SABDAweb ©
Biblical
Introduction
31 Mar 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Full Life - Haggai
Chapter: 1 2
Previous bookNext book
Penulis          : Hagai
Tema             : Membangun Kembali Bait Suci
Tanggal Penulisan: 520 SM

Latar Belakang
Kitab Hagai adalah yang pertama dari ketiga kitab nabi pascapembuangan dalam
PL (Hagai, Zakharia dan Maleakhi). Nama Hagai disebut dua kali dalam Ezra
(Ezr 5:1; Ezr 6:14) dan 9 kali dalam kitab ini. Dia disebut "nabi"
(Hag 1:1; Hag 2:2,11; Ezr 6:14) dan "utusan Tuhan" (Hag 1:13). Dia
mungkin menjadi salah seorang dari sebagian kecil orang Yahudi yang,
setelah kembali untuk tinggal di Yerusalem, dapat mengingat Bait Suci
Salomo sebelum dibinasakan oleh pasukan Nebukadnezar pada tahun 586 SM
(Hag 2:4). Jikalau demikian, maka usia Hagai ketika menulis ini sekitar
70 sampai 80 tahun. Tanggal penulisan kitab ini jelas, tahun kedua
pemerintahan Raja Darius dari Persia (520 SM; Hag 1:1).

Latar belakang sejarah kitab ini penting untuk memahami beritanya. Pada
tahun 538 SM, Raja Koresy dari Persia mengeluarkan maklumat mengizinkan
orang Yahudi buangan untuk kembali ke negeri mereka untuk membangun
kembali Yerusalem dan Bait Suci sebagai penggenapan nubuat Yesaya dan
Yeremia (Yes 45:1-3; Yer 25:11-12; Yer 29:10-14) dan syafaat Daniel
(Dan 9:1-27).  Rombongan orang Yahudi pertama yang kembali ke Yerusalem
meletakkan dasar Bait Suci yang baru pada tahun 536 SM di tengah-tengah
kegembiraan dan harapan besar (Ezr 3:8-10). Akan tetapi, tidak lama
kemudian orang Samaria dan tetangga lainnya secara jasmaniah menentang
rencana pembangunan itu dan mematahkan semangat para pekerja sehingga
pembangunan itu terhenti pada tahun 534 SM. Kelesuan rohani mulai timbul,
dan umat itu lalu mulai membangun rumah mereka sendiri. Pada tahun 520 SM,
Hagai, dengan ditemani nabi Zakharia yang lebih muda
               (Lihat "PENDAHULUAN ZAKHARIA" 08153),
mulai mendorong Zerubabel dan umat itu untuk melanjutkan pembangunan rumah
Allah. Empat tahun kemudian Bait Suci itu selesai dibangun dan ditahbiskan
(bd. Ezr 4:1--6:22).

Tujuan
Sepanjang waktu empat bulan pada tahun 520 SM, Hagai memberitakan empat
berita singkat yang tercatat dalam kitab ini (lih. Garis Besar). Berita ini
bertujuan ganda:

(1) untuk menasihati Zerubabel (gubernur) dan Yoshua (imam besar) agar
    mengerahkan umat itu untuk membangun kembali Bait Suci, dan

(2) untuk memotivasi umat itu agar menata kembali hidup dan prioritas mereka
    untuk melanjutkan tugas mereka secara sungguh-sungguh dengan berkat
    Allah.

Survai
Kitab ini berisi empat berita, yang masing-masing dibuka dengan "firman
Tuhan" (Hag 1:1; Hag 2:2,; Hag 2:11; Hag 2:21).

(1) Hagai pertama-tama menegur para mantan buangan itu karena lebih
    memperhatikan rumah mereka sendiri yang dipapani dengan baik
    sedangkan rumah Allah masih merupakan reruntuhan (Hag 1:4). Dua
    kali nabi Hagai menasihati mereka untuk "perhatikanlah keadaanmu!"
    (Hag 1:5,7), yang menunjukkan bahwa Allah telah menarik berkat-Nya
    dari mereka karena cara hidup mereka (Hag 1:6,9-11). Sebagai
    tanggapan atas perkataan Hagai, maka Zerubabel, Yosua, dan semua orang
    itu takut akan Allah dan melakukan pekerjaan (Hag 1:12--2:1).

(2) Beberapa minggu kemudian, penilaian beberapa orang buangan yang telah
    kembali mematahkan semangat mereka, yaitu mereka yang telah melihat
    kemuliaan bait Salomo sehingga menilai usaha membangun kembali itu tidak
    berarti jika dibandingkan (Hag 2:4). Hagai menasihati para pemimpin
    untuk meneguhkan hatinya karena

    (a) usaha mereka merupakan bagian dari gambaran nubuat yang lebih luas
        (Hag 2:5-8) dan

    (b) "kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula"
        (Hag 2:10).

(3) Berita Hagai yang ketiga, yang memanggil umat itu untuk hidup dalam
    ketaatan kudus (Hag 2:11-20) dan

(4) berita yang keempat (Hag 2:21-24) diberitakan pada hari yang sama.
    Berita keempat menubuatkan bahwa Zerubabel melambangkan kesinambungan
    keturunan dan janji Mesias (Hag 2:23).

Ciri-ciri Khas
Empat ciri utama menandai kitab Hagai.

(1) Beritanya merupakan firman nubuat pertama yang terdengar di Yehuda
    sesudah pembuangan di Babel.

(2) Kitab ini adalah kitab terpendek kedua dalam PL (hanya 38 ayat); yang
    paling pendek ialah kitab Obaja.

(3) Frase "beginilah firman Tuhan semesta alam" (dan variasinya) terjadi 29
    kali sehingga menggarisbawahi pentingnya beritanya bagi kaum sisa yang
    kembali ke Yerusalem.

(4) Kitab ini mencatat nubuat PL yang paling terus-terang mengenai kunjungan
    Allah di masa depan (Hag 2:7-10).

Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Beberapa ayat dalam pasal 2 (Hag 2:1-24) berbicara mengenai kedatangan
Mesias (ayat Hag 2:7-10,22-24). Penggoncangan langit dan bumi,
bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan disebutkan oleh penulis surat Ibrani
(Ibr 12:26-28).  Juga, Hagai menubuatkan bahwa Zerubabel akan menjadi
seperti "cincin meterai"; di dalam kedua silsilah Yesus Kristus
(Mat 1:12-13; Luk 3:27), Zerubabel menjadi pusat yang mempersatukan
kedua garis keturunan Mesias:  dari Salomo (putra Daud) sampai Zerubabel
sampai Yusuf, dan dari Natan (putra Daud) sampai Zerubabel sampai Maria.
Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA