SABDAweb ©
Biblical
Introduction
16 Jan 2021 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - Deuteronomy
Chapter: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
Previous bookNext book
Penulis          : Musa
Tema             : Pembaharuan Perjanjian
Tanggal Penulisan: Sekitar 1405 SM

Latar Belakang
Kitab ini berisi amanat perpisahan Musa yang dalamnya ia mengulas kembali
dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel demi angkatan Israel yang
baru. Mereka kini sudah mencapai akhir dari pengembaraan di padang gurun dan
siap masuk ke Kanaan. Sebagian besar angkatan ini tidak mengingat Paskah
yang pertama, penyeberangan Laut Merah, atau pemberian Hukum di Gunung
Sinai.  Mereka memerlukan pengisahan kembali yang bersemangat mengenai
perjanjian, hukum Taurat, dan kesetiaan Allah, dan suatu pernyataan baru
mengenai berbagai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai
ketidaktaatan. Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan
"angkatan keluaran" bangsa Israel yang suka memberontak selama 39 tahun,
kitab Ulangan meliputi masa yang pendek sekitar satu bulan pada satu tempat
di dataran Moab sebelah timur Yerikho dan Sungai Yordan.

Ulangan ditulis oleh Musa (Ul 31:9,24-26; bd. Bil 4:44-46; Bil 29:1)
dan diwariskan kepada Israel sebagai dokumen perjanjian untuk dibacakan
seluruhnya di hadapan seluruh bangsa setiap tujuh tahun (Ul 31:10-13).
Musa mungkin menyelesaikan penulisan kitab ini menjelang kematiannya sekitar
tahun 1405 SM. Bahwa Musa menulis kitab ini ditegaskan oleh

(1) Pentateukh Samaria dan Yahudi,

(2) para penulis PL (mis. Yos 1:7; 1Raj 2:3; 2Raj 14:6; Ezr 3:2;
    Neh 1:8-9; Dan 9:11),

(3) Yesus (Mat 19:7-9; Yoh 5:45-47) dan penulis PB yang lain
    (mis. Kis 3:22-23; Rom 10:19),

(4) para cendekiawan Kristen zaman dahulu,

(5) cendekiawan konservatif masa kini, dan

(6) bukti di dalam kitab Ulangan sendiri (mis. kesamaan susunan dengan
    bentuk-bentuk perjanjian yang ditulis pada abad ke-15 SM). Kisah
    kematian Musa (pasal 34; Ul 34:1-12) sudah pasti ditambahkan segera
    sesudah peristiwa itu terjadi (sangat mungkin oleh Yosua) sebagai
    penghargaan yang layak bagi Musa, hamba Tuhan itu.

Tujuan
Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua untuk penaklukan Kanaan,
maksud Musa mula-mula ialah untuk menasihati dan mengarahkan angkatan
Israel yang baru tentang

(1) perbuatan-perbuatan perkasa dan janji-janji Allah,

(2) kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman dan taat, dan

(3) perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup di
    dalam kehendak-Nya, serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap
    hati, jiwa, dan kekuatan mereka.

Survai
Sebagai dokumen pembaharuan perjanjian, Ulangan disusun sesuai dengan
perjanjian antar dua kerajaan ketika itu:

(1) pengantar (Ul 1:1-5);

(2) pendahuluan bertalian dengan sejarah (Ul 1:6--4:43);

(3) syarat-syarat utama (Ul 4:44--26:19);

(4) berbagai kutukan dan berkat (Ul 27:1--30:20); dan

(5) berbagai ketetapan mengenai kesinambungan perjanjian itu
    (Ul 31:1--33:39).

Dengan segala kesungguhan yang dimilikinya, Musa mengulas kembali dan
memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel terutama melalui tiga
amanat yang bersemangat.

(1) Amanat Musa yang pertama membahas kembali sejarah dan kegagalan Israel
    sejak Gunung Sinai serta menantang angkatan yang baru itu untuk takut
    akan Allah dan taat kepada-Nya (Ul 1:6--4:43).

(2) Amanat Musa yang kedua mengulas dan menerapkan banyak hukum perjanjian
    berhubungan dengan soal-soal seperti melaksanakan Sabat, penyembahan,
    kaum miskin, hari raya tahunan, warisan, hak milik atas harta benda,
    kebejatan seks, perlakuan hamba-hamba, dan pelaksanaan kehakiman
    (Ul 4:44--26:19).

(3) Amanat Musa yang ketiga bernubuat tentang berkat dan kutukan yang akan
    menimpa Israel sesuai dengan ketaatan atau ketidaktaatan mereka
    (Ul 27:1--30:20). Pasal-pasal yang sisa termasuk pengangkatan Yosua
    oleh Musa sebagai penggantinya serta kesaksian mengenai wafatnya Musa
    (Ul 31:1--34:12).

Ciri-ciri Khas
Empat ciri khas menandai Ulangan.

(1) Ulangan menyediakan bagi angkatan Israel yang baru (yang sebentar lagi
    akan masuk Kanaan) landasan dan motivasi yang diperlukan untuk mewarisi
    tanah yang dijanjikan dengan memusatkan perhatian kepada tabiat Allah
    dan perjanjian-Nya dengan Israel.

(2) Ulangan merupakan "Kitab Hukum Kedua" karena di dalamnya Musa, pemimpin
    Israel yang berusia 120 tahun, menyatakan kembali dan merangkum
    (dalam bentuk khotbah) sabda Tuhan yang terdapat di dalam keempat kitab
    sebelumnya.

(3) Ulangan merupakan "Kitab Kenangan." Nasihat yang khas dari Ulangan
    ialah, "Ingatlah ... dan jangan melupakan." Daripada mengemukakan usaha
    untuk mencari "kebenaran baru," Ulangan menasihati Israel untuk
    mempertahankan dan menaati kebenaran yang sudah dinyatakan Allah
    sebelumnya dalam Firman-Nya yang mutlak dan tidak berubah.

(4) Dasar pikiran yang penting dalam kitab ini adalah rumusan
    "iman-tambah-ketaatan." Israel dipanggil untuk mempercayai Allah dengan
    segenap jiwa raga dan menaati perintah-perintah-Nya dengan tekun.
    Iman-tambah-ketaatan akan memungkinkan mereka mewarisi janji-janji
    berkat Allah yang penuh; ketiadaan iman dan ketaatan, pada pihak lain,
    akan mengakibatkan kegagalan dan hukuman.

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Ketika Yesus dicobai oleh Iblis, Ia menanggapinya dengan mengutip
ayat-ayat dari Ulangan (Mat 4:4,7,10 mengutip Ul 8:3; Ul 6:16; Ul 6:13).
Ketika Yesus ditanya tentang hukum mana yang paling besar, Ia menjawab
dari Ulangan (Mat 22:37; bd. Ul 6:5). Kitab-kitab PB mengutip atau
mengacu kepada Ulangan hampir sebanyak 100 kali. Sebuah nubuat Mesianis
yang jelas (Ul 18:15-19) disebutkan dua kali dalam Kisah Para Rasul
(Ul 3:22-23; Ul 7:37). Sifat rohani Ulangan merupakan landasan dari
penyataan PB.
Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA