Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > KEBESARAN SEJATI
< Mei
2004
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Sabtu, 29 Mei 2004

Bacaan Setahun : 2 Tawarikh 7-9; Yohanes 11:1-29
Nats : Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus (Lukas 9:37)

KEBESARAN SEJATI

Bacaan : Lukas 9:28,29,34-42

Pada peringatan 50 tahun pendakian bersejarah Gunung Everest yang dilakukan oleh Sir Edmund Hillary, seorang penyiar televisi mengatakan bahwa status Hillary sebagai pahlawan di Nepal terutama “tidak berkaitan dengan apa yang dilakukannya saat berdiri di puncak dunia itu, melainkan saat ia turun kembali dari puncak gunung tersebut”. Setelah menaklukkan gunung tertinggi di dunia bersama rekannya Tenzing Norgay pada tahun 1953, Edmund menghabiskan waktu selama lima dekade berikutnya untuk membantu mendirikan berbagai sekolah, rumah sakit, dan jembatan bagi masyarakat Sherpa.

Perbedaan ketika Edmund Hillary berada di gunung itu dan pelayanannya di Lembah Sherpa mengingatkan kita pada apa yang dialami Yesus ketika menampakkan kemuliaan-Nya di atas gunung (Lukas 9:28-36). Hal ini merupakan puncak berkat tatkala wajah Tuhan memancarkan sinar dan Bapa berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” (ayat 35).

Namun, Yesus tidak tetap tinggal di atas gunung. Dia turun ke tengah-tengah banyak orang. Di situ Dia melepaskan seorang anak dari roh jahat. Dia memutuskan untuk pergi ke Yerusalem dan menggenapi misi-Nya, yaitu untuk mati di atas kayu salib bagi tebusan atas dosa-dosa kita.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar” (Lukas 9: 48). Kehidupan Tuhan kita menunjukkan bahwa kebesaran sejati terletak di dalam tindakan melayani dengan kerendahan hati kepada Allah, dan juga kepada sesama yang membutuhkan —David McCasland

DALAM PANDANGAN ALLAH
KEBESARAN SEJATI ADALAH MELAYANI ORANG LAIN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini