><> Edisi (079) -- 15 Januari 2005 <><
e-KONSEL
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Daftar Isi:
- Pengantar : Menyiapkan Masa Pensiun
- Cakrawala : Tahun-tahun Emas
- TELAGA : Post Power Syndrome
- Tips : Lima Langkah Menuju Masa Pensiun yang
Kreatif
- Info : Seminar Konseling Bagi Remaja dari LK3
- Surat : Topik Tanda-tanda Zaman
*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*
-*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-
Salam sejahtera,
Memasuki pertengahan bulan Januari 2005 ini, kami mengangkat topik
"Menjelang Pensiun" sebagai kelanjutan dari topik edisi yang lalu.
Kedua topik ini memang memiliki hubungan yang erat karena pada usia
paro baya inilah biasanya diikuti dengan masa pensiun. Jika Anda
atau orang-orang yang Anda kasihi saat ini sudah mulai mendekati
masa pensiun, jangan lewatkan sajian kami berikut ini.
Persiapan menjelang masa pensiun, baik secara fisik maupun mental
memang sangat diperlukan. Terlebih lagi jika sebelumnya orang
tersebut memiliki kedudukan atau kekuasaan, maka dengan sendirinya
akan hilang ketika pensiun tiba. Karena itu, melakukan persiapan
sangat penting untuk menghadapi masa transisi dimana kita akan
lepas dari tugas-tugas dan tanggung jawab yang biasanya dikerjakan.
Lalu, bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan untuk menyiapkan
masa pensiun itu? Simak saja edisi kali dan jangan sampai ada yang
terlewatkan! Selamat membaca!
Redaksi
*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*
-*- TAHUN-TAHUN EMAS -*-
Mungkin beberapa pembaca akan terkejut mendengar panggilan Alkitab
untuk bersaksi melawan usaha-usaha untuk mengamankan masa depan
ekonomi seseorang. Ini mungkin juga akan menjadi kejutan bagi mereka
yang menabung untuk masa pensiun mereka, karena dalam masa-masa emas
itu, mereka bisa menikmati waktu luang, bepergian, dan bersenang-
senang dengan cucu-cucu mereka tanpa mengeluarkan uang untuk membeli
makanan.
Dalam masyarakat kita, ada masa dimana seseorang sampai pada status
yang baru atau tahapan baru dalam hidup, yang disebut pensiun.
Pensiun adalah periode antara berhenti dari pekerjaan rutin dan masa
dimana kesehatan dan pendapatan menjadi tidak menentu. Bagi beberapa
orang, masa pensiun bisa berlangsung sepanjang dua puluh tahun. Ada
banyak uang untuk bepergian, bersenang-senang, mengembangkan
persahabatan dan mempererat hubungan keluarga. Dalam beberapa hal,
tentu saja masa-masa ini adalah masa-masa emas. Lalu, mengapa kita
merencanakannya? Ada yang mengatakan, "Kebanyakan orang menghabiskan
waktu lebih banyak untuk membuat rencana liburan selama dua minggu
daripada untuk membuat rencana masa pensiun!"
"Namun, perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh mengingatkan kita
dalam menghadapi usia emas ini. Jika masa-masa emas diberikan kepada
kita, kita harus menganggapnya sebagai sebuah bonus -- bukan sebuah
hak. Tak seorang pun dapat meminta agar diberi masa itu selama lima
belas atau dua puluh tahun. Saat ini kita tidak harus mengabaikan
bepergian, persahabatan, dan hubungan keluarga dengan harapan agar
nantinya pada saat kita pensiun, kita akan memiliki waktu dan uang
untuk melakukan hal-hal tersebut."
Masa depan bukan milik kita; masa depan adalah milik Tuhan. Jika
usia emas diberikan kepada kita selama masa pensiun, itu adalah
karunia. Masa pensiun bukanlah hadiah atas kerja keras kita.
-*- Sumber diterjemahkan dari: -*-
Judul Buku : Parables at Work
Judul Asli Artikel : The Golden Years
Penulis : John C. Purdy
Penerbit : The Westminster Press, Philadelphia, 1985
Halaman : 47 - 48
*TELAGA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TELAGA*
Tak lama setelah memasuki usia paro baya, masa pensiun akan segera
datang menyusul. Bagi Anda yang terbiasa menjalani kesibukan di
kantor dan memimpin orang lain, kemungkinan tanpa disadari Anda akan
merasakan gejala-gejala yang disebut "Post Power Syndrome". Apa dan
bagaimanakah gejala ini dapat terjadi? Bapak Heman Elia, M.Psi akan
menjelaskannya dalam tanya jawab berikut ini. Silakan menyimak!
-*- POST POWER SYNDROME -*-
-----
T: Sebenarnya apa yang dimaksud dengan post power syndrome itu?
J: Arti dari "syndrome" itu adalah kumpulan gejala. "Power" adalah
kekuasaan. Jadi, terjemahan dari post power syndrome kira-kira
adalah gejala-gejala pasca kekuasaan. Gejala ini umumnya terjadi
pada orang-orang yang tadinya mempunyai kekuasaan atau menjabat
satu jabatan, namun ketika sudah tidak menjabat lagi, seketika
itu terlihat gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang kurang
stabil. Gejala-gejala itu biasanya bersifat negatif, itulah yang
diartikan post power syndrome.
-----
T: Kumpulan dari gejala-gejala apa sajakah syndrome itu?
J: Bisa dibagi menjadi beberapa gejala:
1. Gejala fisik, misalnya orang-orang yang mengalami post power
syndrome, kadangkala tampak menjadi jauh lebih cepat tua
dibanding pada waktu dia menjabat. Tiba-tiba rambutnya menjadi
putih semua, berkeriput, menjadi pemurung, dan mungkin juga
sakit-sakitan, menjadi lemah tubuhnya.
2. Gejala emosi, misalnya cepat tersinggung, merasa tidak
berharga, ingin menarik diri dari lingkungan pergaulan, ingin
bersembunyi dan sebagainya.
3. Gejala perilaku, misalnya malu bertemu dengan orang lain,
lebih mudah melakukan pola-pola kekerasan atau menunjukkan
kemarahan baik di rumah atau di tempat yang lain.
-----
T: Apakah yang menyebabkan syndrome-syndrome itu muncul di dalam
diri seseorang?
J: Sebetulnya, secara umum syndrome ini bisa kita katakan sebagai
masa krisis dan kalau digolongkan krisis ini adalah semacam
krisis perkembangan. Dalam arti, pada fase-fase tertentu di dalam
kehidupan kita, kita bisa mengalami krisis-krisis semacam ini.
Pada gejala post power syndrome ini, khususnya adalah krisis yang
menyangkut satu jabatan atau kekuasaan, terutama akan terjadi
pada orang yang mendasarkan harga dirinya pada kekuasaan. Kalau
misalnya dia tidak mendasarkan dirinya pada kekuasaan, gejala ini
tidak tampak menonjol.
-----
T: Tindakan-tindakan apa yang harus kita lakukan untuk mencegahnya?
J: Yang PERTAMA, pada saat kita melakukan sesuatu atau sebelum
menjabat, kita perlu belajar menyadari bahwa segala sesuatu itu
adalah karunia dari Allah termasuk kekuasaan dan jabatan. Tugas
kita adalah hanya sebagai alat yang dipakai Allah untuk melakukan
pekerjaan-Nya. Jadi, kita tidak boleh mengangkangi kuasa yang
telah diberikan Allah untuk menjadi milik kita yang harus kita
pertahankan sepenuhnya. Kita sedang melakukan pekerjaan yang
Allah percayakan pada kita melalui kuasa yang dikaruniakan-Nya
kepada kita.
Yang KEDUA, kita juga harus selalu menyadari bahwa kekuasaan itu
tidak bersifat permanen dan kita harus menyiapkan diri apabila
suatu ketika kuasa itu lepas dari diri kita. Apabila tiba-tiba
kita kehilangan kekuasaan, tetapi kita mempunyai persiapan
sebelumnya, maka kita akan lebih tahan menghadapi krisis ini.
Yang KETIGA, sebaiknya selama berkuasa, kita tidak memikirkan
bagaimana mempertahankan kekuasaan, tetapi kita memikirkan untuk
melakukan kaderisasi. Justru karena dengan kita melatih dan
mendidik, maka nantinya kita dihargai, karena kita telah
melakukan suatu regenerasi dan melakukan pendidikan, tugas
mendidik orang lain, bukan karena kekuasaan yang kita miliki
Yang KEEMPAT, kita perlu belajar rendah hati, seperti juga
Yohanes Pembaptis yang mengutamakan nama Kristus daripada dirinya
sendiri. Ucapan Yohanes Pembabtis yang terkenal adalah demikian
"Ia, maksudnya Kristus, harus makin besar, tetapi aku harus makin
kecil," Yohanes 3:30. Kita harus selalu menyadari bahwa nantinya
itu bukan nama kita, tetapi nama Tuhan.
Yang KELIMA, sebanyak mungkin menanamkan kebaikan selama kita
berkuasa. Kalau kita banyak menyakiti hati orang, kita banyak
menindas orang, waspadalah bahwa gejala post power syndrome ini
dekat dengan kita. Tujuan utama kekuasaan bukan agar kita
dihargai orang, tetapi supaya kita berbuat banyak bagi
kesejahteraan orang lain.
-----
T: Kalau sampai seseorang itu terkena post power syndrome tanpa
persiapan dan sebagainya, langkah-langkah apa yang sebaiknya
harus segera dilakukan?
J: PERTAMA, tentunya akan terkejut, shock. Tapi kita harus belajar
menerima kenyataan ini, kalau tidak, maka kita akan terus berada
di dalam keadaan yang menderita.
KEDUA, kita harus mengakui bahwa ada orang lain yang berkuasa
yang menggantikan kita. Kita sudah tidak boleh menuntut orang
lain untuk mentaati instruksi kita.
KETIGA, kita perlu mencari kegiatan lain yang berarti bagi kita,
yang masih bisa kita lakukan untuk mengisi hidup kita supaya kita
tidak terus meratapi kehilangan kita.
KEEMPAT, kita juga mengucap syukur atas kesempatan yang pernah
kita nikmati dan saat ini yang telah Tuhan sediakan juga bagi
kita.
-----
T: Apa yang firman Tuhan katakan dalam hal ini?
J: Dalam Matius 20:25-28, Yesus berkata:
"Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, "Kamu tahu,
bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah
rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar
menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah
demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar
di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan
barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,
hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak
Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk
melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan
bagi banyak orang."
Bagian ini tentu cukup dikenal, cukup sering dibaca oleh kita
semua, namun jiwa atau inti dari apa yang Tuhan Yesus katakan ini
sangat penting. Khususnya bagi kita yang suatu saat mungkin akan
kehilangan kekuasaan dalam bentuk apa pun. Supaya kita lebih
tahan menghadapi gejala-gejala yang bisa merusak kita lebih jauh.
-*- Sumber -*-:
[[Sajian di atas, kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. #086A
yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan.
-- Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat
e-Mail, silakan kirim surat ke: < owner-i-kan-konsel(at)xc.org
atau: < TELAGA(at)sabda.org > ]]
*TIPS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TIPS*
-*- LIMA LANGKAH MENUJU MASA PENSIUN YANG KREATIF -*-
Usia tengah baya ialah saat untuk mulai mengajukan pertanyaan
mengenai gaya hidup dan kegiatan dalam tahun-tahun di masa yang akan
datang. Jika mungkin, setiap orang seharusnya tidak perlu dan tidak
pernah pensiun. Tetapi, agar ia tidak usah dipensiunkan, ia harus
membuat rencana sejak saat ini untuk mengadakan peralihan yang
diperlukan dari pekerjaannya sekarang memasuki "masa pensiun yang
kreatif."
1. Pilihlah tempat untuk tinggal
-----------------------------
Seseorang yang sedang menolong orangtuanya mengambil keputusan di
mana mereka akan tinggal, akan mendapat suatu pegangan untuk
keputusannya sendiri kelak. Di mana ia akan tinggal bukan hanya
berarti daerah di suatu negara atau di luar negeri, melainkan
juga rumah macam apa yang akan ditempati.
Suatu solusi yang kreatif atas masalah ini mungkin adalah mencari
atau membeli sebuah rumah kecil. Pemukiman khusus bagi orang-
orang yang sudah pensiun merupakan suatu contoh yang baik untuk
masa pensiun yang kreatif. Sudah menjadi pengharapan yang tidak
tertulis bahwa orang-orang yang tinggal di daerah tersebut akan
bekerja lebih keras lagi untuk menanam pohon-pohon atau rumput,
mengecat tembok, membuat jalan, dan menolong-orang yang baru
masuk. Dalam proyek yang berkembang dan berkesinambungan, selalu
ada pekerjaan yang harus dikerjakan dan akibatnya, orang akan
terus merasa penting dan berguna.
2. Gaya hidup
----------
Gaya hidup merupakan sebuah keputusan lain yang akan mempengaruhi
ukuran dan lokasi tempat tinggal itu. Jika satu pasangan
berencana untuk tinggal di dalam satu rumah dengan pekarangan
yang cukup luas, mereka perlu mempersiapkan sejak dini untuk gaya
hidup seperti itu. Tetapi pasangan itu merencanakan untuk hidup
lebih sederhana, mereka juga perlu untuk belajar hidup dengan
sederhana sebelum mereka sampai pada waktu dimana mereka harus
hidup demikian.
3. Uang
----
Uang akan menjadi masalah utama dan perencanaan secara hati-hati
pada usia tengah baya sangatlah menentukan. Setelah seseorang
mengambil keputusan di mana ia akan tinggal dan gaya hidup
seperti apa yang akan dijalaninya, kemudian ia perlu
memperhitungkan jumlah tabungan, investasi, rencana pensiun, dan
jaminan sosial yang diperolehnya. Ia harus memperhitungkan berapa
banyak uang yang akan diperolehnya dari semua perencanaan ini dan
dengan inflasi yang berkepanjangan, apa yang akan dimilikinya
bila saatnya tiba.
Tanpa merasa terlalu pesimistis, penting untuk diingat bahwa ia
harus memeriksa sumber-sumber keuangan dimana ia
mempercayakannya. Misalnya, kebanyakan uang pensiun tidak dapat
dipindahkan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Jika
seseorang memutuskan untuk pindah pada karier lain, maka ia akan
kehilangan banyak tahun pensiunnya.
Menabung merupakan contoh lain dari sumber keuangan dengan rasa
aman yang palsu. Seseorang dapat merasa berbesar hati bahwa ia
mendapat bunga 6 atau 7 persen dari simpanan jangka panjangnya.
Apa yang tidak diperhitungkannya untuk jangka waktu pendek adalah
bahwa ia harus membayar pajak pendapatan dari penghasilan itu
ditambah ia kehilangan sebagian lain karena inflasi, sehingga
tabungannya semakin berkurang daya belinya.
Sumber-sumber yang berwujud uang bagaimanapun juga harus
dihubungkan dengan inflasi, sehingga jika orang itu
membutuhkannya, mereka akan dapat memberli seperti dahulu dengan
apa yang akan mereka beli sekarang.
4. Bekerja
-------
Bekerja seharusnya bukan merupakan pilihan, tetapi seharusnya
merupakan bagian dari rencana jangka panjang. Bekerja mungkin
bukan untuk tujuan untuk mendapatkan uang, tetapi setiap orang
harus terus menyumbangkan bagiannya kepada masyarakat.
Ketika orang yang lebih tua ditanya, "Jika Anda mewarisi uang
yang cukup untuk hidup cukup mewah pada sisa umur hidup Anda,
apakah Anda masih mau bekerja?" Tanggapannya secara serempak
adalah, "Ya".!
5. Suatu program mengenai langkah-langkah kecil
--------------------------------------------
Setelah mengikuti penilaian di bidang-bidang ini, suami dan istri
itu harus membuat garis besar suatu program mengenai langkah-
langkah kecil yang menjurus kepada sasaran yang terpenting.
Bagian dari rencana ini mungkin adalah memakai waktu libur untuk
menyelidiki berbagai daerah di Indonesia, di mana mereka
mempertimbangkan untuk tinggal. Mereka mungkin mulai berbicara
dengan teman-teman lain mengenai kemungkinan untuk memusatkan
sumber-sumber keuangan mereka untuk tahun-tahun yang akan datang.
Mungkin mereka mengalihkan investasi mereka atau mencari
investasi baru. Pendidikan lanjut atau latihan kejuruan mungkin
dibutuhkan untuk memperoleh ketrampilan baru untuk tahun-tahun
masa pensiun yang kreatif. Perencanaan jangka panjang seharusnya
juga mencakup anak-anak dan keluarga mereka sehingga hubungan dan
komunikasi berkala dapat dipertahankan.
Sampai tahap ini, orang juga harus mempertimbangkan dampak dari
kematian yang tidak disangka-sangka. Apa yang akan dilakukan oleh
istrinya jika suaminya meninggal lebih dahulu (yang biasanya
terjadi menurut statistik)? Bagaimana hal ini akan mempengaruhi
tahun-tahun sebelum pensiun dan langkah-langkah dan arah khusus
apa yang harus diambil oleh jandanya?
Rencana pensiun dapat diubah dalam tahun-tahun berikutnya, tetapi
jika tidak Anda rencanakan sama sekali, Anda hanya akan hanyut ke
masa pensiun, dan mungkin memasuki suatu keadaan kacau yang
menyebabkan frustasi.
-*- Sumber diedit dari: -*-
Judul Buku: Krisis Tengah Baya
Penulis : Jim dan Sally Conway
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Halaman : 70 - 72
*INFO *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* INFO*
-*- SEMINAR KONSELING BAGI REMAJA DARI LK3 -*-
Setelah tiga seminar yang lalu mengupas tentang anak dan
permasalahannya, kini LK3 akan mengupas KONSELING BAGI REMAJA DENGAN
MASALAH PERGAULAN DAN SEKSUALITAS sebagai kelanjutan dari rangkaian
seminar sebelumnya. Seminar ini akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal : Sabtu, 29 Januari 2005
Pukul : 10.00 - 12.30 WIB
Tempat : Parenting & Counseling Education Center,
Gajah Mada Plaza, Lantai 7
Pembicara : Dedi Sutendi M.Div., MA.
Deskripsi singkat:
Sesi ini membantu kita dalam membimbing para remaja untuk
mengerti hal pergaulan dan seksualitas. Seminar ini juga
membantu kita dalam memberi penjelasan atau mengajarkan
kepada anak tentang pacaran dan pernikahan sesuai dengan umur
anak. Sesi ini juga menjawab pelbagai pertanyaan anak remaja
di sekitar masalah pergaulan, seks dan pernikahan.
Jika Anda tertarik, informasi lebih lanjut dapat Anda peroleh dengan
menghubungi:
KANTOR LK3
Taman Permata Sektor 5 Blok A 7 No. 38 Lippo Karawaci
Tlp/Faks: 021-55650281; 021-70281762; 021-55654851
(dengan Sdr. Nita, Wita, Rumini atau Samurai)
Jam kantor: Selasa-Sabtu pukul 09.00 - 17.00 WIB.
*SURAT*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-DARI Anda-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*SURAT*
Dari: <dharma(at)>
>Syalom, Selamat Natal dan tahun Baru buat rekan2 redaksi e-Konsel
>Kami sangat berterima kasih sekali kepada redaksi pengelola milis
>ini mengingat sungguh sangat banyak manfaatnya bagi kehidupan
>sehari2 kita, khususnya di perkotaan, dimana saat ini masalah yang
>kita hadapi adalah masalah2 yang sangat cepat pertumbuhannya
>sehingga kalau kita tidak diberikan pupuk rohani seperti ini maka
>tidak dapat disangkal jemaat kristen akan semakin terpuruk kualitas
>imannya.
>Mengingat peristiwa Aceh yang sungguh mengerikan dan yang sangat
>spektakuler yang mencengangkan mata dunia, hal ini menunjukkan
>bahwa Tuhan mulai mengingatkan bangsa2 yang ada di dunia ini agar
>waspada akan perilaku hidup, mengingat hampir diseluruh 10 negara
>yang kena musibah nyaris kekerstenan tidak berkembang sama sekali,
>hal ini menunjukkan bahwa Tuhan punya rencana khusus dgn adanya
>peristiwa Tsunami ini, dan kita sebagai jemaat atau masyarakat yang
>sudah mengenal kristus terlebih dahulu , apa yang harus kita
>lakukan, ini menjadi bahan masukan buat rekan2 redaksi untuk
>kiranya edisi berikutnya kalau berkenan perlu mengupas tentang
>tanda2 zaman dimana kita selalu diberi tanda oleh Tuhan tentang
>segala sesuatu yang akan diperbuatnya, bisa menyinggung apa yang
>harus kita lakukan, dan bagaimana membuat sikap dan melakukan
>sesuatu yang Tuhan mau kita dapat kerjakan.
>Buat rekan2 semua anggota milis, saya mengucapkan terima kasih dan
>Selamat Natal dan Tahun Baru, kiranya di Tahun bauru 2005 ini kita
>songsong dengan semangat baru dan pengharapan penuh kepada Tuhan
>Jesus Kristus sang Juru Slamat Dunia, Amin.
Redaksi:
Redaksi mengucapkan terima kasih untuk usulan topik yang Anda
sampaikan dan kami akan mempertimbangkan usulan Anda sebagai topik
e-Konsel di edisi yang mendatang. Tak lupa Redaksi e-Konsel juga
mengajak pembaca semua untuk berdoa bagi para korban bencana alam di
Aceh dan sekitarnya. Kiranya melalui musibah ini, kita semakin sadar
akan kuasa Tuhan dan menjadikan ini sebagai teguran dari Tuhan.
e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL
STAF REDAKSI e-Konsel
Ratri, Tesa, Evie, Yulia
PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2005 oleh YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Anda punya masalah atau perlu konseling? <masalah-konsel(at)sabda.org>
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat: <owner-i-kan-konsel(at)xc.org>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: subscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Berhenti: Kirim e-mail kosong: unsubscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
ARSIP publikasi e-Konsel: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
|