><> Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak <><
==================================================
Daftar Isi: Edisi 259/Desember/2005
----------
\o/ SALAM DARI REDAKSI
\o/ ARTIKEL NATAL (1) : Untuk Menyembah Sujud
\o/ ARTIKEL NATAL (2) : Emas, Keadaan, dan Lumpur Hadiah dari
Anak-anak yang Bijaksana
\o/ BAHAN MENGAJAR (1) : Raja yang Besar dan Raja yang Kecil
\o/ BAHAN MENGAJAR (2) : Aneka Puisi Natal
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Ucapan Terima Kasih
\o/ MUTIARA GURU
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
______________________________________________________________________
\o/ SALAM DARI REDAKSI --------------------------------------------\o/
Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,
Minggu ini kita telah memasuki minggu kedua menjelang Natal.
Bagaimana dengan persiapan perayaan Natal di SM Anda? Mungkin
sekarang ini Anda sedang sibuk mempersiapkan segala pernak-pernik
Natal SM. Namun, meskipun sedang sibuk, tak ada salahnya jika Anda
menyempatkan diri barang sejenak untuk menyimak edisi kali ini.
Kalau Anda bertanya kepada anak-anak SM Anda tentang siapakah tokoh
yang identik dengan Natal selain Yesus, Maria, Yusuf dan para
gembala, tentunya dengan serempak mereka akan menjawab orang-orang
majus atau lebih tepatnya lagi tiga orang majus. Ya, mereka ini
memang merupakan tokoh yang selalu ada dan ditampilkan dalam drama
ataupun cerita-cerita Natal. Biasanya orang-orang majus ini identik
dengan persembahan yang mereka bawa yaitu berupa emas, mur dan
kemenyan.
Siapakah sebenarnya mereka ini? Mengapa dan bagaimana mereka bisa
terlibat dalam pristiwa kelahiran Yesus? Mungkin itu pertanyaan yang
selama ini menjadi teka-teki bagi Anda. Nah, edisi kali ini kami
harapkan bisa memberikan jawaban atas teka-teki tersebut dan mungkin
bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi Anda dan murid-murid SM Anda.
Ok, silakan menyimak!
In Christ,
Staf Redaksi e-BinaAnak
(Ratri)
"Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu
dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya,
lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka
tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya,
yaitu emas, kemenyan dan mur." (Matius 2:11)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Matius+2:11 >
______________________________________________________________________
\o/ ARTIKEL NATAL (1) ---------------------------------------------\o/
-o- UNTUK MENYEMBAH SUJUD -o-
=====================
Orang majus jarang ketinggalan dalam cerita atau kartu Natal. Anda
tentunya pernah melihat gambar yang menunjukkan tiga orang majus
sedang berlutut di depan palungan bersama Maria, Yusuf, dan para
gembala. Gambar yang bagus namun sebenarnya juga kurang tepat.
Sedikitnya ada empat hal di gambar itu yang sebenarnya kurang
berdasar yaitu bahwa (1) orang majus datang bersamaan waktunya
dengan gembala, (2) mereka datang ke palungan, (3) mereka berjumlah
tiga orang, dan (4) mereka bertemu dengan Yusuf. [Red: perhatikan
juga hal ini dalam pengajaran Anda di SM.]
Kita sudah terbiasa mengira bahwa orang majus datang pada malam
kelahiran Yesus. Alkitab tidak mengatakan demikian. Menurut Matius
2:1, kedatangan orang majus adalah "sesudah Yesus dilahirkan".
Berapa hari atau berapa bulan sesudahnya tidaklah kita ketahui
dengan pasti. Tentang para gembala dikatakan bahwa mereka menjumpai
"bayi" itu (Lukas 2:16), sedangkan tentang orang-orang majus
dikatakan bahwa mereka menjumpai "Anak" itu. Tiga kali digunakan
kata "Anak" di Matius 2:3-11.
Mengenai lokasinya pun terdapat perbedaan. Para gembala menjumpai
Yesus "terbaring di dalam palungan" (Lukas 2:16), jadi rupanya di
semacam tempat hewan, sedangkan orang-orang majus menjumpai Yesus di
sebuah rumah (Matius 2:11).
Menurut dugaan yang lazim, kedatangan orang-orang majus terjadi
ketika Yesus sudah berusia beberapa bulan.
Tentang jumlah orang majus itu, jika di sandiwara atau di gambar
biasanya diperlihatkan adanya tiga orang majus, nyatanya Alkitab
tidak mengatakan bahwa mereka bertiga. Bisa jadi kebiasaan menyebut
jumlah tiga orang itu disebabkan oleh adanya tiga macam persembahan
yang mereka bawa. Mungkin mereka hanya berdua, namun mungkin juga
jumlah mereka lebih dari tiga orang karena demi keamanan dalam
menempuh perjalanan yang jauh, biasanya pada zaman itu orang
berjalan dalam rombongan yang besar.
Siapa sebenarnya orang-orang majus itu? Orang majus berarti orang
pandai yang berilmu, dalam hal ini ilmu falak.
Alkitab mengatakan bahwa mereka datang dari Timur. Mungkin dari
Babil. Banyak bangsa pada zaman itu beranggapan bahwa segala
kejadian di dunia adalah pantulan dari apa yang terjadi di langit
dengan bintang-bintang. Pada zaman itu, astronomi (ilmu falak)
adalah juga astrologi (ilmu nujum).
Dari mana orang-orang majus mengetahui tentang "raja orang Yahudi"?
Agaknya, para ahli ilmu falak Babil sudah mengetahui tentang
pengharapan datangnya Mesias itu dari orang-orang Yahudi yang dulu
ditawan di Babil.
Baiklah, yang penting bagi kita adalah bahwa orang-orang majus itu
akhirnya tiba di tempat Yesus. Di Matius 2:11 tertulis: "Mereka
melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya." Mengapa Yusuf tidak
disebut? Rupanya hanya Maria yang ada di rumah.
Apa yang terjadi pada perjumpaan ini? Berbeda halnya dengan gembala
yang berkata-kata kepada Maria dan Yusuf, maka tentang orang-orang
majus ini tidak disebutkan bahwa mereka mengucapkan sesuatu. Mungkin
perbedaan bahasa menjadi rintangan.
Memang, dalam hal ini bukan perkataan yang diperlukan, melainkan
perbuatan. Dan itulah yang dilakukan orang-orang majus. "Mereka
sujud menyembah Dia, ... membuka tempat harta bendanya dan
mempersembahkan persembahan kepada-Nya ..." (Matius 2:11).
Bukan mustahil bahwa orang-orang majus itu merasakan suatu misteri
ketika berhadapan dengan bayi Yesus, sehingga mereka tidak bisa dan
tidak mau berkata apa-apa. Mereka hanya menyembah sujud dengan teduh
dan takjub. Tetapi dalam keadaan teduh yang bersih dari bunyi dan
kata, justru terjadi perjumpaan antara manusia dengan Allah. Bibir
orang-orang majus itu tertutup rapat, tetapi di depan Allah hati
mereka terbuka dekat. Di saat seperti itu, kita yang insani menyatu
dengan Dia yang Ilahi. Di saat itu kita tidak perlu berkata apa-apa
kecuali menyembah sujud.
Sumber diedit dari:
Judul Buku : Selamat Natal
Judul Artikel: Untuk Menyembah Sujud
Penulis : Andar Ismail
Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2002
Halaman : 90 - 92
______________________________________________________________________
\o/ ARTIKEL NATAL -------------------------------------------------\o/
-o- EMAS, KEADAAN, DAN LUMPUR -o-
HADIAH DARI ANAK-ANAK YANG BIJAKSANA
====================================
Waktu itu satu minggu menjelang hari Natal. Saya sedang menjaga
empat orang anak kami sementara istri saya memeriksakan kesehatan
bayi kami. (Menjaga anak bagi saya berarti membaca koran sementara
anak-anak membuat rumah berantakan.)
Hanya hari itu saya tidak membaca. Saya menggerutu. Pada setiap
halaman koran yang saya buka terpampang hadiah-hadiah yang
gemerlapan, gambar rusa kutub sedang melompat-lompat, dan saya
diberitahu bahwa waktunya tinggal enam hari lagi untuk memburu dan
membeli barang-barang yang tidak bisa saya beli dan tidak dibutuhkan
siapa pun. Apa sih sebenarnya hubungan semua itu dengan kelahiran
Kristus? Tanya saya dengan jengkel dalam hati.
Terdengar suara ketukan di pintu ruang baca, tempat saya menyendiri.
Lalu Nancy berkata, "Yah, kami akan mementaskan suatu sandiwara.
Maukah Ayah melihatnya?"
Sebenarnya saya tidak mau. Tetapi saya mempunyai tanggung jawab
sebagai seorang ayah, karena itu saya mengikutinya ke ruang tamu.
Segera saya tahu, pertunjukan itu sandiwara Natal, karena di dekat
kaki kursi piano terlihat lampu senter yang menyala, yang dibungkus
dengan kain lampin dan diletakkan di dalam kotak sepatu.
Rex, enam tahun, datang memakai jubah mandi saya dan membawa batang
pengepel. Ia duduk di kursi piano, menatap lampu senter itu. Nancy,
sepuluh tahun, memakai kerudung dari seprai di kepalanya, berdiri di
belakang Rex dan memulai sandiwara itu, katanya, "Saya Maria dan dia
Yusuf. Biasanya Yusuf berdiri dan Maria duduk. Tetapi kalau Maria
duduk akan kelihatan lebih tinggi daripada Yusuf yang berdiri,
karena itu kami pikir lebih baik begini saja."
Lalu Trudy, empat tahun, berlari masuk. Ia tidak pernah bisa
berjalan pelan. Ia memegang sarung bantal. Ia mengembangkan kedua
tangannya lebar-lebar dan hanya berkata, "Saya seorang malaikat. "
Kemudian muncul Anne, delapan tahun. Saya langsung tahu ia berperan
sebagai orang majus. Ia berjalan pelan-pelan seolah-olah sedang
menunggang seekor unta (ia memakai sepatu hak tinggi kepunyaan
ibunya). Dan ia dihiasi dengan segala perhiasan yang ada. Di atas
sebuah bantal ia membawa tiga macam barang, pastilah emas, kemenyan,
dan mur.
Berkali-kali ia berlutut ke arah lampu senter itu, kepada Maria,
Yusuf, malaikat, dan saya, lalu berkata, "Saya adalah ketiga orang
majus. Saya membawa hadiah-hadiah yang berharga: emas, keadaan, dan
lumpur."
Dan pertunjukan itu sudah usai. Saya tidak tertawa. Saya berdoa.
Benar juga apa yang dikatakan Anne! Kita menyambut hari Natal dengan
beban kemewahan emas -- dengan hadiah-hadiah yang berlebihan dan
pohon yang gemerlapan. Dalam keadaan seperti itu, yang dibentuk oleh
waktu, tempat, dan kebiasaan, kita tidak dapat melakukan apa-apa.
Dan keadaan itu, apabila kita merenungkannya, seperti lumpur.
Saya menatap wajah cerah anak-anak saya, sebagai seorang penonton
yang menghargai mereka dan ingat bahwa Yesus Kristus sudah
memperlihatkan kepada kita bagaimana hal-hal ini dapat diubah. Yesus
Kristus datang ke dunia ini supaya dengan kedatangan-Nya Ia dapat
memberi berkat yang kekal. Ia menerima keadaan yang tidak sempurna
dan mengecewakan, dan lahir dalam keadaan itu supaya dapat
menanamkan hal-hal yang ilahi. Bagi Anda dan saya, mungkin lumpur
itu merupakan sesuatu yang tersembunyi yang harus disapu dan
dibersihkan, tetapi bagi anak-anak, mereka dapat belajar dari situ
untuk membentuk kehidupan mereka.
Di tengah-tengah acara yang gemerlapan, kebiasaan, dan hal-hal yang
duniawi, anak-anak melihat dengan jelas kasih yang ada di dalam diri
mereka yang berusaha keras untuk mereka ungkapkan.
Sumber diedit dari:
Judul Buku : Kisah Nyata Seputar Natal
Judul Artikel : Emas, Keadaan, dan Lumpur -- Hadiah dari
Anak-anak yang Bijaksana
Penulis Artikel: Rex Knowles
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989
Halaman : 82 - 84
______________________________________________________________________
\o/ BAHAN MENGAJAR ------------------------------------------------\o/
-o- RAJA YANG BESAR DAN RAJA YANG KECIL -o-
===================================
CERITA
Pada suatu hari, di negeri Palestina yang kecil, dua orang raja
hidup pada waktu yang bersamaan dan di tempat yang bersamaan. Salah
seorang dari kedua raja itu umurnya kurang lebih tujuh puluh tahun;
sementara raja yang lain masih bayi. Raja yang besar adalah raja
yang jahat; raja yang kecil masih murni. Raja yang besar kaya dan
berkuasa; raja yang kecil hidup dalam kemiskinan. Raja yang besar
tinggal di dalam sebuah istana yang mewah, raja yang kecil tinggal
di dalam kandang binatang. Ibu raja yang kecil adalah seorang
perempuan desa, ayah angkatnya adalah seorang tukang kayu.
Nama raja yang besar adalah Herodes. Ia disebut "agung". Ia adalah
"raja boneka". Artinya, pada masa itu dalam sejarah bangsa Yahudi,
Palestina berada di bawah kekuasaan kaisar Romawi. Roma telah
mengalahkan Palestina di dalam peperangan dan Roma telah menempatkan
seorang raja setempat di Galilea untuk dijadikan wakilnya di tempat
itu. Herodes menjadi gubernur Galilea pada tahun 40 s.M. dan pada
tahun yang sama Senat Romawi menyatakan dia sebagai "Raja Yudea".
Ia adalah seorang ahli bangunan. Ia menjadi terkenal karena ia
membangun Bait Allah yang besar di Yerusalem. Salah satu dindingnya,
yaitu yang disebut Dinding Ratapan, masih tetap ada, dan terkenal
karena batu-batunya yang besar, yang sekaligus menjadi monumen atau
ciri Raja Herodes.
Tetapi Herodes mempunyai masalah. Meskipun ia disebut "Raja Yudea",
ia tidak dapat menjadi raja bangsa Yahudi yang sesungguhnya. Ia
bukan berasal dari suku Yehuda. Ia bukan dari keturunan Daud. Bahkan
ia bukan orang Yahudi.
Pada suatu hari Herodes menerima kunjungan tamu-tamu luar biasa.
Mereka adalah orang-orang dari negeri timur. Tradisi menyebut mereka
sebagai tiga orang raja, tetapi mereka sebenarnya adalah orang-orang
majus atau para astrolog, mungkin mereka dari Persia. Para orang
majus ini datang kepada Herodes, karena mereka sedang mengikuti
sebuah bintang, yang menuntun mereka ke Palestina. Mereka bertanya
kepada Herodes, "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru
dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami
datang untuk menyembah Dia."
Herodes sangat risau oleh karena pertanyaan itu. Ia tidak ingin
melihat ada seorang raja lain di daerah atau wilayahnya, apalagi
seorang raja sejati yang diurapi oleh Allah. Ia mencoba untuk
memperdayakan orang-orang majus itu. Ia kemudian mengadakan
pertemuan dengan mereka secara diam-diam dan meminta agar mereka
mencari raja yang baru lahir itu. Ia berdusta kepada orang-orang
majus itu. Ia pura-pura ingin mengetahui di mana bayi yang baru
lahir itu agar ia dapat sujud menyembah-Nya. Apa yang sebenarnya
diinginkannya ialah membunuh raja yang masih kecil itu.
Orang-orang majus itu meninggalkan Raja Herodes dan mengikuti
bintang itu ke Betlehem, sampai akhirnya merekapun menemukan bayi
raja itu. Mereka sujud dan menyembah Dia. Mereka memberikan
persembahan kepada-Nya. Persembahan ini tidak sebagaimana lazimnya.
Persembahan-persembahan ini adalah jenis-jenis yang dalam Perjanjian
Lama diperuntukkan bagi bayi raja-raja. Persembahan itu terdiri dari
emas, kemenyan, dan mur.
Ketika Herodes menyadari bahwa orang-orang majus itu telah
menipunya, ia menjadi marah. Ia menyuruh agar semua bayi laki-laki
yang berumur dua tahun ke bawah di daerah Betlehem dan sekitarnya
dibunuh.
Tetapi Allah memperingatkan ayah angkat bayi raja itu, dan bersama
dengan istri dan bayinya mereka melarikan diri ke Mesir. Tidak lama
kemudian Raja Herodes meninggal, maka bayi raja itu bersama kedua
orang tua-Nya kembali ke Palestina.
Raja yang besar itu telah meninggal dan sekarang ia hanya dikenang
sebagai seorang raja kecil. Raja kecil itu tumbuh menjadi besar dan
disebut Yesus yang Maha Besar. Ia sekarang menjadi Raja di atas
segala raja dan Tuhan di atas segala tuan.
Cerita yang sederhana ini merupakan catatan yang menyedihkan dari
hari Natal yang pertama. Peristiwa ini merupakan catatan mengenai
seorang raja yang tidak mengenali Rajanya. Di dunia ini dan di dalam
sejarah, ada banyak raja, ratu, pangeran dan putri raja. Masing-
masing mereka memerintah dengan kekuasaan yang sangat terbatas.
Namun setiap orang yang pernah memakai mahkota itu berada di bawah
kekuasaan dan otoritas Raja yang Maha Agung ini. Hari Natal menandai
hari kelahiran dari seorang Maha Raja, yaitu kelahiran dari Raja
yang Mahabesar, Raja di atas segala Raja, yang memerintah untuk
selama-lamanya.
PERTANYAAN DAN RENUNGAN
1. Mengapa Raja Herodes begitu takut terhadap bayi Yesus?
2. Apa yang menyebabkan cerita bagaimana Herodes "tidak mengenali
Rajanya" itu menjadi begitu tragis? Bagaimana cerita itu pun
masih tetap tragis pada zaman sekarang ini?
3. Bagaimana caranya kita dapat disebut sedang berusaha untuk
menghilangkan kuasa Kristus dari dalam kehidupan kita sekarang
ini?
AKTIVITAS YANG DIPERLUKAN
1. Kantong-kantong kertas untuk dijadikan boneka (paling sedikit
tiga buah: Raja Herodes, satu orang majus dan Imam Besar).
Krayon, kayu atau pensil untuk menegakkan boneka-boneka.
Surat kabar bekas untuk mengisi boneka-boneka. Pita
berperekat untuk menempelkan boneka-boneka itu pada gagangnya.
atau ....
2. Gunakan hanya krayon dan kantong kertasnya saja -- gerakkan
bonekanya dengan jari-jari tangan Anda, dan pakailah lipatan-
lipatan pada kantong kertas itu sebagai mulut boneka.
Jelaskan kepada anak-anak bahwa mereka akan membuat boneka-boneka
berdasarkan bacaan Kitab Suci hari ini (Matius 2:1-12). Jika perlu,
baca kembali ayat-ayatnya dan tolonglah anak-anak untuk memilih
tokoh mana yang akan mereka buat bonekanya.
Pementasannya dapat dilakukan dengan salah satu dari dua cara:
1. Mintalah beberapa dari anak-anak untuk menulis naskah dan
membacakannya sementara pembuat bonekanya menggerak-gerakkan
boneka yang dibuatnya dengan gerakan yang sesuai.
Atau ....
2. Mintalah agar setiap orang berperan seperti tokoh boneka yang
dibuatnya, biarlah mereka bercakap-cakap sesuai dengan jalan
ceritanya itu.
Diskusikan perbedaan antara hati yang berpengharapan dan hati yang
iri.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Kristus di Dalam Natal
Judul Artikel: Raja yang Besar dan Raja yang Kecil
Penulis : James C. Dobson, Charles R. Swindoll, James
Montgomery Boice, R.C. Sproul
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989
Halaman : 54 - 57
______________________________________________________________________
\o/ BAHAN MENGAJAR (2) --------------------------------------------\o/
-o- ANEKA PUISI NATAL -o-
=================
KASIH YANG TETAP HIDUP
----------------------
Setiap anak di bumi itu kudus,
Setiap tempat tidur bayi adalah palungan sederhana,
Setiap rumah adalah kandang ternak yang kusam,
Setiap kata yang ramah menjadi suatu pujian,
Setiap bintang adalah permata milik Allah,
Dan setiap kota adalah Betlehem,
Karena Kristus lahir, dan lahir kembali,
Ketika kasih-Nya hidup dalam hati manusia. (W.D. Dorrity)
MEMBUAT PALUNGAN KECIL
----------------------
Tidak ada kamar di penginapan
Bagi saya,
Relakah Anda menyediakan palungan kecil
di dalam hati Anda?
Ke dalam tempat berlindung yang hangat dan terang itu
Maukah Anda membawa masuk Seseorang yang
kedinginan,
Sendirian, tanpa teman?
Supaya kasih kembali dilahirkan
di bawah bintang! (Barbara Gooden)
EVALUASI
--------
Lahir di kandang ternak yang dipinjamkan,
Dan dikuburkan di makam orang lain;
Tak ada harganya dibandingkan kepuasan diri kita sendiri
Tidak ada tempat bagi orang seperti Dia
Tetapi istana sama miskinnya dengan kandang
sampai Sang Pangeran lahir ke dalam dunia,
Dan kubur merupakan ejekan untuk harapan
Sebelum Ia mengubah kematian menjadi kelahiran! (Elinor Lennen)
Sumber:
Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989
Halaman : 27, 32, dan 131
______________________________________________________________________
\o/ DARI ANDA UNTUK ANDA ------------------------------------------\o/
Dari: IDN-Banggai <IDN-Banggai(at)>
>Salam sejahtera,
>Kami selalu menerima kiriman dari redaksi BinaAnak. tulisan-
>tulisannya sangat memberi inspirasi baru dalam menghadapi anak-
>anak. Terima kasih ya, sudah menjadi berkat yang HEBAT buat kami.
>Semoga Tuhan memberkati Ibu-ibu dan Bapak-bapak dalam pelayanan
>ini.
Redaksi:
Puji Tuhan! Segala kemuliaan hanya bagi Dia jika e-BinaAnak dapat
dipakai-Nya menjadi berkat bagi rekan-rekan semua. Ini merupakan
sukacita yang amat besar bagi kami. Jangan lupa juga untuk
membagikan semua berkat yang sudah Anda dapatkan kepada rekan-rekan
lain yang belum mengenal e-BinaAnak. Kiranya pelayanan anak
Indonesia semakin maju dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.
______________________________________________________________________
\o/ MUTIARA GURU --------------------------------------------------\o/
Tuhan Yesus, kami berterima kasih kepada-Mu,
karena Engkau menjadi Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa,
Bapa yang Kekal, dan Raja Damai kami
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Staf Redaksi: Davida, Ratri, dan Lisbet
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2005 -- YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
\o/----------------------------------------------------------------\o/
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan : <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat Berhenti : <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://www.sabda.org/pepak/
><> --------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK --------- <><
|