copyright
4 Dec 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions 
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions 
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes 
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries 
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons 
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - James
Chapter: 1 2 3 4 5
Previous bookNext book
Penulis          : Yakobus
Tema             : Iman yang Berhasil Guna
Tanggal Penulisan: Tahun 45-49 M

Latar Belakang
Surat ini tergolong "surat-surat umum" karena pada mulanya dialamatkan
kepada suatu sidang pembaca yang lebih luas daripada jemaat lokal. Salam
"kepada kedua belas suku di perantauan" (Yak 1:1), dan juga
petunjuk-petunjuk lainnya (Yak 2:19,21) menunjukkan bahwa surat ini pada
mulanya ditulis kepada orang Kristen Yahudi yang tinggal di luar Palestina.
Mungkin para penerima surat ini termasuk orang-orang pertama yang bertobat
di Jerusalem dan, setelah Stefanus mati syahid terserak oleh penganiayaan
(Kis 8:1) sejauh Fenisia, Siprus, Antiokhia dan lebih jauh lagi
(Kis 11:19).  Hal ini menerangkan

(1) mengapa pembukaan surat ini menekankan hal menanggung dengan sukacita
    pencobaan yang menguji iman dan menuntut ketabahan (Yak 1:2-12),

(2) pengetahuan pribadi Yakobus tentang orang percaya yang "terserak" itu,
    dan

(3) nada yang berwibawa dari surat ini. Sebagai pemimpin gereja di
    Yerusalem, Yakobus sedang menulis surat kepada domba-dombanya yang
    berserakan.

Terkenalnya pengarang ditunjukkan oleh cara ia menyebut dirinya, yaitu hanya
"Yakobus" (Yak 1:1). Yakobus, saudara tiri Yesus dan pemimpin gereja di
Yerusalem, pada umumnya dipandang sebagai penulis surat ini.  Pidatonya
dalam sidang di Yerusalem (Kis 15:13-21) dan gambaran mengenai dirinya
di bagian lain dalam PB (mis. Kis 12:17; Kis 21:18; Gal 1:19; Gal 2:9,12;
1Kor 15:7*) sangat cocok dengan apa yang diketahui mengenai penulis
surat ini.  Sangat mungkin Yakobus menulis surat ini pada dasawarsa 40-an.
Tanggal yang agak dini untuk penulisan surat ini ditunjukkan oleh berbagai
faktor, seperti kenyataan bahwa Yakobus menyebutkan istilah Yunani synagoge
untuk menunjuk tempat pertemuan orang Kristen (Yak 2:2). Menurut
keterangan sejarawan Yahudi, Yosefus, Yakobus, saudara tiri Tuhan mati
syahid di Yerusalem tahun 62 M.

Tujuan
Yakobus menulis

(1) untuk membangun semangat orang percaya Yahudi yang sedang menderita
    berbagai pencobaan yang menguji iman mereka,

(2) untuk memperbaiki berbagai pengertian yang salah mengenai sifat iman
    yang menyelamatkan, dan

(3) untuk menasihatkan dan membina pembacanya mengenai hasil-hasil praktis
    iman mereka dalam hidup yang benar dan perbuatan yang baik.

Survai
Surat ini membahas serangkaian pokok yang cukup beragam berkaitan dengan
menjalankan kehidupan Kristen yang sejati. Yakobus mendorong orang percaya
untuk menanggung pencobaan dengan sukacita dan menarik manfaat daripadanya
(Yak 1:2-11); melawan godaan (Yak 1:12-18); menjadi pelaku Firman
dan bukan hanya pendengar (Yak 1:19-27); serta menunjukkan iman yang
aktif dan bukan pengakuan yang kosong (Yak 2:14-26). Yakobus dengan
sungguh-sungguh mengingatkan tentang berdosanya lidah yang sukar
dikendalikan (Yak 3:1-12; Yak 4:11-12), hikmat duniawi (Yak 3:13-16),
kelakuan berdosa (Yak 4:1-10), kehidupan yang congkak
(Yak 4:13-17) dan kekayaan yang mementingkan diri sendiri
(Yak 5:1-6). Yakobus menutup dengan menekankan kesabaran, doa, dan
memulihkan mereka yang sudah mundur (Yak 5:7-20).

Sepanjang kelima pasal ini, hubungan di antara iman yang benar dan kehidupan
yang saleh ditekankan. Iman yang sejati adalah:
- iman yang teruji (Yak 1:2-16),
- aktif (Yak 1:19-27),
- mengasihi sesama seperti dirinya sendiri (Yak 2:1-13),
- menyatakan diri dalam perbuatan baik (Yak 2:14-26),
- menguasai lidah dengan benar (Yak 3:1-12),
- mencari hikmat Allah (Yak 3:13-18),
- tunduk kepada Allah selaku hakim yang adil (Yak 4:1-12),
- mempercayai Allah dalam kehidupan sehari-hari (Yak 4:13-17),
- tidak mementingkan diri atau memuaskan keinginan sendiri (Yak 5:1-6),
- sabar dalam penderitaan (Yak 5:7-12), dan
- tekun dalam doa (Yak 5:13-20).

Ciri-ciri Khas
Tujuh ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini kemungkinan besar merupakan kitab PB yang pertama-tama
    ditulis.

(2) Walaupun hanya dua kali menyebut nama Kristus, surat ini lebih banyak
    berisi kenangan akan ajaran Yesus, termasuk setidak-tidaknya 15 petunjuk
    kepada Khotbah di Bukit, lebih dari semua surat PB tergabung.

(3) Dari 108 ayatnya, lebih daripada separuhnya adalah perintah.

(4) Dalam banyak hal, surat ini merupakan Amsal PB karena

    (a) penuh dengan hikmat ilahi dan instruksi praktis untuk menjalankan
        kehidupan Kristen yang sejati dan

    (b) ditulis dengan gaya penulisan yang tegas dan tepat, dengan
        perintah yang singkat dan analogi yang hidup.

(5) Yakobus adalah pengamat cermat tentang cara bekerjanya alam dan tabiat
    manusia berdosa. Dia sering kali menarik pelajaran dari alam untuk
    menyingkapkan tabiat manusia berdosa (mis. Yak 3:1-12).

(6) Surat ini lebih menekankan hubungan di antara iman dengan perbuatan
    daripada kitab PB lainnya (khususnya: Yak 2:14-16).

(7) Yakobus sering kali disebut sebagai Amos PB, karena dia dengan
    bersemangat membahas persoalan ketidakadilan dan ketidaksetaraan sosial.
Previous book ../../images/steelblue/top.gif Next book
| About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA