Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Markus 10:32-34
< Februari
2012
>
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29      


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu, 29 Februari 2012

Judul: Keprihatinan Tuhan Yesus
Apa yang menyebabkan para murid cemas dan orang-orang yang mengikuti Yesus takut dalam perjalanan ke Yerusalem? Pasti bukan karena mereka sadar akan apa yang harus terjadi pada Yesus, sebagai Mesias yang akan menderita. Walau sudah dua kali (Mrk. 8:31; 9:31) atau tiga kali (kalau 9:12 diperhitungkan) Yesus memberi tahu mereka bahwa Ia harus menderita. Mereka masih belum mengerti akan hal itu sampai saat itu. Itu sebabnya, Yesus harus memberitahu mereka sekali lagi dan kali ini lebih mendetail. Para murid cemas dan orang banyak takut mungkin karena penampilan Tuhan Yesus sendiri yang sangat serius dan prihatin!

Apa keprihatinan Tuhan Yesus? Yang paling utama tentunya bahwa Dia akan menderita dan mati demi keselamatan manusia. Dia akan menanggung hukuman dosa seisi dunia melalui kematian-Nya di kayu salib. Namun, dua hal lain yang membuat Yesus prihatin. Pertama, Ia akan dikhianati oleh bangsa-Nya sendiri. Para pemuka agama yang senantiasa membangkitkan pengharapan umat Yahudi akan kedatangan Mesias, ternyata menolak Sang Mesias bahkan membunuh-Nya. Bagaimana mungkin Yesus tidak sedih karena milik kepunyaan-Nya menolak-Nya (Yoh. 1:11). Kedua, Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ini bisa berarti, proses penganiayaan dan pembantaian Yesus dilakukan oleh orang nonYahudi. Bisa juga berarti mati di atas salib adalah bentuk hukuman yang tidak diatur oleh Hukum Taurat. Yesus dibunuh oleh orang-orang nonYahudi dan dengan cara-cara nonYahudi. Namun, keprihatinan Yesus tentu juga diarahkan kepada para murid yang tidak mengerti akan pemberitaan ini. Terutama mereka tidak mengerti bahwa setelah kematian, Yesus akan bangkit kembali sebagai pemenang.

Mudah-mudahan Tuhan Yesus tidak usah prihatin dengan iman kita. Seharusnya kita tidak meragukan bahwa Yesus pernah mati di salib untuk menebus dosa kita, dan bahwa Dia bangkit sebagai pemenang. Tugas kita adalah memberitakan karya salib dan kemenangan-Nya atas dosa dan maut.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/02/29/

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran