Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/misi/2004/12

e-JEMMi edisi No. 12 Vol. 7/2004 (25-3-2004)

Gereja Menginjili

======================================================================
><> ><>                     Buletin e-JEMMi                    <>< <><
                    Edisi Maret 2004, Vol.7 No.12
======================================================================
SEKILAS ISI:

 o [Editorial]
 o [Artikel Misi]       : Bagaimana Gereja Anda Dapat Menginjili?
 o [Profil/Sumber Misi] : Through the Roof,
                          Christian Broadcasting News
 o [Doa Bagi Misi Dunia]: Algeria, Asia Tengah, Amerika Serikat
 o [Doa Bagi Indonesia] : Pelayanan Pengembangan Gereja di Pedesaan
 o [Surat Anda]         : Mencari Berita-berita Misi
 o [URLs Edisi Ini]

**********************************************************************
 Anda diizinkan mengutip/meng-copy/memperbanyak semua/sebagian bahan
dari Buletin e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan
mencantumkan SUMBER ASLI dari setiap bahan dan Buletin e-JEMMi sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia. Thanks.
**********************************************************************

~~ EDITORIAL ~~

  Salam dalam kasih Kristus.

  Menurut NCDS (Natural Church Development Studies/Pengkajian
  Pertumbuhan Gereja Alamiah), "Semua gereja yang 'sehat' pasti
  bertumbuh. Itulah prinsip utama pertumbuhan gereja yang alamiah."
  NCDS/PPGA adalah lembaga yang menjadi National Partner dari
  Institude for National Church Development (INCD) yang berpusat di
  Jerman. Ada 8 kualitas karakter gereja yang dapat diukur untuk
  menentukan 'kesehatannya':
  1. Kepemimpinan yang melakukan pemberdayaan.
  2. Pelayanan yang berorientasi pada karunia.
  3. Kerohanian yang haus dan penuh antusiasme.
  4. Struktur pelayanan yang tepat guna.
  5. Ibadah yang membangkitkan inspirasi.
  6. Kelompok kecil yang menjawab kebutuhan secara menyeluruh.
  7. Penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan.
  8. Hubungan yang penuh kasih.

  Penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan adalah salah satu
  karakter yang menjadi tolok ukur kualitas dari pertumbuhan suatu
  gereja. Sebuah artikel menarik tentang "Bagaimana Gereja Dapat
  Menginjil?", tulisan Doug Murren dan Mike Meeks, akan menjadi sajian
  utama kami minggu ini. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari
  pelayanan di gereja mereka. Mudah-mudahan akan mendorong kita
  melakukan perubahan-perubahan penting dalam pelayanan gereja kita,
  sehingga semakin banyak jiwa bisa dimenangkan bagi gereja Tuhan.

  Redaksi Buletin e-JEMMi

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
     "Tidak ada keadaan seburuk apapun yang dapat menghalangi kita
                   untuk menyatakan kebaikan Tuhan."
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=

~~ ARTIKEL MISI ~~

                BAGAIMANA GEREJA ANDA DAPAT MENGINJILI?
                =======================================
                   Oleh: Doug Murren dan Mike Meeks

  Para pemimpin telah sering menekankan pertobatan, namun kunci
  penginjilan saat ini adalah pra pertobatan.

  Saya bertanya kepada salah seorang wanita yang akan segera dibaptis,
  "Sudah berapa lamakah Anda berbakti di gereja ini?"
  "Dua tahun."
  "Kapan Anda bertemu Tuhan Yesus secara pribadi?"
  "Dua minggu yang lalu."

  Saya merasa tergugah untuk mengetahui lebih lanjut. Seusai
  kebaktian, saya mencari wanita tadi dan bertanya,
  "Anda perlu memberitahukan kepada saya: Apakah Anda datang di gereja
  ini setiap minggu selama dua tahun, ataukah hanya sekali setahun,
  atau yang lainnya?"
  "Saya datang hampir setiap minggu."
  "Dan Anda baru menerima Kristus dua minggu yang lalu?"
  "Benar."
  "Saya tidak ingin membuat Anda merasa sedih," tutur saya, "tetapi
  mengapa Anda menunggu begitu lama?"
  "Keluarga saya mulai menjadi Kristen dan kemudian goyah. Saya telah
  mengalami aborsi tiga kali dan masalah obat-obatan. Saya menghadiri
  sebuah sajian acara musik gereja dengan seorang teman, dan ia
  mengajak saya datang di kebaktian-kebaktian penyembahan. Saya telah
  mendengar bahwa di tempat inilah saya akan dikasihi dan diterima
  sebagaimana adanya saya. Tetapi, memerlukan waktu yang cukup lama
  bagi saya untuk dapat meyakininya."

  Pada tahun 1990-an, orang-orang tak bergereja di Amerika yang
  menerima Kristus biasanya melewati suatu "fase pra pertobatan" yang
  panjang. Kami mendapati bahwa sebagian besar jemaat mengikuti
  sedikitnya empat peristiwa penjangkauan sebelum mereka hadir di
  suatu kebaktian secara teratur. Fase pra pertobatan ini mungkin
  berlangsung setahun sampai dua tahun, dan ditandai dengan kehadiran
  secara sporadis.

  Mengapa?
  --------
  Pada saat orang-orang yang belum bergereja hadir dalam gereja kami,
  mereka berada pada suatu titik awal yang berbeda bila dibanding
  dengan golongan orang yang belum bergereja 50 tahun yang lalu.
  Golongan orang yang belum bergereja itu adalah kaum relativis yang
  sempurna, yang telah menerima pluralisme sampai batas yang tak masuk
  akal, dan tidak dapat menerima bagaimana Alkitab dapat memiliki
  kewenangan mutlak (bersifat otoritatif) dalam hidup mereka.

  Mereka memerlukan suatu tahap pra pertobatan yang seksama dan
  seringkali membutuhkan waktu lama, sehingga mereka dapat membangun
  kepercayaan kepada kita, membangun otoritas Alkitab, dan hubungan-
  hubungan yang erat. Kami harus menghormati fase itu. Golongan orang
  yang belum bergereja dewasa ini tidak mempercayai gereja, dan mereka
  perlu datang dan hanya mengamati diri kami untuk sementara waktu.

  Perbedaan terbesar antara sebuah gereja yang berhasil dalam
  penjangkauan dan yang kurang berhasil adalah: "Di manakah Anda
  bersedia untuk memulai dengan mereka, dan sampai kapankah Anda akan
  bersabar bersama mereka selama fase pra pertobatan?"

  Selama bertahun-tahun kami telah banyak berdoa, mengadakan riset,
  dan uji coba di dalam menolong jemaat mengatasi rintangan-rintangan
  yang tinggi di antara mereka dan iman Kristen.

  Fokus pada "Mengajak-dan-Mengikutsertakan"
  ------------------------------------------
  Mengundang orang-orang yang belum bergereja untuk menghadiri suatu
  acara penginjilan tidaklah sulit. Tetapi, mengundang mereka untuk
  menghadiri suatu kebaktian secara teratur, itulah yang sulit. Di
  Eastside Church, kami memberikan sponsor kepada kelompok-kelompok
  pendukung dan program-program "dua belas langkah", menyelenggarakan
  festival jazz dan seni Kristen, dan melanjutkan dengan acara-acara
  musik pada Hari Natal dan Paskah. Kami selalu mampu mengumpulkan
  sekelompok orang untuk menghadiri acara-acara penjangkauan seperti
  itu. Akan tetapi, mengundang seseorang untuk menghadiri sebuah acara
  khusus tidaklah sama dengan mengundang dia untuk datang ke kebaktian
  di gereja secara teratur.

  Rahasianya bukan memperbanyak jumlah staf yang dibayar. Sebuah
  gereja akan gagal jika berusaha untuk menerima orang yang belum
  berpengalaman ke gereja pada saat ini hanya melalui berbagai cara
  dan program yang kelihatan menarik. Pengikat yang efektif adalah
  hubungan yang terjalin dalam suasana persahabatan yang akrab --
  seorang anggota jemaat mengajak teman-temannya yang lain dan
  memasukkan mereka ke dalam kehidupan gereja. Riset telah menunjukkan
  bahwa di antara 10 orang yang datang ke sebuah gereja dan kemudian
  hadir secara tetap, ternyata yang 9 orang dibawa seorang teman.

  Kami menginvestasikan bagian terbesar waktu dan uang kami bukan pada
  iklan, tetapi pada usaha menolong jemaat kami untuk dapat mengajak
  dan mengikutsertakan teman-teman mereka (kami lebih senang
  menggunakan istilah mengajak dan mengikutsertakan daripada
  penginjilan).

  Sedikitnya empat kali dalam setahun, kami membagikan suatu Paket
  "Mengajak-dan-Mengikutsertakan". Isi paket ini termasuk kaset
  pelatihan tentang cara mengajak teman Anda untuk hadir dalam sebuah
  kelompok kecil atau sebuah acara penjangkauan (yang kami sebut
  pelayanan ajak-dan-ikutsertakan). Paket tersebut termasuk juga
  kartu-kartu untuk dibagikan kepada teman-teman; kartu itu memuat
  daftar jam-jam kebaktian dan menunjukkan sebuah peta jalan menuju
  lokasi gereja.

  Kami juga melakukan survei terhadap jemaat kami: "Menurut Anda,
  berita seperti apakah yang paling ingin didengarkan teman-teman Anda
  yang akan datang di gereja?" Beberapa kali setahun kami menggunakan
  hasil riset tersebut untuk menciptakan pesan-pesan yang sesuai
  dengan keadaan mereka yang belum terbiasa datang ke gereja. Satu
  seri khotbah tentang keluarga, misalnya, mempunyai sasaran golongan
  orang yang belum bergereja. Kami menganggap bahwa para pendengar
  tidak yakin pada rencana Allah bagi keluarga, karena itu kami
  menjelaskan dan mengilustrasikan mengapa rencana Allah bekerja??.
  Dalam suatu khotbah untuk penjangkauan seperti itu, kami memulai
  dengan budaya kami -- lagu-lagu John Lennon atau sebuah film karya
  Woody Allen, misalnya -- dan kemudian masuk kepada kebenaran
  Alkitab, dan mengakhirinya dengan eksposisi Alkitab.

  Kami menindaklanjuti para pengunjung yang didasarkan pada asumsi
  bahwa mereka telah diajak oleh teman-teman mereka. Pada saat para
  pengunjung memutuskan untuk menerima Kristus, kami akan mengatakan
  sesuatu seperti ini: "Jika Anda mengajak seorang teman hari ini, dan
  ia dapat menghargai bantuan Anda di dalam mempelajari secara lebih
  mendalam tentang kehidupan Kristen, kami mendorong Anda supaya pergi
  bersama-sama ke ruang resepsi. Di sana Anda dapat mengambil paket-
  paket yang tepat dan sesuai bagi mereka yang baru saja mengambil
  keputusan untuk menerima Kristus. Setelah itu, Anda dapat melakukan
  beberapa hal yang baik bagi teman Anda. Pertama, jika Anda belum
  bergabung dengan sebuah kelompok kecil, bergabunglah dalam salah
  satu kelompok bersama mereka. Bagian informasi kami akan menunjukkan
  kepada Anda satu kelompok yang baik. Kedua, ikutilah kelas
  Pendalaman Alkitab di gereja bersama teman Anda." (Seringkali
  pertobatan seorang teman menjadi langkah awal bagi si pembawa jiwa
  baru dalam proses pemuridan selanjutnya).

  Dalam beberapa minggu setelah suatu acara penjangkauan, kami
  menghubungi orang yang baru hadir itu per telepon sekali, tetapi
  kami menelepon tiga kali kepada si pembawa jiwa baru. Kami bertanya,
  "Adakah masalah-masalah spesifik yang dapat kami bantu
  penyelesaiannya?" Beberapa tahun lalu kami berpikir tentang
  bagaimana menjadikan gereja kami agar tidak terlalu banyak dikuasai
  pendeta, melainkan lebih banyak dikuasai kaum awam. Hal yang
  mengejutkan kami, yaitu bahwa kami mendorong jemaat kami untuk
  melakukan pelayanan, dan sebagai akibatnya, mereka sering dapat
  membawa seorang teman kepada Kristus. Gereja-gereja yang lain
  mungkin memiliki alasan-alasan teologis untuk tidak melakukan apa
  yang kami lakukan, tetapi pokok masalahnya adalah ini: Kami
  menekankan ikatan si petobat baru dengan tubuh Kristus, bukan dengan
  kelompok yang profesional. Langkah yang strategis adalah
  mengaktifkan kaum awam, memandang pendeta sebagai pembantu untuk
  melengkapi mereka, dan memberikan alat perlengkapan kepada jemaat
  yang sungguh-sungguh melakukan pelayanan.

  Menciptakan Suatu Tempat yang Aman
  ----------------------------------
  Seorang pria telah menghadiri beberapa acara penjangkauan dan mulai
  menghadiri kebaktian pada setiap Sabtu malam. Ia telah terjebak
  dalam suatu gaya hidup gay dan sedang mencari suatu jalan keluar,
  namun ia takut kalau-kalau ditolak gereja. Suatu hari ia datang
  kepada saya sesudah kebaktian dan mengatakan, "Saya seorang
  homoseksual. Saya telah mengikuti kebaktian di sini selama beberapa
  bulan dan telah menyaksikan sikap Anda dan gereja Anda. Saya
  tertarik karena gereja ini menjadi suatu tempat yang aman. Saya
  ingin menyerahkan kehidupan saya kepada Kristus." Kami berdoa, dan
  sesudah itu saya memperkenalkan dia kepada para pemimpin pelayanan
  kami untuk kaum homoseksual. Ia bergabung dalam program ini, dan
  tiga bulan kemudian ia menulis surat kepada saya. "Saat yang amat
  menentukan dalam kehidupan saya untuk mengatasi keinginan
  homoseksual," tulisnya, "adalah ketika saya berjumpa dengan Anda dan
  menceritakan kepada Anda keberadaan saya apa adanya. Sesudah
  mengikuti kebaktian selama beberapa bulan, saya merasa bahwa saya
  dapat diterima. Saya tahu bahwa Anda melihat seorang pribadi,
  bukannya seorang pria gay. Pada saat itu saya tahu bahwa saya sudah
  bebas."

  Orang-orang yang belum bergereja akan kembali ke suatu gereja yang
  memberikan rasa aman. Bagi mereka, inilah unsur yang paling penting.
  Jika mereka tidak merasa aman bersama Anda, mereka tidak akan mau
  tinggal cukup lama untuk mendengarkan berita kebenaran.

  Anda dapat melakukan beberapa hal untuk menjadikan diri Anda dan
  gereja Anda sebagai tempat yang terasa aman bagi orang-orang yang
  belum bergereja.

  Jelaskan maksud Anda yang sesungguhnya. Apabila kami bertanya kepada
  mereka yang belum bergereja mengapa mereka tidak datang ke gereja,
  keluhan nomor satu, yaitu bahwa mereka tidak mengerti apa yang
  sedang terjadi atau yang sedang disampaikan oleh pendeta. Kami
  mencoba menghilangkan berbagai asumsi tentang apa yang akan
  dimengerti para jemaat, dan kami berusaha keras untuk berbicara
  dengan bahasa yang dimengerti oleh mereka yang belum bergereja dan
  belum berpengalaman. Berilah penjelasan mengapa. Kelompok masyarakat
  pasca modernisme menolak komunikasi jenis petunjuk langsung. Jika
  suatu khotbah dimulai dengan pernyataan otoritatif tentang
  bagaimanakah seharusnya jemaat bersikap, khotbah seperti itu akan
  membuat mereka mundur. Saya telah membuktikan bahwa lebih baik
  berbicara secara persuasif, meski kadang-kadang perlu waktu dua kali
  lebih lama untuk menjelaskan suatu pokok masalah. "Jika Anda
  mempercayai hal ini, pasti akan terjadi demikian; jika Anda percaya
  hal itu dengan sungguh-sungguh, pasti hal itu pun akan terjadi."

  Dengan kata lain, jemaat sekarang lebih cenderung akan datang
  kembali ke sebuah gereja yang memberikan penjelasan mengapa. Salah
  satu di antara kaset-kaset rekaman yang paling banyak diminati
  adalah "How We Got the Bible and Why We Know It's the Word of God"
  (Bagaimana Kita Menerima Alkitab dan Mengapa Kita Tahu bahwa Alkitab
  adalah Firman Allah).

  Jangan merepotkan jemaat. Saya mempunyai seorang teman yang menjadi
  rabbi. Suatu ketika saya berkata kepadanya, "Tidak takutkah Anda
  bergaul dengan orang seperti saya, seorang penginjil yang lebih
  senang melihat Anda bertobat?" Ia seorang pakar Kitab Roma 9-11 dan
  mengajar di banyak seminari. Ia berkata, "Oh, tidak. Saya adalah
  anugerah Allah bagi Anda. Menurut pemahaman saya tentang Perjanjian
  Baru, tugas saya adalah memberikan kesempatan kepada Anda untuk
  mengasihi. Jika saya diyakinkan, itulah pekerjaan Roh Kudus.
  Pekerjaan Anda mengasihi, dan Roh Kudus meneguhkan." Rabbi itu
  mungkin memahami proses tersebut dengan lebih baik dibanding kita!
  Orang-orang merasa aman apabila kita mengasihi mereka dan tidak
  berusaha memaksakan keputusan untuk segera menerima dan mengikut
  Kristus.

  Jangan kaget karena banyaknya masalah. Orang-orang yang belum
  bergereja mengira bahwa gereja tidak menginginkan orang-orang yang
  bermasalah dengan dosa. Mereka menganggap bahwa orang-orang yang
  datang ke gereja adalah sempurna -- atau sedikit agak munafik untuk
  bertindak seperti mereka. Apabila Anda tidak menempelak dosa-dosa
  mereka, mereka merasa tenang. Apabila pendeta menunjukkan sikap
  transparan dalam khotbah-khotbahnya, misalnya, hal ini dapat membuat
  mereka mengakui masalah-masalah mereka.

  Berikan tawaran-tawaran yang tidak mengancam. Kami tidak
  mengadakan tantangan untuk maju ke depan (altar call) di gereja,
  sebab banyak orang yang belum bergereja telah melihatnya melalui
  acara TV dan tidak menyukainya. Namun demikian, kami selalu
  memberikan suatu tawaran pada acara-acara penjangkauan. Biasanya
  kami akan meminta hadirin agar memejamkan mata, dan kemudian meminta
  mereka yang mau menerima Kristus supaya memandang pembicara. Kami
  melakukan kontak mata dengan mereka dan mengajukan beberapa
  pertanyaan, memohon mereka untuk mengangguk sebagai tanda tanggapan,
  guna meyakinkan mereka mengetahui apa yang sedang mereka lakukan.
  Kami akan bertanya, "Apakah Anda diajak seorang teman?" Jika
  seseorang mengangguk, kami meminta dia untuk bercerita kepada
  temannya itu tentang keputusan yang baru dibuat. Kami berdoa dan
  kemudian menawarkan suatu paket gratis berisi kaset-kaset dan
  pelajaran Alkitab. Pada saat kami mendorong jemaat agar pergi
  bersama teman mereka menuju ruang resepsi, kami mencoba mengarahkan
  mereka supaya tidak agresif: "Kami menyadari bahwa banyak orang
  tidak mau melakukan hal ini segera. Jadi, lakukanlah minggu depan,
  apabila Anda merasa kurang tertarik pada sesuatu. Kami tertarik
  dengan keputusan Anda sendiri, bukan memaksakan kehendak kami pada
  Anda." Tidak berapa lama kemudian, seorang pria anggota gereja kami
  mengajak tiga atau 40 orang teman sekerjanya ke suatu acara
  penjangkauan dan kemudian mengadakan suatu pesta besar sesudah acara
  itu. Di situlah mereka berbicara tentang apa yang mereka alami dalam
  suasana yang menyenangkan dan nyaman tanpa ada ancaman. Di akhir
  acara tersebut, ia berkata, "Silakan datang kembali ke gereja
  secepat mungkin Anda dapat. Saya yakin Anda akan menyukainya."
  Ternyata ada banyak di antara temannya yang datang ke gereja; bahkan
  beberapa telah menerima Kristus. Jemaat yang dilatih untuk menjadi
  "pembawa-dan-penarik" jiwa dapat mengajak teman-teman mereka ke
  sebuah gereja yang mereka pandang relevan dan aman bagi mereka. Dan
  cepat atau lambat, sebagian besar di antara mereka, kalau tidak
  semuanya, pasti akan kembali ke gereja.

  [- Doug Murren adalah pendeta pendiri Eastside Foursquare Church di
     Kirkland, Washington.
   - Mike Meeks adalah pendeta senior eksekutif di Eastside Foursquare
     Church di Kirkland, Washington.]

  Diedit dari sumber:
  Judul Buletin: Kepemimpinan, Volume 35, Tahun IX
  Judul Artikel: Bagaimana Gereja Anda Dapat Menginjili?
  Penulis      : Doug Murren dan Mike Meeks
  Penerbit     : Yayasan Andi
  Halaman      : 37 - 42

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~

 THROUGH THE ROOF (TTR)
==>	http://www.throughtheroof.org/
==>	http://www.joniandfriends.org/
  Through the Roof (TTR), sebuah pelayanan Kristen bagi orang-orang
  cacat di Inggris, berupaya agar Injil dapat diakses oleh orang-orang
  cacat dan keluarganya. Bekerja sama dengan organisasi Joni and
  Friends, TTR memperlengkapi gereja-gereja untuk bisa melayani orang-
  orang cacat. Jika Anda terlibat dalam pelayanan yang sama, silakan
  berkunjung ke Situs TTR. Anda akan menjumpai links tentang pelayanan
  kepada orang-orang cacat, juga belajar tentang Disabled Christian
  Fellowship dan Wheels for the World. Anda bisa mengakses informasi
  tambahan tentang pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan dan
  kelompok-kelompok persekutuan orang cacat dan bagaimana melakukan
  pelayanan outreach untuk menjangkau orang-orang cacat yang ada dalam
  suatu komunitas.

 CHRISTIAN BROADCASTING NETWORK (CBN)
==>	http://www.cbnworld.com/
==>	http://www.cbn.com/
  CBN WorldReach, kampanye penginjilan global dari Christian
  Broadcasting Network, merupakan pelayanan penginjilan outreach
  global yang paling bersemangat dari CBN saat ini. Program pelayanan
  ini dirancang untuk memberitakan Injil kepada 500 juta orang melalui
  media massa dan pelayanan outreach personal." Silakan berkunjung ke
  situs ini untuk mendapatkan informasi-informasi misi online termasuk
  kesaksian; berita misi dari seluruh dunia; pokok-pokok doa dan
  sumber-sumber outreach, penginjilan, dsb. Pelayanan ini bisa menjadi
  salah satu pokok doa yang bisa Anda doakan.

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~

 A L G E R I A
  "Orang-orang non-Kristen yang telah mengenal kasih Kristus selalu
  mendapatkan ancaman dari kelompok-kelompok non-Kristen
  fundamentalis," demikian laporan sebuah pelayanan misi di Algeria.
  Para petobat baru ini dilarang untuk beribadah di gereja. Namun
  gereja-gereja telah didirikan di berbagai tempat di seluruh Algeria
  dan telah mengalami pertumbuhan yang mengagumkan. Dua mahasiswa,
  yang termotivasi oleh pelatihan perintisan gereja, telah merintis
  sebuah gereja dengan jemaat sebanyak 12 orang. Setahun kemudian,
  gereja ini telah berkembang pesat dengan jumlah jemaat sebanyak 200
  orang. Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui berbagai
  mujizat yang dilakukan sehingga mengubah kehidupan banyak orang dan
  wilayah di sekitarnya. Beberapa orang non-Kristen baru-baru ini
  mengeluhkan tentang orang-orang Kristen itu kepada Polisi. Namun
  Polisi malah mengatakan bahwa semenjak gereja itu didirikan,
  konsumsi obat-obat terlarang, alkohol, dan jumlah pencuri mengalami
  penurunan. Polisi memperingatkan kelompok non-Kristen ini untuk
  tidak mengganggu gereja karena gereja telah memberikan pengaruh yang
  baik kepada masyarakat.
  [Sumber: FRIDAY FAX: February 20, 2004]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan gereja dan jemaat di Algeria ini agar mereka terus menjadi
    saksi-saksi Kristus yang hidup bagi lingkungannya melalui segala
    segi pelayanan yang mereka lakukan.
  * Berdoa supaya melalui setiap pelayanan yang dilakukan, jemaat bisa
    mengajak dan membawa masyarakat non-Kristen di lingkungannya
    tersebut kepada Kristus.

 A S I A   T E N G A H
  Pasangan ini pernah bekerja di Asia Tengah pada saat terjadinya
  kudeta militer terhadap partai Komunis dan permulaan didirikannya
  pemerintahan republik. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, Elliot
  Larson dan istrinya, keduanya dari Interserve Medical Partner,
  diusir keluar dari negara ini. Mereka kembali ke Amerika Serikat
  untuk melayani di bidang obat-obatan. Namun 40 tahun kemudian,
  Larson merasa terpanggil untuk kembali ke Asia Tengah. "Anak-anak
  kami sudah menyelesaikan studinya. Saya sudah cukup tua untuk
  pensiun dan situasi di Afghanistan telah berubah saat ini. Saya
  mulai berpikir untuk kembali membuka usaha di sana." Pasangan ini
  merupakan bagian dari kelompok tentmaker yang merasa terpanggil
  untuk melayani di Asia Tengah. Banyak pintu sedang terbuka dan
  Interserve USA telah mengirim beberapa utusan ke wilayah di Asia
  Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Larson ingin memulai program
  intern medis sekaligus memberikan pelayanan. "Kami ingin menunjukkan
  ketulusan hati kami saat menangani para pasien dan bekerja sama
  dengan teman-teman kami. Dalam lingkungan negara-negara non-Kristen
  dimana ada banyak pembatasan untuk memberitakan Injil, kami masih
  tetap mengucap syukur dan menerima pembatasan-pembatasan itu. Dengan
  demikian kami mempunyai kesempatan untuk bersaksi melalui pekerjaan
  yang kami lakukan, integritas kami, dan kehidupan kami."
  [Sumber: CMDNet Weekly Update, February 28, 2004]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Berdoa supaya pasangan Elliot Larson bisa kembali ke Asia Tengah
    untuk membuka usaha medis sekaligus melakukan pelayanan untuk
    mengenalkan kasih Kristus melalui pekerjaan yang mereka lakukan.
  * Doakan supaya para tentmaker yang saat ini membuka usaha dan
    melakukan pelayanan di Asia Tengah bisa menjadi bijaksana dalam
    melihat kesempatan-kesempatan untuk memberitakan Kabar Baik.

 A M E R I K A   S E R I K A T
  Ada ribuan bahkan jutaan anak-anak di Amerika Serikat yang
  memerlukan bantuan khusus. Anak-anak yang diabaikan, atau
  ditelantarkan, atau anak-anak yatim piatu yang biasanya mengalami
  beberapa tragedi. Anak-anak tersebut menarik perhatian Bethany
  Christian Services. Perwakilan dari Bethany Christian Services
  mengatakan bahwa tim mereka sedang menggiatkan program "Partners in
  Prayer" untuk anak-anak tersebut. "Hal ini merupakan usaha untuk
  melakukan rekruitmen. Sudah menjadi tanggung jawab gereja untuk
  menyelamatkan generasi yang terhilang ini. Jadi, 'Partners in
  Prayer' merupakan perkumpulan gereja-gereja yang terlibat dalam doa
  dan rekruitmen bagi anak-anak yang tinggal di rumah yatim piatu atau
  membutuhkan keluarga untuk mengadopsi mereka." Sekali masyarakat
  Kristen mengetahui kebutuhan anak-anak tersebut, maka mereka
  bersedia terlibat, mengadopsi anak-anak tersebut, dan mensharingkan
  tentang Kristus saat mereka mencukupi kebutuhan-kebutuhan anak-anak
  tersebut. "Partners In Prayer" berharap untuk mengembangkan program
  tersebut ke negara-negara bagian lainnya.
  [Sumber: Mission Network News, March 10th 2004]
  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan "Partners In Prayer" dalam usahanya untuk menggalang
    kerjasama antar gereja untuk terlibat dalam pemenuhan kebutuhan
    anak-anak terabaikan.
  * Berdoa supaya banyak gereja yang merespon pelayanan "Partners In
    Prayer". Menjangkau anak-anak yang membutuhkan tersebut merupakan
    salah satu cara untuk mempersiapkan generasi masa depan yang
    mengenal kasih Kristus.

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~

 Pelayan Pengembangan Gereja di Pedesaan
  ---------------------------------------
  Kekristenan semakin berkembang di seluruh dunia, tetapi masih ada
  sekitar 50%-60% yang belum mengenal Jalan Hidup dan Kebenaran. Oleh
  karena itu, masih terbuka kesempatan untuk melakukan beragam
  pelayanan supaya Injil bisa diberitakan di seluruh dunia. Ada dua
  organisasi di Indonesia yang saat ini menjadikan pelayanan
  penginjilan di daerah pedalaman dan pedesaan di seluruh Indonesia
  sebagai salah satu fokus pelayanannya, yaitu:
  1. PESAT (Pelayanan Desa Terpadu)
     ------------------------------
     Lembaga pelayanan kristiani yang mempunyai visi untuk menjangkau
     suku-suku belum terjangkau di seluruh Indonesia.

  2. Yayasan Mitra Misi Indonesia (YMMI -- MissionCARE)
     --------------------------------------------------
     Pelayanan yang dilakukan YMMI antara lain memberi subsidi untuk
     kehidupan hamba-hamba Tuhan di pedalaman dan pedesaan dan
     memberikan beasiswa untuk anak pedalaman dan pedesaan yang
     terbeban untuk melayani Tuhan di daerahnya.

  Pokok Doa:
  ----------
  * Doakan khususnya untuk program pelayanan pengembangan gereja di
    pedesaan yang dilakukan oleh PESAT dan YMMI. Doakan untuk setiap
    staf yang diutus guna melakukan perintisan gereja di tempat-tempat
    terpencil dan di pedesaan supaya mereka kuat dan setia dalam
    melaksanakan setiap tugas pelayanannya.

  * Doakan proses sosialisasi dari kedua lembaga ini sehingga
    pelayanan mereka bisa dikenal oleh masyarakat Kristen Indonesia
    dan mendapatkan banyak dukungan.

  * Berdoa untuk para pemimpin, pengurus, dan staf dari kedua lembaga
    tersebut supaya mereka terus mencari hikmat Tuhan untuk
    mengembangkan program pelayanan yang dilakukan.

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ SURAT ANDA ~~

  Dari: Ellen Pantouw <ellen@>
  >Syalom,
  >Saya sedang mencari berita2 ttg misi nasional maupun internasional
  >untuk keperluan majalah missioncare chapter surabaya yang akan
  >segera diterbitkan. Apakah saya bisa dibantu? Saya tertarik dengan
  >profil2 suku2. Bagaimana cara mendapatkannya dan apakah boleh
  >dipublikasikan? Terimakasih. Tuhan memberkati.
  >Ellen Pantouw

  Redaksi:
  Untuk mendapatkan berita-berita tentang misi nasional maupun
  internasional, Anda bisa mendapatkannya dalam setiap edisi Buletin
  e-JEMMi (Jurnal Elektronik Mingguan Misi) yang dikirimkan via email
  ini. Selain berita-berita seputar misi internasional, Buletin
  e-JEMMi juga menampilkan artikel misi, kesaksian misi, dan juga
  sumber-sumber misi. Oleh karena itu, kami telah memasukkan email
  Anda dalam daftar pelanggan Buletin e-JEMMi. Dengan demikian Anda
  bisa menerima kiriman buletin ini secara rutin setiap minggunya.

  Kami sangat tidak keberatan jika Anda dapat menggunakan sajian-
  sajian di e-JEMMi untuk bisa dipublikasikan dan juga didoakan.
  Sebagai perhatian, mohon Anda jangan lupa mencantumkan sumber asli
  dari mana artikel/kesaksian tersebut diambil (penulis dan
  penerbitnya), dan juga mohon dicantumkan nama Buletin e-JEMMi
  sebagai penerbit versi email-nya.

  Bagi Anda yang ingin memperkenalkan Buletin e-JEMMi kepada teman-
  teman lain, silakan kirim alamat-alamat email mereka kepada kami,
  atau mereka bisa berlangganan sendiri dengan mengirim email ke:
  ==>	<subscribe-ikan-misi@xc.org>

*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=
~~ URLS Edisi Ini ~~

* CMDNet                                 http://www.cmd.org.nz/cmdnet/
* Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/
* FRIDAY FAX                          http://www.cmd.org.nz/fridayfax/


_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dlm Buletin e-JEMMi disadur dengan izin dari banyak pihak
Copyright(c) 2004 oleh Buletin e-JEMMi --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <owner-i-kan-misi@xc.org>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi@xc.org>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi@xc.org
Untuk Situs e-MISI                          http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip Buletin e-JEMMi       http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org