Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Mazmur 147
< September
2010
>
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Jumat, 3 September 2010

Judul: Jangan hanya ingin kuasa-Nya
Ada saat Allah murka karena dosa umat-Nya, tetapi ada saat Ia menunjukkan kemurahan hati-Nya. Allah telah membuang umat Israel ke negeri yang jauh, keluar dari negeri yang Dia janjikan kepada mereka. Namun kemudian Ia memulihkan mereka dan memulangkan mereka ke Yerusalem sehingga mereka bisa kembali membangun Yerusalem, mendirikan Bait Allah, dan menyembah Dia di sana.

Mazmur ini jadi saksi atas pembangunan kembali kota Daud itu (ayat 2). Fakta bahwa Allah memulangkan umat ke tanah perjanjian dan memampukan mereka untuk membangun Yerusalem menunjukkan bahwa Ia dapat dan berkuasa melakukan pemulihan (3). Karena itu ayat 1 yang membuka mazmur ini menjadi nada dasar yang baik bagi keseluruhan mazmur ini: sungguh baik dan layaklah memuji-muji Allah, karena Dia bukan saja murah hati, tetapi juga Maha Kuasa. Ia berkuasa atas alam raya, tetapi tidak segan-segan menunjukkan pemeliharaan-Nya kepada makhluk lemah, seperti anak burung gagak yang tak diperhatikan induknya (9).

Di dalam kasih dan kuasa-Nya, Allah tidak menyukai orang yang bersandar pada kekuatan sendiri, entah itu kekuatan fisik, finansial, atau kekuatan relasi dengan orang-orang berkuasa. Yang ia sukai adalah orang-orang yang memiliki kekuatan yang dilandaskan pada iman terhadap Dia (10-11). Maka secara khusus, Allah menyatakan firman-Nya kepada umat (19-20). Ini adalah berkat istimewa yang tidak didapat bangsa lain. Ini memperlihatkan bahwa semua yang Allah lakukan bagi umat, bukanlah sebuah pertunjukan kekuasaan. Dengan memberikan firman-Nya, Allah menunjukkan bahwa sesungguhnya Ia menginginkan hubungan yang hidup.

Allah memang ingin menunjukkan kuasa-Nya dalam hidup kita, tetapi Ia juga ingin berkomunikasi dengan kita. Masalahnya kebanyakan orang merasa membutuhkan Allah hanya pada saat-saat genting saja, tetapi tidak mau membuka diri terhadap Dia dalam keutuhan hidup di sepanjang waktu. Kiranya kita tidak jadi orang yang demikian.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran