copyright
21 Jan 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions 
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions 
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes 
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries 
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons 
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Wahyu
Previous wordNext word
Kamus Kompilasi Kamus Easton Kamus Pedoman Kamus Gering Maps
Kamus Kompilasi
Previous wordNext word../../images/steelblue/top.gif
==K.Kecil== Wahyu
 BIS- Arti harfiah: membuka selubung (rahasia). Dengan wahyu dimaksudkan
      penyampaian sabda dan kehendak Allah kepada manusia. Yesus dianggap
      sebagai wahyu yang sempurna dari Allah, karena melalui diri Yesus,
      Allah sudah menyatakan diri-Nya dengan cara yang istimewa. Wahyu
      kepada Yohanes:  Kitab terakhir dalam Perjanjian Baru.

 ==K.Haag== Wahyu
 Wahyu (Dari Yohanes).
      "Wahyu Yesus Kristus, diberikan Allah kepadanya"
 (/TB Wahy 1:1) dan dimuat dalam Kitab tsb., pertama-tama oleh
 penglihatan Yohanes yang ditujukan kepada gereja-gereja di Asia
 Kecil yang terhimpit, agar dengan mengetahui arti dan sejarah yang
 mendesak mereka, dibangkitkanlah hati mereka diperkuatlah mereka.

 (I) SUSUNAN.
     Dalam /TB Wahy 1:1-20: Prolog dan penglihatan tentang
 panggilan penglihatan. Dalam /TB Wahy 2:1-3:22: Tulisan yang
 dikirimkan untuk ke tujuh jemaat Asia Kecil. Dalam
 /TB Wahy 4:1-5:14: Penglihatan tentang Allah dan tentang Anak
 Domba. Dalam /TB Wahy 6:8:1: Perwahyuan rencana illahi. Dalam
 /TB Wahy 8:2-11:9: Penglihatan tentang ketujuh sangkakala. Dalam
 /TB Wahy 12:1-14:5:  Serangan kekuasaan setan atas umat Allah.
 Dalam /TB Wahy 14:6-20: Soal penghakiman yang akan datang. Dalam
 /TB Wahy 15:1-16:21: Penglihatan tentang ke tujuh cawan. Dalam
 /TB Wahy 17:1-19:10: Penghakiman atas Babel. Dalam Wahy 19:11-22:5*:
 Kedatangan Kristus yang menang dan pemenuh. Dalam /TB Wahy 22:6-21:
 Pengesahan penglihatan dan pengulang janji atas kedatangan Kristus.

 (II) ISI.
      Di dalam sastra Wahyu di kalangan Yudaisme diharapkan perbuatan
 Allah yang melakukan putusan atas segala-galanya sebagai putusan
 yang akan datang (--> apokaliptik). Sedangkan Kitab ~W menyatakan,
 bahwa karya keselamatan Tuhan telah dilaksanakan dalam wafat dan
 kebangkitan Yesus Kristus (Bab 12; bdk.: /TB Wahy 1:18; 5:5,9-14).
 Oleh karya penebusan kasih (/TB Wahy 12:10), maka Kristus selaku
 "Anak Domba" mendapat kekuasaan atas sejarah (/TB Wahy 5:6,9-10,12).
 Oleh sebab itu orang yang beriman tidak bisa menahan dalam sejarah
 yang lain daripada mengikuti jejak Anak Domba (/TB Wahy 14:1-5;
 bdk.: /TB Wahy 7:13-14; 12:11). karena akibat dari peperangan itu
 oleh setan, yang pada dasarnya sudah terkalahkan dengan serangan
 yang semakin dahsyat melawan Tuhan dan kerajaanNya
 (/TB Wahy 12:9,12-18; 1:1-3:18), maka di dunia tidak boleh ada
 lagi sikap netral (/TB Wahy 3:16), tetapi hanyalah "abdi Tuhan
 kita" (/TB Wahy 7:3) dan "penghuni bumi" (Wahy 13:8*).
 Nampaknya bagi penglihat Kitab ~W tidak bisa dibayangkan, bahwa
 dunia pernah puas dan hadirat umat beriman (/TB Wahy 11:7-10; 13:14-17),
 namun ia tidak ragu lagi, bahwa para umat beriman tidak mungkin
 menjadi musuh penghuni bumi: Mereka adalah "iman untuk Tuhan"
 (/TB Wahy 1:6; 5:10; 20:6) dan "putra-putri sulung untuk Tuhan dan
 Anak Domba" (/TB Wahy 4:4) yang dengan sabar (/TB Wahy 1:9;
 /TB Wahy 2:2,19; 3:10; 14:12) memberi kesaksian atas imannya perihal
 kemenangan Allah di dalam waktu ini (Yesus itu juga Tuhan).
 Sekaligus dengan cara itu mereka berikan pengukuhan, meskipun ada
 berbagai penglihatan tentang bencana, namun semua itu bermaksud
 meneriakkan panggilan untuk bertobat (bdk.:  /TB Wahy 9:20-21; 14:7;
 /TB Wahy 16:9,11), sehingga ada sebuah "injil abadi" (Wahy 14:6-7*)
 yang diserukan di atas dunia ini. Dari situlah berbagai macam
 nyanyian pujian dari Kitab ~W merupakan jawaban yang masuk akal dari
 Gereja pada penyelenggaraan penghakiman Tuhan, yang hanya bertujuan
 satu, yaitu:  keselamatan makhluk ciptaan (bdk.:  /TB Wahy 1:6-7;
 /TB Wahy 5:13; 11:17-18; 12:10-11). Kesalahan beberapa kelompok
 (sekte-sekte) persekutuan adalah melewatkan pandangannya di atas hal
 tersebut, dengan menggunakan kesempatan agar kitab ~W dipandang
 sebagai ancaman dan mengacaukan orang-orang.

 (III). CORAK KITAB WAHYU.

 (1) Bentuk Kitab ~W kuat sekali mengingatkan orang pada apokaliptik.
     Ia bicara dalam penglihatan, ungkapan lukisan dan simbol-simbol.
     Di dalam pelukisan-pelukisan sering terjadi ada simbol yang
     sama, yang diperuntukkan bagi berbagai pribadi maupun benda.
     Sering pula terjadi secara berbalikkan, di mana berbagai simbol
     mengungkapkan orang maupun benda yang sama. Ketiga barisan
     tentang tujuh buah meterai (masing-masing) (bab 6), ke tujuh
     sangkakala (bab 8-11) dan ketujuh cawan (bab 15-16), maupun cara
     penggunaan ungkapan sastra tertentu yang dipakai secara tetap,
     seperti pendahuluan, kontradiksi dan simbol angka (bdk.:
     /TB Wahy 1:12,16; 3:1; 5:3,6; 8:2 dbtl) menunjukkan adanya
     sebuah kitab yang ditutup dalam sebuah kesatuan dan direncanakan
     sebelumnya.
 (2) Sumber-sumber. Meskipun Kitab ~W tidak mengutip secara
     terus-terang, namun Kitab itu di dalam pengutipan bahan gagasan,
     lukisan dan kata-katanya dipengaruhi sekali oleh PL, terutama
     Yeh., Zakh., Yoel dan Dan. Dari segi lain Kitab ~W adalah sebuah
     karya pribadi. Penyusun sering mengatakan, bahwa penglihatannya
     merupakan pengalaman-pengalamannya sendiri (/TB Wahy 1:19; 4:1; 5:1
     dbtl). Peristiwa dari PL dikerjakan olehnya secara pribadi
     sekali. Apabila bayangan-bayangan mitologi dan astrologi
     tertentu bisa ditujukan, hal itu jelas bermakna, bahwa arti
     aslinya sudah hilang. Jadi bayangan-bayangan itu hanya dipakai
     untuk mengungkapkan gagasan pribadi dari Kitab ~W.

 (IV). ASAL TIMBULNYA.
 (1) Penulis menamakan dirinya Yohanes (/TB Yoh 1:1,4,9; 22:8). Ia
     seorang nabi (/TB Yoh 1:1-20; 22:9) dan demi kesaksian
     kristennya berada di Patmos (/TB Yoh 1:9). Menurut tradisi,
     Yohanes ini disamakan dengan rasul dan penulis Injil keempat.
     Meski sudah ada kesatuan pendapat pada awal-mula (Yustinus,
     fragmen Muratori, Ireneus, Tertullianus, Origenes), namun
     keaslian rasuli atas Kitab itu kemudian diragukan, terutama
     karena penyalahgunaan dari pihak aliran khiliasme. Oleh karena
     itu Kitab ~W tidak ditemukan dalam daftar kanon berbagai penulis
     Gereja Timur. Di kemudian Hari Gereja Timur menggabungkan
     pandangannya pada pendapat Gereja Latin. Dalam pada itu masalah,
     apakah penulis Kitab ~W dikembalikan sebagai penulis yang sama
     atau tidaknya dengan yang disebut kitab-kitab Yohanes lainnya,
     sampai dewasa ini dipandang sebagai belum terpecahkan.
     Kecocokan-kecocokan yang menyolok (Kristus sebagai sabda Allah:
     /TB Yoh 1:1-14; 1Yoh 1:1; Wahy 19:13 atau sebagai Anak Domba
     Allah): /TB Yoh 1:29; Wahy 5:6 dbtl) terdapat di samping
     perbedaan-perbedaan yang besar (terutama dalam corak dramatik
     dan gaya bahasa maupun di dalam pandangan eskatologinya).
 (2) Waktu timbulnya. Kapan timbulnya tulisan itu sukar dipastikan,
     sebab kebanyakan singgungan soal tanggal sejarahnya tidak jelas.
     Titik-titik pegangan yang lebih baik adalah surat-surat kepada
     jemaat-jemaat Asia Kecil, yang api semangat religiusnya sudah
     lama dilumpuhkan pada waktu timbulnya Kitab ~W. Sudah jelas,
     bahwa jemaat-jemaat itu sudah berdiri sejak waktu yang cukup
     lama. Pengejaran-pengejaran tertentu juga sudah harus mereka
     alami pada saat yang telah lalu dan pengejaran baru masih
     diharapkan kedatangannya (bab 13). Pengejaran-pengejaran lalu itu
     tidak begitu menyangkut zamannya Nero (/TB Wahy 13:8,18), melainkan
     terutama menyangkut tahun-tahun terakhir  dari pemerintahan
     Domitianus (94-96). Pada saat terakhir itulah kitab ~W dianggap
     sedang timbul oleh tradisi (Ireneus, Eusebius, Hieronimus).

 (V). KETERANGAN.
      Titik pandangan pokok dalam Kitab ~W menyangkut theologi. Oleh
 sebab itu tidak mungkin akan memuaskan adanya suatu penafsiran yang
 melihat Kitab ~W melulu sebagai suatu keterangan perihal sejarah
 sezamannya. Menurut pandangan yang palsu itu, maka dinyatakan bahwa
 di dalam Kitab ~W dilukiskan sejarah abad pertama dalam bentuk
 nubuat. Apabila di sana-sini disinggung kejadian-kejadian atau
 pribadi-pribadi perorangan yang konkrit historis (: Kerajaan Romawi,
 Roma, Kaisar Romawi), maka soal-soal itu sekaligus dimaksudkan
 menjadi simbol untuk suatu penafsiran yang khusus tentang sejarah
 gereja (Yoakhim dari Fiore, Bossuat, Hizhauser) dan kepercayaan
 bahwa di dalam Kitab ~W terungkap semua sejarah gereja, juga tidak
 benar. Kitab ~W sebenarnya mengartikan soal keseluruhan sejarah di
 dalam sinar wahyu kristen (bdk. II).

| About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA