SABDAweb ©
Biblical
Introduction
5 Dec 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Jerusalem - Zephaniah
Chapter: 1 2 3
Previous bookNext book

Menurut judul kitabnya, Zefanya menunaikan tugasnya sebagai nabi di masa pemerintahan Yosia, thn. 640-609. Karena nabi mengecam pemakaian pakaian asing, Zef 1:4-5*, para pemuka, Zef 1:8*, sedangkan tidak berkata apa-apa mengenai raja, maka boleh disimpulkan, bahwa Zefanya berkarya sewaktu raja Yosia masih muda, jadi sebelum pembaharuan agama yang kemudian akan diusahakan raja itu; yaitu antara thn. 640 dan 650, tepat sebelum nabi Yeremia tampil. Pada waktu itu kerajaan Yehuda sudah direbut sebagian wilayah oleh Sanherib, sudah mengalami kekuasaan Asyur, sedangkan dua raja fasik, yakni Manasye dan Amon, sudah merosotkan hidup keagamaan. Tetapi kin kekuasaan Asyur sudah berkurang, sehingga timbullah pengharapan akan kebangkitan nasional umat yang disertai pembaharuan keagamaan pula.

Kitab Zefanya terdiri atas 4 bagian pendek: Hari Yahwe, Zef 1:2-2:3*; nubuat melawan bangsa-bangsa lain, Zef 2:4-15*; nubuat melawan Yerusalem, Zef 3:1-8*; janji-janji, Zef 3:9-20*. Sementara ahli Kitab Suci pernah berusaha membuang dari kitab Zefanya beberapa nubuat melawan bangsa-bangsa lain dan semua janji yang terdapat dalam bagian terakhir kitab. Tidak ada alasan kuat untuk membenarkan usaha ini. Sudah barang tentu kitab Zefanya tidak luput dari tangan penyadur, yang mengolah dan menambah perkataan aslinya namun jumlah saduran dan tambahan itu tidak besar. Bagian-bagian yang paling diperdebatkan ialah terutama nubuat mengenai bertobatnya bangsa-bangsa kafir, Zef 2:11 dan 3:9-10*, yang memang tidak sesuai dengan koteksnya dan terpengaruh oleh kitab Deutero-Yesaya. Yang diperdebatkan juga ialah keaslian dua buah mazmur pendek, Zef 3:10-15 dan Zef 3:16-18*a. Para ahli sependapat, bahwa ayat-ayat terakhir kitab, Zef 3:18b-20 (Zef 3:18-20*) berasal dari masa pembuangan.

Pesan nabi Zefanya tersimpul dalam nubuatnya mengenai Hari Yahwe (bdk dengan kitab Amos) yaitu suatu malapetaka yang bukan hanya menimpa Yehuda saja melainkan juga semua bangsa. Yehuda dikutuk atas penyelewengan-penyelewengan moril dan agama. Penyelewengan-penyelewengan itu disebabkan kesombongan dan kedurhakaan, Zef 3;1-11*. Zefanya menyajikan suatu pengertian mendalam mengenai dosa yang kemudian dapat ditemukan dalam ajaran Yeremia. Dosa ialah semacam pemberontakan terhadap diri Allah yang hidup. Hukuman yang menimpa bangsa-bangsa lain adalah suatu peringatan, Zef 3:7*, yang seharusnya membaca umat Israel kembali kepada jalan ketaatan dan kerendahan hati, Zef 2:3*. Keselamatan hanya akan dijanjikan kepada "suatu sisa" orang yang bersahaja dan rendah hati, Zef 3:12-13*. Pengharapan nabi akan zaman Mesias terbatas pada ajaran ini saja. Memang pandangan itu agak sempit, namun menuingkapkan sifat rohani janji Allah.

Pengaruh kitab kecil Zefanya ahak terbatas. Perjanjian Baru hanya sekali saja mengutip kitab ini, Mat 13;41*. Namun gambar yang disajikan kitab ini mengenai Hari Yahwe menginspirasikan nabi Yoel.

Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA