SABDAweb ©
Biblical
Introduction
7 May 2021 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - Philemon
Chapter: 1
Previous bookNext book
Penulis          : Paulus
Tema             : Perdamaian
Tanggal Penulisan: Sekitar 62 M

Latar Belakang
Paulus menulis "surat penjara" ini (ayat File 1:1,9) sebagai surat
pribadi kepada seorang bernama Filemon, kemungkinan besar sementara masa
penahanan yang pertama di Roma (Kis 28:16-31). Nama-nama sama yang
disebut dalam Filemon (ayat File 1:1-2,10,23-24) dan Kolose
(Kol 4:9-10,12,14,17) menunjukkan bahwa Filemon tinggal di Kolose, dan
kedua surat ini ditulis dan diantarkan pada waktu yang sama.

Filemon menjadi pemilik hamba (ayat File 1:16) dan anggota gereja di
Kolose (bd. ayat File 1:1-2 dengan Kol 4:17), mungkin ia bertobat
dibawah pelayanan Paulus (ayat File 1:19). Onesimus menjadi hamba
Filemon yang telah lari ke Roma; di situ dia kenal Paulus, yang membawa dia
kepada Kristus. Suatu ikatan persahabatan yang kuat berkembang di antara
mereka (ayat File 1:9-13). Sekarang dengan segan Paulus mengirim
Onesimus kembali kepada Filemon, ditemani oleh Tikhikus, teman sekerja
Paulus, bersama dengan surat ini (bd. Kol 4:7-9).

Tujuan
Paulus menyurati Filemon untuk mengurus persoalan khusus tentang hambanya
Onesimus yang telah melarikan diri. Menurut hukum Romawi, hamba yang
melarikan diri dapat dihukum mati. Paulus menjadi perantara untuk Onesimus
dengan Filemon dan memohon supaya Onesimus diterima kembali secara ramah
sebagai orang percaya dan sahabat Paulus, dengan kasih yang sama sebagaimana
dia akan menerima Paulus sendiri.

Survai
Permohonan Paulus adalah sebagai berikut:

(1) Dia memohon dengan sangat supaya Filemon, sebagai saudara dalam Kristus
    (ayat File 1:8-9,20-21) menerima Onesimus kembali, bukan sebagai
    hamba tetapi sebagai saudara dalam Kristus (ayat File 1:15-16).

(2) Paulus menyatakan bahwa Onesimus (yang artinya "berguna") yang dahulu
    "tidak berguna", tetapi sekarang "berguna" bagi Paulus dan Filemon
    (ayat File 1:10-12).

(3) Paulus ingin Onesimus dapat tinggal di Roma, tetapi sebaliknya
    mengirimnya kembali kepada tuan yang memilikinya
    (ayat File 1:13-14).

(4) Paulus menawarkan diri sebagai pengganti untuk hutang Onesimus dan
    mengingatkan Filemon tentang hutang budinya kepada Paulus
    (ayat File 1:17-19). Surat ditutup dengan salam dari beberapa
    teman sekerja di Roma (ayat File 1:23-24) dan pengucapan syukur
    (ayat File 1:25).

Ciri-ciri Khas
Tiga ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini adalah yang terpendek di antara surat-surat Paulus.

(2) Lebih dari lain bagian PB, surat ini menjelaskan bagaimana Paulus dan
    gereja mula-mula menghadapi persoalan perbudakan Roma. Daripada
    menyerang langsung atau menimbulkan pemberontakan bersenjata, Paulus
    mengemukakan prinsip Kristen yang menyingkirkan kekerasan dari
    perbudakan Roma dan akhirnya menghapuskannya sama sekali antara orang
    Kristen.

(3) Surat ini memberikan pengertian unik ke dalam kehidupan Paulus, karena
    dia begitu erat manunggal dengan seorang hamba sehingga Onesimus disebut
    "buah hatiku" (ayat File 1:12).
Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA