*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Desember 2003, Vol.6 No.49
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Kesaksian Misi] : Tukang Pos yang Menyelamatkan Natal
o [Profil/Sumber Misi] : Blessings International,
The Gideons International
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Rusia, Amerika Serikat, India
o [Doa Bagi Indonesia] : Sekolah Pelatihan Penyiapan Penuai
o [Surat Anda] : Terima kasih atas Responnya
o [URLs Edisi Ini]
***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam sejahtera.
Kita telah memasuki minggu kedua di bulan Desember. Pasti di antara
Anda sudah ada yang mengikuti ibadah ataupun merayakan Natal. Fakta
terbesar yang kita pelajari saat Natal adalah MEMBERI. Dibalik kisah
tentang kelahiran Yesus, kita bisa melihat bagaimana kasih Allah
yang sangat luar biasa besarnya bagi kita semua, manusia yang
berdosa. Dia rela mengaruniakan anak-Nya yang tunggal untuk menebus
dosa manusia. Seperti yang tertulis dalam Yohanes 3:16,
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal."
Bagaimana kita bisa belajar dari Bapa yang secara tulus mau memberi
ini? Saat kita meninjau hidup pribadi kita masing-masing, apakah
kita sudah bersedia memberi dengan tulus? Apakah kita masih suka
pilih-pilih orang yang akan kita beri? apakah kita masih menganggap
bahwa memang sudah menjadi kewajiban orang Kristen untuk memberi?
apakah kita sudah memberi segala sesuatu yang telah Allah percayakan
kepada kita kepada mereka yang membutuhkan, sebagai ungkapan rasa
syukur kita kepada Allah? atau apakah kita di bulan Natal ini sedang
mengharapkan pemberian dari orang-orang lain sebagai balas jasa?
apakah kita sudah memberi dengan perasaan sukacita?
Oleh karena itu, saat kita merayakan Natal -- saat dimana keinginan
untuk memberi dan saling berbagi berada di puncak tertinggi -- kita
sekaligus bisa mengevaluasi kegiatan memberi yang biasa kita
lakukan. Mari kita gunakan semangat dan kegembiraan Natal ini untuk
bisa memberi dengan sukacita.
Redaksi e-JEMMi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ KESAKSIAN MISI ~~
TUKANG POS YANG MENYELAMATKAN NATAL
===================================
Malam Natal adalah peristiwa meriah di rumah Schow di Cardston,
Alberta, Kanada. Tradisi sungguh-sungguh terasa ketika kedelapan
anaknya yang berusia 3 sampi 16 tahun mondar-mandir untuk membantu
ibu mereka, Ingeborg, dalam persiapan masa Natal. Ibuku, Ruth baru
berumur 8 tahun pada saat itu. Tetapi, ia masih ingat kejadian itu
sampai saat ini. Biasanya, Natal selalu dilengkapi dengan Schow
Danish fudge dan toffee. Schow Danish fudge adalah sejenis permen
coklat yang lunak dari Denmark dan dibuat oleh keluarga Schow,
sedangkan toffee adalah sejenis permen yang dibuat dari gula dan
mentega. Toffe terbuat dari permen yang lentur dan bisa ditarik.
Di tengah-tengah kegembiraan, tiba-tiba pintu belakang terbuka
dengan suara keras. Angin yang sangat dingin berhembus masuk dan
salju pun menyerbu ke dalam dapur yang nyaman. Sidney, 15 tahun,
baru saja kembali dari tugasnya yakni mengantar koran. Ia sangat
kedinginan dan akhirnya ia merasa senang karena berada di kehangatan
rumah keluarga. Rex mengangkut arang dan kayu yang terakhir ke dalam
rumah supaya tungku keluarga tetap menyala sepanjang malam. Tungku
kami terbuat dari besi tuang.
Musim salju 1927 adalah musim salju yang paling dingin yang pernah
terjadi di kota kecil ini. Depresi membuat keluarga-keluarga
berjuang untuk menghemat dan pandai menggunakan akal. Keluarga Schow
memiliki beberapa ekor sapi dan ayam. Ini bisa membantu keluarga
Schow untuk menyediakan susu, telur, krim, dan mentega. Persediaan
makanan pun bisa tersedia bagi mereka. George Schow adalah orang
yang mempunyai bakat sebagai tukang kayu. Bahkan, ia bisa membuat
perasan keju dari bahan kayu sehingga keluarganya dapat membuat keju
untuk keperluan sendiri.
Pada senja hari, anak-anak berkumpul di sekeliling piano untuk
menyanyikan lagu-lagu Natal. Mereka menantikan kedatangan ayah
mereka, George, dari tempat kerjanya sambil memperhatikan jalannya
waktu. Ayah mereka adalah seorang tukang pos yang bertugas mengantar
surat-surat ke banyak kelompok kecil masyarakat di sekitar Cardston,
misalnya Leavitt, Mountain View, Glenwood, dan Hillspring. Tetapi,
George akan pulang cepat karena ini adalah malam Natal. Ia selalu
memasang pohon Natal bila ia sampai di rumah. Untuk mempersiapkan
Natal, anak-anak telah merangkai pop-corn dalam jumlah banyak dan
menggunting bintang-bintang kecil yang indah terbuat dari kertas
untuk digantung di pohon. Mereka membantu ibu mereka untuk memasang
lilin-lilin berwarna yang indah di jepitan pohon. Lilin-lilin itu
siap untuk dipasang di dahan-dahan yang kuat.
Sesuai harapan, George pulang lebih awal dari pekerjaannya. Ia
merasa senang telah selesai mengantarkan surat-surat pada hari itu.
Ia lelah dan begitu kedinginan sehingga seluruh badannya terasa
sakit. Tetapi, cinta yang meluap-luap dari keluarganya segera
menghangatkan tubuh dan jiwanya. Betapa ia mencintai Natal! Dengan
bantuan Sidney dan Rex, ia segera memaku papan-papan silang ke dasar
pohon secara hati-hati. Kemudian, mereka mendirikannya di ruang
keluarga. Tanpa hiasan pun, pohon itu kelihatan bagus sekali!
Ketika anak-anak menghias pohon, George diam-diam menggiring
istrinya ke dapur untuk menjauhi hiruk-pikuk kegembiraan.
Kelihatannya, George dalam kesukaran. Ia berbagi cerita dengan
Ingeborg tentang peristiwa-peristiwa terakhir yang terjadi ketika
ia bekerja pada hari itu. Ketika sedang menuju ke rumah, ia
diberitahu tentang kereta api malam yang mengantar sepuluh peti
barang antaran ke stasiun. Semua peti itu ditujukan untuk satu
keluarga yang tinggal di Hillspring. Namun, karena hari sudah malam
dan hampir gelap, pengantaran peti itu harus ditunda sampai sehari
sesudah Natal. Jarak tempuh ke Hillspring memang sangat jauh,
terutama pada saat badai salju sedang berlangsung.
Kepala rumah tangga keluarga yang sedang menunggu kiriman itu adalah
Mr. Jeppson. Selama satu minggu, setiap hari Mr. Jeppson pergi ke
stasiun untuk mencari tahu apakah ada paket yang tiba dari keluarga
mereka di Amerikat Serikat. George tahu bahwa keluarga ini mempunyai
beberapa anak dan sedang mengalami masa yang sulit. Untuk yang
terakhir kali, Mr. Jeppson datang kembali ke stasiun pada Malam
Natal. Ia putus asa dan terus mencari tahu tentang peti-peti itu. Ia
pulang dengan tangan hampa dan sangat sedih. Rupanya, keluarga
Jeppson menulis ke sanak-saudara mereka agar mereka mengirim apa pun
untuk Natal. Barangkali, kirimannya bisa berupa selimut kain tua
yang sudah usang untuk menghangatkan mereka atau sedikit uang untuk
membeli arang.
George dan Ingeborg adalah orang yang taat pada agama dan mereka
mempunyai iman yang besar. Mereka berlutut dan berdoa dengan tenang
untuk hal itu. Sesudah berdoa, mereka saling memandang dan mereka
tahu apa yang harus dilakukan. Peti-peti itu harus diantarkan malam
itu juga! Tetapi, Ingeborg mempunyai sebuah permintaan. George harus
membawa Sidney, putra mereka yang tertua. George hanya dapat melihat
dengan satu mata karena suatu peristiwa yang diderita pada awal
hidup perkawinan mereka. Dengan penglihatannya yang terbatas,
pengantaran di siang hari tidak menjadi masalah. Tetapi, daya
tangkap di malam hari merupakan suatu tantangan yang sangat berat
baginya, terutama dalam keadaan badai salju.
George memanggil Sidney dan ia menerangkan situasi yang terjadi.
Sidney tidak ragu-ragu sedikit pun. Ketika mereka bersiap-siap untuk
pergi, anak-anak yang lain diberi tahu tentang perjalanan itu.
Mereka membantu menyiapkan beberapa hal, misalnya membuat sandwich
dan mengisi termos-termos. Anak-anak yang kecil mengisi kantong ayah
mereka dengan kacang dan permen yang bisa mereka makan selama
perjalanan. Secara diam-diam, semua anggota keluarga khawatir karena
mereka akan terpisah pada waktu Natal.
Setelah kereta salju dipasang, keluarga itu berkumpul untuk berdoa.
Dengan iman yang besar, mereka melihat kereta salju itu menghilang
secara cepat di malam yang bersalju. Dalam sekejap mata, George dan
Sidney tiba di stasiun. Mereka mengangkut peti itu dan berangkat ke
Hillspring. Mereka meletakkan tungku panas di bawah kaki agar badan
mereka hangat. Selain itu, mereka memakai selendang untuk membungkus
sekeliling wajah mereka. Mereka pun menghadapi badai salju di Malam
Natal itu. Ketika badai salju mengamuk, anak-anak di rumah
menggantung kaos kaki mereka. Kemudian, mereka menyampaikan doa-doa
mereka dan bergegas ke tempat tidur. Mereka berharap bisa bertemu
ayah dan kakak mereka pada pagi dini hari di hari Natal. Sementara
itu, perjalanan kereta salju terus berlanjut dan menembus malam.
Mereka membutuhkan waktu 8 jam perjalanan untuk mencapai rumah
keluarga Jeppson. Selama perjalanan, mereka sering merasakan
pengawalan khusus dan perasaan damai menyelimuti perjalanan itu.
Mereka percaya bisa mencapai tujuan dengan selamat.
Akhirnya, mereka lega karena bisa melihat cahaya di rumah keluarga
Jeppson. George mengetuk pintu pelan-pelan pada dini hari di pagi
Natal. Ia tidak kelihatan baik karena salju telah mengubah napasnya
seperti es. Ini membuat bunga-bunga es beku menggantung pada
selendang di sekeliling wajahnya. Ketika istri Mr. Jeppson membuka
pintu, ia menjerit karena melihat penampilan George yang
mengejutkannya. George menerangkan tujuan kedatangannya dan peti-
peti itu dibawa masuk ke rumah. Melihat situasi rumah yang kosong,
pasti keluarga Jeppson tidak akan merayakan Natal tanpa kedatangan
peti-peti itu. Mata Bu Jeppson bercahaya ketika mereka mengeluarkan
selimut-selimut baru, sarung tangan, sepatu, mantel, dan pakaian-
pakaian lain untuk anak-anak. Selain itu, mereka juga mendapat ham
dan bacon, buah-buahan, selai, dan segala macam permen. Mereka
mengeluarkan terigu dan gula, kacang, dan bumbu-bumbu, bahkan
boneka-boneka kecil untuk anak-anak. Di dalam paket kiriman juga
disertakan surat kecil. Surat itu berisi informasi kepada keluarga
Jeppson bahwa penduduk di sekeliling lembah telah mengadakan bazar
untuk menyumbangkan semua barang kepada keluarga itu. Mereka
mengajukan permintaan sederhana yakni selimut-selimut tua itu bisa
berubah menjadi bantuan dan cinta yang melimpah dari ratusan orang
yang peduli. George dan Sidney meninggalkan keluarga Jeppson yang
sangat berbahagia. Mereka berterima kasih sedalam-dalamnya dan
memulai perjalanan panjang untuk pulang ke rumah.
Mereka berangkat dengan tungku yang hangat di kaki mereka dan beban
yang ringan di kereta salju mereka. Ketika matahari terbit di atas
rumah keluarga Schow, anak-anak bergegas memeriksa kaos kaki mereka.
Mereka juga ingin melihat apakah ayah dan kakak mereka sudah pulang.
Anak-anak terus mengawasi jendela sambil menunggu kembalinya ayah
dan kakak mereka. Akhirnya, tepat sesudah makan siang, Paul melihat
kereta salju yang tidak asing lagi dan semua lari menyongsong
kedatangan George dan Sidney. Dalam keadaan lelah tetapi bahagia,
George dan Sidney terhuyung-huyung masuk ke dalam rumah dan mereka
semua saling berpelukan. Keduanya bercerita tentang keluarga Jeppson
dan betapa pentingnya isi peti-peti itu bagi keluarga Jeppson.
Mereka membutuhkannya tidak hanya untuk Natal, tetapi juga untuk
kelangsungan hidup mereka selama musim dingin. Selain itu, George
dan Sydney juga bercerita tentang perlindungan dan pengawalan yang
diberikan oleh Tuhan sepanjang perjalanan. Air mata cinta dan terima
kasih memenuhi mata George ketika ia memeluk keluarganya erat-erat.
Mereka betul-betul diberkati. George mencoba membayangkan kembali
kebahagiaan yang dialami oleh keluarga Jeppson pada hari Natal itu.
"Pengiriman paket khusus" yang menjadi mujizat Natal ini tak akan
pernah dilupakan oleh keluarga Jeppson maupun keluarga Schow.
Sumber:
Judul Buku : The Magic of Christmas Miracles (Koleksi Kisah Nyata
Terbaru yang Sangat Memberikan Inspirasi)
Judul Artikel: Tukang Pos yang Menyelamatkan Natal
Penulis : Gayla Woolf Holt
Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, Jakarta, 2002
Halaman : 77 - 83
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
BLESSINGS INTERNATIONAL
==> http://www.blessing.org/
Organisasi "Blessings International" melayani klinik dan rumah sakit
di 130 negara berkembang dengan mengirimkan obat-obatan dan
peralatan rumah sakit. Pelayanan utama "Blessing International" yang
menggunakan sarana kapal ini adalah mendukung tim medis jangka
pendek yang mengantarkan obat-obatan dari "Blessing International"
ke negara-negara yang menjadi tujuan dari pelayanan ini.
Tujuan dari pelayanan "Blessings International" adalah menyediakan
vitamin dan obat-obatan bagi para pasien yang membutuhkan di klinik
dan rumah sakit di negara-negara berkembang dan memberikan
pengharapan bagi anak-anak dan orang dewasa yang hidup dalam
kemiskinan. Berdoa agar melalui pelayanan ini banyak penduduk yang
dilayani mempunyai kesempatan untuk mengenal kasih Allah.
THE GIDEONS INTERNATIONAL
==> http://www.gideons.org/
Salah satu bentuk pelayanan organisasi "The Gideons International"
adalah membagikan Alkitab dalam Perjanjian Baru secara gratis di
hotel-hotel, sekolah-sekolah, rumah sakit, penjara-penjara, dan
tempat-tempat lain yang biasa dituju/dikunjungi banyak orang.
Organisasi ini telah melakukan pelayanan di 175 negara. Setiap
tahunnya lebih dari 1 juta copy Alkitab dibagikan kepada banyak
orang di banyak tempat. Tidak terhitung jumlah jiwa yang telah
diubahkan, mengalami transformasi hidup, dan hidupnya terberkati
melalui Alkitab-alkitab yang diletakkan oleh para pekerja The
Gideons di berbagai tempat tersebut.
Btw, mungkin hal ini bisa memberi kita ide untuk memberikan hadiah
Alkitab kepada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
R U S I A
Sebuah badan misi sedang bekerja melayani untuk memberitakan Injil
kepada anak-anak Rusia yang termasuk dalam kelompok orang
terabaikan. Menurut Slavic Gospel Association (SGA), anak-anak itu
menjadi alasan bagi SGA untuk membuat sebuah proyek Natal khusus
dengan nama Immanuel's Child. Melalui proyek ini, gereja-gereja
lokal bekerja sama dengan gereja-gereja di Rusia untuk memberikan
harapan kepada anak-anak miskin ini. Perwakilan SGA mengatakan,
"Hadiah-hadiah ini menarik anak-anak untuk ikut beribadah di gereja.
Kesempatan itu kami gunakan untuk memberitakan Injil. Gereja-gereja
bisa mendata nama-nama dan keluarga mereka. Lalu gereja-gereja ini
bisa memulai suatu sistem follow-up selama setahun ke depan dimana
anak-anak tersebut dilibatkan dalam setiap program yang diadakan.
Anak-anak ini diundang Sekolah Minggu dan banyak dari anak-anak ini
yang memberikan respon. Anak-anak yang merespon dimuridkan dan
dimantapkan dasar keyakinan mereka." Perwakilan ini juga mengatakan
bahwa pelayanan outreach kepada anak-anak ini diharapkan semakin
berkembang. "Injil semakin maju diberitakan, dan melayani anak-anak
ini merupakan salah satu cara efektif bagi gereja-gereja untuk
menjangkau Rusia. Kami percaya bahwa Allah telah membangkitkan
generasi anak-anak ini untuk mempunyai kerinduan mendengar Firman-
Nya."
Sumber: Mission Network News, January 20th, 2003
* Doakan pelayanan Slavic Gospel Association dalam menjangkau anak-
anak terabaikan di Rusia. Doakan agar Allah memberikan hikmat dan
bijaksana bagi organisasi ini untuk mencari sarana-sarana yang
efektif untuk melaksanakan misi penginjilan mereka.
* Berdoa untuk anak-anak yang dilayani Slavic Gospel Association
agar benih-benih yang tertanam dalam hati mereka bisa tumbuh subur
seiring dengan pertambahan usia mereka. Mereka bisa menjadi saksi-
saksi Kristus yang dapat memenangkan keluarganya.
A M E R I K A S E R I K A T
Para penghuni penjara menerima pernyataan kasih dari umat Kristen di
Amerika Serikat. Wakil dari Crossroad Bible Institute (CBI)
mengatakan bahwa program CBI untuk "Christmas Send A Card"
(Mengirimkan Satu Kartu Natal) telah meraih sukses besar. "Kami
menerima 11.800 kartu yang dapat kami kirimkan kepada para
narapidana. Kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada
kelompok-kelompok studi Alkitab, kelas-kelas Sekolah Minggu,
keluarga, tetangga, dan segenap gereja yang telah turut
berpartisipasi dalam program ini. Para narapidana juga sangat
bersukacita dengan kartu-kartu tersebut." CBI telah mensuplai
materi-materi kursus korespondensi Alkitab kepada ribuan narapidana
setiap tahunnya. Perwakilan CBI juga mengatakan bahwa para napi
membutuhkan dukungan. Oleh karena itulah, CBI ingin terus
melanjutkan program pengiriman kartu ini. "Pada musim semi ini, kami
merencanakan untuk bekerja sama dengan Prison Fellowship. Kami akan
mengadakan program kartu Paskah. Setiap orang yang berpartisipasi
bisa menandatangani kartu-kartu yang dikirimkan, memasukkannya ke
dalam amplop, dan mengirimkannya ke CBI."
Sumber: Mission Network News, February 6th, 2003
* Bersyukur atas kartu-kartu Natal yang telah terkirim bagi para
narapidana ini. Berdoa agar melalui kartu-kartu ini, para napi
bisa merasakan perhatian dan kasih Allah dalam hidup mereka.
* Doakan supaya para napi bisa diubahkan hidupnya sehingga saat
dibebaskan nanti, mereka tidak mengulangi perbuatan jahat mereka
lagi.
I N D I A
Indian Bible School tengah bersiap-siap untuk meluluskan para
muridnya. Semenjak didirikan 25 tahun yang lalu, sekolah Alkitab
Hope Givers International di India Utara telah siap-siap untuk
meluluskan salah satu kelas terbesarnya pada bulan Februari lalu.
Perwakilan dari Bible Pathway Ministries mengatakan bahwa Hope
Givers International yang juga merupakan 'saudara pelayanannya' saat
ini sedang melakukan persiapan untuk mengutus 2000 pendeta baru
menuju ke ladang pelayanan. "Kami mengutus para lulusan baru ini dan
membekali mereka dengan Alkitab "Best of Bible Pathway", versi King
James, yang baru saja diterbitkan sebagi hadiah kelulusan mereka.
Alkitab ini akan mereka bawa ke mana pun mereka pergi." "Kemungkinan
besar mereka (lulusan baru ini) akan pergi melayani di Delhi bulan
Desember nanti. Dengan demikian mereka bisa melayani di sana saat
Natal dirayakan. Sungguh merupakan suatu sukacita saat mengetahui
bahwa Kabar Baik akan segera tiba di Delhi. Alkitab ini dibawa dan
diberikan oleh para pendeta baru yang juga akan mulai merintis
berdirinya gereja-gereja baru serta menceritakan kepada banyak orang
tentang kisah Natal."
Sumber: Mission Network News, November 6th, 2003
* Bersyukur atas 2000 lulusan baru yang telah siap diutus untuk
melayani di India. Berdoa agar Allah terus memantapkan kerinduan
pelayanan mereka dan membekali mereka dengan kasih pelayanan yang
tulus.
* Doakan untuk pelayanan baru yang akan mereka rintis di India.
Berdoa supaya mereka bisa menjalin relasi dengan para penduduk
yang membuka kesempatan untuk merintis berdirinya gereja-gereja
baru di wilayah ini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Info dari SP3 (Sekolah Pelatihan Penyiapan Penuai)
--------------------------------------------------
SP3 (Sekolah Pelatihan Penyiapan Penuai) adalah sekolah pelatihan
yang dikhususkan bagi setiap orang yang mempunyai kerinduan untuk
menjadi penuai jiwa-jiwa. Sampai saat ini SP3 yang ada di Bandung
ini sudah memasuki tahun ke-5. Pelatihan di SP3 dilaksanakan di
Lembang Bandung dengan penyampaian materi di kelas selama 4 bulan.
Setelah itu diadakan pengutusan yang akan mengirim para peserta
pelatihan ke suku-suku yang terabaikan di seluruh Indonesia. Pada
tanggal 13 Desember 2003 akan diadakan seleksi SP3 secara serentak
di seluruh Indonesia.
Pokok Doa
---------
* Berdoa untuk seleksi SP3 angkatan VI pada 13 Desember 2003 yang
dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia agar dapat berjalan
dengan baik.
* Berdoa supaya Allah terus menguatkan hati dan komitmen para
peserta pelatihan SP3 angkatan VI untuk melayani ke wilayah-
wilayah yang sama sekali baru bagi mereka. Doakan agar mereka
semakin jelas melihat panggilah Allah bagi hidup mereka.
* Doakan untuk program pendidikan dan pelatihan yang akan dimulai
bulan Februari 2004 supaya dapat diikuti banyak orang Kristen yang
rindu untuk melayani suku-suku terabaikan di Indonesia.
[Kiriman dari: Irfan]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: "Tarja Sumantri" $lt;h-t.sumantri(at)>
>Hallo Redaksi e-Misi!
>Terima kasih untuk respon positipnya. Mari kita terus bekerja
>"selama hari masih siang" untuk Dia yang telah bekerja sampai mati
>dan bangkit untuk kita. Indonesia penuh kemulian Kristus Yesus.
>Salam, Hendry Sumantri
Redaksi:
Kami setuju dengan ajakan Anda. Kami dan juga Anda akan semakin giat
bekerja dengan setiap pelayanan yang telah dipercayakan kepada kita
masing-masing demi kemuliaan nama-nya. Selamat melayani!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* What in the World http://www.cmd.org.nz/what/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2003 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. ,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Ratri, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan,
sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16b)
|