SABDAweb ©
Biblical
Verse Note
27 Jan 2021 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Catatan Ayat Full Life - Ecclesiastes 1:2
Introduction Introduction | Context Context | Ecclesiastes 1:2 Ecclesiastes 1:2
Previous bookNext bookPrevious chapterNext chapterPrevious verseNext verse
EC 01:02
Referensi Silang: {c}
	Lihat TSK ref. "EC 01:02"

Catatan Kaki:
~~~~~~~~~~~~
Nas  : /TB Pengkh 1:2*
Frasa: SEGALA SESUATU ADALAH SIA-SIA.

Teks:	Ayat ini menyatakan tema kitab Pengkhotbah, yaitu bahwa seluruh
kegiatan kita di atas muka bumi ini tidak ada artinya dan tidak ada
tujuannya ketika dilakukan terlepas dari kehendak Allah, persekutuan, dan
kegiatan kasih Allah di dalam kehidupan kita. Kitab ini juga menekankan
bahwa ciptaan itu sendiri tunduk kepada kesia-siaan dan kerusakan.

1) Tujuan penulis ialah menghancurkan semua harapan palsu umat manusia
   kepada dunia sekular semata-mata; ia ingin pembacanya melihat
   kenyataan-kenyataan serius dari kejahatan, ketidakadilan, dan kematian
   serta menginsafi bahwa hidup terlepas dari Allah itu sia-sia dan tidak
   akan menghasilkan kebahagiaan sejati.

2) Pemecahan persoalan ini terdapat di dalam iman dan percaya kepada
   Allah; hanya ini yang menjadikan hidup ini bermakna. Kita harus melihat
   lebih jauh dari hal-hal duniawi kepada hal-hal sorgawi untuk menerima
   pengharapan, sukacita, dan damai sejahtera (/TB Pengkh 3:12-17; 8:12-13;
   /TB Pengkh 12:13-14).
Previous page Top Next page
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA