SABDAweb ©
Biblical
Introduction
29 Nov 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Jerusalem - 1 Samuel
Chapter: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
Previous bookNext book

Kitab-kitab Samuel dalam Alkitab Ibrani hanya satu kitab saja. Pembagian atas dua kitab berasal dari terjemahan Yunani, Septuaginta, yang juga mempersatukan kitab-kitab Samuel dan kitab-kitab Raja-raja di bawah judul yang sama, yakni: Keempat kitab Kerajaan. Terjemahan Latin Vulgata, menyebutnya: Keempat kitab Raja-raja. Kitab Samuel adalah Alkitab Ibrani sama dengan kitab Kerajaan/Raja-raja yang pertama dan yang kedua. Adapun nama "Samuel" berasal dari tradisi Yahudi yang menganggap Samuel sebagai penyusun kitab itu.

Teks kitab Samuel termasuk ke dalam teks-teks Perjanjian Lama yang paling rusak. Terjemahan Yunani, Septuaginta, kerap kali menyajikan suatu teks yang cukup berlainan. Teks Septuaginta itu berlatar-belakang suatu teks Ibrani (yang diterjemahkan Septuaginta), yang berbeda dengan yang terdapat dalam terbitan Alkitab Ibrani sekarang (teks para Masoret). Kepingan-kepingan dari teks Ibrani yang berbeda itu ditemukan kembali dalam naskah-naskah dari gua-gua di Qumran. Tidak dapat diragukan, bahwa dahulu ada beberapa resensi teks Ibrani kitab Samuel.

Dalam kitab Samuel dapat dibedakan lima bagian: a) Kisah Samuel, 1Sam 1:1-7:17*; b) Kisah Samuel dan Saul, 1Sam 8:1-15:35*; c) Kisah Saul dan Daud, 1Sam 16:1-2Sam 1:27*; d) Kisah Daud, 2Sam 2:1-20:26*; e) beberapa tambahan, 2Sam 21:1-24:25*.

Kitab Samuel menggabungkan dan menyejajarkan beberapa sumber dan tradisi yang berbeda-beda mengenai permulaan zaman para raja. Misalnya: ada sebuah cerita tentang tabut Perjanjian yang dirampas oleh orang-orang Filistin, 1Sam 4:1-6:21*; dalam ceritera ini nama Samuel tida sampai disebut-sebut; ceritera itu dilanjutkan dalam 2Sam 6*. Ceritera tentang Tabut Perjanjian itu disisipkan antara kisah mengenai masa muda Samuel, 1Sam 1:1-3:21*, dan ceritera yang menampilkan Samuel sebagai hakim terakhir yang mengantisipasikan pembebasan Israel dari tekanan dari pihak orang-orang Filistin, 1Sam 7*. Samuel memainkan peranan utama dalam kisah mengenai terbentuknya pemerintahan berupa kerajaan di Israel, 1Sam 8:1-12:25*. Sejak dahulu kala orang membedakan dalam kisah itu dua macam tradisi. Tradisi yang satu terdapat dalam 1Sa 9; 10:1-16; 11*, dan tradisi kedua ditemukan dalam 1Sam 8; 10:17-24; 12*. Tradisi pertama disebut "Versi Monarkis", karena mendukung terbentuknya kerajaan, tradisi kedua disebut "Versi Antimonarki", oleh karena melawan kerajaan. Tradisi kedua ini dikatakan berasal dari zaman kemudian. tetapi sebenarnya tradisi itu dua-duanya kuno dan hanya mewakili pendapat- pendapat yang berlainan. Selebihnya tradisi kedua tidak anti monarki seperti kerap dikatakan. Sebab pada pokoknya tradisi itu hanya tidak menyetujui, bahwa raja tidak menghiraukan hukum-hukum dan hak-hak Allah. Dalam 1Sam 13:1-14:52* diceritakan mengenai peperangan-peperangan yang diadakan Saul melawan orang- orang Filistin. Di dalam kisah itu juga tercantum ceritera pertama tentang Saul yang sebagai raja ditolak, 1Sam 13:7b-1Sam 13:15*a. Ceritera kedua mengenai penolakan ituterdapat dalam bab 15, berhubungan dengan perang melawan orang- orang Amalek. Penolakan Saul sebagai raja itu mempersiapkan pengurapan Daud menjadi raja oleh Samuel, sebagaimana diceritakan dalam 1Sam 16:1-13*. Dalam 1Sam 16:14-2Sam 1* terkumpul beberapa tradisi sejalan mengenai tampilnya Daud serta perselisihan-perselisihannya dengan Saul. Tradisi-tradisi itu agaknya lebih kurang sama usianya. Akhir kisah tentang tampilnya Daud itu disajikan dalam 2Sam 2:1-5:25*; Daud menjadi raja di Hebron, mengadakan perang dengan orang-orang Filistin dan merebut Yerusalem. Semuanya itu meletakkan dasar bagi diurapinya Daud menjadi raja seluruh Israel, 2Sam 5:12, 2Sam 6* menyambung ceritera mengenai Tabut Perjanjian. Nubuat Natan yang disajikan dalam 2Sam 7* berasal dari tradisi kuno, tetapi jelaskan tradisi itu mengalami saduran. 2Sam 8* berupa sebuah ringkasan yang berasal dar tangan penyusun kitab Samuel sendiri. Mulai dengan 2Sam 9* tercantum sebuah kisah panjang yang terputus dalam 2Sam 20:26*, lalu dilanjutkan dalam 1Raj 1:1- 2:4*. Kisah yang panjang itu mengenai keluarga Daud dan perebutan takhta kerajaan menjelang akhir hidup Daud. Kisah itu ditulis oleh seseorang yang dengan mata kepala sendiri menyaksikan peristiwa-peristiwa itu. Penulisannya boleh ditanggalkan di pertengahan pertama masa pemerintahan raja Salomo, 2Sam 21:1-24:25*, yang memutuskan kisah mengenai keluarga Daud itu, merupakan sekumpulan ceritera tentang pemerintahan Daud. Ceritera-ceritera itu berasal dari macam-macam sumber.

Tidak hanya ceritera panjang mengenai keluarga Daud, 2Sam 9:1-20:26* + 1Raj 1:1-2:46*, tetapi juga bagian-bagian lain kitab Samuel boleh jadi sudah terbentuk selama abad-abad pertama zaman para raja, khususnya sekumpulan ceritera mengenai Samuel dan dua kisah tentang Saul dan Daud. Mungkin kelompok- kelompok itu sudah dipersatukan sekitar thn 700 seb. Mas. Akan tetapi kitab Samuel baru mendapat bentuknya yang terakhir waktu menjadi bagian dari karya sejarah besar yang digubah sesuai dengan semangat tradisi Ulangan, sebagaimana di muka diuraikan. hanya perlu diperhatikan, bahwa pengaruh tradisi Ulangan atas kitab Samuel jauh lebih kecil dari pada pengaruhnya atas kitab Hakim-hakim dan kitab Raja-raja. Pengaruh tradisi Ulangan itu khususnya terasa dalam 1Sam 2:22-36; 7* dan 12, dan barangkali juga dalam saduran yang dialami nubuat Natan, 2Sam 7*. Tetapi kisah panjang dalam 2Sam 9:1-20:26* hampir secara murni dan utuh terpelihara.

Kitab Samuel meliputi masa yang bermula pada awal zaman raja-raja Israel dan berlangsung sampai akhir pemerintahan raja Daud. Orang-orang Filistin mulai menyerbu - pertempuran di Afek, 1Sam 4*, yang terjadi di sekitar thn 1050 seb. Mas. - dan membahayakan eksistensi Israel. Bahaya itu memaksakan kepada suku- suku Israel suatu pemerintahan yang berupa kerajaan. Kira-kira pada thn. 1030 Saul tampil kedepan sebagai penerus para hakim dahulu. Tetapi oleh karena diterima oleh semua suku, maka kekuasaan Saul menjadi umum dan tetap. Demikian lahirlah kerajaan. Mulailah perang untuk membebaskan Israel. Orang- orang Filistin berhasil dihalaukan dari wilayah Israel, 1Sam 14*. Selanjutnya pertempuran-pertempuran hanya terjadi di perbatasan wilayah Israel, 1Sam 17* (Lembah Tarbantin), 1Sam 28 dan 1Sam 31* (di Gilboa). Pertempuran terakhir ini menjadi bencana bagi Israel. Saul gugur di dalamnya di sekitar thn 1010. Kembali kesatuan bangsa terancam. Sebab suku Yehuda mengurapi Daud menjadi raja, sedangkan suku-suku di bagian utara negeri melawan Daud dan menganut putera Saul, Isyboset (Isybaal) yang terpaksa melarikan diri ke daerah di seberang sungai Yordan. Setelah Isyboset mati terbunuh, muncullah kembali kemungkinan, bahwa seluruh bangsa bersatu lagi. Maka Daud diterima sebagai raja atas seluruh Israel, 2Sam 1:1-5:3*.

Selanjutnya kitab Samuel secara singkat menguraikan keberhasilan politik pemerintahan Daud. Hasil itu memang cukup gemilang. Secara definitip orang-orang Filistin dihalaukan dari wilayah Israel; pusat-pusat kecil penduduk asli yang masih tersisa dilenyapkan, sehingga Israel sungguh-sungguh memiliki seluruh wilayahnya. Yang paling penting di bidang ini ialah direbutnya kota Yerusalem dari orang-orang Yebus. Kota itu dijadikan ibu kota negara dan agama bagi seluruh Israel. Daerah di seberang sungai Yordan ditaklukkan seluruhnya dan Daud bahkan berhasil memaksakan pengawasannya kepada orang-orang Aram di Siria Selatan. namun demikian, ketika Daud sekitar thn 970 seb. Mas. mangkat, kesatuan nasional Israel belum juga sungguh-sungguh terwujud. Daud memang menjadi raja atas Isarel dan Yehuda, tetapi kedua bagian negaranya itu kerap kali berlawanan satu sama lain. Suku-suku di bagian utara mendukung pemberontakan Absalom; Seba, orang suku Benyamin, berusaha mengorbankan pemberontakan dengan seruan: "Masing- masing ke kemahnya, hai orang Israel,"2Sam 20:1*. Bibit perpecahan sudah tertanam.

Kitab Samuel menyampaikan suatu pesan keagamaan. Diberikan olehnya mana syarat-syarat dan mana kesulitan-kesulitan dalam mewujudkan pemerintahan Allah di bumi. Keadaan ideal untuk perwujudan pemerintahan Allah itu hanya tercapai di masa pemerintahan Daud saja. memang masa Daud didahului zaman Saul yang jatuh, dan disusun kerusakan yang disebabkan ketidak-setiaan para raja, pengganti Daud, baik di bagian utara maupun di bagian selatan negeri. Dan sejarah ketidak- setiaan itu akan berakhir dengan hukuman Allah dan kemusnahan bangsa Israel. Sejak nubuat nabi Natan pengharapan akan Mesias kelak bertumpu pada janji-janji yang diberikan kepada wangsa Daud. Sampai tiga kali Perjanjian Baru menyebutkan janji-janji itu, Kis 2:30; 2Kor 6:18; Ibr 1:5*. Yesus adalah keturunan Daud. Oleh rakyat Ia diberi gelar "Anak Daud" dan gelar itu ialah suatu sebutan bagi Mesias. Para bapa Gereja melihat suatu persamaan antara kehidupan Daud dan kehidupan Yesus: Kristus juga dipilih untuk menyelamatkan segala manusia dan menjadi raja atas umat Allah yang rohani. Tetapi Iapun dianiaya oleh bangsaNya sendiri.

Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA