SABDAweb ©
Biblical
Introduction
25 Jan 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Intisari Alkitab - 2 Corinthians
Chapter: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Previous bookNext book

Sejarah sedih tentang suatu pemberontakan singkat

KISAH DI BALIK SURAT INI.
Untuk memahami surat ini perlu kita ketahui kisah yang ada di baliknya. Pauluslah yang memulai gereja di Korintus (Kis 18:1-17). Paulus menegaskan bahwa ia adalah seorang rasul (1Kor 9:1, perhatikanlah kata-kata pembukaan dalam suratnya yang kedua). Tetapi, rasul-rasul palsu (2Kor 11:12-15) masuk ke Korintus. Rasul-rasul 'super' ini (2Kor 11:5) mengajarkan injil yang berbeda (2Kor 11:12-15) dan menentang wewenang Paulus. Timbullah kekacauan. Nasihat Paulus dalam I Korintus diabaikan. Kemudian Paulus mengadakan kunjungan yang mendukakan ke Korintus (2Kor 2:1). Rupa-rupanya' rasul-rasul yang tak ada taranya' ini hanya menertawakan dia (2Kor 10:10). Paulus meninggalkan Korintus dan kemudian mengirim, Titus ke gereja itu dengan surat yang bernada keras isinya (2Kor 7:5-13). Dan jemaat di Korintus bertobat. Titus membawa berita yang sangat menyenangkan ini kepada Paulus (2Kor 7:6, 7). Surat ini merupakan penjelasan yang menyambung sejarah sedih dari pertikaian yang terjadi.

KAPAN SURAT INI DITULIS.
Kita tahu bahwa Paulus sedang berada di Korintus ketika Galio menjadi gubernur di Akhaya (Kis 18:12) pada tahun 51 atau 52 M. Oleh karena itu, suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus tentu ditulis sekitar tahun 55 M dan suratnya yang kedua kurang lebih setahun kemudian.

JEMAAT KORINTUS DAN TITUS.
Titus sangat dikasihi oleh Paulus (2Ko 2:13; 8:23) dan namanya disebut sembilan kali dalam surat ini. Ia adalah pembawa surat Paulus yang 'keras' itu ke Korintus. Ia turut merasakan keprihatinan Paulus tentang situasi di Korintus, dan kelegaan Paulus ketika jemaat di Korintus bertobat (7:13). Kemudian, ia dikirim kembali ke Korintus untuk membawa surat Paulus yang kedua kepada jemaat Korintus dan untuk menuntaskan pengaturan pengumpulan pemberian bagi orang miskin di Yerusalem (2Ko 8:6).

MENGAPA SURAT INI DITULIS.
Maksud utama surat ini adalah untuk memberitahu jemaat Korintus betapa besar arti perubahan pikiran mereka bagi Paulus. Surat ini juga untuk memperingatkan mereka agar tidak berlaku terlalu keras terhadap orang-orang yang telah menyerangnya (2Ko 2:5-11). Ketiga, Paulus ingin mengulang kembali pengajaran yang telah diberikannya dalam suratnya yang pertama (2Ko 6:14, bandingkan dengan 1Kor 6:15-20). Alasan yang keempat adalah mengenai' para rasul yang tidak ada taranya' yang tidak mau bertobat, yang pada kenyataannya adalah guru-guru palsu dengan injil yang berbeda (2Ko 11:1-6). Kelima, Paulus ingin mengingatkan mereka tentang rencana pengumpulan pemberian untuk membantu orang miskin di Yerusalem. HaI ini juga telah dibicarakannya dalam suratnya yang pertama (1Kor 16: 1-3) dan sekarang ia ingin supaya mereka mengirimkan uang itu melalui Titus (2Ko 9:1-5).

Garis Besar

[1]  RINCIAN PERTIKAIAN  2Ko 1:1-2:17
2Ko 1:1-14        Menunggu Titus: betapa Paulus menderita
2Ko 1:15-2:4      Menjelaskan ketidakhadirannya
2Ko 2:5-11        'Ampuni lawan-lawan saya'
2Ko 2:12-17       Titus telah tiba: betapa Paulus bersukacita

[2]  KEMULIAAN PERJANJIAN BARU  2Ko 3:1-5:21
2Ko 3:1-6         Roh yang dari Allah dan hati manusia
2Ko 3:7-18         Kemuliaan Injil yang lebih besar
2Ko 4:1-6          Kemuliaan yang tersembunyi dari mereka yang terhilang
2Ko 4:7-18         Kemuliaan tersembunyi oleh penderitaan
2Ko 5:1-10         Kematian:pintu gerbang menuju kemuliaan
2Ko 5:11-21        Kemuliaan yang akan datang dan perbuatan masa kini

[3]  KESELAMATAN DAN TINGKAH LAKU  2Ko 6:1-7:1
2Ko 6:1-10       Tingkah laku Kristen: suatu kesaksian
2Ko 6:11:1         Tingkah laku Kristen: suatu imbauan
[4]  BILA ORANG KRISTEN BERTIKAI  2Ko 7:2-16
2Ko 7:2-4        Pertentangan tanpa sebab
2Ko 7:5-13a        Penderitaan akibat pertentangan antara Kristen
2Ko 7:13b-2Ko 7:16       Kelegaan akibat perdamaian!

[5]  MENGENAI UANG  2Ko 8:1-9:15
2Ko 8:1-7          Memberi: contoh dari Makedonia
2Ko 8:8-15         Memberi: sekarang bagaimana dengan Anda?
2Ko 8:16-9:5       Beberapa pengaturan praktis
2Ko 9:6-15         Memberi: suatu prinsip rohani

[6]  DISIPLIN GEREJA DAN WEWENANG KERASULAN  2Ko 10:1-12:13
2Ko 10:1-6         Disiplin: suatu keharusan rohani
2Ko 10:7-12        Disiplin dari jarak jauh
2Ko 10:13-18       Hak seorang misionaris untuk mendisiplin
2Ko 11:1-15        Teladan seorang misionaris dalam disiplin diri
2Ko 11:16-33       'Kelemahan' kerasulan
2Ko 12:1-10        Hak istimewa kerasulan
2Ko 12:11-13       'Sekarang saling memberi penilaian'

[7]  KESIMPULAN  2Ko 12:14-13:14
2Ko 12:14-21       Saya akan datang: dalam kasih
2Ko 13:1-4         Saya akan datang: untuk menghakimi
2Ko 13:5-10        Ujilah dirimu masing-masing... maka aku tidak perlu menguji engkau
2Ko 13:11-14       Salam

Pesan

Ada dua pokok penting yang dibahas di sini:

1. Hak istimewa dan penderitaan.
Kepemimpinan Kristen seperti yang dilakukan Paulus akan selalu menimbulkan
kesengsaraan, salah pengertian, penderitaan di samping semangat dan sukacita.
Paulus memaparkan tentang penderitaan dalam tujuh pasal yang terpisah dalam
surat ini:
o Hampir putus asa ketika jemaat Korintus menolak dia. 2Ko 1:8-11
o Penderitaan mental saat Paulus menantikan jawaban atas suratnya.2Ko 2:12-17
o Keletihan fisik yang disebabkan oleh konflik batin. 2Ko 4:16-18
o Kesengsaraan karena pertikaian yang tak habis-habisnya dalam membela nama Yesus. 2Ko 6:3-10
o 'Pertengkaran dari luar dan ketakutan dari dalam'. 2Ko 7:5-8
o Kepedihan karena tidak dimengerti dan dituduh dengan tuduhan palsu. 2Ko 11:1-10
o Bermacam-macam penderitaan dari pengabar Injil. 2Ko 11:21-29

2. Kemuliaan (pasal 3-5)
Paulus membuka topik ini dengan menunjuk kepada 'surat pujian' yang ditulis oleh
gereja-gereja untuk memuji jemaat mereka terhadap gereja-gereja lain. Kemudian ia
berbicara mengenai 'surat' Allah yang memberikan pujian bukan di atas sehelai
kertas, melainkan dalam kehidupan (loh hati) pelayan-pelayan-Nya yang sejati.
Ini membawanya kepada Perjanjian Lama yang mengisahkan tentang tulisan Allah di
atas loh batu. Sekarang marilah kita lihat bagaimana perkembangan tema ini:

o Allah sendiri memberi Hukum itu kepada Musa.
o Musa melihat kemuliaan Allah.
o Cahaya terang dan kemuliaan yang luar biasa mengubah Musa, sehingga wajahnya menjadi cemerlang.
o Perubahan ini menakutkan umat ketika mereka melihatnya.
o Oleh karena itu, Musa harus menutupinya dengan 'selubung'.
o Pemandangan itu tentunya indah sekali; tetapi hanya sebentar, cahaya itu pudar karena Musa tidak melihat kemuliaan Allah seperti itu lagi.
o Kristen bertemu dengan Allah setiap hari: oleh karena itu seharusnya cahaya itu tetap ada!
o Namun demikian, kehidupan tidak selalu penuh kemuliaan: ada penderitaan juga.
o Tetapi, jangan putus asa: sebab kematian pun hanya pintu gerbang menuju kemuliaan.
o Tubuh kita bagai sebuah kemah: kematian merupakan keruntuhan terakhir kemah itu.
o Tetapi, semua itu hanya berarti suatu perpindahan: perpindahan ke dalam
o sebuah rumah baru, bukan kemah, tetapi suatu rumah yang tetap.
o Untuk itulah Allah telah menyelamatkan kita.

Penerapan

Kita belajar beberapa hal dari surat ini:o Gereja bukan hanya tempat berkumpulnya antar teman: di dalamnya ada pemimpin-pemimpin.
o Demokrasi dalam gereja harus disertai dengan wewenang dan tanggung jawab.
o Kepemimpinan dalam gereja bukan hanya suatu hak istimewa, tetapi mengundang penderitaan.
o Misi bukan hal yang mudah: orang yang lemah lebih baik meninggalkannya.
o Orang Kristen seharusnya tidak takut pada kematian. Ada kemuliaan dalam kematian, tetapi ada kemuliaan yang lebih besar di balik kematian.

Tema-tema Kunci

1. Penderitaan.
Pelajari dua perikop utama tentang penderitaan dalam pasal 6 dan 11. Berapa banyak dari peristiwa yang diceritakan dalam pasal-pasal ini yang dapat Anda hubungkan dengan biografi Paulus dalam Kisah para Rasul?

2. Kristen dan pelayanan sosial.
Paulus sangat prihatin tentang perlunya gereja-gereja di Asia membantu orang-orang Kristen di Yudea yang sangat menderita akibat kelaparan (Kis. 11:27-30). Pelajari Kis 4:32-5:11 dan 2Kor 8:1-9:15 bersama-sama dengan 1Kor 16:1-4, Rom 15:24-29 dan Kis 24:17 untuk melihat prinsip-prinsip umum apa yang dapat dijadikan pedoman oleh orang Kristen dalam hal memberi. Perhatikan juga perkataan Yesus sendiri mengenai hal ini: Mat 6:1-4.

3. Kematian.
2 Korintus 4:7-5:10 menyangkut masalah kelemahan tubuh manusia dan tidak terluputnya tubuh tersebut dari kematian. Pelajari perikop ini dan bandingkan dengan I Korintus 15:35-58. Kedua perikop tersebut berhubungan dengan 'kemuliaan'. Apakah kemuliaan itu (Kel 24:15-17; Yeh. 1:26-28)? Kemuliaan menantikan kita, mengapa kita masih takut akan kematian? Bagaimana dengan Paulus (2Kor 5:8 dan 2 Tim. 4:6-8)?

4. Wewenang kerasulan.
Pakailah konkordansi untuk mempelajari setiap penjelasan tentang 'para rasul'. Buatlah sebuah daftar dari semua orang yang dipanggil rasul.

Perhatikan secara khusus:
- Yesus (Ibr 3:1)
- kedua belas rasul (Mat 10:2)
- Andronikus (Rom 16:7)
- Paulus (1Kor 1:1)

Kedua belas rasul merupakan suatu kelompok yang unik, yang dipakai untuk menyatakan hubungan antara kedua belas suku Israel dalam Perjanjian Lama dan gereja dalam Perjanjian Baru (Gal 6:16, 'Israel milik Allah').

Apa kesalahan 'para rasul yang hebat' itu, padahal sebenarnya mereka adalah rasul-rasul palsu. (2Kor 11:1-21)?

Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA