oleh pendeta. Kami
mencoba menghilangkan berbagai asumsi tentang apa yang akan
dimengerti para jemaat, dan kami berusaha keras untuk berbicara
dengan bahasa yang dimengerti oleh mereka yang belum bergereja dan
belum berpengalaman. Berilah penjelasan mengapa. Kelompok masyarakat
pasca modernisme menolak komunikasi jenis petunjuk langsung. Jika
suatu khotbah dimulai dengan pernyataan otoritatif tentang
bagaimanakah seharusnya jemaat bersikap, khotbah seperti itu akan
membuat mereka mundur. Saya telah membuktikan bahwa lebih baik
berbicara secara persuasif, meski kadang-kadang perlu waktu dua kali
lebih lama untuk menjelaskan suatu pokok masalah. "Jika Anda
mempercayai hal ini, pasti akan terjadi demikian; jika Anda percaya
hal itu dengan sungguh-sungguh, pasti hal itu pun akan terjadi."
Dengan kata lain, jemaat sekarang lebih cenderung akan datang
kembali ke sebuah gereja yang memberikan penjelasan mengapa. Salah
satu di antara kaset-kaset rekaman yang paling banyak diminati
adalah "How We Got the Bible and Why We Know It's the Word of God"
(Bagaimana Kita Menerima Alkitab dan Mengapa Kita Tahu bahwa Alkitab
adalah Firman Allah).
Jangan merepotkan jemaat. Saya mempunyai seorang teman yang menjadi
rabbi. Suatu ketika saya berkata kepadanya, "Tidak takutkah Anda
bergaul dengan orang seperti saya, seorang penginjil yang lebih
senang melihat Anda bertobat?" Ia seorang pakar Kitab Roma 9-11 dan
mengajar di banyak seminari. Ia berkata, "Oh, tidak. Saya adalah
anugerah Allah bagi Anda. Menurut pemahaman saya tentang Perjanjian
Baru, tugas saya adalah memberikan kesempatan kepada Anda untuk
mengasihi. Jika saya diyakinkan, itulah pekerjaan Roh Kudus.
Pekerjaan Anda mengasihi, dan Roh Kudus meneguhkan." Rabbi itu
mungkin memahami proses tersebut dengan lebih baik dibanding kita!
Orang-orang merasa aman apabila kita mengasihi mereka dan tidak
berusaha memaksakan keputusan untuk segera menerima dan mengikut
Kristus.
Jangan kaget karena banyaknya masalah. Orang-orang yang belum
bergereja mengira bahwa gereja tidak menginginkan orang-orang yang
bermasalah dengan dosa. Mereka menganggap bahwa orang-orang yang
datang ke gereja adalah sempurna -- atau sedikit agak munafik untuk
bertindak seperti mereka. Apabila Anda tidak menempelak dosa-dosa
mereka, mereka merasa tenang. Apabila pendeta menunjukkan sikap
transparan dalam khotbah-khotbahnya, misalnya, hal ini dapat membuat
mereka mengakui masalah-masalah mereka.
Berikan tawaran-tawaran yang tidak mengancam. Kami tidak
mengadakan tantangan untuk maju ke depan (altar call) di gereja,
sebab banyak orang yang belum bergereja telah melihatnya melalui
acara TV dan tidak menyukainya. Namun demikian, kami selalu
memberikan suatu tawaran pada acara-acara penjangkauan. Biasanya
kami akan meminta hadirin agar memejamkan mata, dan kemudian meminta
mereka yang mau menerima Kristus supaya memandang pembicara. Kami
melakukan kontak mata dengan mereka dan mengajukan beberapa
pertanyaan, memohon mereka untuk mengangguk sebagai tanda tanggapan,
guna meyakinkan mereka mengetahui apa yang sedang mereka lakukan.
Kami akan bertanya, "Apakah Anda diajak seorang teman?" Jika
seseorang mengangguk, kami meminta dia untuk bercerita kepada
temannya itu tentang keputusan yang baru dibuat. Kami berdoa dan
kemudian menawarkan suatu paket gratis berisi kaset-kaset dan
pelajaran Alkitab. Pada saat kami mendorong jemaat agar pergi
bersama teman mereka menuju ruang resepsi, kami mencoba mengarahkan
mereka supaya tidak agresif: "Kami menyadari bahwa banyak orang
tidak mau melakukan hal ini segera. Jadi, lakukanlah minggu depan,
apabila Anda merasa kurang tertarik pada sesuatu. Kami tertarik
dengan keputusan Anda sendiri, bukan memaksakan kehendak kami pada
Anda." Tidak berapa lama kemudian, seorang pria anggota gereja kami
mengajak tiga atau 40 orang teman sekerjanya ke suatu acara
penjangkauan dan kemudian mengadakan suatu pesta besar sesudah acara
itu. Di situlah mereka berbicara tentang apa yang mereka alami dalam
suasana yang menyenangkan dan nyaman tanpa ada ancaman. Di akhir
acara tersebut, ia berkata, "Silakan datang kembali ke gereja
secepat mungkin Anda dapat. Saya yakin Anda akan menyukainya."
Ternyata ada banyak di antara temannya yang datang ke gereja; bahkan
beberapa telah menerima Kristus. Jemaat yang dilatih untuk menjadi
"pembawa-dan-penarik" jiwa dapat mengajak teman-teman mereka ke
sebuah gereja yang mereka pandang relevan dan aman bagi mereka. Dan
cepat atau lambat, sebagian besar di antara mereka, kalau tidak
semuanya, pasti akan kembali ke gereja.
[- Doug Murren adalah pendeta pendiri Eastside Foursquare Church di
Kirkland, Washington.
- Mike Meeks adalah pendeta senior eksekutif di Eastside Foursquare
Church di Kirkland, Washington.]
Diedit dari sumber:
Judul Buletin: Kepemimpinan, Volume 35, Tahun IX
Judul Artikel: Bagaimana Gereja Anda Dapat Menginjili?
Penulis : Doug Murren dan Mike Meeks
Penerbit : Yayasan Andi
Halaman : 37 - 42
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
THROUGH THE ROOF (TTR)
==> http://www.throughtheroof.org/
==> http://www.joniandfriends.org/
Through the Roof (TTR), sebuah pelayanan Kristen bagi orang-orang
cacat di Inggris, berupaya agar Injil dapat diakses oleh orang-orang
cacat dan keluarganya. Bekerja sama dengan organisasi Joni and
Friends, TTR memperlengkapi gereja-gereja untuk bisa melayani orang-
orang cacat. Jika Anda terlibat dalam pelayanan yang sama, silakan
berkunjung ke Situs TTR. Anda akan menjumpai links tentang pelayanan
kepada orang-orang cacat, juga belajar tentang Disabled Christian
Fellowship dan Wheels for the World. Anda bisa mengakses informasi
tambahan tentang pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan dan
kelompok-kelompok persekutuan orang cacat dan bagaimana melakukan
pelayanan outreach untuk menjangkau orang-orang cacat yang ada dalam
suatu komunitas.
CHRISTIAN BROADCASTING NETWORK (CBN)
==> http://www.cbnworld.com/
==> http://www.cbn.com/
CBN WorldReach, kampanye penginjilan global dari Christian
Broadcasting Network, merupakan pelayanan penginjilan outreach
global yang paling bersemangat dari CBN saat ini. Program pelayanan
ini dirancang untuk memberitakan Injil kepada 500 juta orang melalui
media massa dan pelayanan outreach personal." Silakan berkunjung ke
situs ini untuk mendapatkan informasi-informasi misi online termasuk
kesaksian; berita misi dari seluruh dunia; pokok-pokok doa dan
sumber-sumber outreach, penginjilan, dsb. Pelayanan ini bisa menjadi
salah satu pokok doa yang bisa Anda doakan.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
A L G E R I A
"Orang-orang non-Kristen yang telah mengenal kasih Kristus selalu
mendapatkan ancaman dari kelompok-kelompok non-Kristen
fundamentalis," demikian laporan sebuah pelayanan misi di Algeria.
Para petobat baru ini dilarang untuk beribadah di gereja. Namun
gereja-gereja telah didirikan di berbagai tempat di seluruh Algeria
dan telah mengalami pertumbuhan yang mengagumkan. Dua mahasiswa,
yang termotivasi oleh pelatihan perintisan gereja, telah merintis
sebuah gereja dengan jemaat sebanyak 12 orang. Setahun kemudian,
gereja ini telah berkembang pesat dengan jumlah jemaat sebanyak 200
orang. Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui berbagai
mujizat yang dilakukan sehingga mengubah kehidupan banyak orang dan
wilayah di sekitarnya. Beberapa orang non-Kristen baru-baru ini
mengeluhkan tentang orang-orang Kristen itu kepada Polisi. Namun
Polisi malah mengatakan bahwa semenjak gereja itu didirikan,
konsumsi obat-obat terlarang, alkohol, dan jumlah pencuri mengalami
penurunan. Polisi memperingatkan kelompok non-Kristen ini untuk
tidak mengganggu gereja karena gereja telah memberikan pengaruh yang
baik kepada masyarakat.
[Sumber: FRIDAY FAX: February 20, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Doakan gereja dan jemaat di Algeria ini agar mereka terus menjadi
saksi-saksi Kristus yang hidup bagi lingkungannya melalui segala
segi pelayanan yang mereka lakukan.
* Berdoa supaya melalui setiap pelayanan yang dilakukan, jemaat bisa
mengajak dan membawa masyarakat non-Kristen di lingkungannya
tersebut kepada Kristus.
A S I A T E N G A H
Pasangan ini pernah bekerja di Asia Tengah pada saat terjadinya
kudeta militer terhadap partai Komunis dan permulaan didirikannya
pemerintahan republik. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, Elliot
Larson dan istrinya, keduanya dari Interserve Medical Partner,
diusir keluar dari negara ini. Mereka kembali ke Amerika Serikat
untuk melayani di bidang obat-obatan. Namun 40 tahun kemudian,
Larson merasa terpanggil untuk kembali ke Asia Tengah. "Anak-anak
kami sudah menyelesaikan studinya. Saya sudah cukup tua untuk
pensiun dan situasi di Afghanistan telah berubah saat ini. Saya
mulai berpikir untuk kembali membuka usaha di sana." Pasangan ini
merupakan bagian dari kelompok tentmaker yang merasa terpanggil
untuk melayani di Asia Tengah. Banyak pintu sedang terbuka dan
Interserve USA telah mengirim beberapa utusan ke wilayah di Asia
Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Larson ingin memulai program
intern medis sekaligus memberikan pelayanan. "Kami ingin menunjukkan
ketulusan hati kami saat menangani para pasien dan bekerja sama
dengan teman-teman kami. Dalam lingkungan negara-negara non-Kristen
dimana ada banyak pembatasan untuk memberitakan Injil, kami masih
tetap mengucap syukur dan menerima pembatasan-pembatasan itu. Dengan
demikian kami mempunyai kesempatan untuk bersaksi melalui pekerjaan
yang kami lakukan, integritas kami, dan kehidupan kami."
[Sumber: CMDNet Weekly Update, February 28, 2004]
Pokok Doa:
----------
* Berdoa supaya pasangan Elliot Larson bisa kembali ke Asia Tengah
untuk membuka usaha medis sekaligus melakukan pelayanan untuk
mengenalkan kasih Kristus melalui pekerjaan yang mereka lakukan.
* Doakan supaya para tentmaker yang saat ini membuka usaha dan
melakukan pelayanan di Asia Tengah bisa menjadi bijaksana dalam
melihat kesempatan-kesempatan untuk memberitakan Kabar Baik.
A M E R I K A S E R I K A T
Ada ribuan bahkan jutaan anak-anak di Amerika Serikat yang
memerlukan bantuan khusus. Anak-anak yang diabaikan, atau
ditelantarkan, atau anak-anak yatim piatu yang biasanya mengalami
beberapa tragedi. Anak-anak tersebut menarik perhatian Bethany
Christian Services. Perwakilan dari Bethany Christian Services
mengatakan bahwa tim mereka sedang menggiatkan program "Partners in
Prayer" untuk anak-anak tersebut. "Hal ini merupakan usaha untuk
melakukan rekruitmen. Sudah menjadi tanggung jawab gereja untuk
menyelamatkan generasi yang terhilang ini. Jadi, 'Partners in
Prayer' merupakan perkumpulan gereja-gereja yang terlibat dalam doa
dan rekruitmen bagi anak-anak yang tinggal di rumah yatim piatu atau
membutuhkan keluarga untuk mengadopsi mereka." Sekali masyarakat
Kristen mengetahui kebutuhan anak-anak tersebut, maka mereka
bersedia terlibat, mengadopsi anak-anak tersebut, dan mensharingkan
tentang Kristus saat mereka mencukupi kebutuhan-kebutuhan anak-anak
tersebut. "Partners In Prayer" berharap untuk mengembangkan program
tersebut ke negara-negara bagian lainnya.
[Sumber: Mission Network News, March 10th 2004]
Pokok Doa:
----------
* Doakan "Partners In Prayer" dalam usahanya untuk menggalang
kerjasama antar gereja untuk terlibat dalam pemenuhan kebutuhan
anak-anak terabaikan.
* Berdoa supaya banyak gereja yang merespon pelayanan "Partners In
Prayer". Menjangkau anak-anak yang membutuhkan tersebut merupakan
salah satu cara untuk mempersiapkan generasi masa depan yang
mengenal kasih Kristus.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Pelayan Pengembangan Gereja di Pedesaan
---------------------------------------
Kekristenan semakin berkembang di seluruh dunia, tetapi masih ada
sekitar 50%-60% yang belum mengenal Jalan Hidup dan Kebenaran. Oleh
karena itu, masih terbuka kesempatan untuk melakukan beragam
pelayanan supaya Injil bisa diberitakan di seluruh dunia. Ada dua
organisasi di Indonesia yang saat ini menjadikan pelayanan
penginjilan di daerah pedalaman dan pedesaan di seluruh Indonesia
sebagai salah satu fokus pelayanannya, yaitu:
1. PESAT (Pelayanan Desa Terpadu)
------------------------------
Lembaga pelayanan kristiani yang mempunyai visi untuk menjangkau
suku-suku belum terjangkau di seluruh Indonesia.
2. Yayasan Mitra Misi Indonesia (YMMI -- MissionCARE)
--------------------------------------------------
Pelayanan yang dilakukan YMMI antara lain memberi subsidi untuk
kehidupan hamba-hamba Tuhan di pedalaman dan pedesaan dan
memberikan beasiswa untuk anak pedalaman dan pedesaan yang
terbeban untuk melayani Tuhan di daerahnya.
Pokok Doa:
----------
* Doakan khususnya untuk program pelayanan pengembangan gereja di
pedesaan yang dilakukan oleh PESAT dan YMMI. Doakan untuk setiap
staf yang diutus guna melakukan perintisan gereja di tempat-tempat
terpencil dan di pedesaan supaya mereka kuat dan setia dalam
melaksanakan setiap tugas pelayanannya.
* Doakan proses sosialisasi dari kedua lembaga ini sehingga
pelayanan mereka bisa dikenal oleh masyarakat Kristen Indonesia
dan mendapatkan banyak dukungan.
* Berdoa untuk para pemimpin, pengurus, dan staf dari kedua lembaga
tersebut supaya mereka terus mencari hikmat Tuhan untuk
mengembangkan program pelayanan yang dilakukan.
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: Ellen Pantouw <ellen(at)>
>Syalom,
>Saya sedang mencari berita2 ttg misi nasional maupun internasional
>untuk keperluan majalah missioncare chapter surabaya yang akan
>segera diterbitkan. Apakah saya bisa dibantu? Saya tertarik dengan
>profil2 suku2. Bagaimana cara mendapatkannya dan apakah boleh
>dipublikasikan? Terimakasih. Tuhan memberkati.
>Ellen Pantouw
Redaksi:
Untuk mendapatkan berita-berita tentang misi nasional maupun
internasional, Anda bisa mendapatkannya dalam setiap edisi Buletin
e-JEMMi (Jurnal Elektronik Mingguan Misi) yang dikirimkan via email
ini. Selain berita-berita seputar misi internasional, Buletin
e-JEMMi juga menampilkan artikel misi, kesaksian misi, dan juga
sumber-sumber misi. Oleh karena itu, kami telah memasukkan email
Anda dalam daftar pelanggan Buletin e-JEMMi. Dengan demikian Anda
bisa menerima kiriman buletin ini secara rutin setiap minggunya.
Kami sangat tidak keberatan jika Anda dapat menggunakan sajian-
sajian di e-JEMMi untuk bisa dipublikasikan dan juga didoakan.
Sebagai perhatian, mohon Anda jangan lupa mencantumkan sumber asli
dari mana artikel/kesaksian tersebut diambil (penulis dan
penerbitnya), dan juga mohon dicantumkan nama Buletin e-JEMMi
sebagai penerbit versi email-nya.
Bagi Anda yang ingin memperkenalkan Buletin e-JEMMi kepada teman-
teman lain, silakan kirim alamat-alamat email mereka kepada kami,
atau mereka bisa berlangganan sendiri dengan mengirim email ke:
==> <subscribe-ikan-misi(at)xc.org>
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~
* CMDNet http://www.cmd.org.nz/cmdnet/
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* FRIDAY FAX http://www.cmd.org.nz/fridayfax/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi(at)xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
|