><> Edisi (044) -- 15 Juli 2003 <><
e-KONSEL
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Daftar Isi:
- Pengantar : Pertanyaan yang Sering Muncul
- Cakrawala : Memahami Soal Pembimbingan
- Bimbingan Alkitabiah : Amsal -- Suatu Kitab Pembimbingan yang
Terarah
- Tips : Sepuluh Perintah Menyangkut Pembimbingan
- Info : Seminar Keluarga
- Stop Press : Konser Musik dan Kesaksian 'BREAKTHROUGH'
- Surat : Alamat Homepage e-Konsel
*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*
-*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-
Kemampuan yang dimiliki oleh manusia sangat terbatas. Tidak semua
kerumitan dalam kehidupan ini dapat diselesaikan sendiri. Tuhan
memang sengaja menciptakan manusia dengan segala keterbatasannya
dengan maksud agar manusia saling bersosialisasi dan menolong satu
dengan yang lain. Di dalam menjalani kehidupan bersosialisasi inilah
manusia kemudian secara tidak sengaja mengembangkan kebutuhan untuk
saling membimbing. Orang yang pernah mengalami pertolongan dari
orang lain biasanya menjadi memiliki kerinduan untuk dapat menolong
dan membimbing orang yang lain lagi. Namun untuk dapat mewujudkan
hal ini, seringkali mereka mendapat kesulitan. Mereka merasa perlu
diperlengkapi terlebih dahulu sebelum mereka dapat membimbing orang
lain.
"Jika saya ingin membimbing orang lain, apa yang harus saya lakukan?
Bagaimana saya bisa membimbing orang lain untuk lebih mengembangkan
diri mereka?" Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering muncul ketika
suatu pembimbingan akan dimulai. Jika Anda sekarang mempunyai
pertanyaan yang sama, maka dalam edisi e-Konsel ini kami sajikan
topik yang akan dapat menolong "Tugas Membimbing" yang ingin Anda
lakukan. Harapan kami kiranya sajian ini bisa membantu Anda menjawab
pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Selamat menyimak!
Tim Redaksi
*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*
-*- MEMAHAMI SOAL PEMBIMBINGAN -*-
Susan berusia 50 tahunan. Ia telah mengalami suatu hambatan
pertumbuhan pada masa kecil yang akan terus mempengaruhinya selama
sisa hidupnya. Namun Tuhan telah menemukannya secara ajaib dalam
pergumulan-pergumulannya dan mengubah kekalahan menjadi kemenangan.
Kini ia ingin mengubah pengalamannya menjadi sebuah podium untuk
pelayanan supaya ia dapat membantu orang lain yang mengalami masalah
yang sama. Bagaimana caranya agar ia dapat melakukan itu? Setelah
menghadiri sebuah lokakarya mengenai pembimbingan Susan bertanya,
"Di manakah saya dapat menemukan seseorang yang dapat saya beri
pertanggungjawaban, dan dapat membantu saya bertumbuh pada tahap
kehidupan saya saat ini? Kenalkan saya pada seseorang yang dapat
membimbing saya?"
Pembimbingan yang sudah populer saat ini membuktikan manfaatnya bagi
berbagai jenis kepemimpinan. Dalam masyarakat modern saat ini
individualisme serta ketiadaan tanggung jawab terlihat dengan sangat
jelas padahal Tuhan menciptakan manusia agar mereka bergantung satu
dengan yang lainnya. Dalam hal ini kepemimpinan sangat perlu
dikembangkan sehingga sering muncul pertanyaan:
"Maukah Anda membimbing saya?"
Biasanya pembimbingan difokuskan pada peningkatan kemampuan-
kemampuan orang yang dibimbing. Pembimbingan adalah suatu pengalaman
yang menyangkut hubungan, yang didalamnya seorang memberikan
kemampuan kepada orang lain dengan cara membagikan ketrampilan yang
Allah karuniakan.
Orang-orang yang diberi karunia oleh Allah ini memiliki ciri-ciri
umum sebagai berikut:
1. Memiliki kemampuan untuk melihat potensi seseorang dalam waktu
yang singkat.
2. Memiliki toleransi terhadap kesalahan, kelancangan, kekasaran,
dan sejenisnya agar dapat melihat potensi tersebut berkembang.
3. Memiliki keluwesan dalam menanggapi orang-orang dan keadaan-
keadaan.
4. Mempunyai kesabaran karena mengetahui bahwa untuk berkembang
diperlukan waktu dan pengalaman.
5. Memiliki visi dan kemampuan untuk melihat dan menunjukkan
langkah-langkah yang diperlukan oleh orang yang dibimbing.
6. Memiliki karunia dan kemampuan yang membangun serta membangkitkan
semangat orang lain.
Salah satu tokoh dalam Alkitab yang mempunyai kemampuan untuk
mempengaruhi orang lain adalah Barnabas. Ia mau menerima dan
mengajar Saulus (yang kemudian menjadi Rasul Paulus) karena ia
melihat Saulus mempunyai bakat. Saulus kemudian berhasil mengabarkan
Injil di Anthiokia. Barnabas memberikan contoh sejumlah cara khusus
di mana para mentor dapat memberikan bantuan kepada orang yang
dibimbing. Contoh-contoh itu antara lain adalah sebagai berikut:
1. Mentor memberikan pada orang yang dibimbing (mentore):
- nasehat pada waktu yang tepat,
- surat-surat, karangan, buku-buku, atau informasi literatur
lainnya yang memberikan berbagai perspektif,
- kebebasan untuk tampil sebagai pemimpin bahkan melampaui
tingkat sang mentor,
- keuangan.
2. Mentor mempertaruhkan nama baik mereka sendiri untuk mensponsori
mentore.
3. Mentor memberikan contoh tentang fungsi kepemimpinan yang
beraneka ragam untuk menantang mentore agar mengikuti hal-hal
tersebut.
4. Mentor memberikan ketrampilan yang diperlukan oleh mentore untuk
mengembangkan diri.
5. Mentor dan mentore bersama-sama meningkatkan kepercayaan diri,
status, dan kredibilitas mereka.
Dari kelima hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembimbingan itu
sebagai suatu pertukaran hubungan antara dua orang yang mempunyai
tingkat keterlibatan dan derajat intensitas yang berbeda-beda.
Oleh karena itu penting bagi kita untuk tidak hanya mengerti tingkat
keterlibatannya tetapi kita juga harus mengerti jenis-jenis
keterlibatan dengan tipe dan fungsi pembimbingan yang berbeda-beda.
Ada tiga jenis tipe keterlibatan, yaitu:
Tipe Melibatkan Fungsi utama/pemberi kemampuan
--------------------------------------------------------------------
1. Intensif Mentore Pengalihan hal-hal pokok untuk
mengikut Kristus.
Pembimbing rohani Pertanggungjawaban, petunjuk
dan wawasan untuk berbagai
persoalan, komitmen dan
keputusan yang mempengaruhi
kerohanian, dan kedewasaan.
Pelatih Motivasi, ketrampilan serta
penerapan yang diperlukan untuk
memenuhi tugas dan tantangan.
2. Insidental Konselor Nasihat yang tepat waktu dan
perspektif yang benar tentang
pandangan terhadap diri
sendiri, orang lain, lingkungan
dan pelayanan.
Guru Pengetahuan dan pengertian
mengenai suatu pokok tertentu.
Sponsor Perlindungan dan bimbingan
karier waktu pemimpin bergerak
di dalam sebuah organisasi.
3. Pasif Model masa kini Sebuah model pribadi yang
hidup untuk kehidupan,
pelayanan, atau profesi yang
bukan hanya merupakan contoh
tetapi juga perangsang
persaingan.
