SABDAweb ©
Biblical
Introduction
29 Nov 2020 | Home | Bible | Biblical | Tools | Download | | SiteMap |
Bible Versions
Alkitab Terjemahan Baru
Alkitab Kabar Baik (BIS)
Firman Allah Yang Hidup
Perjanjian Baru WBTC [draft]
Alkitab Terjemahan Lama
Kitab Suci Injil
Alkitab Shellabear [draft]
Alkitab Melayu Baba
Alkitab Klinkert 1863
Alkitab Klinkert 1870
Alkitab Leydekker [draft]
Alkitab Ende
TB Interlinear [draft]
TL Interlinear [draft]
AV with Strong Numbers
Bible in Basic English
The Message Bible
New King James Version
Philips NT in Modern English
Revised Webster Version
God's Word Translation
NET Bible [draft]
NET Bible [draft] Lab
BHS with Strongs
Analytic Septuagint
Interlinear Greek/Strong
Westcott-Hort Greek Text
Textus Receptus

Introductions
Pengantar Full Life
Pengantar BIS
Pengantar FAYH
Pengantar Ende
Pengantar Jerusalem
Pengantar Bible Pathway
Intisari Alkitab
Ajaran Utama Alkitab
Garis Besar Full Life
Garis Besar Ende
Garis Besar Pemulihan
Judul Perikop Full Life
Judul Perikop BIS
Judul Perikop TB
Judul Perikop FAYH
Judul Perikop Ende
Judul Perikop KSI
Judul Perikop WBTC

Verse Notes
Catatan Ayat Full Life
Catatan Ayat BIS
Catatan Ayat Ende
Catatan Terjemahan Ende
Catatan Ayat Jerusalem
Referensi Silang TSK
Referensi Silang TB
Referensi Silang BIS
Santapan Harian

Dictionaries
Kamus Kompilasi
Kamus Easton
Kamus Pedoman
Kamus Gering
Maps

Lexicons
Greek Lexicon
Hebrew Lexicon
Pengantar Jerusalem - Micah
Chapter: 1 2 3 4 5 6 7
Previous bookNext book

Nabi Mikha (yang berbeda dengan Mikha bin Yimia yang hidup di masa pemerintahan raja Ahab, 1Raj 22*) berasal dari negeri Yehuda, dari kampung Moresyet, di sebelah barat kota Hebron. Ia menunaikan tugasnya di masa pemerintahan raja- raja Ahas dan Hizkia, yaitu sebelum dan sesudah Samaria direbut di thn. 721 dan barangkali sampai penyerbuan yang dilakukan Sabherib pada thn. 701. Jadi sebagian hidup Mikha bertepatan waktunya dengan masa nabi Yesaya. Oleh karena berasal dari sebuah kampung, maka Mikha sebagaimana pula nabi Amos, tidak senang dengan suasana kota-kota besar. Gaya bahasanya serupa dengan gaya bahasa nabi Amos, yaitu konkrit dan kadang-kadang kasar; ia senang memakai gambaran-gambaran lincah dan suka permainan kata-kata.

Kitab Mikha dapat dibagi atas 4 bagian. Bagian yang bertemakan ancaman selalu disusul dengan bagian yang bertemakan janji: Mi 1:2-3:12*, proses pengadilan melawan bangsa Israel; Mi 4:1-5:14*, janji kepada Sion; Mi 6;1-7:7*, proses pengadilan kedua melawanan bangsa Israel; Mi 7:8-20*, pengharapan Sion. Nada janji-janji kepada Sion terlalu berlawanan dengan ancaman-ancaman yang menjadi rangkanya. Urutan itu adalah hasil kerja orang yang menerbitkan kitab Mikha. Sukar ditentukan sejauh mana lingkungan yang memelihara tradisi nabi Mikha itu mengolah, menyadur dan merubah perkataan nabi. Pada umumnya orang sepakat, bahwa Mi 7:8-20*menyangkut zaman kembalinya Israel dari pembuangan di Babel. Nubuat dalam Mi 2:12-13*, yang tertera di tengah-tengah ancaman-ancaman, dan lagi nubuat-nubuat dalam Mi 4:6-7; 5:6-7*, ditanggalkan pada masa yang sama juga. Dari lain pihak, Mi 4:1-5* hampir sama bunyinya dengan Yeh 2:2-5*, dan agaknya baik dalam kitab Yeheskiel maupun dalam kitab Mikha teks ini tidak asli. Walaupun demikian, tambah tsb bukannya alasan untuk membuang dari pewartaan asli Mikha segala ayat yang berisikan janji mengenai masa mendatang. Kumpulan nubuat dalam bab 4-5 memang dibuat sewaktu atau sesudah pembuangan Israel. Namun nubuat-nubuat itu memuat bagian-bagian asli. Khususnya tidak ada juga alasan untuk mengatakan, bahwa Mi 5:1-5* yang berisikan nubuat mengenai Raja Mesias tidak berasal dari nabi Mikha. Sebab ayat-ayat itu sama isinya dengan nubuat Yesaya, Yes 9:1* dst; Yes 11:1* dst, yang tampil di masa yang sama dengan Mikha.

Riwayat Mikha tidak dikenal sama sekali. Tidak diketahui, bagaimana ia dipanggil Allah. Namun Mikha mempunyai kesadaran mendalam mengenai tugas- panggilannya sebagai nabi. Oleh karena kesadaran itu maka ia menubuatkan, bahwa malapetaka pasti akan tiba, Mi 2:6-11; 3:5-8*. Dan dalam hal ini Mikha berbeda dengan nabi-nabi palsu. Mikha menyampaikan Firman Allah yang terutama berisikan hukuman. Yahwe mengadili umatNya, Mi 1:2; 6:1* dst., dan terbuktilah umat itu bersalah. Ada kesalahan di bidang agama, tetapi terutama di bidang kesusilaan. Mikha mengecam orang-orang kaya yang hidup dari spekulasi, lintas darat, para pedagang yang suka menipu, keluarga-keluarga yang terpecah-pecah, para imam dan nabi yang serakah, para pemimpin yang lalim, para hakim yang korup. Kelakuan mereka semua itu bertentangan dengan tuntutan Tuhan yang menghendaki, agar manusia berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah", Mi 6:8*. Ini suatu ungkapan indah yang meringaskan tuntutan- tuntutan para nabi di bidang kehidupan spirituil dan terutama mengingatkan ajaran nabi Hosea. Hukum sudah ditetapkan: dengan menggoncangkan dunia semesta, Mi 1:3-4*, Tuhan datang menghakimi dan menghukum umatNya; dinubuatkan kemusnahan Samaria, Mi 1:6-7*, kehancuran kota-kota di wilayah negeri asal nabi Mikha sendiri, Mi 1:8-15*; akhirnya juga kota Yeremia hancur lebur menjadi timbunan puing, Mi 3:12*.

Namun demikian, ajaran nabi tetap mengandung suatu harapan, Mi 7;7*. Sebagaimana nabi Amos, nabi Mikhapun berbicara mengenai suatu "sisa". Ia menubuatkan, bahwa di Efrata akan lahir seorang Raja damai yang akan menggembalakan kawanan Yahwe, Mi 5:1-5*.

Pengaruh nabi Mikha berlangsung lama. Orang-orang yang hidup sezaman dengan nabi Yeremia mengenal dan mengutip nubuat Mikha mengenai Yerusalem, Yer 26:18*. Perjanjian Baru terutama memperhatikan ayat kitab nabi Mikha mengenai asal-usul Mesias dari Efrata-Betlehem, Mat 2:6; Yoh 7:42*.

Previous book Top Next book
< ABLE align="center" width="700" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" id="b"> | About Us | Support Us | F.A.Q. | Guest Book | YLSA Sites |copyright ©2004–2015 YLSA