Model historis Suatu kehidupan masa lalu yang
mengajarkan nilai-nilai dan
prinsip-prinsip dinamis untuk
kehidupan, pelayanan, dan/atau
profesi.
Kadangkala mentore kesulitan untuk mendapatkan seorang mentor yang
dapat memenuhi semua pembimbingan yang ia butuhkan. Untuk itu akan
lebih mudah jika mentore mempersempit kebutuhan pembimbingannya
pada suatu hal khusus saja. Seorang mentor tidak harus seorang
konselor yang profesional tetapi sahabat, orang tua, atau orang
yang sudah dipercaya juga bisa menjadi seorang mentor.
Setiap hubungan pembimbingan dipengaruhi oleh beberapa hal, antara
lain jarak, waktu, nilai-nilai yang dihayati, keperluan-keperluan,
serta tujuan-tujuan dari setiap pembimbingan itu sendiri.
Setiap bimbingan memerlukan tiga faktor tambahan yang secara tetap
dan langsung mempengaruhi kemajuan, perubahan, serta tingkat
pemberian kemampuan mentore. Ketiga faktor tambahan itu adalah:
1. Daya tarik
----------
Daya tarik merupakan permulaan yang sangat penting. Mentore
tertarik kepada mentor karena dipengaruhi oleh berbagai alasan,
antara lain: karakter, ketrampilan tertentu, pengalaman, nilai-
nilai dan komitmen yang ditunjukkan, prespektif, pengetahuan,
kedudukan, dan hikmat yang tampak. Sedangkan mentor tertarik
kepada mentore karena sikapnya, serta potensi dan kesempatannya
untuk dipengaruhi. Dengan meningkatnya daya tarik maka
kepercayaan, keyakinan dan pokok-pokok pembimbingan pun
berkembang sehingga hubungan menjadi kuat dan pemberian
kemampuan dapat dilakukan.
2. Keadaan cepat tanggap
---------------------
Sikap ini sangat dibutuhkan baik oleh mentor maupun mentore.
Mentore harus bersedia dan siap untuk belajar dari mentor serta
mempunyai semangat dan cepat tanggap dalam belajar. Begitu pula
dengan mentor, ia harus selalu penuh perhatian agar dapat
mempercepat dan meningkatkan kelangsungan pemberian kemampuan
kepada mentore.
3. Pertanggungjawaban
------------------
Mentor dan mentore harus saling bertanggung jawab satu dengan
yang lain karena hal ini akan menjamin kemajuan dan keakraban
dalam pembimbingan. Saling berbagi harapan serta melakukan
evaluasi dan tinjauan kembali pada waktu tertentu akan sangat
membantu dalam melakukan penerapan dan pemberian kemampuan.
Mentor harus bertanggung jawab kepada mentore untuk memprakarsai
dan mempertahankan pertanggungjawaban.
Ketiga faktor ini akan semakin penting karena akan menghasilkan
suatu komitmen bersama untuk melakukan perubahan dan pertumbuhan
ketika pembimbingan semakin teratur dan hubungan semakin kuat
sehingga akan mempermudah proses pengembangan kemampuan.
-*- Diringkas dan diedit dari sumber: -*-
Judul Buku : Mentor
Judul Artikel: Memahami Soal Pembimbingan
Penulis : Paul D. Stanley dan J. Robert Clinton
Penerbit : Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996
Halaman : 33 - 43
*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*
-*- AMSAL -*-
Suatu Kitab Pembimbingan yang Terarah
Pembimbing-pembimbing nouthetis ('nouthetis' adalah bahasa Yunani
yang berarti menasihati) sering menggunakan kitab Amsal. Salah satu
sebab mengapa kitab Amsal itu berfaedah dalam membimbing ialah
karena Amsal berisi banyak nasihat untuk orang muda. Amsal ditulis
terutama untuk memberi hikmat kepada orang-orang milik Allah. Isinya
mempersiapkan pembaca untuk menghadapi persoalan-persoalan dan
menunjukkan sikap Alkitabiah terhadap pemecahan masalah-masalah
tersebut. Kitab Amsal meringkaskan kehendak Allah, mengenai tata
hidup anak-anak-Nya dalam dunia yang penuh dosa. Kitab itu
memperlihatkan perbedaan tata hidup antara orang-orang tebusan Allah
dengan mereka yang tidak mau bertobat.
Inti sebuah Amsal (sebuah kontras) memperlihatkan dengan jelas asas-
asas kehidupan. Kitab itu berisi pernyataan singkat tentang cara
pemecahan persoalan serta akibat bila mengikuti cara-cara tersebut.
Pola-pola ini terungkapkan dalam bentuk sajak Ibrani yang membedakan
dan membandingkan (ditandai perkataan "dan" dan "tetapi"). Beberapa
perumpamaan (Amsal) mengambil bentuk sebuah gambaran, "vignette".
Dalam pasal-pasal pengantar dari kitab Amsal itu terdapat banyak
perkataan yang menerangkan maksud dari kitab tersebut. Misalnya
perkataan "membimbing" dan "menegur" merupakan perbandingan yang
sejajar; membuktikan bahwa menegur adalah sebagian dari membimbing;
"Kamu mengabaikan nasehat dan tidak mau menerima teguranku". Dalam
pasal 3:11,12, perbandingan yang sama menambah istilah lain:
"Hai anakku, janganlah selalu menolak didikan TUHAN dan janganlah
engkau bosan akan peringatan-Nya, karena Tuhan memberi ajaran
kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang
sayanginya."
Teguran yang dikemukakan adalah semacam disiplin yang diberikan ayah
kepada anaknya demi kebaikan anak. Sehingga "membimbing", "menegur"
dan "mendisiplin" digunakan dalam kitab Amsal dengan cara yang sama,
bahkan sebagai sinonim-sinonim. Perhatikan juga istilah yang
digunakan untuk mengajar atau memberikan keterangan. Seorang ayah
mendesak anaknya: "Janganlah engkau melupakan ajaranku dan biarlah
hatimu memelihara perintahku" (3:1); dan "Aku memberikan ilmu yang
baik, janganlah meninggalkan petunjukku" (4:2). Gagasan, disiplin,
nasehat, teguran, ajaran, peraturan, dan perintah semuanya terkumpul
di dalam Amsal. Semua itu menjadi dasar dari pembimbingan yang
bijaksana.
Bimbingan dalam Amsal sama sekali bukan "non directive" karena
didalamnya berisi teguran yang menuju kepada perbaikan. "Perintah
itu pelita dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu
jalan kehidupan" (6:23); "teguran yang mendidik" menurut bahasa
asli, adalah "teguran yang bertujuan untuk memperbaiki". Corak
bimbingan yang terdapat dalam kitab Amsal adalah bersifat nouthetis.
Kebutuhan akan hikmat ilahi merupakan aksioma dasarnya.
Seluruh Amsal memperlihatkan pemikiran anti Rogerian, misalnya,
bijaksana dipribadikan "Padaku ada nasehat dan pertimbangan" dan
"Akulah pengertian" dan "padakulah kekuasaan" (8:14). Sebagai
pembimbing yang ideal, "hikmat" memberikan nasihat; memberitahu apa
yang harus dilakukan orang. Sesungguhnya kitab Amsal mendesak orang
muda untuk mendengarkan orang lain daripada bergantung pada
pikirannya sendiri, "Janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri"
(3:5). Orang-orang muda diyakinkan, siapa yang mendengarkan 'aku',
ia akan tinggal dengan aman" (1:33) dan diberi perjanjian.
Sumber lain yang dikenakan kepada klien mempunyai arti: mengatur,
memerintah, menegur, mendisiplin, dan memperbaiki, hal mana sangat
dibutuhkan orang muda (atau siapapun juga yang membutuhkan
bimbingan). Pembimbing harus lebih mendorong klien mendengarkan
nasihatnya daripada mendorongnya untuk membuka hati dan berbicara
terus. Itulah yang belum pernah dianjurkan kepadanya, pada bimbingan
yang lalu. Hal itu mungkin merupakan salah satu sebab utama mengapa
kesulitannya bahkan semakin bertambah parah.
-*- Sumber: -*-
Judul Buku : Anda pun Boleh Membimbing
Judul Artikel: Amsal: Suatu Kitab Pembimbingan yang Terarah
Penulis : Dr. Jay E. Adams
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1986
Halaman : 46 - 48
*TIPS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TIPS*
-*- SEPULUH PERINTAH YANG MENYANGKUT PEMBIMBINGAN -*-
Tidak semua pembimbingan dapat berjalan dengan lancar. Kadang-kadang
mentor dan mentore mengalami hambatan-hambatan yang disebabkan oleh
adanya perbedaan-perbedaan dalam hal-hal tertentu. Tujuan
pembimbingan yang semula ingin dicapai malah tidak berhasil
didapatkan sepenuhnya karena hasilnya adalah kekecewaan serta
mentore hanya memperoleh sedikit kemampuan. Dalam kasus seperti ini,
kadangkala mentor tidak tahu bagaimana memperbaiki pembimbingan yang
sedang ia lakukan, apakah pembimbingan ini bisa dilanjutkan atau
harus dihentikan, serta kapan waktu yang tepat untuk menghentikan
suatu pembimbingan. Berikut ini kami berikan sepuluh langkah atau
perintah yang menyangkut pembimbingan.
1. Adakan hubungan pembimbingan.
-----------------------------
Hubungan antara mentor dan mentore adalah hal yang terpenting
dalam pembimbingan. Jika hubungan semakin kuat maka semakin besar
pula pemberian kemampuan yang diberikan. Untuk membangun hubungan
yang kuat memang diperlukan waktu dan keseriusan baik dari mentor
maupun mentore.
2. Tentukan tujuan bersama.
------------------------
Tanpa adanya tujuan yang disepakati bersama, kedua belah pihak
tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada awal
pembimbingan mentor dan mentore harus mendiskusikan bersama
tujuan-tujuan dan harapan-harapan yang akan dicapai.
3. Tentukan keteraturan interaksi.
-------------------------------
Adanya perbedaan keinginan untuk bertemu antara mentor dan
mentore bisa mengakibatkan kekecewaan. Sejak awal pembimbingan
sebaiknya bicarakan dan tentukan dahulu frekuensi pertemuan yang
diinginkan sehingga pembimbingan dapat berlangsung secara teratur
dan pengembangan hubungan dapat berjalan dengan lancar.
Pembimbingan yang baik sekurang-kurangnya satu minggu sekali baik
melalui telepon maupun bertemu secara langsung.
4. Tentukan jenis pertanggungjawaban.
----------------------------------
Tidak hanya mentor saja yang harus bertanggung jawab tetapi
mentore juga harus bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang
diberikan oleh mentor. Pertanggungjawaban bisa berupa laporan
tertulis, hubungan telepon yang rutin, pertanyaan-pertanyaan
penyelidikan yang diberikan pada waktu pertemuan, atau bisa juga
evaluasi yang terjadual. Inisiatif mentore dalam pelaksanaan
pertanggungjawaban dapat meningkatkan pemberian kemampuan.
5. Buatlah mekanisme komunikasi.
-----------------------------
Pada awal hubungan pembimbingan mentor perlu menjelaskan kepada
mentore hal-hal yang harus ia koreksi, bagaimana ia
menyampaikannya, dan kapan ia akan menyampaikannya. Mentore harus
bisa mendukung hal ini karena dialah yang perlu belajar,
bertumbuh dan menanggapi tantangan dari mentor.
6. Jelaskan tingkat kerahasiaan.
-----------------------------
Buatlah kesepakatan mengenai hal-hal apa saja yang dianggap
rahasia. Faktor yang mempengaruhi tingkat kerahasiaan adalah
kepribadian mentor dan mentore, oleh karena itu kepribadian dan
perasaan masing-masing dalam hubungan pembimbingan harus
dihormati.
7. Tetapkan siklus kehidupan hubungan.
-----------------------------------
Tetapkan jangka waktu hubungan pembimbingan yang masuk akal
berdasarkan kapan pemberian kemampuan dilakukan. Jika mentor
merasa bahwa pembimbingan akan membutuhkan waktu selama berbulan-
bulan, tentukan tujuan jangka pendeknya saja, kemudian jika sudah
tercapai lanjutkan dengan menetapkan tujuan yang baru. Hal ini
lebih baik karena mempunyai kemungkinan untuk membuka hubungan
kembali.
8. Adakan evaluasi dalam jangka waktu tertentu.
--------------------------------------------
Evaluasi dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan karena tidak
semua harapan-harapan dapat diwujudkan. Evaluasi sebaiknya
dilakukan bersama-sama karena fungsi utama mentor adalah
mengkoreksi perjalanan bimbingan sehingga mentore dapat merasakan
kemajuan.
9. Sesuaikan harapan dengan kenyataan yang ada dalam pembimbingan.
---------------------------------------------------------------
Harapan merupakan akar dari kekecewaan dalam pembimbingan.
Harapan yang tidak bisa dicapai pada saat pembimbingan akan
menghasilkan kekecewaan. Untuk menghindarinya dapat dilakukan
dengan mengadakan evaluasi dan umpan balik untuk menyesuaikan
harapan dengan situasi pembimbingan yang sebenarnya. Ini penting
untuk dilakukan karena dalam kenyataan tidak semua kesulitan
dapat kita antisipasi.
10. Selesaikan hubungan pembimbingan.
---------------------------------
Semua pembimbingan harus diselesaikan. Penyelesaian ini berkaitan
erat dengan hasil yang memuaskan bagi hubungan tersebut. Jika
pembimbingan tidak terselesaikan maka hasil yang diperoleh adalah
perasaan yang tidak enak atau perasaan kecewa pada kedua belah
pihak. Pembimbingan yang berhasil akan berakhir dengan
penyelesaian di mana kedua belah pihak saling mengevaluasi,
mengetahui bagaimana serta di mana pemberian kemampuan terjadi
dan kedua pihak sepakat untuk mengakhiri pembimbingan. Kadang-
kadang pembimbingan yang sukses diakhiri dengan persahabatan
antara mentor dan mentore.
-*- Diringkas dan diedit dari sumber: -*-
Judul Buku : Mentor
Judul Artikel: Sepuluh Perintah Menyangkut Pembimbingan
Penulis : Paul D. Stanley -- J. Robert Clinton
Penerbit : Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996
Halaman : 182 - 190
*INFO*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*INFO*
-*- SEMINAR KELUARGA -*-
Pusat Pendidikan Konseling Kristen Bandung mengundang Anda semua
untuk menghadiri acara Seminar Keluarga yang akan diadakan pada:
Hari : Sabtu, 19 Juli 2003
Pukul : 18.00 WIB - selesai
Tempat : Mahabarata Room, Hotel Sukajadi,
Jl. Sukajadi 176 Bandung
Tema : "Model Keluarga dalam Sorotan Perjanjian Lama"
Pembicara : Ret. Rev. Dr. John Chew
(mantan rektor Trinity Theological Seminary Singapore)
Seminar Keluarga ini gratis dan tanpa surat undangan. Jika Anda
berminat, silakan datang langsung tepat waktu ke tempat acara
diselenggarakan.
*STOP PRESS*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*STOP PRESS*
-*- Konser Musik dan Kesaksian 'BREAKTHROUGH' -*-
Sebuah KKR dalam bentuk Konser Musik Rohani untuk anak-anak muda,
akan diadakan khusus bagi anak muda yang ber-KTP Kristen tapi belum
mengenal Yesus secara pribadi dan juga bagi mereka yang terikat
dalam jerat narkoba, free sex dan kekerasan. KKR dengan Konser Musik
Rohani ini akan diselenggarakan pada:
Hari, tanggal : Sabtu, 2 Agustus 2003
Tempat : Gedung Sabuga - ITB Bandung
Pukul : 18.00 WIB - selesai
Pendukung acara: Ari Wibowo, Glenn Fredly, Rio Febrian,
Rejoz 'the groove', Carlo Saba 'Kahitna',
Marthin Saba, Denny Saba (Denny / Didan),
kelompok Glorify the Lord Ensemble,
Breakthrough Mission Singapore (sebuah lembaga
rehabilitasi narkoba yang akan membuka rumah
sakit penanggulangan narkoba di daerah Sentoel)
dan Pdt. Stefanus Theophilus (ex. pecandu narkoba
kelas berat yang dibebaskan dan akhirnya
menemukan alasan untuk terus hidup).
Tiket : GRATIS, bisa di peroleh melalui e-mail ke
==> egrace(at)cbn.net.id
(bila dari luar kota tiket bisa dikirim melalui
pos)
Acara juga tidak tertutup bagi anak-anak muda non-Kristen yang
mempunyai permasalahan serupa. Namun berhubung kapasitas gedung yang
terbatas (hanya 4000 orang), panitia mengharapkan supaya para
aktivis gereja (dan orang-orang Kristen yang tidak memiliki masalah
seperti yang disebutkan di atas) untuk tidak ikut memenuhi acara ini
(apalagi karena acara ini gratis), kecuali apabila Anda memang
menemani mereka yang masuk dalam kategori target pengunjung di atas.
Kesadaran para aktivis/committed Christian mengenai hal ini sudah
merupakan suatu bentuk pelayanan tersendiri.
Acara ini tidak berada di bawah naungan gereja tertentu mana pun!
*SURAT*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-DARI ANDA-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*SURAT*
Dari: <dwi handayati(at)>
>Saya mendapat email ini dari teman saya dan saya tertarik dengan
>kegiatan e-Konsel ini, kalau redaksi tdk keberatan, saya ingin tahu
>lebih banyak lagi mengenai e-Konsel ini. Apakah ada alamat homepage
>mengenai e-Konsel sehingga saya bisa mendapatkan informasi lebih?
>Thanks!
Redaksi:
Untuk mengetahui lebih banyak tentang e-Konsel, Anda bisa berkunjung
ke situs yang menaungi e-Konsel, yaitu Situs Christian Counseling
Center Indonesia (C3I). Dalam Situs C3I ini, Anda bisa memperoleh
banyak informasi seputar visi dan misi C3I dan mengapa e-Konsel
diterbitkan. Selain itu Anda juga dapat memperoleh banyak bahan
konseling. Untuk itu, silakan berkunjung ke menu-menu yang
disajikan, antara lain: "Dasar Konseling", "Artikel", "Bimbingan
Alkitab", "Online Books", dan "TELAGA". Nah, tunggu apa lagi,
kunjungi segera alamat berikut ini:
==> http://www.sabda.org/c3i/
Untuk mengakses semua arsip edisi e-Konsel yang pernah diterbitkan,
silakan berkunjung ke situs SABDA.org di alamat:
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
Kiranya informasi ini bisa menolong Anda dan selamat menjelajah!
e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL
STAF REDAKSI e-Konsel
Yulia, Ratri, Natalia, Purwanti, Kiky
PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2003 oleh YLSA
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Anda punya masalah atau perlu konseling? <masalah-konsel(at)sabda.org>
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat: <owner-i-kan-konsel(at)xc.org>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: subscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Berhenti: Kirim e-mail kosong: unsubscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
ARSIP publikasi e-Konsel: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
|